Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Distribusi Kandungan Logam Berat Pb Pada Ekosistem Perairan Kepri Vitasari; Ani Suryanti; Febrianti Lestari; Muzahar; Syaefullah
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Jan-Jun 2023 (in Progress)
Publisher : ECOTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55448/ems.v4i1.73

Abstract

Banyaknya aktivitas di perairan Kepri dapat menjadi penyebab pencemaran logam berat Pb pada ekosistem maupun biota perairan. Analisis pada kajian ini dilakukan dengan me-review artikel-artikel pada penelitian sebelumnya yang dilakukan di beberapa lokasi di perairan Kepri (Perairan Bukit Bestari, Pantai Pulau Bintan Utara, Perairan Batam, Perairan Tanjung Lanjut dan Perairan Teluk Tanjungpinang). Hasil kajian didapati kandungan logam berat Pb pada air laut berkisar 0,035–0,611 ppm, pada sedimen berkisar 2–15,31 ppm, pada mollusca berkisar 0,16–21,56 ppm, pada udang putih (Penaeus merguiensis) berkisar 0,009–0,0128 ppm, pada lamun (Enhalus acoroides) berkisar 0,1088–5,67 ppm, pada mangrove berkisar 0,45-1,17 ppm dan pada makroalga berkisar 0,86–16,81 ppm. Kandungan logam berat Pb pada Lamun (Enhalus acoroides) paling tinggi ditemukan pada akar yaitu 0,0611 ppm. Perbedaan distribusi tinggi rendahnya kandungan logam berat Pb bergantung terhadap aktivitas yang terjadi diperairan tersebut.
Analisis Yuridis Dimensi Pertanggungjawaban Hukum Atas Pembatalan Nikah Untuk Meneguhkan Kepastian Hukum Muzahar, Muzahar; Ida, Ansharullah; Erniyanti, Erniyanti
Jurnal Syntax Fusion Vol 2 No 09 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v2i12.238

Abstract

This study aims to find out and analyze the implementation of legal responsibility for marriage annulment in Decision Number: 245/Pdt.G/2021/PA.Btm. To find out and analyze Decision Number: 245/Pdt.G/2021/PA.Btm regarding legal liability for marriage annulment by the Religious Courts to strengthen legal certainty. This study uses a descriptive analytical research type method using an empirical juridical approach. The results of the study show that the implementation of legal responsibility for marriage annulment in Decision Number: 245/Pdt.G/2021/PA.Btm did not run optimally because the Respondent never attended the trial process and the Panel of Judges made a decision by granting the Petitioner's request with verstek, and declaring null and void The marriage of the Petitioner and Respondent was held on September 19 2020 before the Marriage Registrar of the Office of Religious Affairs (KUA). Analysis of Decision Number: 245/Pdt.G/2021/PA.Btm on legal responsibility for canceling marriages by the Religious Courts to confirm legal certainty, namely that the cancellation of marriages can be accounted for and realized to strengthen legal certainty. This is because the Petitioner in this case has fulfilled all the requirements specified for annulment of marriage. Apart from that, the annulment of the marriage which was granted by the Panel of Judges also provided a sense of justice for the Petitioner, who so far had the right to receive spiritual support but the Respondent as a married couple was unable to fulfill it. For this reason, it is recommended for couples who want to get married to be open to each other about each other's shortcomings. To parents to carefully consider every process of applying for an annulment of marriage, and try to maintain their children's household as best as possible and to the Panel of Judges to consider the decision as fair as possible and ensure the wishes of both parties
Analisis Kesesuaian Budidaya Rumput Laut Kapphapycus alvarezii di Kecamatan Moro dan Sugi Besar Kabupaten Karimun Faisal, La Ode M; Muzahar, Muzahar; Zulfikar, Andi; Ismail, Khodijah
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6825

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki garis pantai yang meluas hingga mencapai 8.561,33 kilometer, memberikan potensi besar dalam sumber daya kelautan dan perikanan, terutama di sektor maritim. Salah satu komoditas pangan off farm yang menjanjikan untuk dikembangkan adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi peluang penghidupan berkelanjutan bagi 3,28% buruh dan nelayan di Kepri. Kabupaten Karimun telah mengembangkan industri pengolahan rumput laut dalam skala kecil khususnya jenis Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesesuaian budidaya rumput laut Kapphapycus alvarezii di Kecamatan Moro dan Sugi Besar Kabupaten Karimun. Analisis kesesuaian menggunakan Pendekatan spasial dan Sistem Informasi Geografis (GIS) menggunakan metode Multi Criteria Analysis (MCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya tujuh parameter dengan gradien skor yang memiliki signifikansi dalam area kajian. Dua parameter utama, yaitu DO dan salinitas, menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi, berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kendala terbesar terletak pada tinggi gelombang dan posfat yang memiliki skor kurang sesuai, serta TSS yang tidak sesuai. Tingginya kekeruhan (TSS) di lokasi penelitian disebabkan oleh kedekatan dengan daratan Sumatera yang memiliki sungai-sungai besar. Kesesuaian juga didukung dengan kondisi eksisting lokasi, dukungan pemerintah dan sosial ekonomi masyarakat lokal. Karena itu pengembangan budidaya rumput laut yang efektif dan efisien dan berkelanjutan layak dipertimbangkan.
Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Pembuatan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal Putri, Dwi Septiani; Miranti, Shavika; Wulandari, Rika; Bakkara, Okto Rimandi; Muzahar, Muzahar; Yulianto, Tri; Irawan, Henky; Raza'i, Tengku Said
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1143

Abstract

Kecamatan Selayar memiliki potensi perikanan akuakultur yang besar. Potensi perikanan akuakultur yang besar tersebut harus ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusianya yang terampil mengolah bahan baku pakan lokal menjadi pakan buatan yang nantinya dapat menekan biaya produksi ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembuatan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya lokal di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga. Tim PkM memperkenalkan teknologi screw press yang dapat dimanfaatkan dalam proses mencetak pakan berbentuk pelet secara mandiri. Tim juga memperkenalkan penggunaan berbagai bahan tambahan seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung terigu, dan premix vitamin yang diperlukan untuk melakukan formulasi nutrisi pakan buatan. Keterampilan ini adalah aspek teknis yang dibutuhkan oleh masyarakat agar mampu memproduksi pakan ikan yang berkualitas sesuai kebutuhan nutrisi ikan yang dibudidayakan. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan survei lokasi, pelatihan dan diskusi, hingga praktek lapangan pembuatan pakan berbentuk pelet menggunakan mesin screw press. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat, terutama dari kelompok pembudidaya ikan setempat.
Pemanfaatan rumput laut Caulerpa racemosa sebagai bahan baku masker wash-off dengan penambahan peptida siput gonggong: Utilization seaweed caulerpa racemosa as wash-off mask raw material with addition of gonggong snail peptides Viruly, Lily; Anggi, Anggi; Jumsurizal, Jumsurizal; Muzahar, Muzahar
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.45866

Abstract

Rumput laut Caulerpa racemosa berpotensi sebagai bahan baku kosmetik, yaitu masker wajah karena mengandung antioksidan. Jenis biota laut yang bernilai ekonomis tinggi dan kaya peptida adalah siput gonggong (Laevistrombus turturella). Ekstrak siput gonggong memiliki aktivitas antioksidan dan peptida antimikrob yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula wash-off mask terbaik dari C. racemosa dengan penambahan peptida gonggong (L. turturella). Formulasi masker wajah wash-off menggunakan formula tetap hasil optimasi (penambahan 15% rumput laut C. racemosa), menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan penambahan peptida gonggong, yaitu A1 (15%), A2 (10%), dan A3 (5%). Produk wash-off mask dianalisis organoleptik, total plate count (TPC), nilai pH, uji iritasi, uji lama mengering dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Rumput laut C. racemosa segar memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, yaitu 71,42 µg/mL. Masker wash-off dengan formula terbaik adalah formula penambahan peptida gonggong 5% dengan nilai hedonik parameter aroma 6 (agak suka), warna 7 (suka) dan tekstur 7 (suka). Uji scoring memiliki nilai 7 (bagus) pada setiap parameter. Formula terpilih memenuhi syarat SNI 16-6070-1999 pada nilai TPC, yaitu 4,1×102 CFU/mL dan nilai pH 6,5. Masker yang dihasilkan tidak menimbulkan reaksi iritasi dan mengering pada waktu 14,8 menit dan mengandung antioksidan 186,98±0,01 µg/mL. Produk masker wash-off ini berpotensi menjadi alternatif masker wajah.
INTRODUKSI PRODUKSI BENIH MELALUI TEKNIK FISI PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA TERIPANG (Stichopus sp.) DI KAMPUNG MADONG, KELURAHAN KAMPUNG BUGIS, KOTA TANJUNGPINANG Muzahar, Muzahar; Bakkara, Okto Rimandi; Putri, Dwi Septiani; Miranti, Shavika; Wulandari, Rika; Yulianto, Tri; Irawan, Henky; Raza’i, Tengku Said
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2042

Abstract

Sea cucumbers are members of the Phylum Echinodermata which have high economic value and widely used by the coastal communities of the Riau Islands as food sources and medicines. Unregulated fishing greatly pressure sea cucumber populations in natural waters. Aquculture is regarded as a solution to the over-exploitation of sea cucumbers from natural waters. However, further research is needed to establish the better technical and economic efficiency. Local sea cucumber farmer needs information about the technical aspects of sea cucumber seed production so they can produce the seeds independently. Therefore, a series of dissemination and demonstrations were organized to introduce the method of produce sea cucumber seeds using the fission technique. This community service activity was carried out using the participatory action research (PAR) method involving the Maju Mandiri fish farmer group in Kampung Madong, Kampung Bugis Village, Tanjungpinang City. The team carried out counseling and demonstrated the binding procedure to simulate fission in sea cucumber. Our partner group seemed enthusiastic about participating in the activity and quite proficient on some basic fission techniques to provide sea cucumber seeds. This activity also raises awareness among the locals to actively maintain the sustainability of marine resources. So, we hope our partner group can start the sea cucumber culture business with independent seed production, and they can achieve our goals to improving community welfare and preserving the water environment simultaneously.
Laju Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcalifer) yang Diberi Jenis Pakan yang Berbeda Rika Fatmala Putri; Putri, Rika Fatmala; Muzahar, Muzahar; Putri, Dwi Septiani
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang dapat memberikan pertumbuhan yang terbaik pada ikan kakap putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2022  di keramba jaring apung (KJA) milik kelompok Maju Jaya Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan terdiri atas perlakuan A (pemberian pelet 7% dari total biomassa), perlakuan B (pemberian pelet 3,5% dan ikan tamban 3,5% dari total biomassa), perlakuan C (pemberian ikan tamban 2,8% dan pelet 4,2% dari total biomassa), dan perlakuan D (pemberian ikan tamban 7% dari total biomassa). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan D (pemberian ikan tamban 7% dari total biomassa) memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan bobot, panjang, dan spesifik harian ikan kakap putih (p<0,05) masing-masing nilai: pertumbuhan bobot mutlak 35,14 g, pertumbuhan panjang mutlak 4,02 cm, pertumbuhan spesifik harian 0,59 g, kelangsungan hidup 97,78 %, rasio konversi pakan 3,38, dan efisiensi pakan 29,80 %. Nilai kualitas air selama penelitian masuk kategori layak berdasarkan SNI (suhu 30,6ºC, salinitas 25,3 ppm, pH 7,6, dan DO 6,5 ppm).
Gonad maturation and spawning performance of the sand sea cucumber (Holothuria scabra) by Oodev® dan Ovaprim® administration Sari, Dwi Ulta; Muzahar, Muzahar; Yulianto, Tri; Putri, Dwi Septiani; Zahra, Aminatul; Miranti, Shavika
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 2 (August, 2023)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v10i2.10123

Abstract

Sea cucumber (Holothuria scabra) contains lots of collagen and vitamin E for the pharmaceutical and cosmetic industries. H. scabra have high economic value. The price in the local market is IDR 400,000-1,200,000/kg and internationally it is IDR 500,000-IDR 5,000,000/kg dry weight. The level of exploitation is high, and it is suspected that there has been overfishing in several areas. Cultivation efforts need to be done to maintain the population in nature. The natural rate of gonad maturation and spawning in H. scabra broodstock is relatively slow, so efforts are needed to speed it up, among other things by administering hormones. This study aimed to stimulate (1) gonad maturation and (2) H. scabra spawning. The study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications in 2 stages using broodstock measuring 250-350 g/head. Stage 1: (1) Treatment A: without immersing the H. scabra in hormone solution, (2) Treatment B: immersing the H. scabra in the Oodev®/Oocyte developer dose of 1 mL/kg weight, and (3) Treatment C: soaking sea cucumber broodstock in Oodev® dose of 2 mL/kg weight. Stage 2: (1) without immersion of the broodstock in hormone solution, (2) immersion of the broodstock in Ovaprim® doses of 1 mL/kg weight. The data obtained were analyzed by analysis of variance. The results showed that immersion of H. scabra broodstock in Oodev® and ovaprim® was not successful in stimulating gonad maturation and spawning in H. scabra broodstock. The spawning behavior of sea cucumbers that were successfully observed included body movements such as writhing, coiling like a ball, sticking to walls, partially erecting their bodies, actively crawling, and being more active at night.Keywords: Gonad; Holothuria scabra; Oodev®; Ovaprim®; Spawning; Sea cucumber.
Growth of Kappaphycus alvarezii seaweed in off-bottom technique with different number of cultivation facilities Aripin, Aripin; Muzahar, Muzahar; Irawan, Henky
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 2 (August, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i2.14485

Abstract

Seaweed or algae is macro algae whose habitat is in sea water and several types in brackish water. There are several seaweed cultivation techniques, one of which is the off-bottom technique. The off-bottom technique with different levels of cultivation facilities where seaweed seeds are placed has never been carried out by aquaculturis in the Bintan Island area, Riau Islands (Kepri). The aim of the research was to determine the speed of increase in weight of seaweed grown in cultivation facilities with different numbers of levels using the off-bottom technique. The research will be carried out in September-October 2022 on the sea coast of Tembeling Village, Bintan Regency. The experiment was carried out with three treatments and each was repeated 3 times in a completely randomized design. The treatments consisted of 1 level (K), 2 levels (A) and 3 levels (B) cultivation facilities. The Anova results showed that the weight gain of the seaweed test was significantly different between the three treatments (p<0.05). The best results in the 3 level cultivation facility treatment (B) were 11.04±0.73 g, but the survival and daily growth rates were not significantly different (p>0.05). Keywords: Off-Bottom Technique; Number of Different Levels of Cultivation Facilities
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG DIBERI PAKAN IKAN TAMBAN (Sardinella abella) SEGAR DENGAN RASIO BERBEDA TERHADAP BIOMASSA Zulfikar, Zulfikar; Ahmad Zawawi, Muzahar; Miranti, Shavika; Raza’i, T. Said; Putri, Dwi Septiani; Yulianto, Tri
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): (Maret 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.1.2023.61-70

Abstract

Penggunaan pakan buatan (pelet) menjadi komponen biaya terbesar dalam pembesaran ikan kakap putih.  Pemberian pakan segar yang harganya murah merupakan salah satu alternatif untuk menekan biaya pakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi performa pertumbuhan ikan kakap putih yang diberi pakan ikan segar berbeda persentase. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2022 di keramba jaring apung di Kampung Teluk Air, Kecamatan Bulang, Batam. Rancangan acak lengkap empat perlakuan dan tiga ulangan yang diterapkan pada penelitian ini. Perlakuan tersebut adalah (perlakuan A) pemberian pelet 5% biomassa, (perlakuan B) pemberian ikan segar 5% biomassa, (perlakuan C) pemberian ikan segar 10% biomassa, dan (perlakuan D) pemberian ikan segar 15% biomassa. Data performa pertumbuhan dianalisis dengan analysis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa pemberian ikan segar 5% dari biomassa (perlakuan B) berbeda nyata pada nilai pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, efiensi pakan serta konversi pakannya (P<0,05) dibanding perlakuan lainnya. Nilai pertambahan bobot akhir (56,97 g), pertumbuhan harian (0,95 g hari-1), dan efisiensi pakan (38,80%) dari perlakuan B lebih tinggi dibanding kontrol, sedangkan konversi pakan (2,58) lebih rendah dari perlakuan C dan D. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pemberian ikan tamban pada rasio pemberian pakan 5% total bobot ikan memberikan performa pertumbuhan dan feed conversion ratio ikan kakap putih terbaik.The use of artificial feed (pellets) is the highest-cost component in barramundi farming. Providing fresh, cheap feed can significantly reduce feed costs. The study aimed to evaluate the growth performance of barramundi fed with different feeding ratios of fresh sardine. The experiment was conducted from June to July 2022 in floating net cages located in Teluk Air Village, Bulang District, Batam. The experimental units were arranged in a completely randomized design consisting of four treatments and three replications. The feeding treatments were using pelleted artificial feed at 5% (treatment A, control), and fresh sardine at 5% (treatment B), 10% (treatment C), and 15% (treatment D) of the total cultured fish biomass. Growth performance data were analyzed using analysis of variance and continued with the Duncan’s test. The experimental results showed that treatment B had resulted in significant differences in the absolute weight growth, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion (p<0.05) compared to other treatments. The values of final weight gain (56.97 g), daily growth (0.95 g day-1), and survival rate (93.33%) were higher compared to the control, while feed conversion (2.58) was lower than those of C and D treatments. This research concludes that feeding fresh sardine at 5% feeding ratio yields the best growth performance and feed conversion ratio of cultured barramundi.