Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Kalsium Karbonat (CaCO3) Sebagai Bahan Substitusi Semen pada Beton Mutu Tinggi Nobertus Rombe Seru; Tanijaya, Jonie; Febriani, Lisa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 1 (2021): PCEJ, Vol.3, No.1, March 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/0t77pn94

Abstract

Bahan penyusun utama dari pembuatan semen adaIah calsium carbonat. Pada pencampuran beton bahan yang dapat digantikan sebagai bahan yang dapat dipakai sebagai pengganti sebagian semen adaIah kaIsium karbonat. Maksud tujuan dari peneIitian ini ialah mengetahui kuat tekan, kuat tarik beIah, dan kuat Ientur beton yang menggunakan kaIsium karbonat sebagai bahan pengganti sebagian semen pada beton mutu tinggi. Metodologi peneIitian dimulai dari pemeriksaan karakteristik agregat, kaIsium karbonat, serta mix design (SNI 03-2834-200), pembuatan benda uji siIinder dan baIok. HasiI peneIitian yang telah diIakukan menunjukkan bahwa pengaruh kekuatan beton pada umur 28 hari yang menggunakan kaIsium karbonat sebagai substitusi semen pada peneIitian menunjukan bahwa persentase penurunan kuat tekan beton sebesar 1,70 %, kuat tarik beIah sebesar 2,76 %, dan kuat Ientur sebesar 17,95 %. Komposisi campuran beton dengan menggunakan kaIsium karbonat sebagai substitusi semen menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase variasi kaIsium karbonat akan mengurangi niIai mutu beton.
Pemanfaatan Rice Husk Ash Dan Bottom AshSebagai Bahan Campuran Pada Beton Yusrianto; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/kggh8c43

Abstract

Penelitian ini menggunakan material dari limbah Rice Husk Ash (RHA) sebagai bahan susbtitusi semen dan Bottom Ash (BA) sebagai substitusi agregat halus pada campuran beton. Metodologi dalam penelitian ini melakukan pengujian karakteristik material dan pengujian sifat mekanik beton menggunakan variasi RHA 0%,10%,15% serta variasi BA 30% dengan kuat tekan rencana 25 MPa metode ACI 211.2-98 pada umur pengujian 7, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menggunakan bahan substitusi RHA dan BA pada umur 28 hari diperoleh nilai kuat tekan rata-rata berturut-turut yaitu 26,125 MPa, 25,559 MPa, dan 25,276 MPa. Kuat tarik belah rata-rata berturut-turut diperoleh 2,451 MPa, 2,145 MPa, dan 1.909 MPa. Kuat lentur rata-rata berturut-turut adalah 3,878 MPa, 2,921 MPa, dan 2,871 MPa. Modulus elastisitas ratarata berturut-turut 17939,480 MPa, 11532,278 MPa, 9227,208 MPa. Penggunaan RHA dan BA sebagai bahan substitusi dapat mempengaruhi sifat mekanik beton berdasarkan besarnya variasi, semakin besar variasi yang digunakan sifat mekanik beton semakin menurun. 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Dengan Perendaman NaCl Terhadap Sifat Mekanik Beton Stefanny; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/rd6j3135

Abstract

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 bottom ash dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Oleh karena, itu penulis memanfaatkan limbah bottom ash sebagai substitusi alternatif material campuran beton untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Sebagian besar permukaan bumi merupakan wilayah laut, unsur garam yang paling dominan terkandung dalam air laut adalah NaCl yang diketahui bersifat agresif terhadap beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase bottom ash pada campuran beton. Persentase penggunaan subtitusi bottom ash sebagai semen sebesar 5%, 10% dan 15%. Dalam pembuatan benda uji dengan ukuran 15 cm x 30 cm dan 60 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 45 sampel, menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Pengujian yang akan dilakukan yaitu pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas beton dengan kuat tekan rencana sebesar 23 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan 28 hariberturut-turut sebesar 26,031 MPa, 25,182 MPa, dan 23,201 MPa. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa campuran beton dengan subtitusi bottom ash ini mengakibatkan beton mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase subtitusi bottom ash
Pengaruh Fly Ash Dan Bottom Ash Sebagai Bahan Substitusi Pada Beton Marlyana Antika Pagau; Tanijaya, Jonie; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/1vba5c16

Abstract

Pada umumnya limbah pabrik tidak dapat dibuang langsung karena dapat mencemari lingkungan. Di kota Makassar, Sulawesi Selatan tepatnya di PT. Makassar Tene menggunakan batu bara sebagai bahan bakar pabrik, dimana sisa pembakaran batu bara tersebut menghasilkan limbah fly ash dan bottom ash yang memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur beton serta untuk mengetahui pengaruh persentase substitusi fly ash dan bottom ash pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode American Concrete Institute (ACI) dengan mutu rencana sebesar 23 MPa. Dari hasil penelitian dengan substitusi fly ash sebagai semen sebesar 15% dan substitusi bottom ash sebagai agregat halus dengan persentase 0%, 5%, 10% dan 15%, diperoleh nilai kuat tekan beton umur 28 hari sebesar 26,031 MPa, 25,088 MPa, 24,239 MPa dan 23,107 MPa, nilai kuat tarik belah beton sebesar 2,146 MPa, 2,075 MPa, 2,028 MPa dan 1,981 MPa serta nilai kuat lentur beton sebesar 3,274 MPa, 3,173 MPa, 3,022 MPa dan 2,921 MPa. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa campuran beton dengan substitusi fly ash dan bottom ash ini mengakibatkan beton mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase substitusi bottom ash
Pengaruh Penambahan Serbuk Pecahan Karang Sebagai Subtitusi Agregat Halus Dalam Pembuatan Paving block Michael Fernando Poli; Tanijaya, Jonie; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4x384507

Abstract

Salah satu alternatif bahan atau material konstruksi jalan yang digunakan adalah paving block. Inovasi terhadap material pembuatan paving block salah satunya yaitu dengan pengaruh serbuk pecahan karang. Karang memiliki sifat ilmiah yaitu (CaCO3) atau mengandung zat kapur yg tinggi. Tujuan penelitian ini "Mengetahui karakteristik paving block yang menggunakan serbuk pecahan karang sebagai subtitusi agregat halus ditinjau dari kuat tekan, penyerapan air, dan berat jenisnya". Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 36 buah berupa kubus dengan ukuran 20 x 10 x 8 cm sesuai dengan Standart Industri Indonesia. Benda uji berupa paving block yang menggunakan subtitusi serbuk pecahan karang 0%, 20% 25%, 30%. Dari hasil uji kuat tekan yaitu variasi 0% pada pengujian 28 hari diperoleh sebesar 20,083 Mpa, variasi 20% diperoleh 22,167 MPa, variasi 25% diperoleh 23,250 MPa, dan variasi 30% 24,000 MPa dari kuat tekan rencana sebesar 20 MPa. Presentase penyerapan Paving block 0% yaitu 2,723%, variasi 20% sebesar 3,211%, variasi 25% sebesar 3,289%,dan variasi 30% sebesar 3,538%. Pengujian berat jenis Paving block 0% yaitu2185,417 Kg/m lebih kecil dari berat jenis Paving block variasi Pecahan Karang 20%, 25%, dan 30% dengan 2227,083 Kg/m. Maka hasil dari penelitian serbuk pecahan karang sebagai subtitusi agregat halus ini dapat menaikan kuat tekan, berat jenis serta nilai penyerapan air paving block sehingga serbuk pecahan karang layak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block
Pemodelan Kebutuhan Parkir Kampus Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar Paranoan, Kurniawan; Tanijaya, Jonie; Radjawane, Louise Elizabeth
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/t5qbmc93

Abstract

Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar memiliki lahan parkir yang kurang tertata dengan rapi dan  marka parkir yang tidak terlihat dibeberapa parkiran kampus hal ini menyebabkan sering terjadinya penumpukan kendaraan dibeberapa lokasi tertentu serta parkir dibadan jalan yang dapat menggangu aktivitas kampus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada parkir di kampus Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode analisis pada pengkajian ini beralaskan Pedoman desain dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan 1998.Tujuan penelitian ini mengetahui jumlah kapasitas parkir, merencanakan  pola lahan parkir, untuk mengetahui cara penyusunan areal parkir di Universitas Kristen Indonesia Paulus. Besarnya kapasitas parkir didapatkan dari hasil perhitungan, untuk parkir sepeda motor 578 kendaraan dan untuk mobil 102 kendaraan. Format parkir optimal yang akan diginakan dikrtahui dengan menggunakan pola 90°. Didapatkan persamaan dengan metode regresi linear berganda, untuk sepeda motor . Untuk mobil
Pengaruh Pecahan Batu Marmer dan Fly Ash Sebagai Bahan Substitusi Pada Campuran Beton Gabriel Maholi Nahampun; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/sh0ntm95

Abstract

Beton yaitu material utama pada pembuatan suatu konstruksi. Untuk menciptakan produksi beton yang lebih ramah lingkungan adalah dengan penggunaan material alternatif, yaitu dengan memanfaatkan limbah pecahan marmer menjadi material substitusi agregat kasar pada pembuatan beton. Selain itu, material yang mempunyai karakteristik pozzolan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan semen dalam produksi beton salah satunya yaitu fly ash. Penelitian berjalan selama kurang lebih 3 bulan serta diadakan pada Laboratorium Beton, Prodi Teknik Sipil, UKI Paulus. Studi ini merupakan pengujian eksperimental meliputi pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus, kekuatan tekanan, kekuatan tarik belah serta kekuatan lentur. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, pengaruh fly ash serta pecahan marmer menjadi material substitusi dalam pembuatan beton kepada nilai kekuatan tekan, tarik belah serta lentur beton diperoleh hasil maksimum Fly ash pada varian 10% yaitu 25,643 dengan persentase kenaikan 1,49%, pada varian 12,5% yaitu 25,549 dengan persentase kenaikan 1,12% dan mengalami penurunan kuat pada varian fly ash 15% yaitu 24,512 dengan persentase penurunan 2,98%. Jadi, makin tinggi persentase substitusi Abu terbang maka kuat beton juga menurun.
Pemanfaatan Limbah Porselen Sebagai Agregat Kasar Dalam Campuran Beton Desianto Pabebang; Tanijaya, Jonie; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/578eag68

Abstract

Limbah porselen merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses produksi porselen. Limbah Porselen ialah bahan furniture yang tidak bisa lagi di daur ulang, oleh karena itu porselen yang sudah tidak dapat digunakan atau cacat dalam proses pembuatan dan pemasaran menjadikan porselen tidak dapat digunakan lagi dan harus dibuang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah porselen sebagai substitusi aggregat kasar terhadap sifat mekanis beton pada substitusi agregat kasar dengan limbah porselen 2%, 4%, dan 6% dalam campuran beton. Dengan mengganti agregat kasar menjadi limbah porselen sebanyak 2% menghasilkan kuat tekan 20,760 MPa, 4% menghasilkan kuat tekan 19,439 MPa, dan 6% menghasilkan kuat tekan 18,684 MPa di umur 28 hari. Yang mana dengan campuran limbah porselen membuat kuat tekannya menurun dari beton normal yang kuat tekan 25,266 kg/cm2 di umur 28 hari. Untuk kuat tarik belah pada umur 28 hari didapatkan nilai rata-rata kuat tarik belah beton (ft) pada variasi subsitusi limbah porselen sebanyak 2%, 4%, dan 6% adalah 2,734 MPa, 2,498 MPa dan 2,310 MPa. Untuk hasil pengujian kuat lentur beton di dapatkan nilai kuat lentur beton rata-rata pada variasi subsitusi limbah porselen sebanyak 2%, 4%, dan 6% adalah 3,487 MPa, 3,312 MPa, dan 3,080 MPa. Sementar untuk hasil pengujian modulus elastisitas beton (E) didapatkan nilai rata-rata dengan variasi subsitusi limbah porselen dengan variasi sebanyak 2%, 4%, 6% adalah 20509,544 Mpa, 20393,35  Mpa, dan 20296,172 Mpa
Analisis Bentuk Kolom Dengan Luas yang Sama Sriutami Saputri Agi; Tanijaya, Jonie; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ybq1a588

Abstract

Pada suatu konstruksi bangunan gedung, kolom berfungsi sebagai pendukung beban-beban dari balok dan pelat, untuk diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi. Pada umumnya kolom mengalami pembebanan eksentrisitas yang mengakibatkan terjadinya penambahan momen, sehingga menimbulkan tegangan, oleh karna itu penampang kolom akan mengalami kondisi daerah tekan dan tarik. Analisa perbandingan ketiga kolom yakni kolom bujur sangkar, persegi panjang dan lingkaran dilakukan berdasarkan perhitungan  dengan lima kondisi pembebanan kolom yaitu (1) kondisi keruntuhan tekan, (2) kondisi keruntuhan seimbang (balance), (3) kondisi keruntuhan tarik. Kolom pada batang I dan J dengan SAP2000 bahwa kolom yang menghasilkan gaya aksial yang paling maksimum adalah kolom persegi panjang yang menghasilkan 1210,580 KN. Gaya geser yang paling maksimum adalah kolom bujur sangkar yang menghasilkan 120,867 KN. Dan gaya momen yang paling maksimum adalah kolom lingkaran yang menghasilkan  433,985 KN. Untuk penulangan pada batang I dan J dibuat sama, kolom bujur sangkar memiliki kebutuhan tulangan sebesar 4225 mm2, kolom persegi panjang memiliki kebutuhan tulangan 4500 mm2, dan kolom lingkaran memiliki kebutuhan tulangan 4227 mm2 dengan menggunakan 8D29. Simpangan lantai arah x yang paling besar adalah kolom lingkaran dan simpangan lantai arah y yang paling besar adalah kolom persegi panjang.
Analisis Perbandingan Pelat Dengan Balok Dan Pelat Tanpa Balok Payung, Keren Tangke; Tanijaya, Jonie; Sanggaria, Olan Jujun; Wong, Irwan Lie Keng
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap gedung memiliki elemen struktur yang disebut sebagai pelat dengan fungsi sebagai lantai atau atap. Pelat membentuk satu kesatuan struktur dengan elemen struktur lainnya seperti balok dan kolom, yang kemudian disebut sebagai sistem pelat. Pelat dengan balok (konvensional) merupakan pelat dengan balok yang sering dijumpai pada bangunan pada umumnya, yaitu pelat yang ditumpu oleh balok sebelum kemudian beban dari pelat tersebut ditransfer ke kolom atau pondasi. Sedangkan pelat tanpa balok (flat plate) merupakan jenis pelat dua arah tanpa balok yang langsung menumpu pada kolom. Pelat tanpa balok dapat mengurangi ketinggian struktur dan waktu pengerjaan konstruksi. Namun, pelat tanpa balok membutuhkan pelat yang lebih tebal dari biasanya untuk mengatasi lendutan. Dalam tugas akhir ini, suatu struktur beton bertulang sekolah 3 lantai akan ditinjau pada lantai 2 dengan bentang 5000 mm x 6000 mm. Dan akan dibandingkan tebal pelat, tulangan pelat, dan juga lendutan pada pelat. Analisis dan desain menggunakan metode Direct Design Method dengan memperhitungkan akibat beban gravitasi (beban mati dan beban hidup). Dari hasil analisis, lendutan pada pelat tanpa balok lebih besar dibandingkan pelat dengan balok, dimana semakin tebal pelatnya maka nilai lendutan pelat akan semakin kecil dan jarak tulangan akan semakin rapat. Abstract Each building has structural elements known as slabs that function as floors or roofs. Slabs form a single structural unit with other structural elements such as beams and columns, which are then referred to as slab systems. Plates with beams (conventional) are plates with beams that are often found in buildings in general, namely plates that are supported by beams before then the load from the plates is transferred to the columns or foundations. While the plate without beams (flat plate) is a type of two-way plate without beams which directly supports the column. Slabs without beams can reduce the height of the structure and construction time. However, slabs without beams require thicker slabs than usual to overcome deflections. In this final project, a 3-storey school reinforced concrete structure will be examined on the 2nd floor with a span of 5000 mm x 6000 mm. And will be compared plate thickness, plate reinforcement, and also the deflection on the plate. Analysis and design using the Direct Design Method by taking into account the effects of gravity loads (dead loads and live loads). From the results of the analysis, the deflection on the slab without beams is greater than the slab with beams, where the thicker the slab, the smaller the deflection value of the plates and the spacing of the reinforcement bars will be denser