Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI SPINNER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK MAKANAN IMMAWATI CATERING Kosjoko, Kosjoko; Kuryanto, Totok Dwi; Putra, Dhian Wahana; Mufarida, Nely Ana; Gunasti, Amri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2447

Abstract

Saat ini, masyarakat membutuhkan tidak hanya gizi tetapi juga makanan yang sehat. Gorengan mengandung lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh, tetapi dapat dikurangi menggunakan mesin spinner. Immawati Catering di Jember masih kekurangan pengetahuan dan peralatan untuk mengolah makanan secara sehat. Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas peralatan memasak dan memberikan pelatihan penggunaan spinner guna meniriskan minyak goreng. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar pengurus Immawati Catering memiliki keterampilan dalam mengolah masakan menggunakan spinner untuk meniriskan minyak goreng sehingga tersaji makanan yang sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan pengabdian. Kelima tahapan pengabdian itu diantaranya pertama, Sosialisasi penerapan teknologi spinner. Kedua, Pelatihan penirisan makanan menggunakan teknologi spinner. Ketiga, penerapan teknologi spinner. Keempat, pendampingan dan evaluasi penerapan teknologi spinner. Kelima Keberlanjutan Program terdiri dari pembentukan Tim khusus pemanfaatan teknologi spinner. Kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan kemampuan pengurus Immawati Catering dalam menggunakan teknologi spinner untuk meniriskan minyak. Sebelum pelatihan, kemampuan rata-rata peserta sebesar 50,72 yang tergolong dalam kategori kurang. Setelah pelatihan dan simulasi, kemampuan mereka meningkat menjadi 85,72 atau masuk dalam kategori sangat baik. Pelatihan ini membantu pengurus memahami cara mengoperasikan spinner secara efektif, mulai dari melepas dan memasang keranjang, menekan tombol mesin, hingga memastikan minyak sudah terpisah dari makanan, sehingga kualitas makanan menjadi lebih sehat. Sebelum diadakan kegiatan, kemampuan pengurus  Immawati Catering berada dalam kategori kurang. Setelah diadakan kegiatan pengabdian kemampuan pengurus  Immawati Catering ini meningkat pada kategori sangat baik.
PEMANFAATAN APLIKASI WINSTEP UNTUK MEMETAKAN KESESUAIAN MATERI PENGKADERAN DENGAN KEBUTUHAN PESERTA PADA BAITUL ARQAM DASAR Herlambang, Toni; Kuryanto, Totok Dwi; Putra, Dhian Wahana; Muhtar, Muhtar; Gunasti, Amri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2450

Abstract

Vitalnya peranan aplikasi winstep, terutama untuk menyesuaikan materi pengkaderan dengan kebutuhan peserta, maka Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Jember menganggap sangat urgen untuk mendelivery teknologi ini kepada Tim Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbersari Kabupaten Jember. Oleh karenanya telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) yang menghasilkan kesepakatan agar Tim Pengabdian segera melakukan transfer knowledge dan teknologi kepada Tim MPK-SDI Sumbersari. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar Tim MPK-SDI Sumbersari Kabupaten Jember memiliki kemampuan memanfaatkan aplikasi winstep untuk menyesuaikan materi pengkaderan dengan kebutuhan peserta. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan pengabdian. Kelima tahapan pengabdian itu diantaranya pertama, Sosialisasi penerapan pemanfaatan aplikasi winstep. Kedua, Pelatihan pemanfaatan aplikasi winstep. Ketiga, penerapan pemanfaatan aplikasi winstep. Keempat, pendampingan dan evaluasi penerapan pemanfaatan aplikasi winstep. Kelima Keberlanjutan Program terdiri dari pembentukan Tim khusus pemanfaatan aplikasi winstep. Hasil evaluasi terkait pemahaman peserta mengenai materi yang diberikan pada program pengabdian ini menunjukkan ada peningkatan kemampuan yang sangat besar. Sebelum program pengabdian dilaksanakan nilai rata-rata peserta pengabdian sebesar 15. Sedangkan setelah dilaksanakan program pengabdian meningkat menjadi rata-rata sebesar 80. Hasil evaluasi Kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini telah mampu meningkatkan kemampuan peserta yakni tim Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) Sumbersari Kabupaten Jember dengan rata-rata peningkatan sebesar 65. Sebelum pelatihan peserta memiliki kemampuan dengan kategori tidak terampil dan berubah menjadi terampil membuat Pemanfaatan Aplikasi Winstep. Oleh karena itu, pemanfaatan Aplikasi Winstep harus diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan Baitul Arqam oleh tim MPK-SDI Sumbersari, Kabupaten Jember, agar semakin mahir.
Kajian Drainase Kawasan Dengan Aplikasi SWMM 5.2 (Studi Kasus Perumahan Taman Anggrek) Rifta, Azzah Iftina; Rizal, Nanang Saiful; Kuryanto, Totok Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.17512

Abstract

Saluran drainase merupakan salah satu fasilitas kota yang mutlak diperlukan agar tercapai suatu tatanan kota yang terpadu untuk mendapatkan suatu system drainase kota yang diharapkan. Pada perumahan Taman Anggrek terdapat pat penambahan cluster, akan tetapi drainase masih dalam tahap pengerjaan. Namun perlu diketahui lagi nilai debit limpasan dan limbah yang terjadi pada tiap saluran drainase. Dikarenakan untuk kedepannya pembangunan terus dilanjutkan dan juga bisa dikembangkan, sehingga akan memengaruhi infiltrasi dan koefisien aliran permukaan. Untuk mengetahui parameter yang cukup baik pada Perumahan Taman Anggrek dilakukan simulasi menggunakan Strom Water Management Model (SWMM) yang dikembangkan oleh Enviromental Protection Agency (EPA) dapat digunakan pemodelan hidrologi serta hidrolika air hujan, serta pengelolaan air limbah, untuk perhitungan menggunakan perbandingan manual excel dengan Software epa swmm 5.2. Melalui hasil perbandingan metode manual excel dengan Software EPA SWMM 5.2 terdapat perbedaan debit rencana manual excel pada saluran 1 sebesar 0,439, saluran 2 sebesar 0,306, saluran 3 sebesar 0,373, saluran 4 sebesar 0,270. Debit rencana Software EPA SWMM 5.2 pada saluran 1 sebesar 0,492, saluran 2 sebesar 0,406, saluran 3 sebesar 0,457, saluran 4 sebesar 0,336. Sehingga untuk penerapak di lapangan menggunakan debit yang paling besar. Kata Kunci: Drainase, Debit, Metode Rasional, EPA SWMM 5.2.
STABILITAS ABUTMENT JEMBATAN PADA LAPISAN TANAH KARANG JEMBATAN DIAN DARAT – TETOAT, KECAMATAN HOAT SORBAY, MALUKU TENGGARA Ahmad Iqbal Hilmi; Totok Dwi Kuryanto; Arief Alihudien
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/akhsqc66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas abutmen jembatan dengan lapisan tanah karang sebagai pondasi utama pada Jembatan Dian Darat–Tetoat, Kecamatan Hoat Sorbay, Maluku Tenggara. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak GEO5, dengan mengkaji tiga parameter utama stabilitas, yaitu geser, guling, dan daya dukung tanah, berdasarkan data sekunder dari hasil SPT (Standard Penetration Test) oleh PT. Meridian Adhireka. Data SPT menunjukkan nilai rata-rata N sebesar 72–74 dengan sudut geser dalam (ϕ) 45° dan berat isi tanah 22,5–23,01 kN/m³, yang menunjukkan bahwa tanah karang tergolong sangat padat. Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa faktor keamanan (Safety Factor/SF) terhadap geser pada arah x seluruh kombinasi pembebanan bernilai berkisar antara 4,6 – 18,8, lalu untuk arah y 16,4 – 51, dengan SF ijin >1,5 yang berarti kondisi aman. Faktor keamanan terhadap guling pada arah x berada pada rentang 2,4 – 6,1, lalu untuk arah y 5,7 – 21,1 dengan SF ijin >2. Untuk terhadap daya dukung tanah pada arah x berada pada kisaran 5,1 – 45,57, lalu untuk arah y 5,01 – 62,31 dengan SF ijin >3. Dan untuk terhadap overall, disini menggunakan GEO5 untuk kontrol overall, yaitu di dapatkan pada kisaran 2,87 – 3,14. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur abutmen jembatan pada lapisan tanah karang dalam kondisi stabil dan aman untuk menopang beban vertikal maupun horizontal.
STABILITAS ABUTMENT JEMBATAN DENGAN PONDASI SUMURAN PADA LAPISAN TANAH KARANG JEMBATAN DIAN DARAT – TETOAT, KECAMATAN HOAT SORBAY, MALUKU TENGGARA Dwi Rizki, Putra; Totok Dwi Kuryanto; Arief Alihudien
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/2204js48

Abstract

Jembatan merupakan infrastruktur vital yang berfungsi menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh rintangan alam, sehingga harus memiliki stabilitas struktur yang baik, terutama pada bagian abutmen sebagai penahan tanah dan penerus beban ke pondasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas abutmen jembatan dengan menggunakan pondasi sumuran pada lapisan tanah karang, dengan studi kasus Jembatan Dian Darat – Tetoat di Kecamatan Hoat Sorbay, Maluku Tenggara. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data sekunder hasil uji tanah (SPT) dari PT. Meridian Adhireka, analisis beban berdasarkan standar SNI 1725:2016, serta perhitungan stabilitas menggunakan perangkat lunak GEO5. Parameter tanah hasil korelasi menunjukkan sudut geser dalam (φ) sebesar 45° dan berat isi tanah (γ) sebesar 22,5 kN/m³. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor keamanan terhadap daya dukung dan tekanan lateral tanah berada pada nilai aman, dengan faktor keamanan (SF) berkisar antara 2,1 hingga 4,9 pada kedalaman pondasi 4,45 m dan 7,45 m. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pondasi sumuran pada lapisan tanah karang memiliki kemampuan yang baik dalam menahan beban vertikal maupun gaya lateral. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pondasi sumuran layak digunakan pada kondisi tanah karang untuk mendukung stabilitas abutmen jembatan, karena memenuhi syarat keamanan struktur terhadap beban kerja yang terjadi.
Sosialisasi pemanfaatan teknologi biopori kepada aktivis bidang lingkungan IMM kabupaten Jember untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan Abadi Sanosra; Totok Dwi Kuryanto; Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Eko Budi Satoto; Nely Ana Mufarida; Taufan Abadi; Budi Satria Bakti; Iskandar Umarie; Aditya Dimas Pratama; Setiyo Ferdi Yanuar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21566

Abstract

Abstrak Isu lingkungan hidup dan dampaknya serta penanganannya termasuk dalam concern Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember. Hanya saja, Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember memiliki beberapa permasalahan diantaranya, (1) Belum mengenal teknologi bipori yang bermanfaat  untuk mengatasi banjir dan sampah serta kekeringan, (2) Belum mampu memaksimalsimalkan program kewirausahaan untuk kemandirian pendanaan kegiatan organisasi. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah (1) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil Menerapan Teknologi Biopori untuk mengantisipasi Banjir, Kekeringan Serta Menghasilkan Kompos atau Pupuk Organik, (2) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil melakukan Manajemen Usaha Kompos atau Pupuk Organik. Solusi yang ditawarkan adalah Solusi 1-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Teknologi Biopori, solusi 1-b yakni  Simulasi Penerapan Teknologi Biopori untuk Meresapkan Air ke Tanah dan Mengisi Sampah Organik, Solusi 2-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Manajemen Pemasaran 2-b yakni simulasi manajemen pemasaran kompos atau pupuk organik. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pretest sebelum dimulai pelaksanaan program dan postest setelah kegiatan. Setelah dilakukan pengukurun diketahui bahwa kemampuan peserta telah meningkat rata-rata 40 poin dan kemampuan rata-rata menjadi 85 poin dari rata-rata 41 poin sebelum pelaksanaan pengabdian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian Masyarakat ini telah mampu meningkatkan kemampuan peserta. Kata kunci: biopori; sampah organik; pupuk organik; manajemen usaha AbstractEnvironmental issues and their impact and handling are included in the concern of Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency. However, Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency have several problems including, (1) Not yet familiar with bipori technology which is useful for overcoming floods and waste and drought, (2) Not yet able to maximize entrepreneurship programs for independent funding of organizational activities. The objectives of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) are (1) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in applying biopori technology to anticipate floods, drought and produce compost or organic fertilizer, (2) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in conducting compost or organic fertilizer business management. The solutions offered are Solution 1-a, namely Guidance and Counseling on Biopori Technology, solution 1-b, namely Simulation of the Application of Biopori Technology to Impregnate Water into the Soil and Fill Organic Waste, Solution 2-a, namely Guidance and Counseling on Marketing Management 2-b, namely simulation of compost or organic fertilizer marketing management. To measure the success of the activity, a pretest was conducted before starting the program implementation and a posttest after the activity. After the measurement, it is known that the participants' abilities have increased by an average of 40 points and the average ability to 85 points from an average of 41 points before the implementation of the service. These results show that this community service activity has been able to improve the ability of participants. Keywords: biopore; organic waste; fertilizer; business management
PENINGKATAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DARI 1000 MENJADI 1500 L/HARI MELALUI PENGEMBANGAN TANGGUL HYDRANT PUMP DI DUSUN PLAMPANG Totok Dwi Kuryanto; Nanang Saiful Rizal; Senki Desta
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.3614

Abstract

Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, merupakan wilayah yang mengalami krisis air akibat kekeringan berkepanjangan pada tahun 2023 hingga pertengahan 2024. Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih rumah tangga dan menurunkan produktivitas sektor pertanian, khususnya di Dusun Plampang, Desa Klekehan. Sebanyak 96 kepala keluarga mengalami kekurangan air bersih secara ekstrem, sementara ratusan lainnya terdampak dalam tingkat yang lebih rendah. Keterbatasan ketersediaan air menyebabkan lahan pertanian seluas sekitar 2000 hektar hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan sarana tanggul sebagai prasarana penampungan air yang dilengkapi pompa hydrant guna meningkatkan ketersediaan air bagi kebutuhan domestik dan irigasi secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik lapangan selama 8 jam dengan melibatkan 35 peserta. Kegiatan ini mencakup perencanaan desain berbasis perangkat lunak AutoCAD, pelatihan teknis kepada masyarakat, serta pembangunan tanggul secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan tanggul setinggi 3 meter menggunakan material lokal mampu meningkatkan kapasitas tampungan air secara signifikan. Debit distribusi air meningkat dari 1000 liter per hari menjadi 1500 liter per hari, yang diukur berdasarkan keluaran pompa hydrant setelah peningkatan volume tampungan. Sebanyak 38 orang terlibat secara aktif dalam proses pembangunan. Peningkatan kapasitas tampungan juga berdampak pada meningkatnya daya dorong pompa serta perluasan jangkauan distribusi air. Kondisi ini berimplikasi pada potensi peningkatan intensitas masa tanam. Kesimpulan pembangunan tanggul hydrant terbukti efektif dalam meningkatkan ketersediaan air serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat secara signifikan.
Pembangunan Kolam Retensi Guna Mengatasi Masalah Kekeringan Di Dusun Plampang Desa Klekehan Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Senki Desta Galuh; Musarofa Musarofa; Jimi Amijaya; Totok Dwi Kuryanto; Yuvita Dian Siswanti; Levina Ardiningrum Hartadi; Kasih Imani Putri Sugiarto; Tiara Dwi Desfinta; Akmal Hisam Dani; Asroful Abidin
ABDIMASTEK Vol. 5 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v5i1.4954

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Kondisi tanah dan iklim yang mendukung menjadikan Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, perubahan iklim yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan tantangan serius bagi para petani. Curah hujan yang tidak stabil dan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan yang berdampak langsung pada ketersediaan air, baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun untuk irigasi pertanian. Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Di wilayah ini terdapat Dusun Plampang, Desa Klekehan, dengan jumlah 96 KK yang sejak tahun 2023 hingga Juli 2024 mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Kekeringan tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air minum, tetapi juga mengancam produksi pertanian lokal. Komoditas utama desa ini yaitu jagung dan kacang hanya dapat ditanam satu kali dalam setahun akibat keterbatasan air irigasi. Dalam perspektif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), isu kekeringan ini merupakan tanggung jawab sosial yang menuntut kepedulian dan tindakan nyata untuk menolong sesama. Nilai solidaritas dan kebermanfaatan menjadi landasan keterlibatan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang sejak awal aktif mendistribusikan air bersih ke Dusun Plampang. Upaya tersebut merupakan bentuk dakwah bil-hal yang tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sebagai langkah strategis dan berkelanjutan, direncanakan pembangunan kolam detensi seluas ±1 hektar untuk menampung air dan mengairi lahan pertanian seluas ±2.000 hektar. Pembangunan kolam ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Klekehan.