Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Kejadian Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Ni Kadek Teja Anggrayani; Ni Wayan Manik Parwati; Ni Putu Riza Kurnia Indriana
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.9859

Abstract

ABSTRACT Incomplete abortion is an obstetric emergency that requires immediate treatment. Incomplete abortion is one of the contributors to maternal mortality. Risk factors for incomplete abortion include maternal characteristics, obstetric status, health status, nutritional status, and lifestyle. To determine the incidence of incomplete abortion cases at Wangaya Regional General Hospital, Denpasar City. This research is a description type using cross sectional. The research was conducted on August 12 - November 5, 2022. The population in this study were all pregnant women who experienced incomplete abortion in 2019-2021 at Wangaya Regional General Hospital, Denpasar City with a total of 425 people. Sampling was done with purposive sampling technique. The sample size in this study was 208 respondents. Data using secondary data collected using a check list sheet Type of secondary data. Data collection with a check list sheet. The research data were analyzed univariately. The highest incidence of incomplete abortion is in the age range of 20-35 years, secondary level education, private employees, multigravida, first trimester, child spacing is more or equal than 2 years, has no history of abortion, has no history of disease, normal nutritional status, and does not have a lifestyle that is detrimental to health. Pregnant women of productive age, multigravida, and first trimester are routine in doing antenatal care and do USC at least once in early pregnancy. Working mothers are advised to take adequate rest. Future research is expected to use primary data.  Keywords: Description, Incomplete Abortion  ABSTRAK Abortus inkomplit adalah suatu kegawatdaruratan dalam kebidanan yang memerlukan penanganan segera. Abortus inkomplit merupakan salah satu penyumbang terjadinya angka kematian ibu. Faktor risiko abortus inkomplit meliputi karakteristik ibu, status obstetri, status kesehatan, status gizi, dan pola hidup. Mengetahui gambaran kejadian kasus abortus inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini berjenis deskripsi dengan menggunakan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Agustus - 5 Nopember 2022. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit tahun  2019-2021 di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dengan jumlah 425 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Besarnya sampel pada penilitian ini  208 responden. Data menggunakan data sekunder yang dikumpulkan menggunakan lembar check list Jenis data sekunder. Pengumpulan data dengan lembar chek list. Data penelitian dianalisis secara univariat. Kejadian abortus inkomplit terbanyak berada pada rentang umur 20-35 tahun, pendidikan tingkat menengah, karyawan swasta, multigravida, trimester satu, jarak anak lebih atau sama dari 2 tahun, tidak memiliki riwayat abortus, tidak memiliki riwayat penyakit, status gizi normal, dan tidak memiliki pola hidup yang merugikan kesehatan. Ibu hamil usia produktif, multigravida, dan trimester 1 rutin dalam melakukan antenatal care dan melakukan USC minimal satu kali di awal kehamilan. Pada ibu yang bekerja disarankan untuk dapat melakukan istirahat yang cukup. Penelitian berikutnya diharapkan dapat menggunakan data primer. Kata Kunci: Gambaran, Abortus Inkomplit
Promosi Kesehatan dengan Video Efektif Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester III dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi Pasca Persalinan Ni Putu Manik Primarani; Ni Wayan Manik Parwati; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Idah Ayu Wulandari
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i1.271

Abstract

Video is a type of audiovisual media that is effectively used for mass learning processes, individuals and groups. Video expected to help pregnant women, especially in the third trimester, in selecting the contraceptive method. To determine the effectiveness of health promotion through video toward knowledge and attitude of the third trimester pregnant women in the selection methods of post labor contraception. This study employed pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The research was conducted at Public Health Center I of Public Health Office, East Denpasar from September 12th to October 14th 2022. There were 35 respondents recruited as sample of the study which recruited through non probability sampling in the form of convenience sampling. The data were collected by using questionnaire. The data were analyzed by using Wilcoxon Rank Test. The finding showed that the knowledge level obtained the p-value = 0.001 and the attitudes obtained the value of p = 0.001. Because the value of p <0.05, Ha was accepted, meaning that health promotion with videos was effective in increasing the knowledge and attitudes of third trimester pregnant women in selecting postpartum contraceptive methods at Public Health Center I of Public Health Office, East Denpasar. Suggestions are addressed to health workers, midwives and further researchers. Keywords: Postpartum blues, Knowledge, Attitude
Efektivitas Promosi Kesehatan Media Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Suami Ibu Hamil Trimester III Tentang Postpartum Blues Ni Putu Suardani; Ni Wayan Manik Parwati; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Idah Ayu Wulandari
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i1.274

Abstract

Abstrak Kejadian postpartum blues berdasarkan data dari World Health Organization pada tahun 2018 didapatkan 26% - 85% insiden postpartum blues di dunia. Kurangnya dukungan keluarga atau suami akan berdampak ke keadaan psikis ibu yang tengah mengalami postpartum blues. Ketidaktahuan ibu postpartum dan suami tentang postpartum blues akan memperburuk kondisi ibu postpartum yang mengalami gejala postpartum blues. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan media video tentang postpartum blues terhadap pengetahuan dan sikap suami ibu hamil trimester III di UPTD. Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 responden diambil dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap suami tentang postpartum blues. Teknik analisa data yang digunakan adalah Paired T Test pada variabel pengetahuan dan uji Wilcoxon Rank digunakan pada variabel sikap. Pengetahuan suami pada ibu hamil Trimester III sebelum diberikan promosi kesehatan media video tentang postpartum blues sebagian besar memiliki total skor pretest 21 (30%) dengan mean 21,45 dan sesudah diberikan intervensi sebagian besar pengetahuan responden memiliki total skor posttest 33 (25%) dan 34 (25%) dengan mean 33,9. Sikap suami pada ibu hamil Trimester III sebelum diberikan promosi kesehatan media video tentang postpartum blues dominan mendapat total skor pretest 32 (25%) dengan mean 37,65 dan setelah diberikan intervensi sebagian besar sikap responden mendapatkan skor posttest 57 (50%) dengan mean 54,85. Hasil uji Paired T Test yaitu nilai Sig. (2-tailed) sebesar < 0,001 dan nilai t hitung sebesar 24,155 > nilai t tabel (2,086). Hasil uji Wilcoxon Rank yaitu nilai Sig. (2-tailed) sebesar < 0,001. Promosi kesehatan media video tentang postpartum blues efektif terhadap pengetahuan dan sikap suami ibu hamil trimester III di UPTD. Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan. Kata kunci: Postpartum blues, Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG CARA PENCEGAHAN HEPATITIS Suantika, Putu Inge Ruth; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.496

Abstract

ABSTRAKTingginya angka kasus hepatitis disebabkan kurangnya kesadaran akan bahaya dan komplikasi yang terjadi. Kesadaran yang kurang dihubungkan dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang pencegahan sehingga berdampak pula terhadap sikap dan perilakunya. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan hepatitis di Banjar Padang Tawang. Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah analitik korelasi (cross sectional) dengan populasi yaitu seluruh warga Banjar Padang Tawang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 153 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku yang sudah valid dan reliabel. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square dan fisher exact test. Hasil: 111 orang (72,5%) memiliki pengetahuan yang baik, 79 orang (51,6%) memiliki sikap positif dan 100 orang (65,4%) memiliki perilaku yang baik tentang pencegahan hepatitis. Hasil uji mengenai pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis ialah 0,000 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan hepatitis. Hasil uji mengenai sikap dan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis ialah 0,000 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis. Diskusi:Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif akan berhubungan dengan perilaku yang baik pula, demikian juga sebaliknya. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan hepatitis. Diperlukan pembinaan yang berkelanjutkan bagi masyarakat untuk memberikan informasi terbaru mengenai penyakit hepatitis sehingga akan menciptakan perilaku yang baik pula. Kata kunci: hepatitis, pengetahuan, perilaku, sikap Correlation of Knowledge and Attitudes with Community Behavior Regarding Hepatitis Prevention ABSTRACTThe high incidence of hepatitis cases is attributed to the lack of awareness of the dangers and complications involved. This lack of awareness is associated with the insufficient knowledge held by the community about prevention, which consequently affects their attitudes and behaviors. Objective: To identify the correlation of knowledge and attitudes with behaviors regarding hepatitis prevention in Banjar Padang Tawang. Methods: The research design employed was an analytical correlation (cross-sectional) with the population of all Banjar Padang Tawang residents. The purposive sampling technique was utilized with a total of 153 individuals. Data were collected using validated and reliable knowledge, attitude, and behavior questionnaires. Statistical tests utilized the chi-square test and Fisher's exact test. Results: 111 individuals (72.5%) had good knowledge, 79 individuals (51.6%) exhibited positive attitudes, and 100 individuals (65.4%) demonstrated good behavior regarding hepatitis prevention. The test results regarding knowledge and community behavior regarding hepatitis prevention yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge and community behavior concerning hepatitis prevention. Similarly, the test results regarding attitudes and community behavior regarding hepatitis prevention yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between attitudes and community behavior regarding hepatitis prevention. Discussion: Good knowledge and positive attitudes are correlated with good behavior, and vice versa. Conclusion: There is a correlation of knowledge and attitudes with behavior regarding hepatitis prevention. Continuous education for the community is necessary to provide up-to-date information about hepatitis, thereby promoting positive behaviors as well.Keywords: hepatitis, knowledge, behavior, attitudes.
Level Of Knowledge, Education, Income And Parenting Patterns Of Toddler Children On Stunting Incidents Rahayuni, Ni Wayan Sri; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Noriani, Ni Ketut
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17923

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun (balita) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh (pendek) tidak sesuai dengan usianya. Stunting adalah ukuran yang tepat untuk mengidentifikasikan terjadinya kurang gizi jangka Panjang pada anak-anak. Anak balita dengan stunting bisa menjadi indikator kunci yang sensitive dari kesehatan ibu dan anak.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan, penghasilan orang tua dan pola asuh anak balita terhadap kejadian stunting pada balita Usia 12-59 bulan.Metode : Jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross sectional. dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan. Sample adalah seluruh ibu yang memiliki balita 12-59 bulan pada bulan 2 September 2022 sampai 31 Oktober 2022. Jumlah sampel  sebanyak 93 orang ibu yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Hasil : Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji Chi square menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (0,037), Pendidikan (0,019), penghasilan orang tua (0,034), dan pola asuh anak balita (0,025)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting karena nilai P value < 0,05.Saran : Bagi Puskesmas dapat merencanakan program pencegahan pada balita stunting dengan lebih meningkatkan pengarahan tentang masalah stunting, bagi responden untuk rutin memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan pada balita agar mengurangi resiko terjadinya balita stunting dimasa mendatang. Kata Kunci : Pengetahuan, Pendidikan, Penghasilan, Pola asuh ABSTRACT Background: Stunting is a condition of failure to grow in children under five years (toddlers) which is caused by chronic malnutrition, causing the child to fail to grow (short) inappropriate for his age. Stunting is an appropriate measure to identify long-term malnutrition in children. Children under five with stunting can be a sensitive key indicator of maternal and child health. Objective: This study aims to determine the relationship between level of knowledge, education, parental income and parenting patterns of toddlers on the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months. Method: This type of observational research with a cross sectional design. carried out in the UPTD Work Area of the South Kuta Health Center. The sample was all mothers who had toddlers aged 12-59 months from 2 September 2022 to 31 October 2022. The total sample was 93 mothers who were selected using the purposive sampling method. Data was collected using a questionnaire. Results: Based on data analysis using the Chi square test, it shows that the level of knowledge (0.037), education (0.019), parents' income (0.034), and parenting patterns for children under five (0.025) Conclusion: There is a significant relationship with the incidence of stunting because the P value is <0.05. Suggestions: Community health centers can plan prevention programs for stunting toddlers by further increasing guidance on the problem of stunting, for respondents to routinely monitor toddler growth, including by weighing and measuring the height of toddlers in order to reduce the risk of stunting toddlers in the future. Keywords: Knowledge, Education, Income, Parenting style   
Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Buku Kia Pada Kader Dalam Memberikan Informasi Dan Edukasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Ii Banjarangkan dewi, Komang Ayu Purnama; Nurtini, Ni Made; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Ni Wayan Manik Parwati, Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.629

Abstract

Buku KIA bermanfaat sebagai alat komunikasi dan berisi informasi penting bagi ibu hamil, keluarga dan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak serta catatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (Kemenkes RI, 2015). Namun Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA juga belum optimal,Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melakukan Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Buku KIA Pada Kader dalam Memberikan Informasi dan Edukasi Pada Ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan di Puskesmas II Banjarangkan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yang diikuti oleh 12 orang kader. Kegiatan tahap I yaitu penyuluhan tentang buku KIA pada kehamilan hasilnya rerata nilai pretes 55 dan rerata nilai post tes 98. Adanya peningkatan pemahaman kader tentang buku KIA sebanyak 43%. Kegiatan tahap II yaitu penyuluhan tentang peran kader dalam pemanfaatan buku KIA didapatkan rerata nilai pretes 48 dan rerata nilai post tes adalah 95. Adanya peningkatan peningkatan pemahaman peran kader dalam pemanfaatan buku KIA sebesar 47%. Kegiatan tahap III yaitu pendampingan pada kader dalam pemanfaatan dan kelengkapan pengisian buku KIA didapatkan sebelum didampingi 35% buku KIA ibu terisi dan setelah didampingi 100% buku KIA ibu sudah terisi. Ini menunjukkan peningkatan kelengkapan buku KIA sebesar 65%. Pendampingan kader mampu mengoptimalkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil. Diharapkan kader mampu melanjutkan pendampingan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil sehingga kelengkapan pengisian buku KIA semakin optimal.   Kata kunci: Buku KIA, Kader
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Rahayuni, Ni Wayan Sri; Sagitha, I Gede Edy; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.326

Abstract

Faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak penting diketahui untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lingkungan Kelurahan Panjer, pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun yang datang ke posyandu di Kelurahan Panjer dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasilnya, Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dan jumlah saudara dengan status perkembangan usia 1-3 tahun dengan nilai p-value > 0,05. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan p-value < 0,05. Status gizi merupakan faktor yang paling signifikan terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Faktor status gizi adalah yang paling signifikan.   Factors that can affect children's growth and development are important to know to achieve optimal growth and development. This study aims to determine the factors associated with the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The study used a cross sectional design. The research was conducted at the Posyandu in the Panjer Village neighborhood, from August to October 2022. The sample of this study were all parents who had toddlers aged 1-3 years who came to the posyandu in Panjer Village by meeting the inclusion and exclusion criteria. As results, there is no significant relationship between birth weight and the number of siblings with the developmental status of 1-3 years old with a p-value> 0.05. There is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education with the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value <0.05. Nutritional status is the most significant factor in the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value of 0.001.In Conclusion, there is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education on the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The nutritional status factor is the most significant.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Nurtini, Ni Made; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.327

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.   Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting Dan Skrining Status Gizi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di SMKN 1 Klungkung Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Nurtini, Ni Made; Wardana, Ketut Eka Larasati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.683

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Permasalahan gizi pada remaja putri dapat menyebabkan meningkatnya kejadian stunting. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan deteksi dini yang tepat serta edukasi yang baik pada remaja putri untuk meningkatkan gizinya. Remaja putri di SMKN 1 Klungkung mengatakan kurang mengetahui mengenai tanda gejala gejala Stunting dan resiko dari Stunting. Berdasarkan Kendala yang dihadapi, maka dilakukan pemberian edukasi dan skrining pada remaja Putri.  Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pemberian kuesioner pre dan post test untuk mengukur pengetahuan serta melakukan skrining status gizi pada remaja Putri.  Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri pada kategori baik menjadi 77,8% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 27,8% dan Indeks Masa Tubuh (IMT) kurus sebanyak 33,3%, remaja yang memiliki lila normal sebanyak 68,5% dan IMT Normal sebanyak 55,56% serta remaja putri yang memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) lebih dari normal atau obesitas sebanyak 3,7% dan IMT Obesitas sebanyak 11,11%. Sebanyak 9,26% remaja putri mengalami anemia, dan sebanyak 90,74% remaja putri tidak mengalami anemia.   Kata kunci: Penyuluhan, pengetahuan, skrining status gizi
Hubungan Status Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) dengan Motivasi Wanita Usia Subur Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks di Klinik Ratih Wilayah Unit Pelaksanateknis Daerah Puskesmas Kuta Utara Sudarwini, Ni Wayan; Parwati, Ni Wayan Manik; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.10013

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the cancers that can be prevented by HPV vaccination and undergoing early detection of cervical cancer. Fertile women should be motivated to detect cervical cancer early because of the motivation that causes and supports one's actions or behaviour. The purpose of this study was to determine the correlation between HPV vaccination status and the motivation of fertile women in undergoing early detection of cervical cancer at Ratih Clinic in the Regional Technical Implementation Unit of Public Health Center North Kuta. This study employed a correlational analysis study with a cross-sectional design. The research sample was 98 fertile women who were taken through consecutive sampling techniques. The data were collected using a questionnaire and analyzed by the Spearman Rank test (Rho). Findings indicated that most of the HPV vaccination status of fertile women, 80 respondents (67.8%), was incomplete. The motivation of fertile women to detect cervical cancer early was mostly low, with 77 respondents (65.3%). The Spearman Rank test (Rho) result for family support and dietary adherence obtained a p-value of 0.000 <0.05, H0 was rejected, and Ha was accepted. This result indicated that there was a correlation between HPV vaccination status and the motivation of fertile women to do early detection of cervical cancer. Fertile women vaccinated with HPV will have greater awareness to improve their health status; hence it is more likely to carry out early detection and perform early detection of cervical cancer. Keywords: HPV Vaccination Status, Motivation  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang bisa dicegah yaitu dengan imunisasi vaksin HPV dan melakukan deteksi dini kanker serviks. Wanita usia subur hendaknya termotivasi untuk melakukan deteksi dini kanker serviks karena motivasi menyebabkan dan yang mendukung tindakan atau prilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status vaksinasi HPV dengan motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks di Klinik Ratih Wilayah Unit PelaksanaTeknis Daerah Puskesmas Kuta Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur sebanyak 98  responden yang diambil melalui teknik sampling consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisa dengan uji Spearman Rank (Rho). Status vaksinasi HPV wanita usia subur sebagian besar yaitu 80 orang (67,8%) tidak lengkap. Motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks sebagian besar yaitu 77 orang (65,3%) rendah. Hasil uji Spearman Rank (Rho)hubungan status vaksinasi HPV dengan motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks didapatkan nilai  p value = 0,000 <  0,05  berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan ada hubungan status vaksinasi HPV dengan motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks. Wanita usia subur melakukan vaksinasi HPV akan memiliki kesadaran yang lebih besar untuk meningkatkan status kesehatannya sehingga lebih besar kemungkinan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks sebaliknya  bahaya kanker serviks akan cenderung tidak disadari oleh wanita usia subur yang status imunisasinya tidak lengkap sehingga menjadi faktor penghambat untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Kata Kunci: Status Vaksinasi HPV, Motivasi