Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Optimalisasi Nilai Parameter Segmentasi Untuk Pemetaan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Sentinel 2-A Di Kabupaten Konawe Jusmianto, Jusmianto; Golok Jaya, Laode Muh.; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i2.13088

Abstract

Teknik klasifikasi berbasis objek sangat baik digunakan dalam mengidentifikasi objek tutupan lahan. Salah satu teknik klasifikasi yang banyak digunakan adalah Object-Based Image Analysis (OBIA) dengan menggunakan metode segmentasi. Metode segmentasi memiliki keunggulan yaitu sangat presisi dan akurat dalam memisahkan objek oleh karena itu metode ini sangat cocok untuk mengidentifikasi objek tutupan lahan di Kabupaten konawe yang beragam. Pada metode segmentasi terdapat tiga parameter yang menjadi penentu keakuratan dalam memisahkan objek yaitu parameter skala, bentuk dan kekompakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kombinasi parameter segmentasi yang paling optimal untuk pemetaan penutup lahan di Kabupaten Konawe; (2) mengetahui sebaran penutup lahan di Kabupaten Konawe. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini: (1) simulasi parameter segmentasi untuk memperoleh kombinasi parameter segmentasi yang paling optimal; (2) klasifikasi OBIA dengan metode segmentasi untuk memperoleh sebaran penutup lahan di Kabupaten Konawe. Hasil penelitian ini antaralain:  (1) kombinasi nilai parameter yang paling optimal, yaitu kombinasi nilai skala 20 dan bentuk 0,8 dengan total akurasi tutupan lahan mencapai 92.20%; (2) tutupan lahan yang ada di Kabupaten Konawe didominasi oleh hutan primer yang berada di Kecamatan Amonggedo dengan luas 5.552,2 ha, lahan persawahan untuk Kecamatan Wonggeduku dengan luas 7.142,10 ha dan lahan kebun campuran untuk Kecamatan Pondidaha dengan luas 3.298,60 ha. Kata kunci: Tutupan Lahan, OBIA, Segmentasi
Analisis Tingkat Kerugian Berdasarkan Perkiraan Ancaman Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Kendari Barat Safrina T, Safrina T; Golok Jaya, La Ode Muh.; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i2.13075

Abstract

Indonesia rawan terhadap berbagai jenis bencana dilihat dari aspek geografis dan klimatologis. Kota Kendari merupakan salah satu wilayah yang memiliki catatan sejarah kejadian bencana tanah longsor. Tujuan penelitianini,yaitu: (1)mengetahui tingkat potensi ancaman bencana tanah longsor; (2) mengetahui indeks kerugian ancaman bencana tanah longsor; (3) mengetahui distribusi tingkat kerugian berdasarkan perkiraan potensi bencana tanah longsor. Metodepenelitian ini, yaitu:(1) analisis spasial dengan indikator curah hujan,jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan dan formasi geologi; (2) analisis spasial dengan indikator fasilitas ekonomi danfasilitas fisik; (3) penggabungan informasi tingkat ancaman dan indeks kerugianpada matriks tingkat kerugian.Hasilpenelitianiniantara lain: (1)Distribusi ancaman bencana tanah longsor di Kecamatan Kendari Barat, yaitu Kelurahan Lahundape memiliki potensi sedang,sedangkan Kelurahan Benua-Benua, Dapu-Dapura, Punggaloba, Kemaraya, Sanua, Sodoha, Tipulu dan Watu-Watu memiliki potensitinggi; (2) Indeks kerugian yang terjadi di Kecamatan Kendari Barat, yaitu Kelurahan Benu-Benua, Dapu-Dapura, Sanua dan Punggaloba memiliki indeks kerugian rendah kemudian Kemaraya, Sodoha, Tipulu dan Lahundape memiliki indeks kerugian sedang sedangkan Watu-Watu memiliki indeks kerugian tinggi; (3) Distribusi tingkat kerugian akibat potensi bencana tanah longsor di Kecamatan Kendari Barat yaitu Kelurahan Benu-Benua, Dapu-Dapura, Lahundape, Punggaloba dan Sanua memiliki tingkat kerugian sedang sedangkan Kelurahan Kemaraya, Sodoha, Tipulu dan Watu-Watu memiliki tingkat kerugian tinggi. Kata kunci: ancaman, kerugian, longsor
Pemetaan Fenomena Urban Heat Island Di Kota Kendari Dengan Menggunakan Citra Resolusi Menengah Wardana, Fatimah; Golok Jaya, laode Muh.; Saleh, Fitra; Karim, Jufri
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.17258

Abstract

Abstrak: Fenomena Urban Heat Island dapat dipetakan dengan parameter Suhu Permukaan Tanah (SPT) dan indeks kerapatan vegetasi (NDVI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Urban Heat Island di Kota Kendari menggunakan Landsat 8 OLI/TIRS dan menganalisis kondisi eksisting sebaran fenomena Urban Heat Island di Kota Kendari. Proses dilakukan dengan mengolah data citra Landsat 8 OLI/TIRS perekaman 30 Agustus 2017. Analisis dilakukan dengan menggunakan algoritma Syariz untuk penentuan SPT yang kemudian dikorelasikan dengan nilai NDVI yang dihasilkan dari kaliberasi band 4 dan band 5 pada citra Landsat 8 OLI/TIRS. Hasil penelitian ini menunjukkan suhu permukaan tanah di kota Kendari berkisar antara 15,27 hingga 33,34. Dimana suhu 15 hingga 22adalah suhu daerah yang tidak terdeteksi atau tertutup awan. Persebaran suhu didominasi suhu antara 23-27 dengan luas 21.492,46 Ha atau 81,02% dari luas wilayah, dengan wilayah yang teridentifikasi sebagaui daerah UHI dengan suhu diantara 28-33 seluas 2.968,57 Ha atau 11,01% dari total luas wilayah Kota Kendari. Nilai korelasi antara SPT dan NDVI berada pada angka -0,66 yang berarti bahwa tingkat kerapatan vegetasi berbanding terbalik dengnan nilai suhu permukaan tanah atau semakin rendah indeks kerapatan vegetasinya, maka semakin tinggi suhu permukaan tanahnya.Kata kunci: Urban Heat Island, suhu permukaan tanah, Landsat 8, NDVIAbstract: The Urban Heat Island phenomenon can be mapped with the parameters of Land Surface Temperature (LST) and the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). This study aims to analyze Urban Heat Island in Kendari City using Landsat 8 OLI / TIRS and analyze the existing conditions of the distribution of the Urban Heat Island phenomenon in Kendari City. The process is done by processing Landsat 8 OLI / TIRS image recording data on August 30, 2017. The analysis carried out using the Syariz algorithm to determine LST which is then correlated with NDVI values resulting from band 4 and band 5 in Landsat 8 OLI / TIRS images. The results showed that the  land surface temperature in Kendari ranged from 15.27°C to 33.34°C. The 15 to 22°C is the temperature of the clouded or undetected area. The temperature distribution is dominated by temperatures between 23-27 ° C with an area of 21,492.46 Ha or  81.02% of the total area, with areas identified as UHI are the areas with temperatures between 28-33 ° C with an area of 2,968.57 Ha or 11.01% of the total area of  Kendari City. The correlation value between SPT and NDVI is at -0.66, which means that the vegetation density level is inversely proportional to the value of the land surface temperature value or the lower the vegetation index value, the higher the surface temperature of the land.Keywords: Urban Heat Island, land surface temperature, Landsat 8, NDVI
Prediksi Perubahan Lahan Terbangun Dengan OBIA LCM Pada Citra Terfusi di Kota Kendari El-Mi’Raj, Adnan Maulana; Saleh, Fitra; Salihin, L.M Iradat
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 2 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i2.21621

Abstract

Abstrak: Penggunaan lahan disetiap tahunnya akan mengalami perubahan. Perkembangan tersebut bisa jadi tidak terkendali, sehingga perencanaan prediksi perubahan lahan penting untuk dikaji. Dalam memprediksi dapat dilakukan dengan menggunakan citra, khususnya citra Landsat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) distribusi penggunaan lahan terbangun di Kota Kendari pada tahun 2014 dan 2019 dengan metode OBIA pada citra terfusi; (2) melihat arah perubahan penggunaan lahan terbangun di Kota Kendari pada tahun 2024 dan 2029 dengan metode Land Change Modeler (LCM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode klasifikasi penggunaan lahan berbasis piksel OBIA dan pemodelan prediksi perubahan penggunaan lahan Land Change Modeler (LCM). Hasil penelitian ini antara lain: (1) luas lahan terbangun pada tahun 2014 di Kota Kendari seluas 6.061,85 hektar dan luas penggunaan lahan terbangun di Kota Kendari pada tahun 2019 seluas 6.716,96 hektar dengan perubahan penggunaan lahan terbangun tahun 2014 sampai dengan tahun 2019 dengan pertambahan luas 2,43%; (2) Arah perubahan penggunaan lahan terbangun di Kota Kendari diprediksikan cenderung berkembang ke arah Kecamatan Baruga karena dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemiringan lereng dan jaringan jalan. Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Landsat 8 OLI, Penajaman Citra, OBIA, LCM Abstract: Land use will change every year. The development may be uncontrollable, so predictive planning of land changes is important to review. In predicting  can be done using  imagery, especially Landsat imagery. This study aims to:(1)  the distribution of land  use  built  in Kendari City in 2014 and 2019 with OBIA method on diffusion imagery; (2) see the direction of land use changes built in Kendari City in  2024 and 2029 with land change modeler  (LCM) method. The methods used in this study are OBIA pixel-based land  use  classification method and land use change prediction modeling land change modeler (LCM).  The results of this study include: (1) land area  built in 2014 in Kendari City aswide as 6,061.85 hectars and land use area built in Kendari City in 2019 aswide as 6,716.96 hectars with land use changes built in 2014 to 2019 with an increase  of  2.43%; (2) The direction of land use changes built in Kendari City  is predicted   to tend to  develop  towards  Baruga Subdistrict because it is influenced by two factors, namely slope and road network. Keywords: Land Use,  Landsat 8 OLI,  Image Sharpening,  OBIA, LCM
PEMETAAN SEBARAN RTH PUBLIK (TAMAN TEMATIK) KOTA BAUBAU BERDASARKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Hidayat, Ahmad; Saleh, Fitra
Jurnal Geografi Vol 20 No 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v20i1.16950

Abstract

The existence of green open space as a Baubau City park is one of the building blocks of the urban landscape of Baubau City, in addition to functioning as a means of channeling people's aspirations, it is also an effort to realize the green city concept. The lack of information regarding the existence of thematic parks results in the ineffective use of parks as public spaces. The purpose of this study is to provide an overview of the distribution of existing public green open space thematic parks and to provide information related to thematic parks in Baubau City. This research was conducted by applying the interview method to obtain an overview of thematic parks and direct observation to collect spatial data on the location of each thematic park in Baubau City. The result of this study is a description of the location of the thematic park based on a geographic information system (GIS) which is presented in the form of a map.
Pengembangan Data Geospasial Melalui Pemetaan Desa Dengan Menggunakan Drone Di Kelurahan Pondidaha Kabupaten Konawe Karim, Jufri; Salihin, L.M. Iradat; Saleh, Fitra; Hidayat, Ahmad; Khairisa, Noor Husna
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v2i1.228

Abstract

Geospatial data is indispensable as basic information for resource utilization and area development. Geospatial data in the form map is necessary to be owned by each administrative area until smallest unit (village/kelurahan). However, the availability of geospatial data in the village is still very limited so that information about the geographical conditions and potentials of the village is not thoroughly known. Administratively, Pondidaha Kelurahan is included in the Pondidaha Sub-district, Konawe Regency, but does not have sufficient geospatial data yet to describe the geographical condition of the area. Therefore, the community service team together with apparatus and community of Pondidaha compiled geospatial data in the Pondidaha by using drone. The activities were started from the collection of secondary data as initial and supporting data in field activities, then continued by coordination with government and community of Pondidaha. Making geospatial data using drones is done by these following steps: (1) making work maps; (2) identifying, validating and field mapping; (3) processing GCP/ICP control point data; (4) processing aerial photography data; (5) making digital land maps; (6) compiling spatial databases; (7) cartographic and printing processes. Geospatial data generated include: landform map, topographical map, slope map, administrative map and land use map of Pondidaha.
Pengujian Kualitas Air Laut di kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah berdasarkan nilai TDS dan TSS Amin Siharis, Al; Amin, Fitrani; Abriansyah, Abriansyah; Aldiyansyah, Aldiyansyah; Ramadhan Shaddad, Aqsal; Zulkarnain Ladianto, Hadi; Saleh, Fitra
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Vol 3 No 01 (2024): Edisi Juni Tahun 2024 ANOA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UMKENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/anoa.v3i1.713

Abstract

Cahaya Ganda Gindi is a nickel company engaged in nickel mining. PT. Cahaya Ganda Gindi's nickel ore mining is currently in the operational stage with topsoil stripping and overburden excavation activities, laterite nickel mining, and laterite nickel transportation. There are community activities around the mining site so the environmental conditions need to be maintained and maintained so that the activities of residents in the area are not disturbed. Topsoil stripping and overburden excavation activities, as well as laterite nickel mining activities have an impact on decreasing the quality of surface water and seawater quality. This decrease in water quality is due to increased surface water flow/erosion from the mine front. The implementation of this seawater quality test is carried out by taking seawater samples at several points and then conducting laboratory tests to determine the quality of the seawater in the hope that the community will know the quality of the seawater around them so that mitigation steps can be determined if pollution exceeds the specified quality standards
PRAKTIK PENANGGULANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI PARTISIPATIF DI DESA WAWORAHA, KABUPATEN KONAWE Haraty, Syamsul Razak; Rubaiyn, Al; Salihin, L. M. Iradat; Jahidin, Jahidin; Saleh, Fitra; Hidayat, Ahmad
....-....
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster management practices are very important in Waworaha Village which is geographically prone to disasters. This service is in the form of assistance for participatory disaster management practices in Waworaha Village which is intended to organize and provide disaster-prone information services, especially related to the preparation of disaster risk assessments, as well as community-based disaster-prone information communication and education in the village and organize and provide disaster prevention and preparedness service activities. Based on the history of disaster events, natural disasters that occur in Waworaha Village are earthquakes. The earthquake disaster risk of Waworah Village is included in the low and medium categories. As a form of prevention and preparedness, a disaster risk reduction forum and local training activities were established. This has made Waworaha Village a disaster resilient village.
THE ROLE OF SOCIAL CAPITAL IN DISASTER RESILIENCE A COMPARATIVE STUDY OF URBAN AND RURAL AREAS Oktaviany, Mega; Situmorang, Marningot Tua Natalis; Lansiwi, Muhammad Amin; Gymnastiar, Iman Ahmad; Saleh, Fitra
Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences, and Education (IJ
Publisher : GoAcademica CRP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/qd0cjg65

Abstract

This study explores the role of social capital in enhancing disaster resilience, comparing urban and rural areas to identify key differences and similarities. Social capital, encompassing networks, norms, and trust that facilitate coordination and cooperation, is crucial for communities facing disasters. Using a comparative study approach, we conducted surveys and interviews in selected urban and rural areas to gather data on social capital dimensions and their impact on disaster resilience. Our findings reveal that while both urban and rural communities benefit from social capital, the mechanisms and outcomes differ significantly. In urban areas, formal networks and institutional support play a more significant role, whereas in rural areas, informal networks and community cohesion are more influential. These differences highlight the need for tailored disaster resilience strategies that leverage the unique strengths of each context. The study contributes to the literature by providing empirical evidence on how social capital functions in diverse settings and offers policy recommendations to enhance disaster resilience through community engagement and capacity building.
Menguatkan Kembali Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat: Belajar dari Kearifan Lokal di Indonesia Hanif, Muhammad; Dewi, Ni Luh Yulyana; Hidajad, Arif; Fikri, Alwanul; Saleh, Fitra
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.347

Abstract

Abstract As one of the active volcanoes, Mount Kelud erupted in 2014 and caused quite a big impact, both for nature and the surrounding environment, as well as for the lives of the people around Mount Kelud. However, even though the impact of this volcanic eruption was quite large, the number of victims was small, the process of easy evacuation and rapid rehabilitation made this disaster a model for post-eruption disaster management. This study aims to see how local wisdom can be used as a natural disaster mitigation measure in Indonesia. This research uses a qualitative approach. The data used in this research comes from the results of previous research or studies that have similarities with this research. The results of this study found that the value of local wisdom and togetherness can be the key in disaster mitigation. Local wisdom is the obedience that comes from the community to build harmony in protecting the natural environment. Another local wisdom is to build an emotional bond together through ceremonies and rituals. In the future, this local wisdom can be integrated into education and training, so that disaster mitigation can be done even better. Keywords: Local Wisdom, Disaster Management, Volcanic Eruption, Mount Kelud. Abstrak Sebagai salah satu gunung berapi yang cukup aktif, gunung Kelud Meletus pada tahun 2014 dan menimbulkan dampak yang cukup besar, baik bagi alam dan lingkungan sekitarnya, maupun terhadap kehidupan masyarakat du sekitar gunung Kelud. Namun walaupun dampak dari meletusnya gunung ini cukup besar, namun jumlah korban jiwa yang sedikit, proses evakuasi yang mudah dan rehabilitasi yang cepat menyebabkan bencana ini menjadi model dalam melakukan penagnggulangan bencana pasca erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat mengenai bagaimana kearifan lokal dapat digunakan sebagai salah satu langkah mitigasi bencana alam di negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil penelitian atau studi terdahulu yang memiliki kesamaan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa nilai kearifan lokal dan kebersamaan dapat menjadi kunci dalam melakukan mitigasi bencana. Kearifan lokal adalah adanya kepatuhan yang berasal dari masyarakat untuk membangun keharmonisan dalam menjaga lingkunga alam. Kearifan lokal lainnya adalah dengan membangun adanya ikatan emosional bersama melalui upacara dan ritual. Kedepannya, kearifan lokal ini dapat diintegrasikan kepada pendidikan dan pelatihan, agar mitigasi bencana dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Penanggulangan Bencana, Erupsi Volkanik, Gunung Kelud.