Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Substitusi Sandblasting Pada Campuran Beton Mutu Tinggi Marthen, Roi; Tanijaya, Jonie; Febriani, Lisa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 2 (2022): PCEJ, Vol.4 No.2, June 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/dhthfd48

Abstract

Beton mutu tinggi adalah jenis beton yang telah diberi perlakuan khusus, jika tidak ditambahkan bahan khusus maka tidak selalu dapat diperoleh dengan bahan konvensional.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi substitusi sandblasting yang paling baik dalam menghasilkan beton yang bermutu tinggi. Metode yang digunakan dalam perancangan campuran adalah metode SNI, dengan mutu beton rancangan sebesar 42 MPa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari didapatkan nilai tertinggi pada variasi sandblasting 10% yaitu 49,163 MPa, kuat tarik belah beton variasi sandblasting 10% yaitu 4,789. MPa, kuat lentur beton variasi sandblasting 10% sebesar 6,399 MPa dan modulus elastisitas beton variasi sandblasting 10% sebesar 22531,964 MPa. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan sandblasting sebagai pengganti agregat halus menunjukkan adanya peningkatan nilai variasi sandblasting 10% untuk uji kuat tekan, uji kuat tarik belah, kuat lentur dan uji modulus elastisitas beton. 
Perencanaan Struktur Cantilever Bentang Panjang Menggunakan Rangka Pratt Truss Benyamin, Putu Axel; Tanijaya, Jonie; Kusuma, Benny
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 1 (2022): PCEJ, Vol.4, No.1, March 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/y7ppnf80

Abstract

Dalam merencanakan suatu struktur cantilever rangka batang, dengan bentang panjang yang telah ditentukan, tentu akan dicari suatu model struktur rangka dengan profil yang mampu menahan beban yang diberikan. Hal ini dapat dilakukan dengan merencanakan model struktur rangka batang dengan model pratt truss. Tujuan utama tugas akhir ini adalah menghasilkan suatu desain struktur cantileverrangka batang dengan model pratt truss bentang panjang yang akan menjadi bagian dari suatu bangunan yang unik.Struktur cantilever rangka batang pratt truss bentang panjang tersebut dianalisa menggunakan program MDSolids v.4.1.0 untuk menghitung gaya-gaya dalam yang bekerja pada tiap komponen struktur rangka yang didesain, sedangkan program STAAD Pro Connect v.22 digunakan untuk menganalisa deformasi profil struktur cantilever hasil desain. Perencanaan struktur cantileverrangka batang ini dihitung dengan mengacu pada SNI 1727:2020 tentang beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung maupun struktur lain, dan SNI 1729:2020 tentang spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Hasil perencanaan yang diperoleh adalah dimensi profil batang balok yang dibutuhkan. Struktur rangka batang pratt truss cocok digunakan sebagai struktur bentang panjang cantilever. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan program komputer dimana model pratt truss memiliki deformasi/lendutan struktur yang terjadi tidak melebihi batas yang signifikan, dan hasil desain profil – profil yang digunakan aman dalam menerima beban, walaupun hasil analisis perhitungan terdapat elemen batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tekan yaitu batang t1 dan b2. Sedangkan batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tarik adalah batang d1 dan a1.
Penggunaan Geotextile Sebagai Perkuatan Pada Silinder Beton Mutu Normal Salinding, Febrialdo Pratama; Tanijaya, Jonie; Kusuma, Benny
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ngkkq817

Abstract

Karena adanya transformasi beban suatu susunan pada infrastruktur bangunan dapat menerima beban diluar rencana awal, untuk itu perlu dilakukan perkuatan struktur agar struktur bangunan tetap aman. Dalam penelitian ini penggunaan serat woven & non woven pada beton baru diharapkan bisa menambah kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas terhadap beton konvensional. Mix design penelitian ini menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Sampel uji berjumlah 36 kemudian dibagi menjadi 3 variasi. Hasil penelitian ini telah menunjukkan penambahan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Kuat tekan untuk woven meningkat 29,485% % dan non woven meningkat 7,296% %, kuat tarik belah untuk woven meningkat 24,633% dan non woven meningkat 5,285%., modulus elastisitas untuk woven meningkat 20,924% dan non woven meningkat 9,356% . Untuk perbandingan kedua material, woven lebih kuat daripada non woven
Analisis Pengaruh Penempatan Balok Anak pada Perencanaan Pelat Lantai Gedung Toko Satu Sama Agung, Karel; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/q5brt273

Abstract

Salah satu model perencanaan struktur yang dapat dipakai untuk mengefisienkan struktur gedung ialah dengan menambahkan balok anak. Berdasarkan asumsi tersebut maka tulisan ini dibuat untuk menganalisis pengaruh penempatan balok anak pada struktur lantai gedung untuk mengetahui besarnya efisiensi yang terjadi terhadap tebal pelat dan material beton bertulang yang digunakan. Pada kasus perencanaan gedung Toko Satu Sama di Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Makassar denah lantai diberi satu balok anak pada arah-x dan menghasilkan tebal pelat 150 mm. Denah lantai tersebut direncanakan ulang dengan membuat denah lantai tanpa balok anak, denah lantai dengan balok anak arah-y dan denah lantai dengan balok anak arah-x dan y. Momen lentur yang terjadi pada pelat lantai dihitung menggunakan metode PBI 1971, namun dengan tetap mempertimbangkan ketentuan terbaru dalam SNI 2847, 2019. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa denah lantai dengan pola penempatan balok anak arah-x dan y (h = 120 mm) dapat mengefisienkan pelat sebesar 20 % dari tebal pelat dengan pola penempatan balok anak arah-x. Sejalan dengan itu kebutuhan beton pun dapat diefisienkan sebesar 15,359 % (12,284 m3). Sekalipun memiliki kebutuhan tulangan yang lebih banyak, pola penempatan balok anak arah-x dan y merupakan pola yang paling efisien.
Perilaku Lentur Balok Beton dengan Lapisan Geotextile pada Daerah Tarik dan Tekan Mangngi, Progustin; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/z657h008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas antara beton yang menggunakan geotextile dengan beton yang tidak menggunakan geotextile. Geotextile merupakan material yang mempunyai nilai kuat tarik yang besar dan dapat digunakan untuk perkuatan tanah.. Benda uji dibuat dengan metode ACI yang berbentuk silinder (150 x 300 mm) sebanyak 9 benda uji serta balok (600x150x150 mm) sebanyak 9 benda uji yang akan ditambahkan geotextile woven dan non woven. Hasil penelitian kuat tekan sebesar 20,655 MPa, 30,652 MPa, dan 32,538 MPa. Untuk nilai kuat lentur tanpa geotextile sebesar 3,526 MPa, balok beton dengan geotextile woven sebesar 4,635 MPa, dan balok beton yang menggunakan geotextile non woven sebesar 4,282 MPa. Jadi dapat diketahui bahwa balok beton yang menggunakan geotextile woven memiliki nilai kuat lentur lebih besar dari pada balok beton tanpa geotextile dan balok beton yang menggunakan geotextile non woven. 
Pengaruh Serbuk Cangkang Keong Sawah Sebagai Pengganti Sebagian Semen Pada Beton Normal Pakanan, Reiner Putra; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/jaha7980

Abstract

Seiring meningkatnya laju pembangunan, banyak cara dan penelitian yang dilakukan dan dikembangkan yang bertujuan meningkatkan kekuatan beton yakni salah satunya dengan memanfaatkan limbah cangkang keong sawah sebagai pengganti sebagian semen. Keong dianggap sebagai hama bagi para petani. Limbah cangkang keong juga dapat merusak lingkungan serta menimbulkan bau busuk ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai alternatif material dalam campuran beton. Persentase penggunaan substitusi cangkang keong sawah bervariasi yakni 0%, 10%, dan 15%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah, uji kuat lentur, serta modulus elastisitas beton dengan mutu beton rencana 25 MPa. Benda uji yang digunakan berupa silinder berukuran 15 cm dan tinggi 30 cm serta balok berukuran 60 cm × 15 cm × 15 cm dengan variasi umur 7 hari, 21 hari, dan 28 hari. Diperoleh hasil nilai tertinggi pada variasi cangkang keong 10% dengan masing-masing 27,540 MPa, 2,735 MPa, 4,131 MPa. sehingga variasi cangkang keong 10% yang digunakan dalam penelitian ini masih aman untuk digunakan sebagai bahan substitusi semen pada campuran beton normal. 
Perbandingan Beton Dengan Menggunakan Portland Composite Cement Dan Ordinary Portland Cemen Krisianto, Vinansius Ponco; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/mya33220

Abstract

Semen adalah material dasar untuk pembuatan beton yang dapat digunakan sebagai zat yang bersifat pengikat hidraulis. Beraneka ragam jenis semen diantaranya semen OPC dan PCC Permasalahanya yang dihadapi sekarang belum ada data teknik yang dapat sebagai acuan dalam menentukan proporsi campuran Contoh semen di peroleh dari pabrik yang sama yaitu PT. Semen Tonasa, Sulawesi Selatan dengan jumlah masing- masing semen 78,96 kg setiap jenis semen. Hasil pengujian yang didapatkan bahwa semen OPC 31,690 Mpa dan semen PCC 27,917 Mpa, Kuat tarik belah untuk semen OPC 2,829 Mpa dan semen PCC 2,405 Mpa, untuk pengujian lentur semen OPC 3,726 Mpa dan semen PCC 3,223 Mpa dan untuk pengujian modulus elastisitas semen OPC 19371,316 Mpa dan semen PCC 17579,182 Mpa. Hasil pengujian tersebut telah memenuhi standar untuk Benton struktural dengan faktor air semen yang sama.
Perilaku Lentur Balok Beton Menggunakan Geotextile pada Daerah Tarik Ponny, Sri; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/8y6xqf60

Abstract

Geotextile terbuat geosintetik yang bersifat permeable. Geotextile dibentuk dari serat-serat sintetik yang berbasis polimer yang memiliki sifat mekanik yang tinggi pada kuat tarik (tensile strength), kuat sobek (trapezoidal tearing strenght) serta ketahanan jebol (puncture resistance). Oleh karena itu peneliti ingin meningkatkan kegunaan Geotextile sebagai bahan tambah pada daerah tarik balok beton. Benda Uji yang digunakan berupa balok 150mm×150mm×600mm berjumlah 9 buah. Hasil penelitian ini adalah penambahan Geotextile woven dan Geotextile non-woven pada balok beton yaitu mengalami peningkatan, untuk Geotextile woven sebesar 21,593% dari balok tanpa menggunakan Geotextile dan Geotextile non-woven sebesar 17,058% dari balok tanpa menggunakan Geotextile . Jadi penggunaan Geotextile pada balok beton dapat meningkatkan mutu, karena nilai kuat lentur pada balok yang menggunakan Geotextile lebih besar dibandingkan balok tanpa menggunakan Geotextile 
Analisis Kekuatan Kolom Beton Bertulang Berdasarkan Diagram Interaksi Kolom Kurniawan Manguki’, Indra Dody; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4khz6z51

Abstract

Diagram interaksi kolom merupakan suatu grafik daerah batas yang menunjukkan ragam kombinasi beban aksiaI dan momen yang dapat ditahan oleh koIom secara aman. Manfaat dari diagram interaksi koIom memberikan gambaran dari kekuatan koIom yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolom bujur sangkar dan lingkaran dengan menggunakan diagram interaksi kolom kemudian membandingkan kekuatan kolom dalam menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur dengan luasan yang sama. Dalam penelitian ini, kolom bujur sangkar dan lingkaran memiliki jumlah tulangan, diameter tulangan, mutu baja, mutu beton, serta luas penampang yang sama. Kolom ditinjau berdasarkan lima kondisi, yaitu kondisi beban aksial murni, momen lentur murni, dan tiga kondisi keruntuhan. Berdasarkan lima kondisi yang terjadi, diagram interaksi kolom dibuat dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan luasan yang sama, kolom bujur sangkar lebih kuat dalam menahan momen lentur (Mu) dari kolom lingkaran sebesar 0,015 – 0,61 %, sedangkan kolom lingkaran lebih kuat dalam menahan gaya aksial (Pu) dari kolom bujur sangkar sebesar 1,9 –4,4 %.
Karakteristik Beton Normal Substitusi Agregat Halus Bottom Ash Pada Perendaman Asam Sulfat Iksal Lagalung; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 1 (2021): PCEJ, Vol.3, No.1, March 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/nqep8q45

Abstract

Bottom ash (abu dasar) adalah sisa pembakaran batu bara di Indonesia di kategorikan sebagai limbah (B3). Kandungan logam berat dalam limbah B3 menyebabkan pencemaran lingkungan. Bottom ash melimpah dan kurang dimanfaakan. Oleh karena itu berbagai inovasi dilakukan peneliti agar penggunaan kontruksi beton layak digunakan terhadap pengaruh hujan asam serta pengelolaan bottom ash sebagai material konstruksi beton. Pada penelitian ini persentase substitusibottom ash agregat halus sebanyak 0%, 25%, 35% dapat digunakan untuk campuran beton dengan perendaman asam sulfat pH-4. Dengan benda uji yang digunakan berukuran 15 cm x 30 cm dan 60 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 45 sampel, menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Pengujian tersebut berupa pengujian kuat tekan. kuat tarik belahdan kuat lentur beton dengan mutu rencana sebesar 30 MPa. Pada umur 28 hari didapatkan nilai kuat tekan sebesar 32,727 Mpa, 33,859 Mpa, 36,782 Mpa. Beton dengan substitusi bottom ash sebagai agregat halus dengan variasi 0%, 25% dan 35% mengalami peningkatan kekuatan seiring bertambahnya persentase substitusi bottom ash dimana semakin tinggi persentase substitusi bottom ash maka kekuatan beton semakin tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa persentase substitusi bottom ash berbanding lurus dengan kekuatan beton.