Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Penanganan Awal Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Melalui Edukasi Dan Simulasi Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1623

Abstract

Kegawatdaruratan maternal neonatal masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan kondisi neonatal menyebabkan keterlambatan penanganan dan rujukan. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan maternal neonatal. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman kader dan ibu hamil mengenai deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Target kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta, media edukasi, dokumentasi kegiatan, dan artikel pengabdian masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal. Sasaran kegiatan terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan sebanyak 35 peserta di Desa Pasean Wilayah Kerja Puskesmas Pasean. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanda bahaya maternal neonatal serta peningkatan keterampilan dasar penanganan awal dan sistem rujukan cepat. Peserta aktif mengikuti simulasi dan mampu mempraktikkan langkah awal penanganan kegawatdaruratan. Edukasi dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga dapat mendukung penurunan risiko keterlambatan penanganan ibu dan bayi.
Penerapan Inovasi Booklet Berbasis Proactive Learning dan Manajemen Mom and Kids Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayanti; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.178

Abstract

Maternal and neonatal morbidity remains a critical challenge in Indonesia, particularly within the Pasean Community Health Center area in Pamekasan. Key contributing factors include limited community-based education, poor knowledge of nutrition and pregnancy danger signs, and suboptimal health cadre capacity. This community service initiative aims to enhance knowledge, empower cadres through proactive education, and reduce morbidity via early detection. The intervention involves the PELEM MANIS (Proactive Learning and Management for Mom and Kids) booklet. Activities were conducted using a hybrid model (online and face-to-face) encompassing lectures, discussions, and demonstrations. Program effectiveness was evaluated through pre- and post-tests to measure knowledge, while awareness was assessed via K6 maternal coverage. Results demonstrated a significant increase in knowledge and awareness among pregnant women, parents, and health cadres regarding pregnancy, childbirth, and neonatal care. This improvement is evidenced by higher post-test scores. The innovative booklet proved effective and relevant in helping stakeholders identify and manage emergencies throughout the maternal and neonatal periods.
Penguatan Layanan Kebidanan Esensial pada Kondisi Darurat dan Pasca Bencanadi Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Elga Ceisaria Andani; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Nurul Fathiyyah; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/7cz8pc94

Abstract

Bencana alam sering kali memutus akses layanan kesehatan esensial yang berisiko fatal bagi kelompok rentan, terutama di wilayah seperti Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, yang memiliki kerentanan geografis dan keterbatasan akses darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat layanan kebidanan esensial melalui peningkatan kesiapsiagaan komunitas. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, edukasi layanan darurat, pendampingan ibu hamil dan nifas, simulasi alur rujukan, serta evaluasi. Temuan kunci menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kontinuitas layanan kebidanan dalam krisis serta terbentuknya mekanisme pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan kader dan relawan. Selain itu, simulasi rujukan berhasil meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memetakan jalur komunikasi dan fasilitas kesehatan darurat. Penguatan layanan kebidanan esensial melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun ketahanan sistem kesehatan desa dan meminimalkan risiko keterlambatan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi di wilayah rawan bencana.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Penanganan Awal Kegawatdaruratan Kebidanan Sebelum Rujukan Cyntia Hemas Febrina Putri; Ainun Ganisia; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/5hf3ce19

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan kebidanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dan kader kesehatan dalam memberikan pertolongan awal sebelum rujukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dalam mengenali tanda bahaya maternal, melakukan stabilisasi awal, dan mengaktifkan rujukan secara cepat. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif, seminar mini, coaching clinic, simulasi kasus, serta pendampingan penyusunan alur rujukan mandiri. Peserta kegiatan terdiri atas 45 kader kesehatan dan pengurus PKK dengan keterlibatan tiga dosen dan dua mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta simulasi respons rujukan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100% dan terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 45,0 menjadi 88,5. Secara psikomotor, peserta mampu melakukan pemosisian baring miring kiri, langkah awal penanganan perdarahan, serta komunikasi rujukan secara lebih tepat. Program juga menghasilkan modul pelatihan, kartu kontak darurat, dan penguatan koordinasi siaga di tingkat RW dengan waktu respons simulasi rujukan mandiri kurang dari 15 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat berbasis pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan kesiapsiagaan maternal pada fase pra-rujukan. Dengan demikian, model pengabdian ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan ketahanan kesehatan keluarga dan komunitas di wilayah urban
Penguatan Peran Bidan dalam Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi Saat Bencana Cyntia Hemas Febrina Putri; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/jkqv4s56

Abstract

Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun merupakan wilayah rawan banjir akibat luapan Bengawan Madiun. Kondisi ini dapat menghambat akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi, terutama saat terjadi kegawatdaruratan maternal-neonatal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran bidan dalam kesiapsiagaan dan respons kegawatdaruratan ibu serta bayi pada situasi bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan kelurahan dan puskesmas, pelatihan disaster midwifery berbasis simulasi, pemetaan ibu hamil berisiko, standarisasi Maternal-Neonatal Disaster Kit, penyusunan modul saku, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi bidan kelurahan, bidan praktik mandiri, kader, perangkat kelurahan, puskesmas, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis bidan dalam penanganan perdarahan postpartum dan asfiksia neonatal sebesar 75% dibandingkan kondisi awal. Program juga menghasilkan peta mitigasi yang mengidentifikasi 12 ibu hamil risiko tinggi di zona merah banjir, mempercepat respons rujukan darurat jalur air sebesar 15 menit, serta memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rancangan SOP rujukan maternal-neonatal. Partisipasi masyarakat tampak melalui penyediaan data ibu hamil, pendampingan kader, dan keterlibatan dalam simulasi evakuasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas bidan yang dipadukan dengan pemetaan kelompok rentan, kesiapan logistik, dan kolaborasi lokal dapat meningkatkan kesiapsiagaan komunitas di wilayah rawan banjir. Model ini dapat menjadi alternatif kegiatan pengabdian berbasis kebutuhan lokal dan berpotensi direplikasi pada wilayah rawan banjir lainnya.
Analisis Faktor Aksesibilitas dan Dukungan Masyarakat untuk Keberhasilan Program Skrining Sifilis pada Wanita Hamil Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Kwarta, Cityta Putri; Purwitasari, Alief Ayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3208

Abstract

Background: Syphilis screening during pregnancy is a critical strategy to prevent adverse outcomes for mothers and newborns. However, in rural areas, the success of screening programs is often influenced by structural barriers and poorly addressed social support systems. Objective: This study aimed to analyze the determinants of successful syphilis screening among pregnant women in Pakong District, Pamekasan, with an emphasis on service accessibility and community support. Methods: This study employed a sequential explanatory mixed methods design. The study population was all pregnant women in the Pakong Community Health Center (Puskesmas) working area from January to December 2024, with a sample of 1,552 respondents drawn using total population sampling. The quantitative phase used a cross-sectional approach analyzed using binary (bivariate and multivariate) logistic regression. The qualitative phase involved in-depth interviews with pregnant women, midwives, and laboratory staff. Thematic analysis was conducted to explain the quantitative findings. Results: Qualitative results indicated that service accessibility and community support were the main determinants of successful screening. Qualitative findings revealed that service accessibility and community support were determinants of successful syphilis screening in rural settings. Conclusion: Strengthening physical access, ensuring the continuity of laboratory services, empowering community cadres, increasing family involvement, and reducing stigma are crucial to increasing the effectiveness and sustainability of syphilis screening programs.
The Correlation of Progressive Muscle Relaxation (PMR) with Massage and Aromatherapy on Reducing Menstrual Pain Intensity (Primary Dysmenorrhea) among Female Students Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Anggraeni, Novi; Kwarta, Cityta Putri
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 18 No 1 (2026): EMBRIO: Jurnal Kebidanan
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v18i1.10728

Abstract

Primary dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems experienced by adolescent girls, characterised by lower abdominal pain caused by excessive uterine contractions without any organic abnormalities. High menstrual pain intensity negatively affects learning concentration, school attendance, and overall quality of life. Non-pharmacological management approaches, such as Progressive Muscle Relaxation (PMR), massage, and aromatherapy, are considered safe and effective methods for reducing pain intensity through mechanisms including muscle relaxation, endorphin release, and parasympathetic nerve stimulation. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining PMR, massage, and aromatherapy in reducing menstrual pain intensity among female students at Dr. Soetomo High School, Surabaya. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was employed. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling and divided into 2 groups: the intervention group (PMR + massage + aromatherapy) and the control group (health education). Menstrual pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analysed using a Paired t-test for within-group comparisons and normality tests to assess data distribution. The results showed a significant reduction in pain intensity in the intervention group compared with the control group (p equals 0.001). The median score in the intervention group decreased from 7.0 to 3.0, while the control group showed no significant change (p equals 0.216). The combined intervention demonstrated a large effect size (r equals 0.72), indicating a strong influence on pain reduction. Conclusion: The combination of PMR, massage, and aromatherapy is effective in reducing primary dysmenorrhea and can be recommended as a safe, affordable, and practical complementary therapy for adolescents.
Pemberdayaan Kelompok Rentan dalam Mitigasi Erupsi Gunung Semeru melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesiapsiagaan Bencana Arkha Rosyaria Badrus; Miftahul Khairoh; Ainun Ganisia; Sasi Widuri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3236

Abstract

Kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat perlu memasukkan kebutuhan ibu hamil dan kelompok rentan agar evakuasi berlangsung aman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader, keluarga, dan pemerintah Desa Selok Awar-Awar dalam menghadapi risiko erupsi Semeru melalui inovasi SIMEKAR-SEMERU. Metode meliputi koordinasi, edukasi risiko bencana, pelatihan pendataan kelompok rentan, praktik tas siaga ibu hamil, penerapan QR-form, penyusunan alur komunikasi, simulasi evakuasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 25 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 58,4 menjadi 86,2; tersusunnya database 25 keluarga kelompok rentan; tersedianya lima paket tas siaga, media edukasi, modul simulasi, alur komunikasi, dan rencana tindak lanjut desa. Simulasi menunjukkan 92% peserta mampu mengikuti skenario evakuasi sampai titik kumpul. Program ini memperkuat kesiapsiagaan komunitas yang responsif terhadap kebutuhan ibu hamil dan kelompok rentan.
Pelatihan Endorphin Massage bagi Mitra Dukun Pijat Tradisional guna Menurunkan Angka Morbiditas Ibu Hamil di Desa Banjar-Tanah Merah Bangkalan Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.16

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan dukun pijat tradisional yang umumnya dijadikan mitra pijat oleh Ibu hamil dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pijat secara benar dan aman. Para dukun diberikan pengetahuan tentang fisiolpgis perubahan fisik ibu hamil serta keluhan fisik penyerta seiring pertambahan usia kehamilan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan pelatihan keterampilan endorphin massase kepada mitra dukun secara berkala sampai bisa dan mampu melakukan secara mandiri. Pengabdian ini dilakukan di desa Banjar Kecamatan tanah Merah, karena di wilayah tersebut masih banyak praktik dukun pijat tradisional. Pengabdian ini bekerjasama juga dengan Puskesmas Banjar untuk mengajarkan para mitra dukun teknik pijat endorphin massage pada ibu hamil. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah seluruh ibu hamil baik TM I, II dan III yang ada di desa Banjar, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura. Sasaran adalah kelompok wanita dengan resiko kesakitan dan kematian yang tinggi, oleh karena proses kehamilan merupakan kejadian alamiah namun memiliki resiko. Baik resiko rendah, sedang maupun resiko tinggi. Keberadaan tenaga medis dan mitra dukun dalam pengabdian ini, diharapkan dapat menjadi mediator penurunan AKI. Pada masa kehamilan hampir seluruh sistem tubuh Ibu hamil berubah, baik sistem reproduksi, sistem muskoleskeletal, sistem syaraf, sistem perkemihan, sistem peredaran darah, dll. Perubahan sistem tubuh tersebutlah yang kemudian menimbulkan beberapa ketidaknyamanan pada Ibu hamil, misal nyeri punggung, kesulitan tidur/insomnia, lelah, mudah capek, dsb. Ketersedian tenaga ahli dalam proses pendampingan ibu hamil yang tidak sesuai rasio, serta masih banyaknya jumlah dukun yang masih aktif membuat kesenjangan pelayanan pada ibu hamil, khususnya dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil. Sehingga dibutuhkan kerjasama dan simbiosis mutualisme antara tenaga medis, mitra dan pasien. Sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu (AKI). Pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu diawali dengan penyampaian materi dan demonstrasi teknik memijat endorphin massage pada ibu hamil. Kemudian, mitra dukun akan diajari langsung bagaimana teknik yang benar dan aman dalam melakukan endorphin massage pada ibu hamil. Setelahan dijarkan langsung, maka mitra dukun akan di evaluasi bagaimana teknik saat melakukan endorphin massage. Mitra dukun akan terus dibimbing sampai mahir melakukan pijat endorphin massage pada ibu hamil.