Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Video Edukasi Premenstrual Syndrom terhadap Pengetahuan, Perilaku dan Tingkat Kecemasan pada Remaja Putri Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.17926

Abstract

ABSTRACT Premenstrual syndrome (PMS) is a symptoms of physical and mental disorders, which usually appear from one week to several days before menstruation comes, and disappear after menstruation comes, although sometimes it lasts until menstruation stops. PMS which occurs in teenagers can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in teenagers can affect their performance at school. The incidence of PMS affects activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends, it is also possible that there will be a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism and attendance. The purpose this research was to determine the effectiveness of premenstrual syndrome educational videos on the knowledge, behavior and stress levels of teenager at Senior high School 1 Dawan Klungkung. This research are pre-experimental design with  one-group pretest-post-test desaign. This research location was at Senior high School 1  DawanKlungkung. Analysis data was used univariate analysis, bivariate analysis with Wilcoxon test. The results of this study show that educational videos are effective in increasing knowledge and behavior as well as reducing the anxiety level of teenager with premenstrual syndrome with a p value of 0.0001. Educational videos are effective to increasing knowledge and behavior as well as reducing the anxiety level of teenager with premenstrual syndrome  Keywords: Educational Video, Knowledge, Behavior and Anxiety Level  ABSTRAK Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalammelakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas video edukasi premenstrual syndrom dengan pengetahuan, perilaku dan tingkat stress remaja putri di SMAN 1 Dawan Klungkung. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain pre eksperimental dengan pendekatan one- group pretest-post-test. Tempat penelitian yaitu di SMA 1 Dawan Klungkung. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video edukasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku serta penurunan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome dengan p value 0,0001. Video edukasi efektif dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku serta penurunan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome Kata Kunci: Video Edukasi, Pengetahuan, Perilaku dan Tingkat Kecemasan
Prediksi Stunting Berbasis Machine Learning melalui CERDIS: Cepat Resposif Deteksi Dini Stunting Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Dewi, Ida Ayu Utari; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v7i1.6486

Abstract

Stunting is a condition with long-term impacts on cognitive function and productivity, thus requiring accurate early detection to support effective interventions. This study aims to develop a machine learning–based stunting prediction application using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, integrated into mobile and web-based systems. The development method follows the CRISP-DM framework to ensure a structured data mining process and incorporates the Behaviour Change Wheel (BCW) to encourage positive user behaviour change. A dataset of approximately 121,000 records obtained from Kaggle was used for model training. Evaluation using black-box testing demonstrated that the application achieved excellent system, information, and service quality, with a benefit score of 98%. The application was shown to improve diagnostic efficiency, enhance the accuracy of stunting risk identification, and support the acceleration of early intervention efforts in primary healthcare centres (Puskesmas). Its implementation is expected to contribute to reducing stunting prevalence and advancing the digital transformation of primary healthcare services. It is recommended that future development focus on optimising healthcare worker training, improving the user interface, and expanding system integration and service coverage to maximise application effectiveness.
Hubungan Status Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) dengan Motivasi Wanita Usia Subur Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks di Klinik Ratih Wilayah Unit Pelaksanateknis Daerah Puskesmas Kuta Utara Ni Wayan Sudarwini; Ni Wayan Manik Parwati; Ni Putu Riza Kurnia Indriana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.10013

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the cancers that can be prevented by HPV vaccination and undergoing early detection of cervical cancer. Fertile women should be motivated to detect cervical cancer early because of the motivation that causes and supports one's actions or behaviour. The purpose of this study was to determine the correlation between HPV vaccination status and the motivation of fertile women in undergoing early detection of cervical cancer at Ratih Clinic in the Regional Technical Implementation Unit of Public Health Center North Kuta. This study employed a correlational analysis study with a cross-sectional design. The research sample was 98 fertile women who were taken through consecutive sampling techniques. The data were collected using a questionnaire and analyzed by the Spearman Rank test (Rho). Findings indicated that most of the HPV vaccination status of fertile women, 80 respondents (67.8%), was incomplete. The motivation of fertile women to detect cervical cancer early was mostly low, with 77 respondents (65.3%). The Spearman Rank test (Rho) result for family support and dietary adherence obtained a p-value of 0.000 0.05, H0 was rejected, and Ha was accepted. This result indicated that there was a correlation between HPV vaccination status and the motivation of fertile women to do early detection of cervical cancer. Fertile women vaccinated with HPV will have greater awareness to improve their health status; hence it is more likely to carry out early detection and perform early detection of cervical cancer. Keywords: HPV Vaccination Status, Motivation  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang bisa dicegah yaitu dengan imunisasi vaksin HPV dan melakukan deteksi dini kanker serviks. Wanita usia subur hendaknya termotivasi untuk melakukan deteksi dini kanker serviks karena motivasi menyebabkan dan yang mendukung tindakan atau prilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status vaksinasi HPV dengan motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks di Klinik Ratih Wilayah Unit PelaksanaTeknis Daerah Puskesmas Kuta Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur sebanyak 98  responden yang diambil melalui teknik sampling consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisa dengan uji Spearman Rank (Rho). Status vaksinasi HPV wanita usia subur sebagian besar yaitu 80 orang (67,8%) tidak lengkap. Motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks sebagian besar yaitu 77 orang (65,3%) rendah. Hasil uji Spearman Rank (Rho)hubungan status vaksinasi HPV dengan motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks didapatkan nilai  p value = 0,000   0,05  berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan ada hubungan status vaksinasi HPV dengan motivasi wanita usia subur melakukan deteksi dini kanker serviks. Wanita usia subur melakukan vaksinasi HPV akan memiliki kesadaran yang lebih besar untuk meningkatkan status kesehatannya sehingga lebih besar kemungkinan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks sebaliknya  bahaya kanker serviks akan cenderung tidak disadari oleh wanita usia subur yang status imunisasinya tidak lengkap sehingga menjadi faktor penghambat untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Kata Kunci: Status Vaksinasi HPV, Motivasi
Peningkatan Pengetahuan Suami Ibu Hamil Tentang Postpartum Blues Dengan Video Edukasi Parwati, Ni Wayan Manik; Wulandari, Idah Ayu; Haryati, Ni Putu Sri; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Suartini, Ni Wayan
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.861

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu selama masa nifas dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan ibu maupun tumbuh kembang bayi apabila tidak ditangani secara tepat sejak awal. Salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan adaptasi ibu setelah persalinan adalah dukungan keluarga, terutama dari suami. Kurangnya pengetahuan suami mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa nifas diketahui dapat memengaruhi kondisi emosional ibu pascapersalinan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman suami terkait upaya pencegahan postpartum blues melalui penggunaan media edukasi berbasis video. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang disertai pemutaran video edukasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan terdiri dari 28 suami ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas I Denpasar Timur. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner sederhana, serta analisis efektivitas media video menggunakan uji Wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan postpartum blues. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden (64,2%) memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup. Setelah intervensi edukasi melalui video, mayoritas peserta (82,1%) berada pada kategori pengetahuan baik. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p-value <0,001. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan suami mengenai postpartum blues. Diharapkan para suami lebih aktif dalam mencari informasi terkait kesehatan psikologis ibu pada masa nifas serta mampu memberikan dukungan emosional dan sosial yang optimal guna mencegah terjadinya postpartum blues. Selain itu, tenaga kesehatan khususnya pengelola program KIA disarankan untuk mengintegrasikan edukasi berbasis video tentang pencegahan postpartum blues ke dalam layanan antenatal care (ANC) dan kegiatan kelas ibu hamil secara rutin Kata kunci : Video, edukasi, suami, postpartum blues