Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Ekowisata dan Daya Dukung Di Kawasan Mangrove Pulau Maitara. Kota Tidore Kepulauan. Maluku Utara Baksir, Abdurrachman; Tahir, Irmalita; Marus, Ikbal; Wibowo, Eko S; Akbar, Nebuchadnezzar; Ramili, Yunita; Fatgehipon, Sherra Nandami
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.11037

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis dan sosial ekonomi penting bagi masyarakat pesisir serta berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata dan menghitung daya dukung kawasan (DDK) di ekosistem mangrove Desa Ngusulenge dan Desa Pasimayou di Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Pengumpulan data vegetasi mangrove dilakukan menggunakan metode Line Transect Plot pada dua stasiun penelitian, masing-masing terdiri dari tujuh transek dengan tiga plot berukuran 10×10 m. Analisis kesesuaian ekowisata dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), sedangkan daya dukung kawasan dihitung berdasarkan parameter luas kawasan, waktu kunjungan, dan unit area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tracking, edukasi, fotografi, dan aktivitas rekreasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Ngusulenge memiliki empat spesies mangrove (Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, R. apiculata, Avicennia lanata), sedangkan Stasiun Pasimayou memiliki tiga spesies mangrove, dengan dominasi Sonneratia alba di kedua lokasi. Nilai IKW di Desa Ngusulenge sebesar 60,26%, dan di Desa Pasimayou sebesar 64,32%, keduanya termasuk kategori S2 (Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa kedua kawasan layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dengan tingkat pemanfaatan moderat dan pengaturan zonasi yang memperhatikan faktor pembatas ekologis seperti ketebalan tegakan mangrove, kerapatan vegetasi, dinamika pasang surut, dan aksesibilitas. Perhitungan DDK memperlihatkan bahwa kapasitas maksimum harian berbeda berdasarkan jenis aktivitas wisata, sehingga pengelolaan kawasan perlu mengikuti batas daya dukung untuk mencegah tekanan berlebihan pada ekosistem.Kata kunci : daya dukung, ekowisata, keseuaian lahan, mangrove, Pulau Maitara