Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI PERENCANAAN JALAN PADA STA2+000 S/D 4+000 PAKET PEMBANGUNAN JALAN AKSES 1000HA (FOOD ESTATE) DOLOK SANGGUL Hutajulu, Charly Gilberd; Sianturi, Frengki Edison; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i2.2717

Abstract

Salah satu jalan di Kabupaten Humbang Hasundutan yang masuk dalam kategori jalan lokal dengan kondisi jalan berbukit adalah jalan Akses (Food Estate) 1000 HA. Kecepatan jalan yang dimaksud adalah 30 kilometer per jam. apakah tebal perkerasan jalan dan kondisi tikungan memenuhi standar perencanaan jalan. Ketebalan lapis perkerasan dan alinyemen horizontal pada lokasi yang ditinjau pada Jalan Akses (Food Estate) 1000 Ha Kabupaten Humbang Hasundutan berbeda menurut perhitungan perencana dan peneliti , sedangkan perhitungan perencana menghasilkan tebal lapis perkerasan sebagai berikut: Tebal Aspal AC-WC (4 cm), AC-BC (6 cm), AGG Kelas A (40 cm), dan URPIL (20 cm), dan evaluasi perhitungan penulis menghasilkan hasil sebagai berikut: Aspal AC-WC (4 cm), AC-BC (6 cm), Sirtu Kelas B (45 cm), AGG Kelas A (40 cm), dan seterusnya.
ANALISA TEBAL PERKERASAN LENTUR PEMBANGUNAN JALAN PERTIBI LAMA-SIOSAR KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO STA 0+000 S/D 2 + 000 Brahmana, Meidifa Cindy Br; Silitonga, David; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i1.3612

Abstract

Jalan ialah sarana transportasi yang memudahkan warga setempat buat berinteraksi menggunakan lingkungan sekitarnya, baik dalam bidang sosial, ekonomi, juga budaya. salah satu Ruas jalan adalah Jalan Pertibilama - Siosar.oleh karena itu Tujuan dibangun jalan ini yaitu buat buat menaikkan fungsi sistem jalan mirip pengurangan kemacetan sebagai akibatnya berpengaruh kepada sektor ekonomi dan juga pariwisata. pada jalan ini akan direncanakan lebar jalan 4,50 meter,menggunakan perkerasan aspal sehingga ini menggunakan Metode Analisa Komponen bina Marga. sebagai akibatnya perencana haruslah menghasilkan jalan sinkron dengan spesifikasi yg diterapkan sehingga jalan itu aman digunakan oleh pengendara serta tidak rusak dalam waktu cepat. berdasarkan hasil analisa dan perhitungan, maka jalan ini termasuk kedalam jalan kolektor.Tebal perkerasan buat jalan ini ialah lapisan AC-WC sebesar 5 cm, Lapisan Agregat Kelas A sebesar 20 centimeter, dan Lapisan Agregat Kelas B sebesar 15 centimeter.
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DIRUAS JALAN KAMPUNG LALANG KOTA MEDAN Simanullang, Bonatua Erickson S; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i1.3643

Abstract

Jalan raya merupakan bagian penting dari perkembangan kehidupan manusia, dimana baik perkembangan jalan maupun kehidupan manusia saling mempengaruhi. Kepadatan kemacetan di jalan perkotaan dan antar kota disebabkan oleh meningkatnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumber daya untuk perbaikan jalan, dan tidak optimalnya pengoperasian fasilitas arus lalu lintas yang ada. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan penyebab kemacetan di Jalan Kampung Lalang (Pajak). Setelah mengumpulkan data lalu lintas yang terjadi pada jam sibuk, kami melakukan analisis lalu lintas sesuai aspek teknis berdasarkan panduan manual.
ANALISA PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI SIANTAR-BALIGE DENGAN METODE STATED PREFERENCE Simarmata, Romatua; Sirait, Hendro Lambok; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i1.3624

Abstract

Pemilihan moda transportasi memiliki peran yang penting dalam sebuah perencanaan sistem transportasi. Hal ini dikarenakan pentingnya mengetahui karakteristik serta perilaku pengguna moda dalam mendesain sarana maupun prasarana transportasi yang akan disediakan. Karakteristik umum penggunazmoda Bus didominasizoleh wanita dengan persentase 56% dan pada moda Mini Bus didominasizoleh Pria dengan persentase 57%. Rentang usia responden bus didominasi dengan rentang usia 41-50 tahun sebesar 36% dan Mini Bus dengan rentang usia 31-40 tahun sebesar 43%. Tingkat pendidikan terakhir responden bus adalah SMA dengan persentase 52% dan responden Mini Bus adalah sarjana dengan persentasi 48%. Pekerjaan responden bus didominasi bekerja di petani sebesar 31%, pada Mini Bus didominasi oleh wiraswastazsebesar 38%. Dengan maksud perjalanan responden bus dan Mini Bus adalah belanja sebesar 30% dan 27%. Berdasarkan tingkat penghasilan responden bus didominasi tingkat penghasilanzRp 1.500.000z–zRp 2.500.000 sebesar 33% dan Mini Bus dengan penghasilan >Rp 3.500.000 sebesarz38%. Alasan memilih moda bus karena harga/tarif sebesar 36% dan pada Mini Bus alasan kenyamanan sebanyak 41%.
Analisa Kemacetan Persimpangan Jalan H. Adam Malik Medan dengan Jalan KL.YOS Sudarso Medan Sepanjang 5 km Richard Napitupulu; Yusuf Aulia Lubis; M. Fadillah
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v2i1.454

Abstract

Simpang Empat Jalan H. Adam Malik – Jalan Kol. Yos Sudarso Medan sampai dengan sepanjang 5 km kearah Belawan, rawan terhadap kemacetan. Tingginya volume kendaraan serta kurangnya kesadaran masyarakat akan sistem prioritas berkendara mengakibatkan besarnya peluang kemacetan yang terjadi pada simpang tersebut. Sehubungan hal itu maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat kemacetan dari simpang tersebut, sehingga nantinya simpang pada ruas jalan tersebut dapat melayani arus lalu lintas secara optimal dan pengguna jalan yang melintas dipersimpangan akan merasa tetap aman dan nyaman. Penelitian ini memberikan hasil sebagai berikut : 1). Waktu Tundaan d ( delay ) pada Lengan Persimpangan (a. Jalan Adam Malik Medan = 55.33 detik/smp, b. Jalan Kl. Yos Sudarso Medan = 51.45 detik/smp, c. Jalan Putri Hijau Medan =54.64 detik/smp. 2). Tingkat Pelayanan Lengan Simpang yaitu E yang Menyatakan kondisi operasional dengan Tundaan (delay)40,1 – 60,0 detik/kend. Hal ini dipertimbangkan sebagai batas delay yang dapat diterima. Delay yang tinggi ini menunjukkan gerak maju yang jelek, waktu siklus yang lama dan perbandingan v/c yang tinggi, 3). Pada persimpangan didapatkan konflik-konflik yang dapat menyebabkan kecelakaan dikarenakan oleh beberapa faktor. Oleh karna itu penanganan pada persimpangan ini sebaiknya dibutuhkan. Solusi-solusi perbaikan yang diterapkan akan membuat pengurangan konflik dan kecelakaan sampai pada tidak terjadinya lagi kecelakaan. Perbaikan analisa konflik yang dapat dilakukan antara lain : a. Pemasangan rambu prioritas, b. Pemasangan rambu dilarang berhenti, c. Pembuatan pulau persimpangan, d. Selain pada solusi perbaikan tersebut, dibutuhkan juga kesadaran pengguna jalan agar meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi sesama pengguna jalan. Hal-hal tersebut mencakup keselamatan pengendara dan kelayakan kendaraan yang digunakan.
ANALISA KINERJA LALU LINTAS RUAS JALAN JAMIN GINTING KOTA MEDAN SIMPANG RSU. SITI HAJAR – PANCUR BATU Richard Napitupulu; Yusuf Aulia Lubis; Kamaluddin Lubis
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v2i1.457

Abstract

Perkembangan transportasi di Kota Medan berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia, barang, dan jasa. Hal ini juga sangat menuntut meningkatnya sarana dan prasarana transportasi di Kota Medan. Pertambahan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan prasarana akan menimbulkan konflik pada jalan khususnya Jalan Jamin Ginting Simpang RSU. Siti Hajar Medan. Seringnya terjadi kemacetan pada sekitar daerah tersebut bertitik tolak atas padatnya arus lalu lintas yang terjadi akibat banyaknya bangunan-bangunan penting sebagai target operasi dalam melakukan beraneka ragam kegiatan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja simpang tersebut berdasarkan tingkat terjadinya konflik dan tingkat pelayanan jalan di daerah tersebut. Konflik lalu lintas dapat terjadi di ruas jalan yang bermuara di persimpangan jalan. Yang merupakan suatu daerah pertemuan dari jaringan jalan raya dan juga tempat bertemunya kendaraan dari berbagai arah dan perubahan arah termasuk didalamnya fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk pergerakan lalu lintas. Simpang Jalan Jamin Ginting dengan Jalan RSU.Siti Hajar merupakan jalan Kotamadya Medan, pada jam-jam tertentu sering terjadi tundaan dan antrian kendaraan karena simpang ini termasuk daerah padat sehingga arus lalu lintasnya cukup sibuk. Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1). Waktu Tundaan d ( delay ) pada Lengan Persimpangan : a). Jalan Jamin Ginting Medan = 88.065 detik/smp, b). Simpang RSU. Siti Hajar Medan = 51.984 detik/smp. 2). Tingkat Pelayanan Lengan Simpang : a). Jalan Jamin Ginting Medan = F, b). Jalan RSU. Siti Hajar Medan = E Kata kunci : Kinerja persimpangan jalan, tingkat pelayanan, analisa konflik
ANALISIS PASIR SUNGAI DAN BATU QUARY SEBAGAI CAMPURAN LAPISAN ASPAL AC-WC PADA PERKERASAN LENTUR JALAN RAYA Sijabat, Arihta Sada; Napitupulu, Yeshinta; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4852

Abstract

Pasir sungai berasal dari Aliran, Dengan Butiran Sedang dan Ukuran Antara 0,063 mm hingga 5 mm. Batu pecah merupakan serpihan batu raksasa yang bermetamorfosis menjadi kecil, melalui mesin penghancur. Pada umumnya Salah satu material campuran umum untuk perkerasan jalan raya adalah kombinasi pasir sebagai agregat halus dan batu sebagai agregat kasar salah satu material campuran dalam proses perkerasan jalan raya. Salah satunya di sungai Lae Bassaba Desa Simanabun Kec. Simanabun agregat halus berupa pasir sungai dan batu kuari yang terdapat di Cv. Tapian Nauli Malau. Sehingga apakah pasir dari Lae Bassaba Desa Simanabun Kec. Simanabun dan batu kuari cocok untuk digunakan perkerasan jalan raya.Oleh karena itu, dilakukan Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan agregat kasar terhadap abrasi menggunakan mesin Los Angeles dan mengkarakteristikkan pasir Wampu dan batu kuari dalam campuran lapis AC-WC. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan nilai kadar aspal optimum antara pasir Lae Bassaba dan batu kuari dengan variasi kadar aspal 5.5%, 6.5%, dan 7.5% dari total berat campuran.
ANALISA TEBAL PERKERASAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN DESA POLA TEBU-CERUMBU-KUTA KENDI KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Siagian, Denny S.; Pandiangan, Simon; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4864

Abstract

Jalan Desa Pola Tebu – Cerumbu – Kuta Kendi Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara meliputi jalan tol yang menggunakan perkerasan lentur dan salah satu alternatif jalan raya nasional bagi kendaraan baik mobil, sepeda motor, maupun kendaraan berat untuk melakukan perjalanan menuju Gresik dari Surabaya. Wilayah ini termasuk hasil penen bumi berupa sayur-sayuran, buah-buahan dan terkenal juga sebagai daerah pengiriman sayuran dah buah-buahan ke berbagai daerah di Indonesia. Daerah ini juga terkenal sebagai kota wisatawan. Pengertian jalan fleksibel, yaitu jalan yg memakai aspal sebagai pengikatnya. Susunan prkerasan menopang dan mendistribusikan berat lalu kendaraan ke dasar jalan. Analisa tebal prkerasan lentur pada suatu jalan desa, yang meliputi jenis-jenis konstruksi susunan perkrasan yang disusun dari bawah ke atas, sbb: lapis perkerasan lentur (flexible pavement), lapis pondasi, subbase (susunan dasar), susunan atas, susunan permukaan/susunan (susunan permukaan).
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) SERTA PENANGANANNYA Jesika, Winda; Sihombing, Yosefhin Natalia; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4859

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi jalan yang mencakup seluruh bagian jalan, termasuk bangunan dan peralatan pendukungnya. Analisis Kondisi jalan merupakan langkah awal yang penting dalam perencanaan pemeliharaan jalan yang sudah mengalami penurunan pada fungsi jalan tersebut. Kerusakan Struktural Artinya jalan tersebut tidak mampu lagi menopang beban lalu lintas. Untuk itu perlu dilakukan perkuatan struktur jalan dengan menutup atau memperbaiki permukaan jalan eksisting. Sehingga , penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada Perkerasan Jalan Titik Koordinat (3°20'24.2" N 98°35'05"E) menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), metode Surface Distress Index (SDI), serta menentukan perbedaan dari kedua metode tersebut dan diperoleh perhitungan RAB (Rancangan Anggaran Biaya). Hasil dari analisa menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), menunjukkan bahwa pada titik koordinat (3°20'24.2" N 98°35'05"E) sampai pada titik koordinat (3°20'08.8"N 98°34'53.0"E ), yaitu Kerusakan Lubang (Pothole), Kerusakan Retak kulit Buaya (Aligator Cracking), Kerusakan tambalan (sayatan geser dan fungsional), retakan memanjang dan retakan melintang (Longitudinal/Trasverse Cracking). Dengan hasil PCI Persentase Jalan baik (good) sebesar 30 %, kondisi jalan buruk (poor) sebesar 10%, serta kondisi jalan sangat buruk (very poor) sebesar 60 %. Pada Hasil Metode Surface Distress Index (SDI) menunjukkan bahwa Perkerasan yang memiliki kondisi baik adalah 0%, permukaan jalan memiliki kondisi sedang sebesar 40 % dan sebesar 10 % kondisi jalan rusak ringan, serta 50 %. Jika dibandingkan dengan luas jalan pada titik koordinat tersebut, kerusakan jalan yang diperoleh sebesar 9,79 %. Sehingg diperoleh Hasil rekapitulasi estimasi biaya untuk pemeliharaan jalan pada titik koordinat (33°20'24.2" N 98°35'05"E) Sebesar Rp. 70,773,000.00.
STUDI TEGANGAN DAN REKAYASA PADA LOKASI LONGSOR DI JALAN DOLOK SANGGUL-PAKKAT DI DESA ARBAAN PROVINSI SUMATERA UTARA, KOORDINAT 2.1 LU 98˚ BT Sembiring, Josua Parlindungan; Panggabean, Celvin; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5512

Abstract

Tanah longsor pada dasarnya merupakan salah satu jenis bencana alam yang sering kita jumpai di Indonesia. Disadari atau tidak, hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi setiap makhluk hidup di muka bumi. Tanah longsor merupakan suatu bencana alam yang merusak kestabilan tanah, karena dampaknya terhadap keadaan struktur tanah, akibat hujan atau kurangnya pepohonan yang menopang dan membuat tanah menjadi lebih kokoh. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai stabilitas tanah longsor dengan meninjau lokasi longsor dan sampel dari Desa Arbaan Dolok Sanggul Pakkat, yang akan dilakukan pengujian di Laboratorium Kementrian PUPR Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan, Sumatera Utara. Sampel tanah diuji untuk mendapat indeks properties dan dilakukan pengujian direct sheart test untuk mengetahui kuat geser tanah Gunakan diagram untuk mengklasifikasikan tanah organik berbutir halus (melalui saringan N0 20050%)jenis tanah dari Desa Arbaan ,Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan adalah lempung organik dengan pasir. Dari hasil pengujian tersebut, didapat hasil bahwa jenis tanah yang ada pada lokasi longsor termasuk kedalam jenis tanah berbutir.