Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MANAJEMEN WAKTU MAHASISWA YANG BEKERJA (Studi pada Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Halu Oleo) Ismawati, Ismawati; Ilham, Muh; Nia, Murni
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.278 KB) | DOI: 10.36709/jopspe.v5i1.13334

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana manajemen waktu dan nilai mahasisya Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo yang bekerja? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen waktu dan nilai mahasisya Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo yang bekerja. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi  Universitas Halu Oleo yang berjumlah 5 orang Mahasiswa. Sedangkan informan dalam penelitian ini adalah orang dekat yang mengetahui informasi yang dibutuhkan seperti ibu, teman kerja, pimpinanan tempat bekerja, sahabat subyek dan teman kuliah. Berdasarkan hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa manajemen waktu mahasiswa yang bekerja pada Pendidikan Ekonomi  Universitas Halu Oleo belum cukup baik dan nilai mahasiswa yang bekerja Pendidikan Ekonomi  Universitas Halu Oleo berbeda-beda, disebabkan oleh kemampuan dalam memanajamen waktu baik serta faktor lain sebagai pendukung
PENGARUH PENGAJARAN REMEDIAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI DI MAN 2 KONAWE SELATAN Lutfiah, Lutfiah; Ahiri, Jafar; Ilham, Muh
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.426 KB) | DOI: 10.36709/jopspe.v5i4.13461

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah ada perbedaan hasil belajar ekonomi antara siswa sebelum pelaksanaan remedial dengan setelah mengikuti pelaksanaan remedial pada kelas XI di MAN 2 Konawe Selatan?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ekonomi sebelum pelaksanaan remedial dengan setelah mengikuti pelaksanaan remedial pada kelas XI di MAN 2 Konawe Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di MAN 2 Konawe Selatan yang berjumlah 68 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang belum tuntas sebagai kelas eksperimen.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi siswa sebelum pelaksanaan remedial dengan setelah mengikuti pelaksanaan remedial, dimana hasil belajar ekonomi siswa setelah mengikuti pelaksanaan remedial lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelaksanaan remedial, sehingga dengan demikian siswa dianggap tuntas dan berhak untuk lanjut pada materi pelajaran berikutnya
Analisis Kepuasan Konsumen Wixel Hotel Kendari Abrianti, Abrianti; Ilham, Muh; Igo B.D, Abdullah
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.955 KB) | DOI: 10.36709/jopspe.v5i3.13163

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis kualitas layanan pada Wixel Hotel Kendari. (2) Mendeskripsikan dan menganalisis Kepuasan Konsumen pada Wixel Hotel Kendari.?Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana Data penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penetuan informan untuk tujuan tertentu dimana informan terdiri dari pelanggan hotel sebagai data primer dan pihak hotel selaku data pendukung. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan terdiri dari (1) Pengamatan, (2) wawancara (interview) dan (3) dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interpretative.Hasil penelitian dilapangan mengungkapkan bahwa  kepuasan konsumen dapat dilihat dari kualitas pelayanan jasa hotel Wixel Kerndari dalam kategori baik, hal ini tampak dari pandangan yang baik dari konsumen tentang penampilan fisik hotel, keterjangkauan lokasi, pelayanan karyawan yang diberikan, jaminan keamanan dan bentuk perhatian  serta  pemberian  informasi  yang  jelas  dengan  penuh keramahan. Kualitas yang dirasakan oleh konsumen memberikan dampak pada keinginan konsumen untuk mengunjungi kembali bahkan merekomendasikan pada orang lain serta dengan adanya kualitas yang baik dalam pemberian pelayanan jasa, menumbuhkan kepuasan bagi konsumen.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah beberapa fasilitas hotel  perlu diperhatikan oleh Hotel Wixel Kendari bahwa perlu ada perbaikan fasilitas yang menjadi keluhan para konsumen hotel seperti kelengkapan fasilitras hotel, AC yang kurang dingin serta shower kamar mandi yang sering tersumbat pada beberapa kamar hotel.
Analisis Pendapatan Usahatani Jambu Mete Di Lombe Kelurahan Watulea Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah Ekonomi, Alfian; Ilham, Muh; Hasniah, Hasniah
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.149 KB) | DOI: 10.36709/jopspe.v5i2.13301

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk analisis pendapatan usahatani Jambu Mete di Kelurahan Watulea Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian deskritip dengan jumlah  resppnden sebanyak 40. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskrptip kuantitatif (R/C Ratio). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata jumlah penerimaan petani jambu mete di Kelurahan Watua, sebesar Rp.14.590.000 dalam satu masa panen. Jumlah biaya yang dikeluarkan sebesar Rp86.760.000 sedangkan rata-rata biaya sebesar Rp4.338.000,- untuk setiap para petani.. Analisis pendapatan petani jambu mete terdiri dari 20 responden petani dapat dikatakan layak karena R/C >1 pendapatan bersih tertinggi sebesar Rp 10.251.000,- Pendapatan bersih petani jambu mete  berupa total penerimaan dikurangi dengan biaya. Dari hasil analisis usahatani, jambu mete untuk musim panen tahun 2019 belum memadai karena belum memanfaatkan input produksi secara maksimal untuk peningkatan produksi. Produksi pada masa yang akan datang dapat meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
PENDETEKSI GAS BOCOR DI RUANGAN TERTUTUP MENGGUNAKAN ARDUINO Ilham, Muh; Assidiq, Muhammad; Zadly, Idhan
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.71 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1642

Abstract

Penelitian ini merancang sebuah alat pendeteksi yang digunakan khusus dalam ruang penyimpanan liquified petroleum gas  supaya manusia dapat mengetahui apabila terjadi kebocoran. Tujuan penelitian yakni merancang sebuah alat pendeteksi gas jika terjadi masalah kebocoran,  dan suara serta tampilan kadar Gas dalam liquid crystal display (LCD) digunakan sebagai simbol perigatan, agar mempunyai tolak ukur yang tepat. Sebagai mikrokontroler yang berfungsi menjaga berjalannya sistem deteksi. Dengan metode experimental, berdasarkan perhitungan PPM, alat tersebut akan melakukan fungsinya apabila kadar gas melebihi batas wajar dari yang ditetapkan, hasil yang diperoleh dari pengujian ini adalah penggunaan alat dapat di atur tingkat sensitifitasnya disesuaikan kadar normal Gas dalam ruangan tersebut, sehingga tingkat sensitifitas alat akan semakin tinggi jika alat sensitifitasnya ditingkatkan, faktor eksternal yang di dapatkan juga karena di Indonesia banyak beredar alat yang diluar dari masa pakai.
Implementasi Kebijakan Perubahan Status Kampung Adat Yoboi Di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Monim, Ivanna Mieske Christianny; Ilham, Muh; Suwanda, Dadang
Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jkp.2024.vol10(2).19432

Abstract

Yoboi Village change of status from Government Village to Traditional Village in Jayapura Regency is expected to provide the village with greater opportunities in managing its own area. The purpose of this study is to determine and to analyze the supporting and inhibiting factors for implementing policies to change the status of Yoboi traditional village in Sentani District, Jayapura Regency, Papua Province. The research method used a qualitative approach, data collection techniques are observations, interviews, and documentations. The sources in this study are the Head of the Jayapura Regency Village Community Empowerment Office, the Head Sub-Section of Village and Traditional Village Governance Office, the Head of Yoboi Traditional Village Government, the Chief of Yoboi Traditional Village, A Member of C Comission of the Jayapura Regency People’s Representative Council and The Village community. The results of this research are: 1) The policy implementation of Yoboi Traditional Village change of status has not been effective. This can be seen from the fact that; there are not enough supporting resources (human, facilities, and budget), during implementing the traditional village system there is still an overlap of duties and functions between the Head of the Traditional Village and the Head of the Government Village (parent village), and lack of supervisory function by The Jayapura Regency People’s Representative Council 2) Supporting factors: a) There is support for legality, legal protection, b) There are supports from the community, religious leaders, traditional leaders, community leaders and academics, c) There are supports from the local government elites, d) There is support for motives in an effort to improve the welfare of the indigenous Papuans (OAP), e) There is support for Fiscal Spoil (fiscal incentives) f) There is eligibility in the conditions for changing the status of the village. Inhibiting factors: a) There are still overlaps of main tasks, functions and responsibilities between the Head of Traditional Village and the Head of Government Village (parent village), b) There are rejections from the community towards Yoboi Village change of status c) The community’s pessimisms that Yoboi Traditional Village change of status will be used as business means by political elites. 3) Policy implications of changing the status of Yoboy government Village to Traditional Village: a) There is recognition and respect for the village b) The preservation of the customs, traditions, and culture of the village community, c) The increase in public services, d) The realization of the effectiveness of implementation of Traditional Village Government, e) The growing role of The Village Communities, g) Ambigious distribution of powers, main duties and responsibilities, h) Limited work facilities and service facilities.
Sistem Monitoring Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Wilayah Kota berbasis Internet of Things Asrul, Asrul; Amir, Ashadi; Ilham, Muh
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 2 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.2.93-100

Abstract

The increase in the number of motorized vehicles in urban areas poses problems with air quality. Changes in air quality caused by harmful gases cannot be observed directly. In this study, an Internet of Things (IoT)-based air quality monitoring system was designed. The designed system consists of a sensor device that can measure CO, O3 and PM10 parameters integrated with a Microcontroller device. Prototype testing was carried out in Parepare City to observe the values of air quality parameters and ISPU through IoT-based applications for one week. The test results show that the highest air pollution level on the Pinrang-Parepare Axis Road occurs on Wednesdays, Thursdays and Sundays with the highest average ISPU being 500 and on Jalan Jendral Ahmad Yani the highest air pollution levels occur on Mondays, Saturdays and Sundays with the highest average ISPU being 300. The increase in ISPU values is affected by air temperature and humidity. The highest concentration occurs when the air temperature is low and the air humidity is high.
EVALUASI PELAKSANAAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG Valentina, Sela Pebri; Ilham, Muh; Tefa, Gradiana
Jurnal Konstituen Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v6i2.4758

Abstract

Flood disasters are a challenge for every region, including Bandung Regency. The Bandung Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) seeks to reduce the risk of flood disasters through prevention and preparedness. The purpose of this study was to determine the Evaluation of the Implementation of Flood Disaster preparedness in Bandung Regency using William N Dunn’s policy evaluation theory with the parameters of Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Equity, Responsiveness and Accuracy. The research method used is descpritive qualitative with an inductive approach. Based on the research results, it is known that the implementation of flood disaster preparedness in Bandung Regency in terms of Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Equity, Responsiveness and Accuracy can be said to be good with supporting and inhibiting factors. The supporting is Regional Heads in implementing disaster management as evidenced by the availability of a disaster management Task Force and the implementation of effective coordination in reducing disaster risks. Inhibiting factors are: Limited facilities and infrastructure; Lack of human resources, and Limited budget for socialization of maps of disaster prone areas. The suggestions that the author can give are: Increasing the quality and quantity of human resources, maintaining available facilities and infrastructure; and Increasing the dissemination of disaster information by utilizing social media. Keywords: Evaluation, Preparedness and Flood Disaster.
Analisis Penerapan E-Marketing Terhadap Peningkatan Penjualan Produk Minuman ilham, muh; mughaffir, mughaffir
Jurnal Sintaks Logika Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jsilog.v3i1.2088

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan perusahaan dengan produk minuman dengan pesaingnya, pertumbuhan bisnis saat ini cukup tinggi, sehingga terjadi persaingan dalam hal pangsa pasar dan konsumen. Dalam hal ini, perusahaan harus mengetahui pasar dimana produk atau jasa yang dihasilkan dipasok atau dijual. Digital marketing atau E-Marketing merupakan suatu usaha atau metode yang digunakan untuk mempromosikan produk menggunakan media digital untuk memperluas jangkauan konsumen. Dengan adanya upaya dalam menerapkan metode E-Marketing, memungkinkan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dengan memanfaatkan teknologi saat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan membuat perancangan aplikasi E-Marketing pada penjualan produk minuman Cheesetea sehingga dapat memudahkan pihak Seller dalam menganalisa peningkatan penjualan produk minuman Cheesetea dengan penerapan E-Marketing dan sistem ini juga dapat memudahkan pelanggan ketika ingin membeli produk. Hasil dari penelitian ini terlihat pada pihak admin yang bisa me monitoring semua hal secara online tanpa memeriksa langsung ke tempat. Terlihat juga pada pihak pelanggan yang dapat memudahkan dalam pemesanan secara online tanpa perlu ke tempat langsung dan menunggu pesanan disana.
GOVERNMENT MARKETING (Gov-Mark 9Ps): Adaptation of Public Sector Marketing Model to City Appearance Branding Policy Wihana, Dadang; Ilham, Muh; Nurdin, Ismail; Sartika, Ika
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v11i1.58529

Abstract

This research focuses on the application of public sector marketing in the smart branding policy in Depok City, West Java Province. The main objective of this research is to analyze public sector marketing on smart branding policies with a focus on city appearance branding. This research is based on public sector marketing theory, specifically the 7Ps marketing mix (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process) from Kotler and Lee, Booms and Bitner, as well as city appearance branding theory from Ahmadjayadi and Kavaratzis. The method used is descriptive qualitative with data collection through in-depth interviews, observation, Focus Group Discussion (FGD), and documentation. Data analysis was conducted using NVivo 14 software to identify patterns and themes. The results showed a gap in public sector marketing in city appearance branding in Depok City, which resulted in a decline in the city's image. However, there are findings of 2 (two) important things that affect the success of public sector marketing besides the 7Ps, namely participation and political will. Participation is in the form of community involvement in planning, implementing and monitoring policy products so that people feel ownership and pride, as well as political will related to leadership, authority and resource allocation. In this research, a  new concept is found, where when the concept of public sector marketing crosses the formal object of government science (authority, government relations, services), an adaptation of the concept into government marketing (Gov-Mark 9Ps) is born, which includes Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process, Participation and Political Will in government relations. In conclusion, a more structured and adaptive government marketing model, especially in the city appearance branding policy, is needed to improve the city's positive image and public trust.