Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TEORI MAQASID AL-SYATIBI DAN KAITANNYA DENGAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT ABRAHAM MASLOW Zulkarnain Abdurrahman
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam al-Syatibi merupakan seorang ulama klasik yang banyak berbicara tentang maqashid al-syariah sehingga ada yang menganggapnya sebagai pelopor ilmu maqasid. Beliau mampu menggabungkan teori-teori ushul fiqh dengan konsep maqashid al-syari’ah sehingga produk hukum yang dihasilkan dipandang lebih hidup dan lebih kontekstual. Hanya saja mengingat zaman dan kebutuhan manusia terus berubah dan berkembang maka konsep maqashid perlu disempurnakan karena perubahan zaman akan berpengaruh pada perubahan hukum. Sesuatu yang dianggap tidak berharga pada masa klasik bisa jadi saat ini menjadi berharga dan bernilai. Kajian ini berusaha untuk melihat kembali konsep maqasid al-syariah menurut Imam al-Syatibi dan kesesuaiannya dengan kondisi saat ini sekaligus mengaitkannya dengan tingkat kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow.
HAK DAN KEWENANGAN ISTRI DALAM PROSES TALAK PERSPEKTIF MASLAHAT DAN KEADILAN Zulkarnain Abdurrahman
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewujudkan maslahat dan menegakkan keadilan merupakan tujuan legislasi hukum Islam pada semua aturannya termasuk talak. Dalam fikih mazhab aturan tentang penjatuhan talak terkesan sangat longgar. Penjatuhan talak tidak terikat dengan kondisi dan tempat karena hak talak sepenuhnya di tangan suami, sehingga dia dapat menggunakan wewenang tersebut kapan saja, dimana saja dengan cara apa saja tanpa memerlukan saksi atau alasan apalagi persetujuan istri. Dominasi suami terhadap istri dalam talak sangat kuat dan istri menjadi pihak yang lemah. Padahal ketika menikah, keduanya memiliki kedudukan yang seimbang sebagai dua pihak yang persetujuannya sangat menentukan untuk keabsahan sebuah akad pernikahan. Pemerintah melalui peraturan perundang-undangan sebenarnya telah menempatkan suami istri dalam posisi yang setara dalam proses perceraian, namun peraturan tersebut belum dapat diterima sebagian masyarakat karena belum didukung oleh dalil-dalil yang memadai. Penelitian ini berupaya merumuskan bagaimana hak dan kewenangan istri dalam proses talak perspektif maslahat dan keadilan melalui dalil-dalil talak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami istri mempunyai hak dan kewenangan yang setara dalam proses talak. Keputusan talak harus merupakan keputusan bersama suami istri karena talak tidak ubahnya seperti akad yang dalam keabsahannya membutuhkan persetujuan kedua pihak yang terlibat yakni antara suami dan istri. Selain didukung oleh dalil-dalil Al-Quran dan hadis, penetapan syarat persetujuan (kesepakatan) tersebut juga sejalan dengan prinsip-prinsip talak dan maqāṣid syarī’ah (tujuan hukum) dari pensyariatan talak.
PENARIKAN KEMBALI HIBAH ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM PANDANGAN PARA ULAMA Zulkarnain Abdurrahman
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.227 KB) | DOI: 10.37064/jpm.v6i1.4991

Abstract

AbstrakHibah adalah institusi yang diakui oleh hukum Islam sebagai alat perantara kepemilikan, di mana seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain dalam bentuk harta dengan penuh kerelaan. Konsekuensi yang ditimbulkan dari suatu hibah adalah pemindahan hak milik atas harta tersebut dari si penghibah kepada si penerima hibah Dan ruju’ (menarik kembali pemberian) di dalam hibah hukumnya haram, sekalipun hibah itu terjadi di antara suami isteri. Tetapi bila hibah terjadi di antara orang tua dengan anak maka terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama, khususnya antara Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i. Namun mengingat besarnya jasa orang tua terhadap anak-anaknya, yang telah bersusah payah membesarkan, memelihara dan mendidik mereka hingga dewasa, maka apabila orang tua menarik kembali apa yang telah dia hibahkan kepada anaknya, maka secara manusiawi penarikan itu dapatlah dibenarkan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan bagi mereka.
Berkurban dengan Uang; Kajian Kritis Terhadap Hadis-hadis Berqurban Zulkarnain Abdurrahman
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 13 No 2 (2022): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v13i2.28764

Abstract

Recently there has been an opinion that the implementation of sacrificial worship does not have to be in the form of slaughtering sacrificial animals but may be replaced in the form of money equivalent to the purchase price of the sacrificial animal as is the case in the case of zakat fitrah. This method of sacrificing is considered easier and more beneficial for Muslims than having to distribute it in the form of meat. The above opinion at a glance is very relevant and responsive to the problems that are being faced by Muslims. But what is the view of Islamic law regarding the above problems? Is the sacrifice included in the category of ghair ma'qul al-ma'na worship so that in its implementation it must follow the procedures that have been confirmed in the Qur'an and hadith, namely by slaughtering the sacrificial animal or is it included in the ma'qul al-ma'na category so that it can be sacrificed? analogized and replaced in the form of money?
IMPLEMENTASI POLA ASUH PROFETIK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI ANAK-ANAK Hamdi Al Hafidz; Zulkarnain Abdurrahman
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v6i1.2481

Abstract

The moral degradationthat has occurred in Indonesia has resulted in increasingly rampant crime, including among children who are often found in cases of fights with each other, against their parents, bullying, and other crimes. This happens because of a lack of parenting and character education from parents, family and those closest to them, so that these children form their own character without considering good or bad forthemselvesandtheirenvironment. The reality of orphans who don't have a father or mother makes character a very crucial problem, considering that they don't get complete love and affection like children in general, sometimes they are even far from the characteristic values of Islam. The purpose of this research is to provide an over view of the implementation of prophetic parenting, and to find out the role of orphanages as charitable and social institutions in educating and caring for orphans who need a place  to live, substitute parents, propereducation, and fulfillment of other needs. This study uses descriptive qualitative methods through instruments such as interviews, field observations, and documentation. Prophetic parenting style emphasizes exemplary aspects, aspects of habituation, aspects of education and teaching, and social aspects of society
Peran Penyuluh Agama Islam Dalam Meningkatkan Minat Belajar Al-Quran pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Anggi Hendriani; Zulkarnain Abdurrahman
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.76 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.3755

Abstract

Reading the Qur'an is the duty of every Muslim. But the reality is that in Indonesia there are still many who cannot read the Koran, including among the elderly. Even though old age is an important period to become a momentum towards lasting happiness. Overcoming these problems, the role of Islamic Religious Counselors is expected so that the interest in learning the Qur'an for Muslims, especially the elderly, will increase. The purpose of this study was to find out the role of Islamic Religious Instructors in increasing interest in learning the Qur'an in the elderly at UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. This research uses descriptive qualitative method. Data collection was carried out by collecting primary data obtained from interviews and secondary data obtained from journals and books. Data analysis used is data reduction, data presentation and conclusion. Based on the research conducted, there was an increase in interest in learning the Qur'an in the elderly after counseling was carried out by the Islamic Religion Counselor at UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. This increase in interest in learning is marked by the enthusiasm of the elderly in participating in learning and also improving the quality of reading the Qur'an Keywords: Islamic Religious Counselor, Interest in Learning Al-Qur'an and Old Age
KEDUDUKAN IZIN ISTRI DALAM POLIGAMI: Analisis Teori Perubahan Hukum dengan Perubahan Sosial Harwis Alimuddin; Zulkarnain Abdurrahman
AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/as-hki.v5i1.4003

Abstract

Wife's permission for polygamy is not a requirement in classical fiqh. The Compilation of Islamic Law and the Marriage Law in Indonesia makes a previous wife's permission a condition for polygamy. Therefore, the wife's permission requirement is a condition resulting from the ijtihad process of Indonesian scholars which is adapted to the social and cultural structure in Indonesia. This research is expected to be a consideration for legal changes that support the principle of open monogamy in Indonesia. This study concludes that through an analysis of the theory of legal change with social change, even though the wife's permission in the classical period was not a requirement for polygamy, the wife's permission in the modern context must be used as a condition for polygamy permission. Changes in the social structure from a patriarchal culture that places the wife as the husband's subordinate to a social structure that places the wife as the husband's partner requires a change in the position permitted by the wife in polygamy. The wife's permission which is only used as a complementary requirement, an administrative requirement (min syurut} al-kamal) can turn into a legal condition for polygamous marriage (min syurut} al-s}ihhah).This is due to the consideration that polygamy which does not get the consent of the previous wife in the context of modern culture which places the wife as the husband's partner, can bring successive losses to the rights of the wife and children born from a polygamous marriage. Polygamy without the wife's permission causes it to be considered illegal by the state. The implication is that the interested parties will not be able to claim their rights in the future
Problem Penentuan Karier Alumni Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam UIN-SU Medan Zulkarnain Abdurrahman; Mutiawati Mutiawati; Misrah Misrah
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of an institution that produces graduates is seen from the extent to which the graduates are able to practice knowledge in their field in society. This is in line with the learning objective, namely so that students can be useful and useful in contributing their knowledge according to their field of expertise. The phenomenon that occurs today is that there are still many undergraduate graduates who work in areas that do not match their major. Ideally, someone can pursue a career and profession that suits their major while studying. This was revealed from the results of interviews with several alumni of the Islamic Counseling Guidance department that there are still many alumni who work in ways that do not match the department they are pursuing. Some work in banks, PLN, Samsat, teachers and school operators. This of course can cause concern among department students because alumni are a barometer and example of success in determining a career. The objectives of this research are: (1) To find out the factors that influence alumni of the BPI department to choose careers that are not in accordance with their field of expertise, (2) To find out the efforts made by the BPI department in responding to the problem of determining their alumni's careers. The research method used is research qualitative. The research subjects for the FGD consisted of 24 people, namely alumni of the BPI Department whose careers were not in accordance with their department's competencies and the research subjects for the interview were 2 people, namely Ka. BPI Study Program and Secretary. The research data were analyzed using descriptive analysis. The results of the research show that there are two factors faced by BPI alumni who experience a mismatch in their career with the field of expertise they studied during their studies: (1) Internal factors, namely factors that reside within the alumni, such as a lack of interest and mastery of major competencies as well as a lack of effort to find information about the world of work, (2) External Factors, namely factors related to things that come from outside the alumni themselves, including family factors, lack of job opportunities appropriate to the major, salary problems and the lack of guidance and career services while on campus.
Implementasi Bimbingan Sosial Terhadap Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Dalam Mengurangi Kecemasan Di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara Mahpuja Aulia Tambunan; Zulkarnain Abdurrahman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan sosial terhadap Masyarakat terdampak bencana banjir dalam mengurangi kecemasan sosial di BPBD Batubara.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu : 1. Implementasi bimbingan sosial identifikasi, melakukan diagonis, pragonis, pemberian bantuan dan evaluasi serta tindak lanjut. 2. Metode bimbingan menggunakan metode langsung individu dan kelompok berupa ceramah, sosiodrama dan menggunakan media sosial. 3. Factor pendukung adanya dukungan dari pemerintah, factor penghambat, factor geiologis, kurang anggaran dana, fasilita rusak dan kurang kesadaran dari individu. 4. Penanganan banjir melalui trauma healing dengan play therapy dan konseling. pada dasarnya kesimpulannya adalah bahwa bimbingan sosial yang dilakukan Bpbd sangat membantu masyarakat dalam mengatasi kecemasan yang mereka alami terkait bencana banjir yang melanda kota mereka khususnya anak –anak sebab anak-anak rentan dengan trauma maka daripada itu dengan adanya bimbingan sosial membantu mereka untuk mengatasi hal tersebut sehingga mampu beradaptasi dan melakukan kegiatan kehidupan selanjutnya lebih baik. Kata kunci: bimbingan sosial, masyarakat, banjir
Pengembangan Diri Remaja Keluarga Broken Home di MAN 2 Model Medan Yvonne, Irma Nadiera; Abdurrahman, Zulkarnain
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.436

Abstract

Setiap anak pasti menginginkan mempunyai keluarga yang lengkap. Namun, pada kenyataannya terkadang banyak hal yang membuat rumah tangga di keluargnya menjadi berpisah, baik dikarenakan perceraian ataupun hal lainnya, yang terkadang menjadikan anak broken home. Seseorang yang broken home, terkadang tidak mempunyai tempat bercerita, sehingga tak jarang banyak yang mengarah kepada kenalakan remaja seperti melakukan seks bebas, narkoba, lari dari rumah dan hal lainnya, yang tentunya berdampak negatif jika tidak diatasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keluarga broken home pada remaja serta strategi pengembangan diri yang dilakukan remaja keluarga brokenhomesehingga berdampak positif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitiankualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah 5 (lima) remaja siswa di MAN 2 Model Medan yang mengalami keluarga brokenhome. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis domain yang dilakukan mulai dari mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima remaja siswa MAN 2 Model Medan menerima keadaan yang di alami dan berusaha ingin menjadi lebih baik. Adapun penyebab remaja broken home adalah perceraian orang tua dan ketidakharmonisan dalam keluarga. Kemudian dampak remaja keluarga broken home berdampak positif dari segi pengembangan diri mereka. Adapun strategi pengembangan diri yang dilakukan remaja keluarga broken home seperti menjalin komunikasi yang baik dengan orang terdekat dan mengubah pola pikir (mindset).