Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar dan Nilai Tukar terhadap Inflasi di Indonesia dan Malaysia Periode 2015-2024 Suprayogi, Slamet; Chaidir, Taufiq
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, jumlah uang beredar, dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia dan Malaysia selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk data panel, yaitu kombinasi data time series tahunan periode 2015–2024 dan data cross section dari dua negara, Indonesia dan Malaysia. Data diperoleh dari Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, Badan Pusat Statistik, serta Department of Statistics Malaysia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Common Effect Model (CEM). Secara parsial, variabel suku bunga memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap inflasi. Variabel jumlah uang beredar juga menunjukkan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap inflasi. Sementara itu, nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap inflasi di Indonesia dan Malaysia selama periode penelitian. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 13,67% menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi inflasi relatif kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi di kedua negara lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti harga komoditas global, kebijakan fiskal, gangguan rantai pasok, serta faktor eksternal lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh instrumen moneter konvensional, tetapi juga oleh faktor struktural dan kondisi ekonomi global yang lebih luas.
Short-Run Dynamics Between Income Inequality and Market Capitalisation-to-GDP in Indonesia Dananjaya, Gde Putra; Chaidir, Taufiq
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64172

Abstract

Using annual time-series data from 1998 to 2024, this research examines the short-run connection between income inequality and capital market size in Indonesia. Capital market size is indicated by the market capitalisation-to-GDP ratio (Buffett Indicator), and income inequality is measured with the Gini ratio. The Ordinary Least Squares (OLS) is used as the main regression method, and the model estimation focuses on short-run dynamics. Control variables that are included in the estimation are GDP per capita and inflation. By using the Augmented Dickey–Fuller (ADF) test, it can be confirmed that the transformed variables are stationary. The OLS shows that deviations in wealth distributions do not have a statistically significant association with changes in the market capitalisation to GDP ratio in Indonesia. The control variables are also found to be statistically insignificant in explaining short-run dynamics in Indonesian capital market development. Diagnostic tests such as Breusch–Godfrey LM and White and Jarque–Bera reveal that all data have no correlation problem and are free from heteroscedasticity. Moreover, consistency is provided through a robustness check with lagged inequality changes. To sum up, our results suggest that the changes in Indonesia's market capitalisation-to-GDP ratio in the short run may be more likely affected by factors other than changes in wealth distribution.