Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Meminimasi Reject Produk Dengan Kapabilitas Proses Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma Hayu Kartika; Novera Elisa Triana; Candra Setia Bakti
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 14, No. 3, (2022): OE NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2022.v14.i3.059

Abstract

The challenges for manufacturing companies are currently getting bigger, now they are not only facing competition but companies are required to be able to survive the pandemic situation that has occurred throughout the world, including Indonesia. The purpose of this study was to minimize the number of rejects and increase the sigma value of 1 Kg cans of paint in accordance with the Straight Pass Ratio Increase (SPRI) standard of 99.3% with an acceptable percentage of 0.7% Reject. The actual condition of the reject percentage of 1kg paint cans is 6.4%, this is still far from the SPRI standard. Therefore, this research will make improvements, using the Lean Six Sigma concept using the DMAIC method in the repair process stage. The results of the study, obtained 5 types of reject that occur in the production process. In this process there are 4 factors that cause rejects, namely human factors, machines, methods and materials. The sigma value before repair was 3.7 and the cumulative process capability value was 0.062, this is still far from the specification limits that consumers expect. The improvements that have been made in this research are: implementing 5S on the production floor, 5S training and dissemination of SOPs for workers and implementing 5S as a standard operating procedure. After implementing the improvements, there was a decrease in rejects of 88.6%, an increase in the sigma value of 4.5 with a reject percentage of 0.69%. These results have reached the SPRI standards set by the company
PERBAIKAN TATA LETAK DAN SISTEM PENYIMPANAN BARANG DI GUDANG FINISH GOODS MENGGUNAKAN METODE CLASS BASED STORAGE Novera Elisa Triana; Hayu Kartika
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 3 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i3.009

Abstract

Perusahaan farmasi memiliki peningkatan produksi masa kondisi pandemic covid-19 di gudang pusat logistik barang unit National Distribution Centre (NDC). Gudang penyimpanan unit NDC sering terjadi permasalahan mengakibatkan penyimpanan dan pengiriman produk sering terjadi kendala karena lamanya waktu penyiapan barang. Lamanya waktu pencarian barang menyebabkan jadwal pengiriman mengalami keterlambatan dan produktivitas kerja staf gudang rendah. Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki  tata letak dan sistem penyimpanan barang agar penempatan barang teratur dan waktu pengambilan barang lebih pendek menggunakan metode Class Based Storage dan pengkelasan produk berdasarkan analisis ABC. Hasil dari penelitian ini adalah perbaikan tata letak dengan menghitung kebutuhan penerimaan dan penyimpanan maksimal barang sebanyak 2.023 pallet dengan penurunan jarak tempuh yang dilakukan sebesar 7,25%. Sedangkan pengkelasan produk dengan kategori kelas A mempunyai persentase nilai kumulatif 37% dari 7 item produk, kelas B nilai kumulatif 30% dari 9 item produk dan kategori kelas C nilai 33% dari 19 item produk.
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK VERSABOARD DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) Hayu Kartika; Firman Kasad; Alip Prajoko
TEKNOKRIS Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Teknokris Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknik Unkris Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis cacat dominan yang terjadi pada produk Versaboard, mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan produk terjadinya cacat pada produk, dan memberikan usulan perbaikan mengenai cara untuk meningkatkan kualitas pada produk Versaboard yang saat ini masih melebihin standar yang telah ditentukan untuk maksimal cacat adalah sebesar 1% per bulan. Pendekatan masalah yang digunakan yaitu menggunakan tools pareto diagram, lalu menggunakan metodeFTA(Fault Tree Analysis) dan metode FMEA (Failure Mode And Analysis) dan tools 5W + 1H. Dari hasil pengolahan data menggunakan diagram pareto didapatkan jenis cacat dominan yaitu cacat grepes, kemudian analisa menggunkan metode Fault Tree analysis(FTA) dan metode Failure Mode And Effect Analysis(FMEA) yang menjadi prioritas perbaikan yaitu pada proses trimming dengan faktor penyebab faktor manusia dan faktor mesin, dan prioritas perbaikan berdasarkan nilai RPN terbesar yaitu pisau yang digugunakan oleh mesin Trim tumpul dengan nilai sebesar 336, usulan perbaikan menggunakan 5W + 1H adalah melakukan pergantian pisau side trim sesuai masa pakai pisau yaitu 2 jam sekali danmenambahkan stok pisau dengan bahan yang lebih tahan lama
Penerapan Lean Kaizen untuk Meningkatkan Produktivitas Line Painting pada Bagian Produksi Automotive dengan Metode PDCA Kartika, Hayu
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3251

Abstract

This paper was conducted in the automotive industry, the purpose of this study was to improve the productivity of workmanship in the Line Painting process in the production department. The focus of this research is: to see the waste that occurs in this part of the process this is because in the process productivity is still far below the target set by the company, so it needs to be improved in the process. Improvements were made using the Lean concept combined with the PDCA method. From the results of repairs carried out, it was found that during the Line Painting process there was a lot of waste loss time, then improvements were made with the application of Lean to get an increase or improvement in productivity by 80.6% which previously productivity only reached 71%. From this research it is proven that by implementing Lean, this can significantly increase productivity
Closed Production Process in the Crumb Rubber SIR Industry Kartika, Hayu; Wahyuni, Nuraida
UJoST- Universal Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Faculty of Science and Technology University of Pramita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11111/ujost.v3i2.160

Abstract

This article explores the Crumb rubber SIR industry in Indonesia, a major export commodity that is also a significant source of environmental pollution. The background of this article is an effort to reduce the environmental impact of the Crumb Rubber SIR production process, which produces liquid and solid waste and requires high energy consumption. This study aims to identify and analyze critical aspects of the production process that contribute to environmental and energy efficiency problems. The mass balance method is used to analyze mass and energy balance in the production process. This paper examines in detail each stage of production, identifies areas where waste is generated, and measures energy consumption at each stage. The results of the study show that there are several critical points in the production process that are responsible for the production of waste and high energy consumption. This analysis helps in suggesting several process and waste management improvements to reduce environmental impact. The results of this study emphasize the need for improvements in SIR Crumb Rubber production methods to reduce and utilize waste. The energy potential that can be utilized in the closed production process in producing crumb rubber is producing biogas as an energy fuel of 56.37 KwH which is obtained from processing 1 ton of rubber raw materials into crumb rubber. This article contributes knowledge to crumb rubber producers in implementing sustainable production operational practices.
ANALISA PRODUKTIVITAS SISTEM PERAWATAN MESIN DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT.YMN Kartika, Hayu; Bakti, Candra Setia
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jitkom.2020.v3.i1.004

Abstract

Produktivitas adalah suatu hal penting untuk suatu perusahaan agar dapat bersaing di pasar global yang berjalan saat ini. Dalam hal ini PT. YMN. menggunakan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Januari 2015 sampai Desember 2015, dengan menggunakan perhitungan OEE didapatkan nilai rata-rata 63%, dan dengan Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 67%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan.
Analisis Perbaikan Proses Kerja untuk Mengurangi Manufacture Defect Rate (MDR) dengan Metode DMAIC Kartika, Hayu; Rafi, Syah Ali; Bakti, Chandra Setia
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jitkom.v7i2.005

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang memproduksi alat switchgear listrik dari skala Low Voltage hingga Medium Voltage. Dari hasil tinjauan lapangan perusahaan mempunyai masalah terhadap tingginya MDR (Manufacture Defect Rate) pada proses produksi switchgear Low Voltage dimana nilai DPMO diluar batas toleransi perusahaan yaitu dengan nilai DPMO maksimal 17.000. Dari data yang didapatkan penyebab dominan tingginya MDR terjadi pada proses busbar assembly dan defect terbesar terjadi disebabkan oleh busbar treatment. Terdapat 4 faktor penyebab terjadinya defect pada busbar treatment yaitu faktor Manusia, Material, Mesin dan lingkungan. Empat penyebab kegagalan dengan RPN terbesar memiliki skor nilai 147. Dalam tabel FMEA empat penyebab RPN terbesar tersebut adalah busbar korosi dari faktor lingkungan, tidak adanya pencegahan mingguan dari faktor mesin, ketebalan cat tidak sesuai dari faktor material dan drafter salah mengirim gambar dari faktor manusia. Perbaikan yang telah dilakukan adalah dengan membuat alur proses yang belum ada dan memperbaiki alur proses kerja yang sudah ada serta perbaikan SOP. Perbaikan proses kerja dan SOP ini harus dilaksanakan secara terus menerus sehingga menjadi budaya perusahaan, untuk itu perlu diawali dengan adanya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proses kerja dan SOP yang baru.
Penerapan GMP Sebagai Peningkatan Mutu Produk pada UKM Pengolahan Makanan Hayu Kartika; Meike Elsye Beatrix
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): November : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v1i4.712

Abstract

Good Manufacturing Practice (GMP) in the food industry is a requirement that must be met to produce products that are safe for consumers to consume, where such practices are implemented to prevent and reduce food contamination. Therefore, an understanding of GMP is needed to address the issues faced by SMEs, including the lack of assurance regarding food safety and quality. Issues regarding food safety and quality assurance are crucial for the food industry. Demands for food safety and quality continue to rise along with consumer demand. The purpose of this service is to provide understanding and implementation of GMP in the production department. The method used involves direct visits, discussions, guidance, and implementation of improvements related to GMP application in the production department. The results of the service obtained before this training from 11 participants were 8 SME participants who were unaware or had not heard of GMP. The results of questionnaire measurements regarding performance and expectations of 12 questions posed showed that some questions received higher performance scores compared to expectations, such as questions regarding the relevance of the service materials to community issues and the cohesion of the community service team. For the average results of each performance and expectation question, a performance score of 3.7 out of 4 was obtained for this service activity, and an expectation score of 3.8 out of 4 was obtained. This indicates that participants felt a high level of satisfaction with the performance and expectations of this GMP service activity.
Model Proses Produksi Tertutup pada Industri Karet Remah (Crumb rubber) SIR Kartika, Hayu; Wahyuni, Nuraida
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL.4 NO.1, MEI 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v4i1.24598

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi industri Crumb rubber SIR di Indonesia, komoditas ekspor utama yang juga merupakan sumber signifikan pencemaran lingkungan. Artikel ini diatarbelakangi perlunya mengatasi dampak lingkungan dari proses produksi Crumb rubber SIR, yang menghasilkan limbah cair dan padat serta memerlukan konsumsi energi tinggi. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek kritis dalam proses produksi yang berkontribusi terhadap masalah lingkungan dan efisiensi energi. Metode neraca massa digunakan untuk menganalisis kesetimbangan massa dan energi dalam proses produksi. Tulisan ini mengkaji secara detail setiap tahapan produksi, mengidentifikasi area di mana limbah dihasilkan, dan mengukur konsumsi energi pada setiap tahap. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik kritis dalam proses produksi yang bertanggung jawab atas produksi limbah dan konsumsi energi yang tinggi. Analisis ini membantu dalam menyarankan beberapa perbaikan proses dan pengelolaan limbah yang dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi energi. Kesimpulan dari studi ini menekankan perlunya perbaikan dalam metode produksi Crumb rubber SIR untuk mengurangi limbah dan konsumsi energi. Pada artikel ini memberikan kontribusi pengetahuan bagi produsen Crumb rubber dalam mengimplementasikan praktek yang lebih berkelanjutan dan efisien secara energi, yang tidak hanya akan menguntungkan lingkungan tetapi juga dapat meningkatkan keberlanjutan operasional industri.
Implementasi Metode Six sigma DMAIC untuk Mengurangi Defect Produk Vaksin Kering Beku di Perusahaan Vaksin Hewan Baihaqi, Abdul Hasyim; Kartika, Hayu
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 19, No 1 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i1.010

Abstract

Perusahaan Vaksin Hewan ialah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan hewan dan memproduksi vaksin hewan dalam rangka memenuhi permintaan para peternak yang ada di dalam dan luar negeri. Salah satu produk yang diproduksi perusahaan ini adalah vaksin kering beku. Dalam proses produksinya masih terdapat beberapa permasalahan kualitas yang terjadi seperti non vacuum, volume, basah, kristal dan lain-lain. Oleh sebab itu, dilakukanlah penelitian untuk menangani permasalahan kualitas tersebut menggunakan metode Six sigma DMAIC yang diharapkan dapat mengurangi defect pada produk vaksin kering beku tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa defect produk yang dominan terjadi adalah defect basah yang memiliki persentase dengan bobot 51%.Setelah itu, dilakukan analisis menggunakan fishbone diagram dan FMEA yang menunjukkan bahwa mode kegagalan dengan skor RPN tertinggi adalah pekerja yang kurang berkompeten.Oleh karena itu, perbaikan proses dilakukan dengan training terhadap karyawan di area produksi dengan rentang waktu 3 bulan sekali dan atau disesuaikandengan kepentingan serta kebutuhan perusahaan. Penerapan dari perbaikan kualitas ini menghasilkan penurunan nilai DPMO yang awalnya 317,38 menjadi 202,53 dan menaikkan nilai sigma yang awalnya 4,92 menjadi 5,04