Claim Missing Document
Check
Articles

Found 41 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Rancangan Atribut Website Bearpath Menggunakan Metode Integrasi E-servqual Dan Kano Arnol Hendra Manyu; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bearpath merupakan salah satu perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dalam bidang fashion khususnya produk sendal yang telah berdiri sejak tahun 2012. Target pasar dari Bearpath yaitu pria dan wanita dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun dengan pendapatan menengah hingga menengah keatas. Bearpath memanfaatkan penjualan online (e-commerce) untuk memperluas jangkauan pasar. Berdasarkan hasill survei, terdapat keluhan dan kendala pada layanan website Bearpath. Oleh karena itu, Bearpath perlu mengidentifikasi kebutuhan pelanggan serta meningkatkan kualitas pelayannya agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode E-Servqual dan Model Kano. Terdapat 28 atribut kebutuhan pelanggan yang didapatkan berdasarkan voice of costumer. EServqual digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan sehingga pada penelitian ini didapatkan 17 atribut kuat dan 11 atribut lemah. Model Kano digunakan untuk mengetahui kategori Kano pada atribut kebutuhan. Dengan mengintegrasikan E-Servqual dan Model Kano menghasilkan rekomendasi atribut yang perlu dipertahankan, dikembangkan, dan ditingkatkan. Berdasarkan hasil integrasi E-Servqual dan Model Kano, didapatkan 11 atribut yang termasuk ke dalam True Customer Needs yang terdiri dari dua atribut direkomendasikan untuk dikembangkan, dan Sembilan atribut direkomendasikan untuk ditingkatkan. Kata Kunci: Atribut Kebutuhan, E-Commerce, E-Servqual, Model Kano, True Costumer Needs, Website Abstract Bearpath is a companies that run business activities in the field of fashion, especially sandals products which have been established since 2012. The target market of Bearpath is men and women with ages ranging from 18 to 35 years with middle to middle income and above. Bearpath utilizes online sales (e-commerce) to expand market reach. Based on survey results, there are complaints and constraints on Bearpath website services. Therefore, Bearpath need to identify customer needs and improve their service quality to increase customer satisfaction. This study uses the E-Servqual and Kano’s Model. There are 28 attributes of costumer needs obtained based on the voice of customer. E-Servqual is used to measure the level of customer satisfaction with services that given, in this study there are 17 strong attributes and 11 weak attributes were obtained. The Kano’s Model is used to find out the Kano category from the needs attribute. By integrating E-Servqual and Kano’s Model produces attribute recommendations that need to be maintained, developed and improved. Based on the results of the integration of E-Servqual and the Kano’s Model, there are 11 attributes included in True Customer Needs consisting of two attributes recommended to be developed, and nine attributes recommended for improvement. Keywords: Needs Attributes, E-Commerce, E-Servqual, Kano’s Model, True Customer Needs, Website
Perancangan Perbaikan Website Tel-u Career Berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengguna Menggunakan Integrasi Web Usability Dan Model Kano (studi Kasus Pada Alumni Universitas Telkom) Sevy Safira Handini; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pengembangan Karir yang dimiliki oleh Universitas Telkom saat ini disebut dengan Tel-U Career, Tel-U Career saat ini memiliki website dan media sosial aktif guna untuk menunjang pelayanan, khususnya bagi lulusan Universitas Telkom, mahasiswa, dan stakeholder. Namun, sampai saat ini pihak Tel-U Career mendapatkan keluhan sebesar 15% dari total keseluruhan pengguna website Tel-U Career, sehingga perlu dilakukan perancangan perbaikan website dengan mengindentifikasi kebutuhan pengguna terhadap penggunaan website Tel-U Career. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi True Customer Needs dari penggunaan website Tel-U Career menggunakan integrasi Web Usability dan Model Kano sehingga dapat diketahui prioritas kebutuhan pengguna untuk meningkatkan layanan website. Berdasarkan hasil dari wawancara dengan alumni Universitas Telkom untuk menggali Voice of Customer, didapatkan 23 atribut kebutuhan pengguna website Tel-U Career. Kemudian dari hasil penelitian, didapatkan 13 atribut kebutuhan yang belum memenuhi harapan dari pengguna dan Sembilan atribut kebutuhan yang telah memenuhi harapan dari pengguna website Tel-U Career. Berdasarkan hasil integrasi Web Usability dan Model Kano, didapatkan 13 True Customer Needs yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan berdasarkan urutan prioritas peningkatan. Dengan demikian, website Tel-U Career dapat melakukan perbaikan dan penigkatan terhadap penggunaan layanan aplikasi secara optimal. Kata Kunci: Pusat Pengembangan Karir, website Tel-U Career, Web Usability, Model Kano, Analisis Kebutuhan, True Customer Needs.
Analisis Kebutuhan Produk Sandal Hoko Pada Bearpath Dengan Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Trisyan Admaja Kuncoro; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bearpath adalah salah satu industri kreatif yang bergerak pada bidang Fashion. Berdiri sejak tahun 2012, Bearpath memproduksi sandal dan berlokasi di kota Bandung, Jawa Barat. Bearpath memproduksi sandal yang memiliki perpaduan dengan gaya outdoor yang kuat dan kokoh tapi juga nyaman dan kasual ketika dipakai santai. Konstruksi yang ada pada setiap produk sandal Bearpath terinspirasi dari teknologi yang ada pada sepatu lari (running shoes) yang memadukan kualitas fisik dan nyaman di kaki. Setiap detil produk Bearpath dibuat dengan material yang memiliki kualitas baik. Sehingga seperti perpaduan antara sandal gunug yang kokoh dengan sepatu lari yang kuat dan nyaman. Pada saat meluncurkan produknya, ada beberapa keluhan yang menunjukan ketidakpuasan pelanggan terhadap salah satu produk sandal Bearpath yaitu sandal Hoko. Bearpath harus dapat mengetahui dan menyediakan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan agar dapat bertahan di pasar penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pelanggan pada produk sandal Hoko Bearpath yang termasuk kedalam True Customer Needs menggunakan integrasi Product Quality dan Model Kano, sehingga dapat diketahui kebutuhan pelanggan untuk meningkatkan kualitas produk sandal Hoko Bearpath. Pada penilitan ini terdapat 25 atribut kebutuhan pelanggan berdasarkan Voice of Customer dari kualitas produk sandal Hoko Bearpath, dimana terdapat 12 atribut kebutuhan yang telah dapat memenuhi harapan pelanggan dan 13 atribut kebutuhan yang belum dapat memenuhi harapan pelanggan. Berdasarkan hasil integrasi Product Quality dan Model Kano, didapat 13 atribut yang termasuk kedalam True Customer Needs yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Kata Kunci: Kebutuhan Pelanggan, Sandal Hoko, Product Quality, Model Kano, True Customer Needs Abstract Bearpath is one of the creative industries engaged in the field of Fashion. Established in 2012, Bearpath produces sandals and is located in the city of Bandung, West Java. Bearpath produces sandals that have a combination of outdoor styles that are strong and sturdy but also comfortable and casual when worn casually. The construction of each Bearpath sandal product is inspired by the technology that is in running shoes (running shoes) that combine physical quality and comfort on the feet. Every detail of Bearpath products is made with materials that have good quality. So that it is like a blend of sturdy gunug sandals with strong and comfortable running shoes. At the time of launching the product, there were several complaints that showed customer dissatisfaction with one of the Bearpath sandals products, namely Hoko sandals. Bearpath must be able to know and provide products that meet customer needs in order to survive in the sales market. The purpose of this study was to find out the customer needs of Hoko Bearpath sandals products included in the True Customer Needs using the integration of Product Quality and Kano Models, so that customers' needs can be identified to improve the quality of Hoko Bearpath sandals products. In this study there are 25 attributes of customer needs based on Voice of Customer from the quality of Hoko Bearpath sandals products, where there are 12 attributes of needs that have met customer expectations and 13 attributes of needs that have not been able to meet customer expectations. Based on the results of the integration of the Product Quality and the Kano Model, 13 attributes were included in the True Customer Needs that needed to be improved and developed. Keywords: Customer Needs, Hoko Sandal, Product Quality, Kano Model, True Customer
Instagram Content Marketing Improvement Design Of Indihomegamer.Id Using Swot Analysis And Qspm Vietra Shauma Ranabilla; Agus Achmad Suhendra; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPandemic COVID-19 has encouraged people to spend more time at home, leading to an increase in the gaming industry in Indonesia. One of the companies that was affected by this increase is PT Melon Indonesia in its gaming products, one of them is IndiHome Paket Gamer. In doing its marketing activity, IndiHome Paket Gamer uses Instagram to promote their product to the public. However, the performance of its Instagram account is still considered lacking because the percentage of its engagement rate is below average and still lower compared to other competitor accounts with the same theme. Therefore, this research is conducted to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of PT Melon Indonesia in managing its IndiHome Paket Gamer Instagram to design the content marketing strategy that is best and suitable for improving their Instagram account performance using SWOT analysis and QSPM. This design process resulted seven strategies formulated and the best content marketing strategy of IndiHome Paket Gamer Instagram is to carry out modification of content planning based on the result of reviews and research from Instagram accounts with the same theme.Keywords: Content Marketing Strategy, Internal and External Analysis, IFE EFE Matrix, IE Matrix, SWOT Matrix, QSPM
Perancangan Atribut Pemasaran Digital Pada Ukm Mamazy Brightfood Dengan Menggunakan Imc Quality Dan Model Kano Ayu Amanda Hapsari; Agus Achmad Suhendra; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mamazy Brightfood adalah salah satu UMKM pada bidang kuliner yang berdiri sejak tahun 2014. Pangsa pasar dari Mamazy Brightfood adalah wanita dengan umur 18-50 tahun. Terutama wanita yang menjadi pengambil keputusan dalam kegiatan belanja sehari-hari. Produk yang ditawarkan oleh Mamazy antara lain adalah olahan susu berupa yoghurt dan frozen food atau makanan beku. Variasi dari frozen food yang ditawarkan mencapai 24 jenis. Dalam penjualannya, Mamazy menggunakan sistem penjualan offline maupun online.
Rancangan Program Komunikasi Pemasaran Expert Course Menggunakan Pendekatan Benchmarking Fajri Rahman Qusyaifi; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Expert Course merupkan salah satu bimbingan belajar mahasiswa yang menawarkan konsep pembejaran small class yang terletakk di Telkom University,kota Bandung. Expert Course merupakan bimbingan belajar mahasiswa yang memiliki harga dari menengah keatas dengan memiliki pengajar yang berkualitas yang dapat bersaing dengan bimbingan belajar mahasiswa lainya. Gejala permasalahan yang ditemui pada Expert Course adalah terjadinya penurunan pendapatan pada setiap pergantian semester ganjil ke semester genap, kemudian rendahanya pengetahuan mahasiswa tterhadap Expert Course. Selain iut Expert Course juga memiliki emapt cabang yang terleta diberbagai universitas di Kota Bandung.permsalahan yang dihadapi oleh Expert Course salah satunya berasal dari kurang maksimal dalam menerapkan program komunikasi pemasaran yang ditreapkan oleh Expert Course. Oleh kerena itu diperlukan perbaikan pada bairam komunikasi pemasran pad EXPert Course agar dapat meningkatkan brand awareness pada mahasiswa yang berkuliah di Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan perbaikan dan rekomendasi program komunikasi pemsaran pada Expert Course menggunakan metode Benchmarking dengan tools Analytical Hierarchy Process (AHP). Rancangan komunikasi pemasaran yang dilakukan dapat memberikan damapak positif terhadap Expert Course. Penggunaan metode Benchmarking bertujuan untuk mendapatkan rancangan komunikasi pemasaran terbaik dari competitor Expert Course. AHP digunakan untuk menentukan partner Benchmark yang tepat untuk Expert Course dengan memberikan bobot pada dari setiap bauran komunikasi pemasaran, serta memberikan peringkat pada tahap implementasi. Pada peneilitian ini direkomendasikan bauran komunikasi pemasaran yang perlu diperbaiki pada Expert Course yaitu Iklan, Promosi penjualan, Pemasaran langsung & berbasis data, pemasaran online & media social, Mobile marketing, serta penjualan personal. Kata kunci: Partner Benchmark,Benchmarking,Analytical Hierarchy Process komunikasi Pemasaran, Bimbingan Belajar. Abstract The Expert Course is one of the student tutoring that offers the concept of small class learning provided at Telkom University, Bandung city. Expert Course is a tutoring for students who have a price from middle to above by having quality instructors who can compete with other students' tutoring. The problem encountered in the Expert Course is compensation in each odd semester to the even semester, then the low student knowledge of the Expert Course. In addition to the Expert Course, there are also four branches which are available in various universities in Bandung. Because of that, there needs to be an improvement in the types of customer communication in the EXPert Course in order to increase brand awareness of students studying in Bandung. The purpose of this study is to improve and recommend the marketing communication program on the Expert Course using the Benchmarking method with Analytical Hierarchy Process (AHP) tools. The design of marketing communication that is carried out can provide a positive impact on the Expert Course. The use of the Benchmarking method aims to get the best marketing communication designs from Expert Course competitors. AHP is used to determine the right Benchmark partner for Expert Course by giving weight to each marketing communication mix, as well as ranking at the implementation stage. In this study, it is recommended that the marketing communication mix that needs to be improved in the Expert Course is Advertising, Sales Promotion, Direct & Data-based Marketing, Online Marketing & Social Media, Mobile Marketing, and Personal Sales Keywords: Benchmark Partners, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process of marketing communication, Tutoring.
Perancangan Perbaikan Atribut Produk Gaun Pada Ems Daster Berdasarkan Preferensi Pelanggan Menggunakan Metode Conjoint Analysis Lian, Rayhan Bagus; Sagita, Boby Hera; Suhendra, Agus Achmad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Ems Daster merupakan salah satu brand lokal diindustri fashion yang menawarkan beberapa produk sepertidaster, gaun, celana pendek, dan setelan. Di antara produkproduk tersebut, gaun menjadi produk unggulan. Namun,penjualan gaun cenderung fluktuatif karena persaingan dengankompetitor yang memiliki produk serupa. Salah satu masalahyang dihadapi oleh Ems Daster adalah kesulitan dalammencapai target penjualan yang telah ditetapkan. Penelitian inimenggunakan metode conjoint analysis dengan tujuan Untukmeningkatkan daya tarik produk, perhatian utama harusdiberikan pada motif, diikuti oleh desain model, bahan, warna,dan kualitas jahitan. Rekomendasi meliputi memperbanyakmotif polos, meningkatkan variasi model mini gaun,menggunakan bahan katun rayon, menambah variasi warnayang Soft , dan menambahkan kualitas jahitan yang standar.Atribut yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bahan,warna, model, kualitas jahitan, dan motif. Penelitian inimenghasilkan 16 stimuli, yang kemudian digunakan untukmembuat plan card pada kuesioner. Responden akanmemberikan penilaian terhadap setiap plan card yang tersedia.Teknik sampling yang diterapkan dalam penelitian ini adalahnonprobability sampling dengan menggunakan purposivesampling. Kuesioner disebarkan secara online melalui googleform dengan ukuran sampel yang dibutuhkan sebanyak 160responden. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwaatribut motif merupakan faktor terpenting yangdipertimbangkan konsumen dalam membeli produk gaun EmsDaster. Atribut penting berikutnya adalah model, bahan,warna, dan terakhir kualitas jahitan. Kata kunci— Ems Daster, Atribut Produk, PrefrensiKonsumen, Conjoint Analysis
Perancangan Perbaikan Positioning Readyset Perfumery Berdasarkan Perceptual Mapping Dengan Metode Multidimensional Scalling (Mds) Dan Swot Analysis Ayuni, Nurul; Wulandari , Sari; Suhendra, Agus Achmad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Readyset Perfumery merupakan brand parfumlokal di Indoensia yang memasarkan produknya sebagaiperfumery pada tahun 2020 dan penjualannya berkembangpesat pada tahun 2021. Dalam data penjualan pada tahun 2022hingga 2023 menunjukkan bahwa tren penjualan ReadysetPerfumery yang masih dibawah dari tren penjualan nasionalserta pangsa pasar yang rendah. Hal ini disebabkan olehbeberapa faktor seperti tingkat heart share dan diferensiasibrand yang rendah, serta penerapan program komunikasipemasaran yang belum optimal. Akar permasalahan terkaitpada faktor product, promotion, dan brand. Pendekatan yangakan digunakan dalam adalah perceptual mapping, yangbertujuan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadapatribut brand parfum serta memahami bagaimana posisi brandReadyset Perfumery dalam persepsi konsumen dibandingkandengan kompetitor sejenis. Metode yang digunakan adalahmultidimensional scaling (MDS) dan analisis SWOT yangbertujuan untuk memetakan posisi Readyset Perfumery danmerumuskan rekomendasi strategi positioning. Pengolahandata ada Tugas Akhir ini sejumlah 150 pengguna brand parfumlokal. Pada wilayah A dikuasai oleh Saff n Co. dengan atributPopularitas Brand. Wilayah B dikuasai oleh AlchemistFragrance dengan atribut Desain Kemasan. Wilayah Cditempati oleh tiga merek, yaitu De.Claires, ReadysetPerfumery, dan Mine Perfumery. Ketiga merek tersebutdipersepsikan kuat pada atribut variasi aroma dan variasiukuran. Kata kunci— Positioning, Multidimensional Scaling,Perceptual Mapping, SWOT Analysis, Readyset Perfumery.
Perancangan Perbaikan Kualitas Konten Marketing Bibelots dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) Fahrani , Anisa; Suhendra, Agus Achmad; Wulandari, Sari
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas konten marketing Bibelots melalui penerapan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini memungkinkan identifikasi kebutuhan pelanggan dan penerjemahannya ke dalam spesifikasi teknis yang relevan untuk perbaikan konten. Proses penelitian melibatkan pengumpulan data Voice of Customer, analisis kebutuhan, dan penentuan critical part yang kemudian diverifikasi dan divalidasi bersama pihak Bibelots. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi yang diberikan, seperti penambahan fitur interaktif, peningkatan frekuensi publikasi, dan kerjasama dengan influencer, telah sesuai dengan harapan pelanggan dan siap untuk diimplementasikan. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan engagement rate serta daya saing Bibelots di pasar yang kompetitif. Kata kunci— Quality Function Deployment, konten marketing, Voice of Customer, critical part, media sosial
Perancangan Usulan Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran Pada UMKM A&H Collection Menggunakan Metode Benchmarking Narendra, Erlangga Nadhif Dwi; Wulandari, Sari; Suhendra, Agus Achmad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya populasi muslim di Indonesia menciptakan pasar yang besar bagi industri fashion muslim. Selain itu, tren konsumtif yang besar juga merupakan faktor yang memberikan dorongan terjadinya pertumbuhan industri fashion muslim yang signifikan sehingga menciptakan persaingan pasar yang semakin ketat. Kajian ini berfokus pada UMKM sektor fashion muslim, A&H Collection. A&H Collection sendiri berdiri pada tahun 2021 di Kabupaten Bandung. Dalam memasarkan produknya, A&H Collection memiliki masalah yang di mana memiliki sales growth dibawah rata-rata sales growth industri fashion Indonesia. Selain itu, A&H Collection juga menghadapi tantangan dalam program komunikasi pemasarannya. Penelitian dilakukan pada A&H Collection untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pemasaran mereka. Dalam melakuan pengamatan menyarankan sejumlah solusi alternatif terkait dengan aspek product, place, dan promotion, dengan aspek promosi mengungkapkan masalah mendasar yang lebih besar. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan untuk merancang rekomendasi untuk memperbaiki program komunikasi pemasaran pada A&H Collection. Upaya ini bertujuan untuk membantu A&H Collection memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan volume penjualannya. Dengan merancang usulan perbaikan komunikasi pemasaran, diharapkan A&H Collection dapat mengatasi tantangan pemasaran yang dihadapi dan mencapai pertumbuhan bisnis yang diinginkan. Metode benchmarking dipilih sebagai dasar perbandingan dan rekomendasi rancangan komunikasi pemasaran terbaik. Kata Kunci : Industri Fashion Muslim, A&H Collection, Komunikasi Pemasaran, Promotion, Benchmarking
Co-Authors Abd. Karim Basir Adhi Tio Rachman Agnar Mokhammad Aisyah Novfitri Akbar Bima Nugrahanto Alfandi, Erwin Amelia Kurniawati Angga Darmawan Aprilia, Hafiza Arif Bijaksana, Moch Arnol Hendra Manyu Ayu Amanda Hapsari Ayuni, Nurul Boby Hera Sagita Budi Praptono Cahyaningtyas, Rosa Virginia Christanto Triwibisono Clarisa Presty Pangeran Devayanti , Komang Sriasih Laksmi Dewi , Nadia Aprilia Deyana Prastika Putri Dipta Raga Pratama Dityo, Daffa Raihan Efrata Denny Saputra Yunus Eliza Anggraini Joefatha Endang Chumaidiyah Esa Purnama Fahrani , Anisa Fajri Rahman Qusyaifi Farantino, Richy Fauzan Haeqal Arifin Firdho, Muhammad Ghaisani, Inten Ayuning Haikal, Muhammad Fikri Hamidah, Siti Nur Huda, Ilham Ika Arum Puspita Ilma Mufidah Ima Normalia Kusmayanti Iman Nur Hidayat Irzaputri, Khalista Muthia Ismail, Muhammad Ravi Jasmine Raisya Salsabila Jodia Ridha Arrozak Kamelia Quzwain Kurniawan, Tiara Fadhila Lian, Rayhan Bagus Listrianto, Redi Isman Luciana Andrawina M. Yazid Dhiyaulhaq Mardhiyyah Mardhiyyah Maria Apsari Sugiat Martini , Sri Maulana, Refsi Indra Meldi Rendra Muhammad Dary Fauzan Muhammad Iqbal Muhammad Surya Dwi Kurniawan Narendra, Erlangga Nadhif Dwi Nina Kurnia Hikmawati Noeya, Adisty Azzahra Ozki Septariadi Pradipta, Fenta Pretty Prima Roza Putra Fajar Alam Putra, Muhammad Aldio Rozan Putri Rahmawati Richy Farantino Rifa Rizka Anisah Rio Aurachman Rizkan Iskandar Wigena Rizki Wicaksono Parasto Rosad Ma'ali El Hadi Sari Wulandari Sari Wulandari Sari Wulandari Sevierda Raniprima Sevy Safira Handini Sri Martini Syahputra, Arnanda Eka Syeren Anastasya Syeren Anastasya Trisyan Admaja Kuncoro Vietra Shauma Ranabilla Wali Hakim Pradana Wawan Tripiawan Winda Hariani Br Munthe Yati Rohayati