Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Factors Associated With Dementia In The Elderly At Cakung District Health Center In 2020 Virrisya Tania, Tasya; Susanti, Fajar; Ifadah, Erlin; Sunadi, Apri
Journal of Ageing And Family Vol 1, No 1 (2021): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v1i1.1726

Abstract

Dementia is an acquired intellectual and memory dysfunction caused by brain disease, and is not associated with impaired levels of consciousness. The purpose of this study was to determine the factors associated with dementia in the elderly at the Cakung District Health Center in 2020. This study is a quantitative study with a correlative descriptive research design with a cross sectional study approach. The population consisted of elderly patients who participated in prolanis activities at the Cakung District Health Center. Sampling using total sampling. The sample consisted of 60 respondents. Data analysis using chi square test. The results showed a relationship between age (p = 0.000), physical activity (p = 0.000) and dementia. Physical activity needs to be done by the elderly to inhibit the factors that accelerate the onset of dementia. Counseling and learning about physical activity in the elderly should be a program in providing health services to the elderly, especially to prevent dementia. Keywords : Dementia, Physical Activity 
HUBUNGAN ANTARA SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Novianti, Tamara; Aprisunandi, Aprisunandi; Susanti, Fajar; Kalsum, Umi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 2: Agustus 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i2.1229

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tidak menular terbesar di dunia. Penyakit jantung koroner (PJK) di negara-negara berkembang termasuk Indonesia cenderung meningkat cukup tinggi setiap tahunnya, kepatuhan pengobatan yang optimal sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian pada pasien dengan kondisi ini. Namun, banyak pasien seringkali menghadapi kesulitan dalam mematuhi regimen pengobatan yang kompleks. Self management atau pengelolaan diri telah diidentifikasi sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien dengan penyakit kronis. Tujuan: untuk Mengetahui Hubungan Antara Self-management Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Pasar Rebo. Metode: metode penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien jantung koroner dengan sampel penelitian sebanyak 107 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dimulai dari bulan Januari sampai bulan Maret 2024 di RSUD Pasar Rebo. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan p value 0,367 > α 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Self-management Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Pasar Rebo. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan tetap memberikan informasi terkait self-management yang baik pada pasien jantung untuk selalu patuh dalam pengobatan seperti rutin minum obat, menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup yang baik. Kata Kunci: Self-management, Kepatuhan Pengobatan, Penyakit Jantung Koroner 
Penerapan Terapi Non Farmokologi Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi pada Pasien Hipertensi di Ruangan Flamboyan Sugiarto, Riki; Susanti, Fajar; Samsuni, Samsuni
Jurnal Ilmu Medis Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jimi.v3i2.2826

Abstract

Purpose: aims to determine the success rate of hypertension exercise in cases of weakness Methodology/approach: This study used a case study of the management of patients with hypertension at PSTW Budi Mulia 1 Cipayung, implemented for 12 days, which resulted in a reduction in hypertension levels in patients. Results: Based on the evaluation results, there was a significant reduction in blood pressure seen from changes in blood pressure before and after hypertension exercise therapy was carried out in the elderly for 5 minutes. Blood pressure results were obtained at 160/90 mmHg, 158/80 mmHg, BP= 155/95 mmHg, 158/98 mmHg, 155/90 mmHg, 150/90 mmHg, 140/90 mmHg, 148/80 mmHg, BP= 139/95 mmHg, 138/98 mmHg, 125/90 mmHg, 150/90 mmHg. It can be concluded that after implementing hypertension exercises in the elderly with implementation 12 times for 5 min, significant evaluation results were obtained where there was a decrease in blood pressure levels in hypertensive patients. Limitations: This case study is still being considered so that other researchers can conduct research according to practical standards and carried out within a 12 day period. Contribution: I would like to thank the parties who contributed to this work on this case study and have been involved in completing this case study.
Pencegahan Stunting dengan Edukasi dan Terapi Tuina Massage pada Balita di RW 004 RT 003 Kelurahan Bambu Heryandi, Rifki; Susanti, Fajar; Samsuni, Samsuni
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jnm.v3i2.2964

Abstract

Purpose: This service aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of mothers of toddlers to prevent stunting using tuina massage. Providing tuina massage, it is hoped that it can increase appetite in toddlers and increase body weight in toddlers who experience difficulties when the toddler's appetite decreases. Research methodology: The method in this research uses assessment of toddlers who experience difficulties in fulfilling nutrition by providing pre-tests and post-tests in providing understanding to mothers of toddlers, health education to mothers and toddlers about stunting, demonstrating tuina massage to mothers of toddlers, question and answer discussions and evaluation of outreach activities health. Results: The results of community service showed significant figures after being implemented in the form of health education for mothers of toddlers with an increase in knowledge about standing by 60%, attitudes by 52%, and skills by 55%. Conclusions: Based on community service activities with the title Stunting Prevention Using Tuina Massage Education and Therapy for Toddlers in Rw 004 Rt 003 Bambu Apus Village, East Jakarta, it can be concluded that community service activities run smoothly and receive support from the village government, stunting prevention education using tuina massage increases knowledge, attitudes, and skills of mothers of toddlers. Community service activities by the tri dharma of higher education are useful for opening insight into preventing stunting using tuina massage to increase children's appetite. Limitations: Tuina massage should be done for 6 consecutive days, but due to time constraints it will only be done once. Contribution: This community service is expected to be a reference in scientific development for babies experiencing stunting with prevention using tuina massage. Apart from that, hopefully, it can increase further knowledge about the mechanism of tuina massage.
HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Putri, Ira; Jamiatun; Indriayani, Iis; Susanti, Fajar
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 12 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v12i2.6809

Abstract

Pasien dengan gagal ginjal kronis harus menjalani hemodialisis, yang merupakan proses yang panjang dan dapat menimbulkan kesulitan. Hal ini menjadi stressor bagi kesehatan lingkungan, sosial, psikologis, dan fisik pasien, yang kemudian akan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri, Jakarta. Desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Sampel penelitian sebanyak 74 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil uji univariat mayoritas lama pasien menjalani hemodialisis kategori baru (≤12 bulan) sebanyak 39 responden (52,7%) dan mayoritas kualitas hidup baik sebanyak 45 responden (60,8%) dengan skor domain paling tinggi yaitu kesehatan psikologis. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value 0,029 <α = 0,05 artinya terdapat hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta. Saran bagi RS agar dapat memberikan pendidikan dan edukasi kesehatan, seperti edukasi pentingnya diet cairan dan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
HUBUNGAN LAMA KERJA TERHADAP HARD SKILL PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN SOP PEMASANGAN INFUS Septiyana, Septiyana; Aprisunadi, Aprisunadi; Susanti, Fajar; Ifadah, Erlin
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 2 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i2.1270

Abstract

Latar Belakang : Pemasangan infus merupakan salah satu prosedur penting yang harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah komplikasi seperti infeksi atau kerusakan jaringan. Namun, pelaksanaan SOP ini sering kali dipengaruhi oleh tingkat hard skill perawat, yang dapat bervariasi tergantung pada lama kerja mereka. Meskipun perawat dengan lama kerja yang lebih panjang diharapkan memiliki keterampilan yang lebih baik karena pengalaman, faktor seperti kelelahan atau kurangnya pelatihan dapat memengaruhi kualitas kinerja. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Lama Kerja Terhadap Hard Skill Perawat Dalam Melaksanakan SOP Pemasangan Infus Di RS X Wilayah Cibubur. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Sampel penelitian sebanyak 75 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: menunjukkan p value 0,812 > α 0,05 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan hard skill perawat dalam melaksanakan SOP pemasangan infus di RS X Wilayah cibubur. Saran : dapat menjadi acuan bagi rumah sakit untuk menyusun program pelatihan atau supervisi guna meningkatkan kompetensi perawat, terutama bagi mereka dengan masa kerja yang lebih singkat. Kata kunci : Lama kerja, Hard Skill, SOP Pemasangan Infus