Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peran Ekstrakurikuler Kepramukaan Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Madrasah Aliyah Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa Ilham, Muh; Ckalik, Sitti Aisyah; Sulaiman, Umar
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di MA Sultan Hasanuddin Kab. Gowa. 2 hambatan peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa. 3) dampak peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa. Jenis penelitian ini adalah penellitian kualitatif dengan jenis field research. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini, Ekstrakurikuler Kepramukaan di MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan seperti diskusi, permainan edukatif, kegiatan sosial, serta pembelajaran berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, peserta didik diajarkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan mengamalkan ajaran agama secara moderat. Selain itu, pembina pramuka juga berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai inklusivitas dan keterbukaan antarumat beragama. Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi dalam peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Hambatan tersebut meliputi kurangnya pemahaman sebagian anggota mengenai konsep moderasi beragama, keterbatasan sumber daya seperti materi pembelajaran dan pelatihan bagi pembina, serta adanya pengaruh lingkungan sosial yang kadang kurang mendukung sikap moderat dalam beragama. Selain itu, perbedaan latar belakang peserta didik juga menjadi tantangan dalam menyamakan persepsi tentang moderasi beragama. Dampak positif dari peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama terlihat pada sikap dan perilaku peserta didik. Mereka cenderung lebih toleran terhadap perbedaan, memiliki sikap inklusif, dan mampu menjalin hubungan sosial yang harmonis dengan teman-teman yang memiliki latar belakang agama yang berbeda. Selain itu, kegiatan pramuka juga mendorong peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap moderat siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan integrasi nilai-nilai moderasi beragama secara lebih sistematis dalam kurikulum madrasah, baik melalui mata pelajaran PAI, PKn, maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Peran Ekstrakurikuler Kepramukaan Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Madrasah Aliyah Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa Ilham, Muh; Ckalik, Sitti Aisyah; Sulaiman, Umar
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di MA Sultan Hasanuddin Kab. Gowa. 2 hambatan peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa. 3) dampak peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa. Jenis penelitian ini adalah penellitian kualitatif dengan jenis field research. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini, Ekstrakurikuler Kepramukaan di MA Sultan Hasanuddin Kab Gowa memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan seperti diskusi, permainan edukatif, kegiatan sosial, serta pembelajaran berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, peserta didik diajarkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan mengamalkan ajaran agama secara moderat. Selain itu, pembina pramuka juga berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai inklusivitas dan keterbukaan antarumat beragama. Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi dalam peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Hambatan tersebut meliputi kurangnya pemahaman sebagian anggota mengenai konsep moderasi beragama, keterbatasan sumber daya seperti materi pembelajaran dan pelatihan bagi pembina, serta adanya pengaruh lingkungan sosial yang kadang kurang mendukung sikap moderat dalam beragama. Selain itu, perbedaan latar belakang peserta didik juga menjadi tantangan dalam menyamakan persepsi tentang moderasi beragama. Dampak positif dari peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama terlihat pada sikap dan perilaku peserta didik. Mereka cenderung lebih toleran terhadap perbedaan, memiliki sikap inklusif, dan mampu menjalin hubungan sosial yang harmonis dengan teman-teman yang memiliki latar belakang agama yang berbeda. Selain itu, kegiatan pramuka juga mendorong peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap moderat siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan integrasi nilai-nilai moderasi beragama secara lebih sistematis dalam kurikulum madrasah, baik melalui mata pelajaran PAI, PKn, maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Pengaruh E-Service, Kualitas Produk, dan Citra Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Produk Eiger di Yogyakarta Ilham, Muh; Nuvriasari, Audita
Journal of Business Inflation Management and Accounting Vol 2, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/bima.v2i2.6651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengaruh E-Service, Kualitas Produk, Dan Citra Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Produk Eiger Di Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel metode non-probability sampling. Hasil Uji Instrumen menyatakan bahwa data dalam penelitian ini terbukti valid dan reliabel. Hasil Uji Asumsi Klasik dinyatakan data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal dan menghasilkan model regresi yang bebas dari multikolinearitas dan heterokedastisitas. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: (1) E-Service Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan Eiger Adventure Official Store. (2) Kualitas Produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan Eiger Adventure Official Store. (3) Citra Merek terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan Eiger Adventure Official Store.
Pelatihan Pemanfaatan Rotan Menjadi Produk Kerajinan Bernilai Jual Tinggi Ilham, Muh; Rizal; Arsyita, Andi Hawaisyah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i2.104

Abstract

Rotan merupakan salah satu hasil alam yang sangat banyak di temukan di Konawe Selatan khususnya di Kelurahan Konda. Rotan sebagai bahan baku merupakan potensi untuk mengembangkan industri kerajinan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pemanfaatan rotan menjadi produk kerajinan yang bernilai jual tinggi. Metode pelatihan ini adalah metode ceramah dan praktek langsung. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan memberikan edukasi kepada peserta. Dalam sesi ini, tentang besarnya permintaan terhadap kerajinan rotan, luasnya pemasaran bahkan hingga keluar negeri. Peserta diajak untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia agar bisa membantu menambah penghasilan. Kegiatan selanjutnya adalah latihan membuat produk. Kegiatan kedua ini dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan, cara cutting, teknik mengukur, hingga tahap akhir menjadi suatu produk kerajinan rotan. Setelah selesainya kegiatan pelatihan, berikutnya dilakukan analisis dampak hasil pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan, dan merasa puas dengan pemberian materi pelatihan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hasil pelatihan dismpulkan bahwa pelatihan pemanfaatan rotan menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi dapat mendorong kreativitas, jiwa wirausaha dan semangat yang tinggi bagi masyarakat setempat untuk menjadikan usaha produktif.
Analisa Kualitas Pasir Sungai Kalempang Terhadap Pengujian Kuat Tekan Dan Tarik Belah Beton Ilham, Muh; ', Rahmawati; Widarto, Hendro
JURNAL SIPIL SAINS Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v15i2.8640

Abstract

Di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, pasir sungai Kalempang memiliki banyak sumber agregat. Karena mudah diakses dan dapat digunakan sebagai campuran beton, orang-orang di daerah ini sering menggunakan agregat pasir sungai untuk membangun rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat agregat halus Sungai Kalempang dan bagaimana penerapan agregat halus tersebut berdampak pada kekuatan tekan dan tarik belah beton. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Ini dilakukan dari Maret hingga Mei 2024 di laboratorium struktur dan bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat pasir sungai Kalempang memenuhi spesifikasi untuk digunakan sebagai pengganti agregat pasir sungai dalam campuran beton. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa beton beton normal umur 7 hari rata-rata memiliki kekuatan tekan 16,99 Mpa, Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton yang diuji pada tanggal 14 hari mencapai 19,63 MPa, pada tanggal 14 hari mencapai 18,12 MPa, pada tanggal 14 hari mencapai 18,12 MPa, dan pada tanggal 28 hari mencapai rata-rata 25,10 MPa. Pada variasi 50% pasir sungai kalempang pada tanggal 7 hari adalah rata-rata 15,57 MPa, pada tanggal 14 hari adalah rata-rata 18,12 MPa, dan pada tanggal 28 hari adalah rata-rata 23,59 MPa. Pada variasi 100% pasir 5,778 MPa
The Rhetoric of Qaṣr as a Linguistic Phenomenon in the Qur'an: A Study of the Verses of Tawheed Ilham, Muh; Haniah, Haniah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7453

Abstract

This investigation examines qaṣr, a rhetorical device denoting exclusivity, as both a linguistic and theological phenomenon within the Qur’anic verses of tawḥīd (divine oneness). Although classical balāghah scholarship has historically acknowledged qaṣr, its more profound epistemological and performative dimensions remain insufficiently explored, particularly in dialogue with contemporary linguistic theories. Employing a qualitative library search methodology, this research systematically analyzes authoritative classical texts alongside peer-reviewed international literature (2021–2024) to elucidate how qaṣr functions not merely as a stylistic ornament but as a mechanism that constructs meaning. The study identifies four distinct patterns: qaṣr ikhtirāṣ, syntactic inversion, implicit exception, and paired negation-affirmation, each strategically employed in key Qur’anic passages to affirm divine unity and refute polytheism. Findings indicate that qaṣr functions as an illocutionary act: it does not simply describe tawḥīd but enacts it, thereby shaping the believer’s theological consciousness. This research contributes theoretically by integrating classical balāghah with pragmatic and discourse-analytic frameworks, proposing a model termed “Qur’anic Rhetorical Pragmatics.” Practically, it provides a hermeneutical perspective for contextual and critical engagement with tawḥīd within pluralistic societies and pedagogical contexts. Ultimately, the study affirms that the linguistic architecture of the Qur’an is inherently theological, where form and faith converge to create an unambiguous understanding of divine Tawheed.