Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Resiko Disfungsi Seksual Pada Wanita Menopause Muchsin, Enur Nurhayati; Huda, Moch Maftuchul; Setyorini, Dwi
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i2.26023

Abstract

Background: Menopause is a natural phase in a woman's life, the end of the menstrual cycle, usually occurs between the ages of 45 and 55 years. caused by decreased estrogen and progesterone hormones, can cause various physical and psychological symptoms, including an increased risk of sexual dysfunction. Sexual dysfunction in menopausal women includes various aspects, such as decreased sexual desire, difficulty achieving orgasm, pain during intercourse (dyspareunia). The purpose of the study was to determine the Risk Profile of Sexual Dysfunction in Menopausal Women in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. Method: Quantitative descriptive research design, population and sample of 30 respondents, sampling technique used Total sampling. Research variables Risk Profile of Sexual Dysfunction in Menopausal Women, The study was conducted on December 15-30, 2025, using the FSFI (Female Sexual Function Index) questionnaire instrument. The results showed that almost all respondents had a risk of sexual dysfunction (76.7%). Conclusion: Menopausal women can experience the risk of sexual dysfunction influenced by age, occupation, duration of menopause and estrogen deficiency. Menopausal women can overcome menopause problems by improving themselves, learning from menopausal women, making peace and accepting menopause.
Edukasi Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pasien Epitaksis Dan Sinkop Pada Siswa SMA Di Wilayah Indonesia Enur Nurhayati Muchsin; Dwi Setyorini; Diana Rahmania; Ariani Sulistyorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1761

Abstract

Epistaksis atau perdarahan hidung adalah keadaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar kasus epistaksis bersifat benigna, terjadi spontan dan sembuh sendiri tetapi biasanya terjadi berulang. Sinkop adalah Penurunan kesadaran/sinkop terjadi ketika otak kekurangan pasokan darah, sehingga asupan oksigen dan gula darah ke otak berkurang. Terjadinya epitaksis dan sinkop yang sifatnya mendadak dapat terjadi dimana dan kapan saja, khususnya disekolah di mana perlu penanganan segera..Tujuan Pengabdian masyarakat adalah untuk edukasi dan pelatihan siswa SMA di Wilayah Indonesia. pertolongan pertama pada pasien epitaksis dan Sinkop. Dilakukan kepada siswa SMA, dengan metode Virtual Zoom, mencakup penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab diakhiri dengan mengadakan post tes untuk mengetahui kemampuan dan daya serap Hasil pengabdian masyarakat didapatkan Hampir setengah dari 17 peserta memiliki pengetahuan baik (47.1%), hampir setengah dari 17 peserta memiliki pengetahuan cukup (35,5%) dan Sebagian kecil dari 17 peserta memiliki pengetahuan kurang (17,6%). Kegiatan pembinaan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada pasien epitaksis dan sinkop disekolah diharapkan dapat melengkapi wawasan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada baik disekolah dimanapun para seserta berada
Peran Ayah dalam Mencegah Pernikahan Dini pada Remaja Muchsin, Enur Nurhayati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i1.201

Abstract

Seorang ayah dalam sebuah keluarga mempunyai peran yang sangat penting. Ayah dalam menjalankan perannya dalam keluarga khusunya dalam hal pengasuhan diharapkan memiliki pendidikan dan sebagai pencari nafkah, sehingga peran ayah dapat terlihat sangatlah penting untuk mecegah terjadinya pernikahan dini. Penelitian ini mengidentifikasi Peran Ayah Dalam Mencegah Pernikahan Dini Pada Remaja. Desain deskriptif dengan populasi 300 responden, besar sampel 30 responden, dilaksanakan tanggal 9 sampai dengan 20 Maret 2022 menggunakan Teknik Purposive Sampling, menggunakan instrumen lembar kuesioner. Variabel penelitian Peran Ayah dalam Mencegah Pernikahan Dini pada Remaja. Analisa data diinterprestasikan secara kuantitatif. Penghitungan kuesioner dari 30 responden, sebagian besar mempunyai peran baik (70 persen), sebagian kecil mempunyai peran cukup (30 persen).Peran ayah dalam mencegah pernikahan dini pada remaja dipengaruhi oleh usia, pendidikan, pekerjaan penghasilan ayah dan sumber informasyang didapati. Responden diharapkan meningkatkan , mempertahankan perannya serta mengajak masyarakat disekitar untuk tidak menikahkan anaknya pada usia dini. Mencari dan berbagi informasi dari berbagai media mengenai pernikahan dini, di masyarakat.
Pelaksanaan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Upaya Penurunan Nyeri Saat Dismenorea Pada Remaja Putri Muchsin, Enur Nurhayati; Febriani, Frisca Nanda
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i1.251

Abstract

Latar Belakang: Relaksasi nafas dalam merupakan teknik yang digunakan untuk mengurangi nyeri pada saat dismenorea. Penerapan teknik relaksasi nafas dalam harus sesuai dengan standart operasional agar hasil yang diharapkan dapat maksimal dalam mengurangi nyeri saat dismenorea. Banyak remaja putri yang tidak melaksanakan teknik relaksasi nafas dalam saat dismenorea. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan teknik relaksasi nafas dalam upaya penurunan nyeri saat dismenorea di Prodi D3 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri. Metode: Desain penelitian deskriptif, populasi penelitian 129 responden dan sampel 56 responden, teknik Purposive Sampling, instrument penelitian lembar checklist. Pelaksanakan penelitian pada tanggal 27 April - 27 Maret 2023. Variabel penelitian ini adalah pelaksanaan teknik relaksasi nafas dalam upaya penurunan nyeri pada remaja putri. Hasil: 56 responden, menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pelaksanaan baik sebanyak 82% dan sebagian kecil dari responden memiliki pelaksanaan cukup sebanyak 18%. Kesimpulan: Hampir seluruhnya mahasiswa putri melaksanakan tehnik relaksasi nafas dalam pada Dismenorea.
Gambaran Mental Di Usia Quarter Life Crisis Enur Nurhayati Muchsin; Agustiani Huda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i12.1541

Abstract

Quarter life crisis adalah saat seseorang memasuki usia pada tahap kehidupan “in between” yang terjadi pada rentang usia 18-25 tahun. Kondisi ini terjadi dimana seseorang mengalami fase transisi dari remaja akhir menjadi dewasa awal, dimana seseorang merasakan labil, overthingking terhadap masa depan yang belum pasti. Quarter life crisis dapat membuat kehidupan seseorang sangat kacau dan berdampak pada kesehatan mentalnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran mental di usia quarter life crisis pada pelajar. Desain penelitian deskriptif, populasi dan sampel sebanyak 50 reponden, menggunakan tehnik total sampling, instrument penelitian kuesioner, pelaksanaan penelitian tanggal 18 maret-25 maret 2024.Data dianalisis menggunakan persentase dan diinterpretasikan dengan teknik kuantitatif. Hasil penelitian dari 50 responden menunjukan bahwa hampir seluruh dari renponden sebanyak 76% terindikasi masalah kesehatan mental dan sebagian kecil dari responden sebanyak 24% tidak terindikasi masalah kesehatan mental. Responden yang terindikasi masalah Kesehatan mental hendaknya menjaga kondisi kesehatan mental dengan cara bersyukur terhadap apa yang telah dimiliki dan tidak memikirkan masa depan yang berlebihan (overthinking), menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan menambah wawasan dan pengetahuan sebagai persiapan diri menyongsong masa depan yang lebih.
DUKUNGAN KELUARGA PADA IBU MENJELANG MENOPAUSE DI DUSUN BENDO KIDUL DESA BENDO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Muchsin, Enur Nurhayati
Jurnal Surya Vol 13 No 3 (2021): VOL 13 NO 03 DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v13i3.366

Abstract

ABSTRAKDukungan keluarga merupakan dukungan yang diterima individu dari orang yang berada dalam lingkungan keluarga seperti suami, anak, dan orang tua, sehingga individu tersebut merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Dukungan dapat berfungsi sebagai strategi pencegahan mengurangi stress. Tujuan penelitian untuk mengetahui dukungan keluarga pada ibu menjelang menopause di Dusun Bendo Kidul Desa Bendo Kecamatan Pare Kabupaten KediriDesain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sebanyak 65 orang dan sampel sebanyak 58 orang, Teknik sampling yang digunkan purposive sampling. Waktu penelitian tanggal 4 sampai 9 Januari 2021. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, variabel penelitian dukungan keluarga pada ibu menjelang menoupouse Analisa data menggunakan prosentase dan interpretasi data secara kuantitatif.Hasil penelitian didapatkan  dari 58 responden, sebagian besar responden memiliki dukungan baik pada sebanyak 40 responden (69%). Hampir setengah dari responden memiliki dukungan cukup sebanyak 17 responden (29,3) dan sebagian kecil responden memiliki dukungan kurang sebanyak 1 responden (1,7%).Faktor yang dapat mempengaruhi  antara lain faktor usia, tingkat pendidikan, status dalam keluarga, pekerjaan , pernah tidak mendapatkan informasi, media informasi.Diharapkan keluarga memberikan dukungannya terhadap ibu menjelang menopause, agar ibu dapta melalui masa premenopause dengan baik. Kata kunci : Dukungan Keluarga, Ibu Menjelang Menopause.  ABSTRACT             Family support is the support that individuals receive from people in the family environment such as husbands, children, and parents, so that individuals feel cared for, valued, and loved. Support can serve as a preventive strategy to reduce stress. The purpose of the study was to determine family support for mothers approaching menopause in Bendo Kidul Hamlet, Bendo Village, Pare District, Kediri Regency              The research design used was descriptive with a population of 65 people and a sample of 58 people. The sampling technique used was purposive sampling. The research time is from 4 to 9 January 2021.The research instrument uses a questionnaire, the research variable is family support for the mother before menopause. Data analysis uses percentages and quantitative data interpretation.             The results obtained from 58 respondents, most of the respondents have good support for as many as 40 respondents (69%). Almost half of the respondents have sufficient support as many as 17 respondents (29.3) and a small proportion of respondents have less support as much as 1 respondent (1.7%).              Factors that can influence include age, education level, status in the family, occupation, never getting information, media information. It is hoped that the family will provide support to the mother before menopause, so that the mother can go through the premenopause period well. Keywords: Family Support, Mothers Approaching Menopause. 
Manajemen Diri Ibu Menjelang Menopause Di Dusun Kajon Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Muchsin, Enur Nurhayati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i2.149

Abstract

Latar Belakang: Manajemen diri adalah suatu upaya individu agar dapat mengatur dan mengelola diri sendiri dalam hal yang berkaitan dengan pemenuhan waktu serta pencapaian. Manajemen diri pada ibu pramenopause merupakan suatu upaya dini yang difokuskan untuk mencegah dampak dari menopause yang meliputi perubahan fisik dan psikologis.. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manjemen diri ibu menjelang menopause di Dusun Kajon. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif. Populasi dan sampel penelitian sebanyak 50 responden. Teknik sampling total sampling, dengan instrumen penelitian lembar kuesioner. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 30 Desember 2020, Analisa data menggunakan rumus presentase dan diinterprestasikan secara kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 50 responden menunjukkan hampir seluruh responden memiliki manajemen diri yang baik sebanyak 33 responden (66 Persen), sebagian kecil responden memiliki manajemen diri yang cukup sebanyak 17 responden (34 Persen) . Pelaksanaan Manajemen diri dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu usia ibu, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, riwayat penyakit, usia menstruasi, pernah mendapat dan menerima informasi dan status perkawinan. Kesimpulan: manejeman diri ibu menjelang menopause sebagian besar baik. Diharapkan Ibu yang memiliki menejemen diri baik hendaknya memberikan pengetahuannya kepada para ibu bagaimana cara mengolah manajemen dirinya menjelang menoupouse agar nantinya dapat menjalaninya menaupouse dengan baik dan nyaman, 
Stress Level Of Pregnant Women During The Pandemic Covid-19 Wibowo, Dodik Arso; Muchsin, Enur Nurhayati
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.136

Abstract

PlagueCorona Virus Disease 2019 (Covid-19) makes everyone stressed and anxious because the transmission is very fast. Pregnant women during the Covid 19 pandemic do not rule out the possibility of experiencing stress due to the fear that something will happen to their pregnancy. Pregnancy with high stress levels can certainly have a negative impact on the mother and fetus. Stress is the body's non-specific response to every load demand and general reaction patterns and adaptations. Proper handling of pregnant women by the family can reduce the level of stress experienced by pregnant women. The purpose of this study was to determine the Stress Level of Pregnant Women During the Covid-19 Pandemic in Kalianyar Village, Ngronggot District, Nganjuk Regency. Descriptive research design, population and sample of 25 respondents with a sampling technique "total sampling”. The research was conducted on December 15-26 2020, the research variable Stress Levels for Pregnant Women during the Covid-19 Pandemic as a questionnaire research instrument, was analyzed by percentage and interpreted quantitatively. The research results obtained from 25 respondents, almost all respondents experienced moderate stress as many as 20 respondents (80%). A small portion of the respondents experienced severe stress as many as 5 respondents (20%). This is influenced by several factors, namely: age, education, occupation, history of pregnancy, gestational age, information about Covid-19, sources of information about Covid-19, and history of pregnancy examinations (ANC). It is hoped that pregnant women can control stress, get support from their families, always implement health protocols and think positively during pregnancy during the Covid-19 pandemic.
Edukasi Seks Bebas Pada Remaja Enur Nurhayati Muchsin; Ariani Sulistyorini; Endah Luqmanasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2034

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak – anak menuju ke dewasa. Remaja cenderung matang fisik lebih cepat daripada psikososial. Perilaku yang kurang tepat dalam penggunaan internet untuk melihat video seks, dan situs porno dapat mempengaruhi pikiran serta perilaku seks pada remaja. Tujuan pengabdian masyarakata adalah Edukasi Seks Bebas Pada Remaja.Pelaksanaan edukasi pada remaja tanggal 18 sd 30 Maret 2025 di kelas VIII SMPN 1 Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Jumlah peserta 60 siswa, 2 dosen dan 4 mahasiswa. Metode yang digunakan ceramah, diskusi dan tanya jawab mengenai seks bebas pada remaja. alat bantu atau media yang digunakan berupa leflet, dan penjelasan materi dengan menggunakan LCD dan leptop. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan edukasi/penyuluhan wawancara dan tanya jawab serta pengisian kuesioner yang perlu diisi oleh para suami. Hasil dari pemberian edukasi seks bebas pada remaja didapatkan Sebagian besar remaja memahami materi edukasi seks bebas dengan baik sejumlah (97%) yang diberikan yang diberikan hanya Sebagian kecil dari remaja yang masih kurang sejumlah (3%).Remaja yang memiliki edukasi yang baik bisa memberikan pengetahuan kepada remaja yang lain dan tetap menambah pengetahuannya sendiri tentang seks bebas. Untuk remaja yang memiliki edukasi kurang diharapkan lebih banyak belajar dan membaca lewat buku atau internet tentang seks bebas, serta lebih banyak bertanya kedapa guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan teman, untuk menambah pengetahuannya tentang pergaulan seks bebas agar tidak merusak masa depannya.
Dukungan Emosional Suami Dalam Upaya Pencegahan Baby Blues Enur Nurhayati Muchsin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor terbesar dalam memicu terjadinya baby blues ada atau tidaknya dukungan dari orang terdekat ibu nifas salah satunya adalah dukungan suami. Ibu nifas yang mendapatkan dukungan suami berupa dukungan emosional sangatlah berarti disaat ibu nifas masih dalam keadaan lemah tak berdaya sampai ibu siap untuk merawat bayinya. Dukungan emosional yang diberikan oleh suami memberikan ketenangan, kesiapan mental penerimaan diri untuk ibu siap merawat dengan penuh cinta dan kasih sayangnya, sehingga ibu terhindar dari keadaan baby blues.Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi. Dukungan emosional suami dalam Upaya pencegahan baby blues. Desain penelitian yang digunakan deskriptif, populasi dan sampel pada penelitian adalah suami yang mempunyai ibu nifas dengan jumlah 30 responden, menggunakan teknik Total Sampling. Variabel tunggal yaitu dukungan emosional suami dalam pencegahan baby blues, penelitian dilaksanakan 20 Maret sampai dengan 30 April 2025. instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan di interpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh responden memiliki dukungan emosional suami yang baik sejumlah (100%). Dukungan emosional suami yang baik dipengaruhi beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak yang hidup, penghasilan dan hubungan dengan keluarga Diharapkan suami dapat mempertahankan dan meningkatkan dukungan emosionalnya terhadap istri selama kehamilan sampai nifas sebagi bentuk pencegahan baby blues.