Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Suplementasi Tepung Jintan Hitam dan Tepung Daun Mengkudu terhadap Organ Reproduksi Puyuh Betina Masir, Ummul; Alwi, Windawati; Nur, Khaeriyah; Zulkarnain, Ahmad; Permatasari, Gita
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.939

Abstract

Quail (Coturnix coturnix japonica) is an egg-producing poultry species whose optimal egg production relies on reproductive health, which can be supported by adding herbal supplements to the feed. This study investigated the potential of black cumin meal (BCM) and noni leaf meal (NLM) on the reproductive quality of female quail. Ninety-six heads of quails aged 66 days were maintained for 28 days with the following treatment: T0= Basal Feed (BF); T1= BF + 1% BCM + 3% NLM; T2= BF + 2% BCM + 3% NLM; T2= BF + 2% BCM + 2% NLM; T3= BF + 3% BCM + 1% NLM. Two head quails in each unit were necropsied to observe the parameters of the study, such as: weight and length of the oviduct, oviduct presentation, reproductive organ presentation, ovary weight, number and weight of yellow follicles, and weight of white follicles. The data were analyzed using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. The results showed that BCM and NLM supplementation only affected the weight of the oviduct and ovary (P<0.05); otherwise, there was no effect (P>0.05). No additional protein source is responsible for this finding; instead, the antioxidant content of the supplement serves to maintain livestock health. A combination of BCM and NLM can be recommended as a feed supplement at a rate of up to 1-3%.
Persentase Karkas Ayam Ulu Dengan Penggunaan Tepung Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) Sebagai Pakan Mubarak Z, Sultan; Hadrawi, Jumatriatika; Masir, Ummul
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.4

Abstract

Ayam ULU (Unggas Lestari Unggul) adalah persilangan antar ayam pelung dengan ayam ras Perancis bertujuan untuk mendapatkan kualitas daging ayam yang menyerupai ayam kampung. Pada pemeliharaan ayam ULU memerlukan manajemen pemeliharaan yang baik agar potensi genetik ayam tersebut dapat tercapai. Tepung buah mengkudu mengandung zat-zat bioaktif yang mampu meningkatkankan produksi unggas. Tujuan penelitian untuk menentukan tingkat pemberian terbaik tepung buah mengkudu pada Pakan. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 ekor ULU (Unggas Lestari Unggul) umurĀ  30 hari. Kandang yang digunakan pada penelitian ini adalah kandang postal dengan sistem semi closed house. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing ulangan menggunakan lima ekor ayam. Keempat perlakuan tersebut adalah ayam yang diberikan pakan komersil tanpa penambahan tepung buah mengkudu sebagai kontrol (P0), pakan basal yang ditambahkan 5 % tepung buah mengkudu (P1), pakan basal yang ditambahkan 10 % tepung buah mengkudu (P2), dan pakan basal yang ditambahkan 15 % tepung buah mengkudu melalui pakan (P3). Variabel yang diamati selama penelitian meliputi meliputi parameter persentase karkas dan persentase bagian-bagian karkas ayam ULU. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) pemberian tepung buah mengkudu pada pakan dengan persentase karkas setiap perlakuan dengan persentase karkas 63,15-64,79, dan bagian-bagian karkas paha (43,47%-44,47%), sayap (13,23%-14,60%), dada (27,69%-28,03%) dan punggung (12,92%-15,62%). Kesimpulan dari penelitian bahwa penggunaan tepung buah mengkudu pada pakan dapat diberikan hingga taraf 15%.