Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Representasi Siswa Yang Bergaya Kognitif Reflektif Dalam Memecahkan Masalah Pola Bilangan Sadrack Luden Pagiling
Musamus Journal of Mathematics Education Vol 2 No 1 (2019): Musamus Journal of Mathematics Education
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjme.v2i1.1964

Abstract

Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untukmendeskripsikan representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah pola bilangan. Seorang siswa perempuan reflektif menjadi subjek penelitian yang dipilih berdasarkan hasil tes penggolongan gaya kognitif. Data dikumpulkan dengan memberikan tugas pemecahan masalah pola bilangan dan wawancara berbasis tugas. Untuk menguji kredibilitas data, peneliti melaksanakan triangulasi data. Peneliti memberikan tes dan melakukan wawancara pada waktu yang berlainan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa representasi matematis siswa yang bergaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pola bilangan, meliputi (a) mengenali dan menyajikan informasi yang diketahui secara visual, (b) mengungkapkan rencana atau strategi pemecahan masalah menggunakan representasi verbal dan visual, (c) mengungkapkan manipulasi model matematika yang memuat ekspresi matematika dan mengungkapkan interpretasi hasil penyelesaian secara verbal, dan (d) menelusuri solusi yang sudah diperoleh menggunakan representasi visual.
Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Berdasarkan Taksonomi Solo Pada Materi Transformasi Geometri Sadrack Luden Pagiling; Yunita Layuk; Abdul Rachman Taufik
Musamus Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Mathematics Education
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjme.v3i1.3152

Abstract

Abstrak: Miskonsepsi atau pemahaman yang tidak akurat tentang suatu konsep masih sering dilakukan siswa termasuk pada transformasi geometri. Karena itu, tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk miskonsepsi dan penyebab berdasarkan taksonomi SOLO dalam menyelesaikan soal transformasi geometri. Peneliti menggunkan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA yang terdiri dari 4 subjek yang melakukan miskonsepsi berdasarkan taksonomi SOLO. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Untuk melihat keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa SMA melakukan lima bentuk miskonsepsi berdasarkan taksonomi SOLO dalam menyelesaikan soal transformasi geometri: (1) bentuk miskonsepsi yang dilakukan siswa pada level prastruktural adalah miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi sistematik, dan miskonsepsi strategi; (2) bentuk miskonsepsi yang dilakukan siswa pada level unistruktural adalah miskonsepsi strategi dan miskonsepsi sistematik; (3) bentuk miskonsepsi yang dilakukan siswa pada level multistruktural adalah miskonsepsi tanda dan miskonsepsi berhitung; (4) bentuk miskonsepsi yang dilakukan oleh siswa pada level relational adalah miskonsepsi sistematik, miskonsepsi berhitung, dan miskonsepsi tanda. Penyebab miskonsepsi yang dilakukan siswa yaitu pemahaman siswa yang rendah, siswa terburu-buru dalam menyelesaikan soal, siswa lupa rumus yang digunakan, siswa keliru dalam memasukan nilai ke dalam rumus, dan siswa tidak teliti dalam menghitung. Abstract: Misconceptions or inaccurate understanding of a concept are often carried out by students, including the material of geometric transformation. Thus, this study aims to describe the forms of misconceptions and causes of misconceptions by upper secondary school students based on SOLO taxonomy in solving geometry transformation problems. Researchers used a qualitative approach. This study was carried out in class XI of YPK Merauke High School. Four students who made misconceptions became participants chosen based on SOLO taxonomy. Data were collected using tests and interviews. The validity of the data used triangulation techniques, while data analysis techniques consist of reduction, data presentation, and verification. The results showed that upper secondary school students performed five forms of misconception based on SOLO taxonomy in solving geometry transformation problems. (1) The forms of misconceptions conducted by students at the structural level are translation misconceptions, systematic misconceptions, and strategy misconceptions. (2) The form of misconception done by students at unistructural level is strategy misconception and systematic misconception. (3) The form of misconception done by students at the multistructural level is the computation misconception and sign misconception. (4) The forms of misconceptions carried out by students at the relational level are systematic misconceptions, computation misconceptions, and sign misconceptions. The causes of students' misconceptions are low student understanding, students hurry in solving problems, students forget the formulas used, students make errors when enter values ​​into formulas and students are not careful in calculating.
Keefektifan Media Pembelajaran Berbasis Moodle terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa Dian Mayasari; Sadrack Luden Pagiling
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v3i2.2392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan dari penggunaan media pembelajaran berbasis moodle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa. Sample dalam penelitian ini ialah mahasiswa yang mengontrak mata kuliah Kalkulus 1 sebanyak 28 mahasiswa di Universitas Musamus. Penelitian ini termasuk penelitian pra-eksperimental menggunakan teknik analisis data One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon mahasiswa terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis moodle dan tes kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan penggunaan media pembelajaran berbasis Moodle dari nilai rata-rata angket respon peserta didik mencapai dengan kategori sangat baik. Perhitungan N-gain adalah dengan kategori sedang. Uji Paired Sample T-test memperoleh hasil tingkat signifikansi (efektif). Hal ini menunjukkan bahwa antara pre-test sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis Moodle dan post-test setelah menggunakan media pembelajaran berbasis moodle mengalami perbedaan yang signifikan Berdasarkan hasil beberapa uji disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis moodle dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Kata kunci: Edmodo, Keefektifan, Kemampuan Pemecahan Masalah
PERSOALAN LITERASI MATEMATIKA PISA MENGGUNAKAN KONTEKS PON PAPUA XX Anis Munfarikhatin; Irmawaty Natsir; Sadrack Luden Pagiling
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6583.084 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan soal literasi matematika berorientasi PISA menggunakan konteks PON Papua XX yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain research yang terdiri atas dua tahap yaitu tahap preliminary dan formative evaluation. Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA di Merauke, Papua. Soal yang dikembangkan menggunakan konten uncertainty and data yang berfokus pada kemampuan representasi, penalaran dan argumen. Pada soal unit 1 nomor 1 sebanyak 28 siswa mampu menggunakan representasi, penalaran dan argumen. Pada soal unit 1 nomor 2 sebanyak 26 siswa yang mampu menggunakan respesentasi dalam bentuk tabel serta menggunakan penalaran dan argumen. Pada soal unit 2 nomor 1, 27 siswa mampu menggunakan representasi, penalaran dan argumen, dan pada soal unit 2 nomor 2, 25 siswa mampu mengguunakan representasi, penalaran dan argumen. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara siswa merasa antusias dalam mengerjakan soal karena langsung dikaitkan dengan persoalan nyata.
FENOMENA LITERASI MATEMATIKA SISWA DI INDONESIA BERDASARKAN HASIL PISA Anis Munfarikhatin; Sadrack Luden Pagiling; Irmawaty Natsir
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.776 KB) | DOI: 10.36733/pemantik.v2i1.3664

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the phenomenon of research on students' mathematical literacy in Indonesia after the 2018 PISA assessment. The research method uses a literature study from 27 articles published from 2019 to 2021 taken from indexed journals of national reputation. The data analysis technique used tabulation and classification methods based on the year of publication, type of research, research methods, instruments, and research findings. The results show the percentage of articles published in 2020 (30%), in 2020 (48%) and in 2021 (22%). The type of research used was qualitative (48%), quantitative (33%), developmental (7%), survey (4%) and literature study (7%). The research method applied is descriptive (52%), quasi-experimental (26%), pre-experimental (4%), exposed fact (7%), Borg and Gall development (4%), Tessmer development (4%), and correlation (4%). The research is more dominant in discussing the profile of mathematical literacy abilities, the influence of learning models on mathematical literacy skills, and the development of learning tools in the form of modules, the rest describes the results of literature studies on mathematical literacy. Keywords: Mathematics literacy; PISA; study of literature ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena penelitian mengenai literasi matematika siswa di Indonesia setelah penilaian PISA tahun 2018. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari 27 artikel yang terbit mulai tahun 2019 sampai tahun 2021 yang diambil dari jurnal terindeks bereputasi nasional. Teknik analisis data menggunakan metode tabulasi dan klasifikasi berdasarkan tahun terbit, jenis penelitian, metode penelitian, instrumen, dan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan persentase artikel terbit di tahun 2020 (30%), tahun 2020 (48%) dan tahun 2021 (22%). Jenis penelitian yang digunakan kualitatif (48%), kuantitatif (33%), pengembangan (7%), survey (4%) dan studi literatur (7%). Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif (52%), kuasi eksperimen (26%), pre eksperimen (4%), ekspose fakto (7%), pengembangan Borg and Gall (4%), pengembangan Tessmer (4%), dan korelasi (4%). Penelitian lebih dominan membahas mengenai profil kemampuan literasi matematika, pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan literasi matematika, dan pengembangan perangkat pembelajaran berupa modul, selebihnya memaparkan hasil studi literatur tentang literasi matematika. Kata Kunci: Literasi matematika; PISA; studi literatur
Visuospatial reasoning of eighth-grade students in solving geometry problems: A gender perspective Kartika Sulistiya Nuriswaty; Sadrack Luden Pagiling; Nurhayati Nurhayati
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 2 (2020): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i2.400

Abstract

[English]: Visuospatial reasoning is indispensable in solving mathematical problems, especially geometry. However, many students face difficulty in visuospatial reasoning. This qualitative study aims to describe eighth-grade students' visuospatial reasoning in solving geometry problems in terms of gender differences. One male and one female student with high mathematics ability were involved. A test and interview were utilized to collect data. The test was used to investigate students' visuospatial reasoning and the interview was administered to confirm students' reasoning. Students’ test and interview results were analyzed in three stages: data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. This study found that both male and female students' visuospatial reasoning in solving the problems is at the synthesis level. However, at the synthesis level, when identifying the spatial relationships between objects, the male student expresses information from the overall view scheme, while the female student expresses part by part of the view scheme. Keywords: Visuospatial reasoning, Geometry problems, Gender [Bahasa]: Penalaran visuospasial sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah matematika terutama pada masalah geometri. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan penalaran visuospasial. Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan penalaran visuospasial siswa kelas VIII yang ditinjau dari perbedaan gender dalam menyelesaikan masalah geometri. Satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan dengan kemampuan matematika tinggi dipilih sebagai subjek. Tes dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Tes digunakan untuk menyelidiki penalaran visuospatial siswa dan wawancara bertujuan mengonfirmasi dan menggali lebih dalam penalaran siswa. Data hasil tes dan wawancara dianalisis dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran visuospasial siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah geometri berada pada jenjang sintesis. Namun, terdapat perbedaan pada jenjang sintesis dalam mengidentifikasi keterkaitan spasial antar objek-objek. Siswa laki-laki mengutarakan informasi dari skema pandangan secara menyeluruh, sedangkan siswa perempuan mengutarakan bagian per bagian dari skema pandangan tersebut. Kata kunci: Penalaran visuospasial, Masalah geometri, Gender
PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) BAGI GURU SMP NEGERI 8 MERAUKE Abdul Rachman Taufik; Sadrack Luden Pagiling
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v2i3.105

Abstract

This service aims to provide understanding and knowledge to teachers regarding the development of evaluation questions in the form of a Minimum Competency Assessment (AKM) in Merauke 8 Public Middle School. In this service activity carried out in several stages of activity including: Observation, Training and Assistance, Evaluation. The implementation of the activities carried out in two days of activities from 19 to 20 October 2022. Based on the results of the community service activities, positive responses were obtained from the training participants. This can be seen from the enthusiasm of the training participants where most of the participants took part in the activities from the initial stage to the final stage. In addition, this training can provide new knowledge and experience for trainees in developing AKM questions such as in determining stimulus, content, context, and cognitive level. The expectations of the training participants are that this training activity will continue with similar activities considering that most of the training participants have never received training, especially related to the National Assessment
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pengurangan Menggunakan Metode Jarimatika pada Siswa Kelas 1 Punagi; Wanti Priyah Ningrum; Sulistiani; Dewi Puji Rahayu; Sadrack Luden Pagiling; Minuk Riyana
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): January
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i1.55535

Abstract

Rendahnya hasil pembelajaran materi pengurangan pada siswa kelas I SD, yang belum mencapai KKM. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis hasil belajar siswa kelas I SD dengan menerapkan metode Jarimatika. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilaksanakan minimal dalam dua siklus dimana terdapat tiga kali pertemuan dalam satu siklus dan terdapat dua jam pelajaran dalam satu pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 dengan jumlah siswa 27 orang yang terdiri atas 14 siswa putra dan 13 siswi putri. Prosedur penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu prencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peninkatan. Pada siklus I ketuntasan prestasi belajar siswa sebesar 77,78% dan pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 85,52%. Penerapan Metode Jarimatika dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas I SD. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam mengajarkan materi pengurangan kepada siswa kelas I SD.
Specialized Content Knowledge Lower Secondary School Teachers on Quadrilaterals Pagiling, Sadrack Luden; Nur'aini, Khumaeroh Dwi
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 17 No. 1: June 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v17i1.42446

Abstract

The teachers' knowledge of specific content has a positive relationship with the students' mathematics achievement. Mathematics teachers must have an appropriate level to ensure mathematics learning effectively. The quadrilateral is one of the essential contents in geometry.  However, many teachers did not successfully deliver and teach this content in classroom instruction. Therefore, this qualitative study explores the specialized content knowledge of lower secondary teachers in defining and classifying quadrilaterals. Four teachers, two male and two female teachers, were recruited to become participants in this work. All participants have similar teaching experience and do not hold an educator certificate. A test and semi-structured interviews were assigned to obtain specialized content knowledge of the teachers on quadrilaterals. The interview data were analyzed in three stages: data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that only one teacher understands hierarchically in defining and classifying quadrilaterals, two teachers are at the partial prototype level because they cannot see the hierarchical relationship between the quadrilaterals, and another teacher is at the prototype understanding level because it relies on the prototype of quadrilaterals' shape. These findings suggest that lower secondary teachers' special content knowledge of quadrilateral needs to be strengthened through workshops and training professional development.
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru SD dan SMP Pagiling, Sadrack Luden; Tembang, Yonarlianto; Rahayu, Dewi Puji; Riyana, Minuk; Sardiana, I Ketut; Purnawan, Ni Luh Ramaswati; Siti, Ni Wayan
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i2.55607

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan guru-guru SD dan SMP yang masih minim dalam melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dan mempublikasikan artikel ilmiah menyebabkan kesulitan untuk mengurus kenaikan pangkat. Oleh karena itu,  pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan PTK dan penulisan artikel ilmiah bagi guru-guru SD dan SMP. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu metode pelatihan, diskusi, dan demonstrasi. Pelatihan ini melibatkan 13 guru-guru SD dan SMP yang berada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Tim pelaksana pengabdian ini melakukan evaluasi untuk mengetahui pemahaman guru dengan cara menyebar angket melalui googleform untuk mengetahui pemahaman guru terkait PTK serta teknik penulisan artikel ilmiah yang baik. Hasil pelatihan mendemonstrasikan bahwa 13 guru memiliki pemahaman yang baik terkait dengan pengetahuan PTK dan penulisan artikel melalui pelatihan dan pendampingan dengan skor penilaian di tingkat persetujuan antara 6 dan 7. Selanjutnya, 10 guru berhasil menulis artikel hasil PTK yang selanjutnya didampingi untuk melakukan submit artikel di jurnal nasional. Pelatihan ini disimpulkan berhasil karena mampu memberikan pengetahuan yang berharga bagi guru-guru SD dan SMP dalam melaksanakan PTK dan menulis artikel ilmiah.