Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Financial Inclusion Strategies (Exploring The Landscape Through Systematic Literatur Review) Suprapti, Ida Ayu Putri; Harsono, Iwan; Sutanto, Himawan; Chaidir, Taufiq; Arini, Gusti Ayu
Accounting Studies and Tax Journal (COUNT) Vol. 1 No. 1 (2024): Accounting Studies and Tax Journal (COUNT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qfpspk76

Abstract

This research aims to explore financial inclusion strategies through a systematic literature review approach. Using specific keywords in academic databases, this research identifies, filters, and analyzes relevant articles. The research results and discussions highlight key categories, including financial technology, financial literacy, financial infrastructure, policies and regulations, consumer safety, gender equality, cross-sector collaboration, and adaptation to local conditions. This research concludes that a holistic approach that considers these factors is the key to success in achieving effective financial inclusion.
Sosialisasi Bestee untuk Usaha Ultra Mikro: Meningkatkan Kapasitas dan Kesuksesan Usaha melalui Program Bank BTPN Syariah Hijriadi, Muharoman; Sakdiyah, Halimatus; Ardizatul Nasri, Keisya; Chaidir, Taufiq
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Independen, November 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v6i2.2342

Abstract

Artikel ini menguraikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha ultra mikro (UMi), khususnya perempuan prasejahtera, dalam mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya literasi keuangan syariah dan terbatasnya kemampuan promosi digital yang menjadi hambatan utama bagi perkembangan usaha ultra mikro di tingkat komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga wilayah kerja Mobile Marketing Sharia (MMS) Bank BTPN Syariah Kabupaten Lombok Barat, yakni Kecamatan Narmada, Lembar, dan Gunungsari, oleh mahasiswa Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif berbasis komunitas, yang terdiri dari tahap pembekalan, asesmen menggunakan platform KitaBestee, penyampaian materi secara visual dan digital, praktik lapangan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam membangun identitas usaha, menggunakan media digital untuk promosi, serta meningkatnya kepercayaan terhadap lembaga keuangan syariah. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dengan mendorong kemandirian usaha mikro dan memperkuat inklusi keuangan syariah secara kontekstual dan aplikatif di tingkat komunitas.
Dampak Indikator Makro Ekonomi terhadap Daya Saing Tenaga Kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat Arini, Gusti Ayu; Daeng, Akung; Chaidir, Taufiq; Suprapti, Ida Ayu Putri; Wijimulawiani, Saripta
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.5078

Abstract

Kajian empiris ini bertujuan untuk menganalisis dampak indikator makro ekonomi yang diukur oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan IPM terhadap daya saing tenaga kerja yang diukur oleh TPAK, tingkat pengangguran, dan produktivitas tenaga kerja di Provinsi NTB. Serta untuk menganalisis peran upah minimum regional (UMR) yang memoderasi (memperkuat atau memperlemah) dampak indikator makro ekonomi yang diukur oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan IPM terhadap daya saing tenaga kerja yang diukur oleh TPAK, tingkat pengangguran, dan produktivitas tenaga kerja di Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif, lokasi penelitian di Provinsi NTB, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dalam bentuk data tahunan, selama periode tahun 2010-2024. Model yang dinakan untuk menganalisis adalah model regresi moderating (Moderated Regression Analysis [MRA]). Temuan hasil penelitian disimpulkan bahwa hipotesis moderasi UMR adalah ditolak (tidak terbukti). UMR tidak memperkuat maupun memperlemah pengaruh variabel makroekonomi terhadap produktivitas tenaga kerja. Kompleksitas hubungan masih terdapat, akan tetapi tidak dapat diidentifikasi dengan jelas dalam model analsis. Pertumbuhan ekonomi adalah variabel penting agar tetap fokus pada kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan
Pengaruh Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar dan Nilai Tukar terhadap Inflasi di Indonesia dan Malaysia Periode 2015-2024 Suprayogi, Slamet; Chaidir, Taufiq
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, jumlah uang beredar, dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia dan Malaysia selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk data panel, yaitu kombinasi data time series tahunan periode 2015–2024 dan data cross section dari dua negara, Indonesia dan Malaysia. Data diperoleh dari Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, Badan Pusat Statistik, serta Department of Statistics Malaysia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Common Effect Model (CEM). Secara parsial, variabel suku bunga memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap inflasi. Variabel jumlah uang beredar juga menunjukkan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap inflasi. Sementara itu, nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap inflasi di Indonesia dan Malaysia selama periode penelitian. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 13,67% menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi inflasi relatif kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi di kedua negara lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti harga komoditas global, kebijakan fiskal, gangguan rantai pasok, serta faktor eksternal lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh instrumen moneter konvensional, tetapi juga oleh faktor struktural dan kondisi ekonomi global yang lebih luas.
Short-Run Dynamics Between Income Inequality and Market Capitalisation-to-GDP in Indonesia Dananjaya, Gde Putra; Chaidir, Taufiq
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64172

Abstract

Using annual time-series data from 1998 to 2024, this research examines the short-run connection between income inequality and capital market size in Indonesia. Capital market size is indicated by the market capitalisation-to-GDP ratio (Buffett Indicator), and income inequality is measured with the Gini ratio. The Ordinary Least Squares (OLS) is used as the main regression method, and the model estimation focuses on short-run dynamics. Control variables that are included in the estimation are GDP per capita and inflation. By using the Augmented Dickey–Fuller (ADF) test, it can be confirmed that the transformed variables are stationary. The OLS shows that deviations in wealth distributions do not have a statistically significant association with changes in the market capitalisation to GDP ratio in Indonesia. The control variables are also found to be statistically insignificant in explaining short-run dynamics in Indonesian capital market development. Diagnostic tests such as Breusch–Godfrey LM and White and Jarque–Bera reveal that all data have no correlation problem and are free from heteroscedasticity. Moreover, consistency is provided through a robustness check with lagged inequality changes. To sum up, our results suggest that the changes in Indonesia's market capitalisation-to-GDP ratio in the short run may be more likely affected by factors other than changes in wealth distribution.