Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SAPI BALI SEBAGAI HEWAN KURBAN DI DESA GALUNG, KABUPATEN BARRU, SULAWESI SELATAN Mubarak Z, Sultan; Akhsan, Fitriana
Journal Gallus Gallus Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Gallus Gallus (2023)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v1i3.353

Abstract

This study aims to identify the vital statistics of Bali cattle as a requirement to become qurban livestock in Galung Village, Barru District, South Sulawesi. The location of the research was determined by purposive sampling with 12 Bali Bulls cattle. This study uses a quantitative descriptive analysis. The variables observed were the breed of cattle (color, dorsal line, horns) age, and vital statistics in the form of body weight, body length, chest girth, and gumba height. The results of this study are that Bali cattle at the research location in Galung Village have qualitative characteristics that are by Balinese cattle in general. The average body size value for Bali cattle for body weight is 258.5 kg; body length of 87.25 cm; chest girth of 144.08 cm; and gumba height of 109.95. All the Bali cattle in Galung Village are 2-3 years old and have no defects in the body so Bali cattle can meet the requirements as sacrificial (qurban) livestock. Keywords: Sacrifice, Bali Cattle, Body Size, Breed Cattle
PENGARUH PEMBERIAN EM4 DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS FISIK DAN SERAT KASAR GOSSE (Ceranthophylum demersum) Mubarak Z, Sultan; Harifuddin, Harifuddin; Alwi, Windawati
Journal Gallus Gallus Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Gallus Gallus (2023)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v2i1.381

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik kualitas fisik dan serat kasar dari gosse dengan penambahan EM4 pada level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakukan P0 (tanpa pemberian EM4 atau kontrol), P1 (penambahan EM4 5%), P2 (penambahan EM4 10%), dan P3 (penambahan EM4 15%) dengan lama fermentasi selama 14 hari. Variabel yang diukur, yaitu: serat kasar, kualitas fisik berupa warna, tekstur, dan aroma. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian EM4 dengan level yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan serat kasar dan juga memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas fisik berupa tekstur, warna, dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan EM4 15% merupakan perlakuan yang terbaik untuk menurunkan serat kasar dan terhadap kualitas fisik. Kata Kunci: Gosse (Ceranthophylum demersum), EM4, Level pemberian, Serat kasar, Kualitas Fisik
Persentase Karkas Ayam Ulu Dengan Penggunaan Tepung Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) Sebagai Pakan Mubarak Z, Sultan; Hadrawi, Jumatriatika; Masir, Ummul
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.4

Abstract

Ayam ULU (Unggas Lestari Unggul) adalah persilangan antar ayam pelung dengan ayam ras Perancis bertujuan untuk mendapatkan kualitas daging ayam yang menyerupai ayam kampung. Pada pemeliharaan ayam ULU memerlukan manajemen pemeliharaan yang baik agar potensi genetik ayam tersebut dapat tercapai. Tepung buah mengkudu mengandung zat-zat bioaktif yang mampu meningkatkankan produksi unggas. Tujuan penelitian untuk menentukan tingkat pemberian terbaik tepung buah mengkudu pada Pakan. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 ekor ULU (Unggas Lestari Unggul) umur  30 hari. Kandang yang digunakan pada penelitian ini adalah kandang postal dengan sistem semi closed house. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing ulangan menggunakan lima ekor ayam. Keempat perlakuan tersebut adalah ayam yang diberikan pakan komersil tanpa penambahan tepung buah mengkudu sebagai kontrol (P0), pakan basal yang ditambahkan 5 % tepung buah mengkudu (P1), pakan basal yang ditambahkan 10 % tepung buah mengkudu (P2), dan pakan basal yang ditambahkan 15 % tepung buah mengkudu melalui pakan (P3). Variabel yang diamati selama penelitian meliputi meliputi parameter persentase karkas dan persentase bagian-bagian karkas ayam ULU. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) pemberian tepung buah mengkudu pada pakan dengan persentase karkas setiap perlakuan dengan persentase karkas 63,15-64,79, dan bagian-bagian karkas paha (43,47%-44,47%), sayap (13,23%-14,60%), dada (27,69%-28,03%) dan punggung (12,92%-15,62%). Kesimpulan dari penelitian bahwa penggunaan tepung buah mengkudu pada pakan dapat diberikan hingga taraf 15%.
Korelasi dan Regresi Bobot Badan dan Morfometrik Tubuh Sapi Madura Kerapan Pada Kelompok Umur Berbeda Mubarak Z, Sultan; Maylinda, Sucik; Ciptadi, Gatot
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara bobot badan dan morfometrik tubuh berupa tinggi gumba (TG), lingkar dada (LD) dan panjang badan (PB) pada sapi Madura Kerapan. Terdapat 24 ekor sapi Madura Kerapan dengan rentang umur 6 sampai dengan 36 bulan sebagai sampel dari beberapa kecamatan di Sumenep. Data dianalisis menggunakan klasifikasi satu arah dan kemudian diikuti oleh analisis korelasi dan regresi untuk mengetahui hubungan setiap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan bobot badan dan morfometrik tubuh. Laju pertumbuhan menurun pada saat ternak mencapai umur 18 bulan. Pendugaan bobot badan sapi Madura Kerapan terbaik menggunakan persamaan regresi YÌ‚ = -57,361+1,6444X, dengan X adalah lingkar dada. Kesimpulan pada penelitian ini adalah lingkar dada merupakan objek terbaik untuk memprediksi bobot badan sapi Madura Kerapan
Community Empowerment Through Synbiotic Feed Technology Innovation in The Poultry Industry to Support Productivity and Food Safety Dwinhoven, Ifhan; Relatami, Andi N Renita; Syamsurya, Fajar; Firman, Sri Wahyuni; Sudirman, Andi Aridhasari; Sudirman, Andi; Mubarak Z, Sultan; Tassaka, Asmi Citra Malina A.R.; Rahmi
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i1.632

Abstract

The poultry farming industry is part of the growing agro-complex sector and is essential in providing animal protein to support national food security. The productivity and safety of the food produced are still challenging in cultivation activities. The Socialization of Poultry Farming Management and Training on Making Independent Synbiotic Feed based on ODB bacteria from PT Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin oil Cather is a community empowerment activity that has an impact on the beneficiary community, namely the Lelang Kassie farmer women's group and the Baji Mangai Village community, Maros Regency. This activity includes socialization, training, and application of technology in duck farming activities. Increased knowledge and skills of the community can independently produce ODB bacterial starter, which is then used in synbiotic feed and applied to poultry. This has an impact on the potential for increasing community income, and this innovation can encourage an increase in duck production with the quality of meat and eggs produced safe from chemical residues. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 1: No povertySDG 2: Zero hungerSDG 3: Good health and well-beingSDG 12: Responsible consumption and productionSDG 15: Life on Land