Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Seroprevalence of syphilis in reproductive-age female blood donors: a cross-sectional study in Surabaya, Indonesia Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Kwarta, Cityta Putri; Anggraeni, Novi; Imeldawati, Rakhmalia; Amalia, Yustisia; Pacheco, Cipriano do Rosario
Berita Kedokteran Masyarakat Vol 42 No 02 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v42i02.26788

Abstract

Purpose: Syphilis remains a global public health concern, particularly in developing countries. This study aims to determine the seroprevalence of syphilis and assess its association with sociodemographic factors among female blood donors of reproductive age in Surabaya, Indonesia. Methods: This cross-sectional study analysed secondary data from 186 female blood donors aged 15–49 years at the Indonesian Red Cross (PMI) in Surabaya. Syphilis status was categorized as reactive or non-reactive based on screening results. Sociodemographic variables included age, marital status, education, and occupation. Descriptive and chi-square bivariate analyses were conducted using JASP 0.95.4, with significance set at p < 0.05. Results: The seroprevalence of syphilis among female donors was 25.3%. Significant associations were found between syphilis status and marital status (p = 0.000), age category (p = 0.001), and education level (p = 0.013). Unmarried women, adolescents aged 15–24, and those with lower levels of education had the highest proportions of reactive results. While occupation was not statistically significant (p = 0.228), students and housewives showed the highest infection rates. Conclusion: The high seroprevalence of syphilis among female reproductive-age donors in Surabaya is significantly associated with specific sociodemographic factors. Strengthening STI prevention programs and routine donor screenings is essential to ensure blood safety and improve reproductive health outcomes.
Penerapan Inovasi Booklet Berbasis Proactive Learning dan Manajemen Mom and Kids Khairoh, Miftahul; Shinta Nur Rochmayanti; Imeldawati, Rakhmalia; Ganisia, Ainun
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.178

Abstract

Maternal and neonatal morbidity remains a critical challenge in Indonesia, particularly within the Pasean Community Health Center area in Pamekasan. Key contributing factors include limited community-based education, poor knowledge of nutrition and pregnancy danger signs, and suboptimal health cadre capacity. This community service initiative aims to enhance knowledge, empower cadres through proactive education, and reduce morbidity via early detection. The intervention involves the PELEM MANIS (Proactive Learning and Management for Mom and Kids) booklet. Activities were conducted using a hybrid model (online and face-to-face) encompassing lectures, discussions, and demonstrations. Program effectiveness was evaluated through pre- and post-tests to measure knowledge, while awareness was assessed via K6 maternal coverage. Results demonstrated a significant increase in knowledge and awareness among pregnant women, parents, and health cadres regarding pregnancy, childbirth, and neonatal care. This improvement is evidenced by higher post-test scores. The innovative booklet proved effective and relevant in helping stakeholders identify and manage emergencies throughout the maternal and neonatal periods.
Early initiation of breastfeeding and immediate skin-to-skin contact are associated with lower hyperbilirubinemia risk in newborns from multifetal pregnancies Khairoh, Miftahul; Kwarta, Cityta Putri
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.28781

Abstract

Background: Neonatal hyperbilirubinemia is a common condition and a major contributor to neonatal morbidity, particularly among infants from multifetal pregnancies who are at increased risk due to prematurity and low birth weight. Early initiation of breastfeeding, supported by immediate skin-to-skin contact, may improve neonatal adaptation; however, evidence in multifetal populations within primary healthcare settings remains limited. Purpose: This study aimed to examine the association between early initiation of breastfeeding, supported by skin-to-skin contact, and the incidence of pathological hyperbilirubinemia among newborns from multifetal pregnancies. Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 90 newborns from multifetal pregnancies at the Pasean Community Health Center, Pamekasan, between January and September 2025. Early breastfeeding initiation was assessed through direct observation, and total serum bilirubin levels were measured within the first 72 hours using spectrophotometry. Data were analyzed using the Chi-square test and multivariate logistic regression to estimate adjusted odds ratios (ORs) with 95% confidence intervals (CIs). Results: Early breastfeeding initiation was implemented in 58.9% of newborns, and pathological hyperbilirubinemia occurred in 31.1%. A significant association was observed between early breastfeeding initiation and hyperbilirubinemia (p = 0.003). Newborns who did not receive early breastfeeding initiation had higher odds of developing hyperbilirubinemia compared with those who received it (adjusted OR 6.52; 95% CI: 1.98–21.47), after adjusting for birth weight, gestational age, and mode of delivery. Conclusion: Early initiation of breastfeeding is associated with a reduced risk of pathological hyperbilirubinemia in newborns from multifetal pregnancies. Strengthening its implementation may provide a simple and effective strategy to improve neonatal outcomes, particularly in primary healthcare settings.
Penguatan Layanan Kebidanan Esensial pada Kondisi Darurat dan Pasca Bencanadi Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Andani, Elga Ceisaria; Khairoh, Miftahul; Badrus, Arkha Rosyaria; Imeldawati, Rakhmalia; Ganisia, Ainun; Fathiyyah, Nurul; Ummah, Kholifatul; Purwitasari, Alief Ayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/7cz8pc94

Abstract

Bencana alam sering kali memutus akses layanan kesehatan esensial yang berisiko fatal bagi kelompok rentan, terutama di wilayah seperti Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, yang memiliki kerentanan geografis dan keterbatasan akses darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat layanan kebidanan esensial melalui peningkatan kesiapsiagaan komunitas. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, edukasi layanan darurat, pendampingan ibu hamil dan nifas, simulasi alur rujukan, serta evaluasi. Temuan kunci menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kontinuitas layanan kebidanan dalam krisis serta terbentuknya mekanisme pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan kader dan relawan. Selain itu, simulasi rujukan berhasil meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memetakan jalur komunikasi dan fasilitas kesehatan darurat. Penguatan layanan kebidanan esensial melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun ketahanan sistem kesehatan desa dan meminimalkan risiko keterlambatan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi di wilayah rawan bencana.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Penanganan Awal Kegawatdaruratan Kebidanan Sebelum Rujukan Febrina Putri, Cyntia Hemas; Ganisia, Ainun; Khairoh, Miftahul; Badrus, Arkha Rosyaria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/5hf3ce19

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan kebidanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dan kader kesehatan dalam memberikan pertolongan awal sebelum rujukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dalam mengenali tanda bahaya maternal, melakukan stabilisasi awal, dan mengaktifkan rujukan secara cepat. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif, seminar mini, coaching clinic, simulasi kasus, serta pendampingan penyusunan alur rujukan mandiri. Peserta kegiatan terdiri atas 45 kader kesehatan dan pengurus PKK dengan keterlibatan tiga dosen dan dua mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta simulasi respons rujukan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100% dan terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 45,0 menjadi 88,5. Secara psikomotor, peserta mampu melakukan pemosisian baring miring kiri, langkah awal penanganan perdarahan, serta komunikasi rujukan secara lebih tepat. Program juga menghasilkan modul pelatihan, kartu kontak darurat, dan penguatan koordinasi siaga di tingkat RW dengan waktu respons simulasi rujukan mandiri kurang dari 15 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat berbasis pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan kesiapsiagaan maternal pada fase pra-rujukan. Dengan demikian, model pengabdian ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan ketahanan kesehatan keluarga dan komunitas di wilayah urban
Penguatan Peran Bidan dalam Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi Saat Bencana Febrina Putri, Cyntia Hemas; Khairoh, Miftahul; Badrus, Arkha Rosyaria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/jkqv4s56

Abstract

Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun merupakan wilayah rawan banjir akibat luapan Bengawan Madiun. Kondisi ini dapat menghambat akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi, terutama saat terjadi kegawatdaruratan maternal-neonatal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran bidan dalam kesiapsiagaan dan respons kegawatdaruratan ibu serta bayi pada situasi bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan kelurahan dan puskesmas, pelatihan disaster midwifery berbasis simulasi, pemetaan ibu hamil berisiko, standarisasi Maternal-Neonatal Disaster Kit, penyusunan modul saku, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi bidan kelurahan, bidan praktik mandiri, kader, perangkat kelurahan, puskesmas, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis bidan dalam penanganan perdarahan postpartum dan asfiksia neonatal sebesar 75% dibandingkan kondisi awal. Program juga menghasilkan peta mitigasi yang mengidentifikasi 12 ibu hamil risiko tinggi di zona merah banjir, mempercepat respons rujukan darurat jalur air sebesar 15 menit, serta memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rancangan SOP rujukan maternal-neonatal. Partisipasi masyarakat tampak melalui penyediaan data ibu hamil, pendampingan kader, dan keterlibatan dalam simulasi evakuasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas bidan yang dipadukan dengan pemetaan kelompok rentan, kesiapan logistik, dan kolaborasi lokal dapat meningkatkan kesiapsiagaan komunitas di wilayah rawan banjir. Model ini dapat menjadi alternatif kegiatan pengabdian berbasis kebutuhan lokal dan berpotensi direplikasi pada wilayah rawan banjir lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Penanganan Awal Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Melalui Edukasi Dan Simulasi Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1623

Abstract

Kegawatdaruratan maternal neonatal masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan kondisi neonatal menyebabkan keterlambatan penanganan dan rujukan. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan maternal neonatal. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman kader dan ibu hamil mengenai deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Target kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta, media edukasi, dokumentasi kegiatan, dan artikel pengabdian masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal. Sasaran kegiatan terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan sebanyak 35 peserta di Desa Pasean Wilayah Kerja Puskesmas Pasean. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanda bahaya maternal neonatal serta peningkatan keterampilan dasar penanganan awal dan sistem rujukan cepat. Peserta aktif mengikuti simulasi dan mampu mempraktikkan langkah awal penanganan kegawatdaruratan. Edukasi dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga dapat mendukung penurunan risiko keterlambatan penanganan ibu dan bayi.