Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 KOTA CIREBON Triwahyuningsih, Ria Yulianti; Kumalasary, Diyanah; Hidayah, Fika Nurul; Iskandar, Syifa Fauziah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27765

Abstract

Masa remaja adalah suatu masa transisi atau peralihan dari masa anak pra sekolah, remaja ke  dewasa, remaja bukan anak-anak tetapi belum mampu memegang tugas sebagai orang dewasa, dan tingkah laku remaja labil serta tidak mampu menyesuaikan diri secara baik terhadap lingkungan. Masa remaja merupakan periode kritis kedua untuk pertumbuhan fisik setelah tahun pertama kehidupan, dimana ketika perubahan psikososial dan emosional yang mendalam terjadi dan peningkatan kognitif serta kapasitas intelektual tercapai. Status gizi remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah: faktor keturunan, gaya hidup dan lingkungan. Persepsi seorang remaja tentang citra tubuh akan menentukan pola makan dan status gizi mereka. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi status gizi pada remaja putri. Penelitian yang dilakukan adalah metode analitik untuk analisa faktor yang mempengaruhi status gizi pada remaja putri di SMAN 2 Kota Cirebon, jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariate dengan menggunakan SPSS. Populasi pada penelitian ini seluruh remaja putri yang berada di SMAN 2 Kota Cirebon. Sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 75 (57,7%) responden memiliki pola makan baik dan status gizi normal, sedangkan terdapat 74 (56,9%) responden yang memiliki Body Image postitif dan status gizi normal. Hasil analisis antara pola makan dengan status gizi (P=0,000), dan body image dengan status gizi (P=0,000).
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON Hastuti, Fuji; Hidayah, Fika Nurul; Magasida, Diani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36956

Abstract

Berdasarkan data WHO (World Health Organization) tahun 2012 yang dicantumkan dalam jurnal Pediatrics tercatat sekitar 33% bayi mengalami masalah tidur. Tidur merupakan hal yang sangat cukup penting bagi anak. Pada bayi tidur memberi kontribusi pada perkembangan otak, menjaga dan mengatur semua kemampuan yang luar biasa dan informasi yang mereka serap setiap hari. Pijat bayi merupakan pemijatan yang dilakukan lebih mendekati usapan halus atau rangsangan raba yang harus dilakukan di permukaan kulit secara lembut, manipulasi terdapat jaringan atau organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi di puskesmas Astanajapura Kabupaten Cirebon. Desain dalam penelitian ini quasi experimental study pretest-posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini 30 bayi dengan rentang usia 0-6 bulan, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Hasil dalam penelitian ini terdapat pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi di wilayah puskesmas Astanajapura Kabupaten Cirebon, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur kurang sebanyak 21 orang (70,0%). Setelah dilakukan pijat bayi sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang baik sebanyak 13 orang (43,3%).  Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000 maka p < ? dimana H0 ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah pijat bayi.
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DESA BABAKANGEBANG MELALUI PEMBUATAN TEH KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA (TELORIA) Hidayah, Fika Nurul; Kumalasari, Diyanah; Wulan, Sefy; Syahni, Mirna; Pusphita, Astri Ervindha Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50987

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 48,9% dan berdampak serius pada kesehatan ibu maupun janin. Upaya suplementasi zat besi telah dilakukan pemerintah, namun belum sepenuhnya efektif sehingga diperlukan alternatif berbasis pangan lokal. Desa Babakan Gebang memiliki potensi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam memanfaatkan daun kelor menjadi produk teh herbal TELORIA (Teh Daun Kelor Cegah Anemia). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (survei, penyusunan instrumen, dan leaflet edukasi), pelaksanaan (pre-test, penyuluhan, praktik pembuatan teh kelor), serta evaluasi (post-test dan FGD). Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil di Polindes Desa Babakan Gebang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan kategori baik naik dari 20% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan, serta rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 54 menjadi 84. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan teh kelor secara higienis dan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan produk TELORIA sebagai peluang usaha rumah tangga. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil sekaligus membuka potensi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
The Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Argasunya Melalui Pembuatan Lilin Aromatherapy Anti Mual Muntah Pada Ibu Hamil: Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Argasunya Melalui Pembuatan Lilin Aromatherapy Anti Mual Muntah Pada Ibu Hamil Hidayah, Fika Nurul; Kulamasary, Diyanah; Widayanti, Wiwin; Gunawan, Ucha Indra; Rahmayani, Shella; Azachra, Akmevi Carissa
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12970

Abstract

Used cooking oil is household waste which is often thrown away and pollutes the environment, even though it can be used to make goods worth selling, one of which is to make aromatherapy candles which can be used by pregnant women to reduce nausea and vomiting. Argasunya Village is one of the areas in Cirebon City that produces used cooking oil on a large scale, originating from tofu factories. The aim of community service activities is to increase the creativity of housewives so they can utilize used cooking oil waste, have the skills to process used cooking oil into aromatherapy candles. The partner in this service is Argasunya Village, Cirebon City, with 20 PKK women participating. Data collection was carried out in three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The activity began with socialization, product making demonstrations, mentoring and the branding and marketing process. Lemon aromatic candles are called Jelita (Jelantah Candle Aromatherapy), one of the uses of which is to relieve or treat nausea and vomiting in pregnant women. This activity was carried out in Argasunya Village with a total of 20 participants. The people of Argasunya Village can use used cooking oil waste to make Aromatherapy Candles.
The Correlation Between Mental Health And Social Aspects With Adolescent Sexual Behaviour Harja, Evelyn Nafisa Putri; Nurjanah, Nunung; Hidayah, Fika Nurul; Widayanti, Wiwin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23105

Abstract

 Latar Belakang: Masa remaja yang merupakan periode transisi yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental dan aspek sosial yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan termasuk perilaku seksual. Tingginya angka perilaku seks pranikah pada remaja menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan dan kesehatan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kesehatan mental dan aspek sosial dengan perilaku seksual pada remaja di SMKN X Gunung Jati Kabupaten Cirebon tahun 2025.Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden 216 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-21, kuesioner peran teman sebaya dan kuesioner perilaku seksual. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank Correlation.Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif berkekuatan lemah antara kesehatan mental dengan perilaku seksual remaja (p-value 0,000  < 0,05, ρ 0,236 ; 0,255 ; 0,236) dan korelasi negatif dengan kekuatan lemah antara aspek sosial (peran teman sebaya) dengan perilaku seksual remaja (p-value 0,004 < 0,05, ρ -0,196).Kesimpulan: Kesehatan mental dan Aspek sosial memiliki peran penting dalam membentuk perilaku seksual remaja.Saran: Upaya preventif melalui edukasi kesehatan mental, pembentukan peer support group dan konseling remaja perlu dilakukan di lingkungan sekolah. Kata Kunci : Kesehatan Mental, Aspek Sosial, Perilaku Seksual Remaja ABSTRACT Background: Adolescence is a transitional period vulnerable to mental health disorders and social aspects that can influence decision-making, including sexual behavior. The high rate of premarital sex among adolescents is a serious concern for the world of education and healthPurpose: The purpose of this study was to determine the relationship between mental health and social aspects and sexual behavior in adolescents at State Vocational Highschool X Gunung Jati, Cirebon Regency, 2025.Methods: This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample was selected using proportional random sampling, with 216 respondents. The instruments used were the DASS-21 questionnaire, the peer role questionnaire, and the sexual behavior questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank Correlation test.Results: The results show a weak positive correlation between mental health and adolescent sexual behavior (p-value <0.05, ρ 0.236; 0.255; 0.236), and a weak negative correlation between social aspects (peer relationships) and adolescent sexual behavior (p-value <0.05, ρ -0.196).Conclusion: Mental health and social aspects play a significant role in shaping adolescent sexual behavior.Suggestions: Preventive efforts through mental health education, the formation of peer support groups, and adolescent counseling are necessary in the school environment Keywords:    Mental Health, Social Aspects, Adolescent Sexual Behaviour