Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERSEPSI MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MOTOLING BARAT Mundung, Rulandi; Wowor, Ribka; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMutu jasa pelayanan kesehatan adalah derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat atau perorangan terhadap asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik dengan pemanfaatan sumber daya secara wajar, efisien, efektif dalam keterbatasan kemampuan pemerintah dan masyarakat, serta diselenggarakan secara aman dan memuaskan pelanggan sesuai dengan norma dan etika yang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik regresi linier nilai signifikansi untuk pengaruh variabel persepsi reliabilitas  terhadap kepuasan pasien adalah sebesar 0,255 lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan tidak terdapat pengaruh secara persial, nilai signifikansi variabel Persepsi jaminan terhadap kepuasan pasien adalah sebesar 0,287 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh secara persial, nilai signifikansi untuk pengaruh variabel persepsi buktu bukti fisik kepuasan pasien adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan ada pengaruh secara persial, nilai signifikansi variabel Persepsi Empati terhadap kepuasan pasien adalah sebesar 0,264 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh secara persial, nilai signifikansi variabel Persepsi daya tanggap terhadap kepuasan pasien adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara persial. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik regresi linier berganda hasil uji F atau secara simultan (bersama-sama) diketahui nilai signifikasi untuk pengaruh persepsi reliabilitas, jaminan,  bukti fisik, empati, daya tanggap terhadap kepuasan pasien adalah 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehinga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara mutu jasa pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Motoling Barat.Kata Kunci : mutu, Kepuasan pasienABSTRACTThe quality of health-care services ii the degree statistying people needs or individual to the health-care ass a good professional standard with the natural usa of resoures, efficient, effective in the limitations of government and community, it is artanged safely  and statisfies customers according to good norms and ethics. The type of this research is quantitative research with surveying methods, have descriptive. The sample in this study amounted to 90 respondents. The result of this research accoding the statistical test for regression linier, significance value to effect variable perception reliability (reliability)  of patient’s statisfaction 0,225 is greater than 0,05 it can  be concluded there is no effect perversely, significance value to effect variable perception assurance (assurance) of patient’s statisfaction 0,287 is greater than 0,05 it can  be concluded there is no effect perversely, significance value to effect variable perception physical evidence (tangible) of patient’s statisfaction 0,000 is smaller than 0,05, it can concluded there is effect perversely, significance value to effect variable perception empathy (empathy) of patient’s statisfaction 0,246 is greater than 0,05, it can  be concluded there is no effect perversely, significance value to effect variable perception responsiveness (responsiveness) to patient’s statisfaction 0,000 is smaller than 0,05, it can concluded there is effect perversely. Basad on the results pf regression to multiple linier statistic test result F or simultaneons (together) significance value is known to perception effect reliability (reliability), assurance (assurance), physical evidence (tangible), empathy (empathy), responsiveness (responsiveness) of patien’s statisfaction 0,000 is smaller than 0,05 so that can be concluded that there are effect between quality health-care services of patient’s satisfaction in Puskesmas Motoling Barat.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS JASA PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS WALANTAKAN KECAMATAN LANGOWAN UTARA Suwuh, Melky Kindly; Maramis, Franckie R. R.; Wowor, Ribka E.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan yang diiringi dengan keinginan konsumen serta ketepatan cara penyampaiannya agar dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan tersebut. Kualitas pelayanan merupakan salah satu hal yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan dalam hal ini pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas jasa pelayanan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Walantakan Kecamatan Langowan Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Walantakan, Kecamatan Langowan Utara. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2018. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel adalah secara quota sampling. Pengumpulan data diperoleh lewat wawancara menggunakan kuesioner dan profil Puskesmas Walantakan. Analisis data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square, dengan α = 0,05 dan CI = 95%. Hasil penelitian menunjukkan nilai probabilitas pada variabel yang diteliti yakni dimensi Reliabilitas (p = 0,046), dimensi Jaminan (p = 0,036), dimensi Bukti Fisik (p = 0,035), dimensi Empati (p = 0,039), dimensi Ketanggapan (p = 0,008) serta Kualitas Jasa Pelayanan (p = 0,003). Terdapat hubungan antara Kualitas Jasa Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Walantakan Kecamatan Langowan Utara. Dari hasil penelitan ini memberikan saran bagi Puskesmas untuk lebih mengoptimalkan jasa pelayanan yang diberikan.Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, PuskesmasABSTRACTService quality is an attempt the fulfillment of the needs of consumers with the desire and the accompanied precision how to delivery in order to meet the expectations and customer satisfaction. Serive quality is one of the things that relate to customer satisfaction in this patient. This research aims to know the correlation between the quality of services to the patient satisfication at Walantakan Community Health Center Subdistrict of Langowan Utara. This research uses a kind of analytic survey research with cross sectional study approach. Place the research done at the Walantakan Community Health Center, subdistrict of Langowan Utara. The time of the research was carried out in May – June 2018. The number of samples are 100 respondents. The technique of sampling is the sampling quota basis. The collection of data obtained through interviews using questionnaires and the Walantakan Community Health Center profile. The form of data analysis Univariate and bivariat use chi-square test with α = 0.05 and CI = 95%. The results showed the value of the variable on the probability that examined i.e., the dimension of Reliability (p = 0.046), dimensions of Assurance(p = 0.036), dimensions of Tangibles(p = 0.035), dimensions of Empathy (p = 0.039), dimensions of Responsiveness (p = 0.008) and Quality of Service (p = 0.003). There is a relationship between the Services quality and patients satisfaction at Walantakan Community Health Center Subdistrict of Langowan Utara.. From the results of this study provide advice for Health Center to further optimize the service provided.Key word : Service Quality, Patient Satisfaction, Community Health Center
ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS DI BAGIAN PENGAPALAN SITE PAKAL PT. ANEKA TAMBANG TBK. UBPN MALUKU UTARA Bawang, Jeferson; Kawatu, Paul A. T.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pada  proses pengapalan yang di lakukan oleh salah satu kontraktor PT. Aneka Tambang yaitu PT. Tunas Putra Pembangunan Sejahtera yang baru memasuki 8 bulan sudah terjadi 3 kejadian kecelakaan. Dalam melakukan pengendalian kecelakaan harus dengan menggunakan metode yang baik pula. Salah satu metode yang selalu di gunakan untuk menganalisis hingga penanganan suatu bahaya adalah dengan metode Job Safety Analysis (JSA), dimana metode ini paling tepat untuk dipakai sehinga para pekerja dapat terhindar dari kecelakaan.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi bahaya pada Tahap proses treaming ore di eto buli, Tahap transfer material di jalan hauling menuju tongkang dan Tahap  penataan material di tongkang. Metode penelitian: Metode penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan mewawancari paada 5 informan yang terdiri dari manager, supervisor, forman, operator excavator dan operator dumptruck. Data di sajikan Dalam  bentuk tulisan atau kalimat berdasarkan JSA, wawancara mendalam, observasi, rekaman, catatan dan dokumentasi.  Hasil: Bahaya yang terdapat pada tahap proses treaming ore di eto buli yaitu tertimpa, terjepit, tersengat listrik dan bising. Jeni-jenis bahaya yang terdapat pada tabrakan, unit tersandung batu, unit tergelincir, unit terjatuh batu, unit menabrak tanggul, dan Rump door patah. Jenis bahaya yang terdapat pada Tahap  penataan material di tongkang pekerja tersengat listrik, kebisingan, dan unit tergelincir dari tumpukan ore. Saran: Saran yang diberikan adalah pengawasan terhadap proses kerja harus lebih di tingkatkan agar pekerja tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari ketentuan yang telah diberikan seperti mematuhi rambu tanda kecepatan kendaraan. Kata Kunci: Jenis- jenis bahaya, Tahap proses treaming ore di eto buli, Tahap transfer material di jalan hauling menuju tongkang, Tahap  penataan material di tongkang  ABSTRACTIntroduction: In the process of shipment done by one of its contractors, PT Aneka Tambang, PT Putra Shoots i.e. the construction of well-being entering 8 months already happened 3 accident. In controlling the accident should be using anyway. One of the methods that are always in use to analyze up to handling a danger is with the method of Job Safety Analysis (JSA), where this method is most appropriate to be used so the workers can avoid accidents. The purpose of this research was to analyze the potential danger at this stage of the process of treaming ore in eto Cruse, phase transfer of material on the road toward haulingbarges and the Setup Stage material on barges. Research methods: research methods that are in use in this research is the kind of qualitative research with mewawancari as 5 informants consisting of managers, supervisors, forman, the operator and excavator operators dumptruck. The data presented in the form of writings or sentences based on JSA, deep interviews, observation, recording, records and documentation. Results: there were dangers at this stage of the process in ore treaming eto bottle that is overwritten, squeezed, stung by electricity and noisy. Kind-the kind of danger that is present on the collision, the unit tripped over a rock unit, and slipped, falling over the rocks, the unit hit a levee, and the Rump of the door broken. The types of hazards that are present in the stage of structuring material on a barge worker stung, noise, and power unit derailed from a pile of ore. Suggestion: the advice given is the supervision of interns should be more on the increase so that workers do not do things that deviate from the provisions that have been given as obey the sign of the speed of the vehicle. Keywords: Kind of dangers, the stage of the process in ore treaming eto Cruse, phase transfer of material on the road toward hauling barges, the Setup Phase material on a barge
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Salawangi, Glady Endayani; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Kinerja yang baik dapat dicapai dengan meningkatkan motivasi kerja. Semakin tinggi motivasi kerja seseorang maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan Juni-Oktober 2018. Penelitian ini mengambil total populasi perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kengahe Tahuna Kabupaten Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 64 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner Misener Nurse Practitioner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) untuk mengukur motivasi kerja dan lembar penilaian kinerja untuk mengukur kinerja perawat. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji statistik Fisher’s Exact antara variabel motivasi kerja dengan kinerja didapatkan nilai p=0,076 sehingga p>α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe, diharapakan dapat terus menjaga dan meningkatkan kinerja dalam lingkungan organisasi dan memberikan perhatian lebih kepada perawat yang ada sehingga perawat lebih termotivasi untuk menampilkan kinerja yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi kerja, kinerja perawat ABSTRACTPerformance is the result of work achieved by a person or group in an organization according to their authority and responsibility. Good performance can be achieved by increasing work motivation. The higher the motivation of one’s work, the higher the performance produced. The study aims to determine the correlation between work motivation and the performance of nurses in the Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.The research design is analytic obseravational with cross-sectional approach. The research was conducted in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District from June until October 2018. The study look the total elderly population in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District. The samples obtained were 64 nurse who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The research instrument was the Misener Nurse Practitiner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) questionnaire for measure work motivation and performance assessment sheets to measure the performance of nurse. The analysis used is univariate and bivariate analysis using Chi Square test.         The result of this study shows that the Fisher’s Exact Test between variables of work motivation and the nurse performance obtained p value =0,076 (p>0,05). Based on the result of the study, there is no correlation between work motivation and the nurse performance in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.   Suggestions that can be given to hospitals are expected to continue to maintain and improve performance in the organizational environment an give more attention to existing nurses so that nurses are more motivated to display better performance. Keywords:  Work motivation, nurses performance
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Humokor, Ardia Cahyani; Rumayar, Adisti A.; Wowor, Ribka E.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan antenatal care adalah pelayanan kesehatan bagi ibu hamil yang dilakukan minimal 4 kali kunjungan selama kehamilan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk memganalisis hubungan pendidikan dan pendapaan keluarga terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal care dan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado pada bulan Agustus ? Oktober 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode survey analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil 9 bulan dan ibu pasca melahirkan ?12 bulan. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 86 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, penelitian ini menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS dengan perhitungan chi-square pada tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05). Dan didapatkan uji statistik dari masing-masing variabel bebas yaitu pendidikan (p value  = 0,000), pendapatan keluarga (p value = 0,582). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dengan pemanfatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado dan tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Kata Kunci : Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care ABSTRACTThe utilization of antenatal care services is a health service for pregnant women which have to do with commitment at least 4 times visit during pregnancy. The purpose of this research was to analyze the relationship between education and family income towards antenatal care services and was carried out at Tuminting Community Health Center in Manado in August - October 2019. The method used in this research was analytical survey and cross sectional methods. The population in this research were 9 months pregnant women and postpartum woman ?12 months. The number of samples used were 86 respondents who met the inclusion and exclusion criteria, this research used a questionnaire and was processed using SPSS with chi-square calculation at a significance level of 95% (? = 0.05). And obtained from the statistics of each independent variable of education (p value = 0,000), family income (p value = 0.582). It can be concluded that there is a relationship between education and utilization of antenatal care services at Tuminting Health Center in Manado City and there is no relationship between family income and utilization of antenatal care services at Tuminting Health Center in Manado City.  Keywords : Education, Family Income, Utilization of Antenatal Care Services 
ANALISIS PENCAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KOMITMEN (KBK) TERHADAP PEMBAYARAN DANA KAPITASI DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO Maramis, Julio Victor Fredrik; Mandagi, Chreisye K.F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi didalam terselenggaranya Jaminan Kesehatan Nasional adalah pembiayaan. Dalam pemenuhan pembayaran kapitasi yang maksimal, yakni 100% Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama harus memenuhi indikator yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan tentang Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen (KBK). Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado pada bulan Mei-Juni 2018. Informan penelitian didapatkan dengan teknik non-probabilitas dengan prinsip kesesuaian berdasarkan pengetahuan atau pengalaman informan terkait objek yang ingin diteliti. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Instumen penelitian digunakan yaitu berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, kamera digital alat tulis-menulis. Hasil Penelitian: indikator mempengaruhi pencairan dana kapitasi di puskesmas yaitu kapitasis berbasis pemenuhan komitmen, yang terbagi dari angka kontak, rasio rujukan non spesialistik, serta rasio peserta prolanis rutin berkunjung. Kesimpulan: Capaian angka kontak belum tercapai sesuai target dan masih berada dalam batasan zona tidak aman, untuk rasio rujukan kasus non spesialistik berada dalam batasan zona aman, serta untuk indikator peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP berada dalam batasan zona amanKata Kunci: Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen, Dana KapitasiABSTRACT Background : One of the factors that influence the implementation of national health insurance is the financing. In fulfillment of the capitation payments to the maximum is 100 %, first level health facilities should meet the indicators issued by the health BPJS about capitation-based actor commitment (CBC). The research was conducted in the health center at Wawonasa the city of Manado Methods: This is a qualitative research. This research was conducted at the Puskesmas Wawonasa Manado city in may – june of 2018. The research informants obtained with non-probability technique with the principle of suitability based on knowledge or experience of the informants related the object to be observed. The information in this study consist of 6 people. The research instrument used in the form of interview guidelines, voice recorder, digital camera, and stationery.Results: Indicators affect the disbursement of funds kapitasis in puskesmas, namely the capitation-based fulfillment of commitments, which divided from the contact numbers, the ratio of reference non-specialist, as well as rasido participants prolanis routine visit. Conclusion : The achievements of the contact numbers has not been achieved on target and still within the boundaries of the zone is not safe, for rasido the referral of cases of non specialist is in a reply to a safe zone, as well as for indicators of a participants prolanis routine visit to the FKTP be in a reply to a safe.Keywords : Indicators of capitation-based commitment, the fund capitation
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI DOKTER PASIEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK. II ROBERT WOLTER MONGISIDI Mukuan, Hizkia; Tucunan, Ardiansa A.T.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam komunikasi dokter dan pasien terdapat berbagai masalah yang disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari segi pelayanan kesehatan sampai kepada tingkat efektifitas komunikasi dokter dan pasien yang menjadi hal penting yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien, hal tersebut yang menjadi salah satu tolak ukur dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara komunikasi dokter-pasien dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi, waktu penelitian dilaksanakan bulan Agustus-November 2019. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat inap yang dirawat selama 3 bulan terakhir (Agustus-Oktober 2019) yaitu sebanyak 6.143 pasien. Sampel yang digunakan yaitu 100 responden. Hasil analisis dengan menggunakan uji Chi-square dengan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukan, ada hubungan antara komunikasi verbal dan nonverbal dokter pasien dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi, dengan nilai p<0,003.*Kata Kunci : Komunikasi, kepuasan pasienABSTRACTIn the communication of doctors and patients there are various problems caused by several factors, starting in terms of service to the level of effectiveness of communication between doctors and patients which is an important thing that can affect the level of patient satisfaction, this is one of the benchmarks in improving hospital service. The purpose of this study was to determine the relationship between the communication of the patient’s doctor with the level of the severity of the inpatient in the TK. II Robert Wolter Mongisidi Hospital. Type of research used is quantitative research with design cross sectional study. This research was carried out in a TK. II Robert Wolter Mongisidi Hospital, the time of the study was carried out in August to November 2019. The population in this study were inpatients treated for the last 3 months, as many as 6.143 patients. The sample used is 100 respondents. The results of the analysis using the chi square test with p values = o,o5. The results showed there was a relationship between verbal communication and nonverbal communication of the patient’s doctors with the level of satisfaction of inpatients in the TK.II Robert Wolter Mongisdi hospital with p values=0,003.*Keywords : Communication, patient satisfactiom
Perbandingan Kadar Besi dalam Darah antara Subyek Obesitas Prehipertensi dengan Subyek Obesitas Normotensi pada Mahasiswa FK UNSRAT Wowor, Ribka; Wantania, Frans; Warouw, Finny
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBackground : A growing number of young adult having a slight higher blood pressure were recently found, especially with obesity. Individual with prehypertension is profound to develop hypertension and in increased risk of having cardiovascular event compared to individual with normotension. Past studies showed that inflammation process was played a major role in individual with obesity. Pathogenesis of the inflammation in obesity was not clearly understood, but new studies shows indication of oxidative stress, which one of the source was iron.  Method: This was a cross sectional study that include 38 medical faculty of samratulangi university student. Which 19 subjects had central obesity with normotension and 19 subjects had prehypertension (19 subject). Exclusion criteria were Anemia, Hypotension,Hypertension stage II, and acute infection. T test was done in measuring the ferittin levels between normotension and prehypertension in central obesity subject. Result:From 38 central obesity medical student that is included in this study. 19 were prehypertension and the rest was normotension. With mean iron levels in central obesity normotension subject was 141,15+ 66,994; and the mean iron level in prehypertension  was 345,74+ 172.82 with P <0,001 Conclusion:There is a significance difference in mean iron level between obesity prehypertension subject and normotension obesity subject in medical faculty of samratulangi student.Keyword: Iron level, Obesity, PrehypertensionAbstrakLatarBelakang: Peningkatan ringan tekanan  darah semakin sering ditemukan pada usia muda, terutama mereka dengan obesitas.  Individu dengan Prehipertensi beresiko menjadi hipertensi  dan lebih beresiko mengalami kejadian kardiovaskular dibandingkan dengan individu dengan normotensi.  Penelitian terdahulu membuktikan bahwa terjadi proses inflamasi pada individu dengan obesitas.  Patogenesis dari inflamasi yang terjadi pada  obesitas belum sepenuhnya dimengerti, tetapi studi terbaru mengindikasikan adanya stres oksidatif, dimana salah satu sumbernya adalah zat besi. Metodologi : Penelitan ini merupakanpenelitianpotonglintangpada 38 mahasiswa FK UNSRAT yang mengalami obesitas sentral dengan normotensi (19 subyek) dan prehipertensi (19 subyek).  Kriteria Eksklusi meliputi Anemia, Hipotensi, Hipertensi Stage II, dan infeksi akut. Dilakukan uji Beda Rerata antara kadar Feritin antara Normotensi dengan PreHipertensi pada Subyek Obesitas Sentral. Hasil: Dari 38 mahasiswa obesitas sentral yang ikut serta dalam penelitian ini, 19 diantaranya prehipertensi, dan sisanya normotensi.  Rerata kadar zat besi pada kelompok obesitas sentral normotensi adalah 141,15 + 66,994; sedangkan rerata kadar zat 345,74 + 172,82 dengannilai p<0,001  Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata kadar zat besi dalam darah antara Subyek Obesitas Prehipertensi dengan Subyek Obesitas Normotensi pada Mahasiswa FK UNSRAT.Kata Kunci: ZatBesi, Obesitas, Prehipertensi
Seorang Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan “Silent Angina” Wowor, Ribka E.; Wantania, Frans E. N.
e-CliniC Vol 7, No 1 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.1.2019.23189

Abstract

Abstract: Coronary artery disease (CAD) is the leading cause of death for men and women in the United States. Prevalence of CAD in Indonesia in 2013 based on doctor’s diagnosis was 0.5%. Clinical manifestations of CAD may vary from asymptomatic (silent angina) to sudden cardiac death. Episodes of this asymptomatic myocardial ischemia were approximately 25-50% in CAD. Diagnostic criteria of CAD are clinical manifestation, laboratory examination, ECG, and cardiac catheterization. Management of CAD patients consists of lifestyle modification, pharmacological therapy, and myocardial revascularization. We reported a male aged 50 years with reccurent epigastric pain. Echocardiography resulted in mild MR cc annulus dilatation with ischemia as the differential diagnosis. The angiography revealed 80% stenosis in the proximal RCA and distal RCA as well as 70% stenosis in mid LAD. A percutaneous coronary intervention (PCI) was performed on this patient with BMS stent in mid RCA, DES stent in proximal RCA, and POBA in mid LAD. The patients was treated with Thrombo aspilets, clopidogrel, simvastatin, lisinopril, and Nitrokaf retard. The general condition of the patient was good without any complaint. Modification of changeable risk factors had been done. The five-year survival rate of this patient was 70% with dubia prognosis.Keywords: coronary artery disease, silent angina Abstrak: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian pria dan wanita di Amerika Serikat. Manifestasi klinis PJK dapat bervariasi mulai dari tanpa gejala (silent angina) hingga kematian mendadak. Angka kejadian silent angina berkisar 25%-50% dari keseluruhan PJK. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain EKG, ekokardiografi, enzim jantung, CT kardiak, treadmill test, hingga pemeriksaan invasif seperti kateterisasi jantung. Penatalaksanaan PJK meliputi penangangan non farmakologik dan farmakologik. Penanganan non farmakologik berupa modifikasi gaya hidup, sedangkan terapi farmakologik berupa obat-obatan sampai pada revaskularisasi jantung. Kami melaporkan seorang penderita PJK laki-laki berusia 50 tahun dengan keluhan utama nyeri ulu hati hilang timbul. Hasil ekokardiografi menyimpulkan MR mild cc dilatasi anulus dd iskemik. Pemeriksaan angiografi mendapatkan stenosis 80% di proksimal RCA, dan distal RCA, stenosis 70% di mid LAD. Pada penderita ini dilakukan intervensi koroner perkutan dan dilakukan pemasangan stent BMS pada mid RCA, stent DES pada proksimal RCA, POBA pada mid LAD. Pengobatan yang diberikan ialah Thrombo aspilets, clopidogrel, simvastatin, lisinopril, dan Nitrokaf retard. Keadaan umum penderita baik, keluhan menghilang dan telah dilakukan upaya modifikasi terhadap faktor risiko yang bisa diubah. Five-year survival rate penderita ini 70% dengan prognosis dubia.Kata kunci: penyakit jantung koroner, silent angina
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT IV LANUD SAM RATULANGI Sondakh, Yunissia Jibriel; Wowor, Ribka E.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi mendapat keluhan dari pasien berkaitan dengan dimensi mutu yaitu bukti fisik dan kehandalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Jenis Penelitian menggunakan penelitian survey bersifat analitik dengan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional study. Penelitian di lakukan pada bulan Agustus-November 2019 di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien rawat inap Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi sebanyak 73 rsponden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan uji univariat dan bivariat, kemudian dilakukan uji statistik Chi-sqaure dilanjutkan dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p value untuk hubungan dimensi bukti fisik dengan kepuasan pasien adalah 0,001,  p value kehandalan dengan kepuasan pasien  0,192, nilai p value untuk hubungan dimensi daya tanggap dengan kepuasan pasien 0,002, nilai p value untuk hubungan dimensi jaminan dengan kepuasan pasien adalah 0,731, dan nilai p value untuk hubungan dimensi empati dengan kepuasan pasien adalah 0,004. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara antara dimensi mutu pelayanan bukti fisik, daya tanggap dan perhatian dan tidak ada hubungan antara dimensi pelayanan kehandalan dan jaminan pada pasien rawat inap Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan, Pasien ABSTRACT Quality of health service in the Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV received complaints by patients relating to the quality dimension of physical evidence and reliability. The purpose of this research is to  know whether  there is a link between the quality of health services and the satisfaction of Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. The type of research using research survey is analytic with quantitative research method with cross sectional study design. Research was done in August-November 2019 at the Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. The sample in this study was the inpatient Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV, a total of 73 respondents. The instruments used are questionnaires and data analysis with univariate and bivariate tests, and then using the Chi-sqaure statistical test followed by the Fisher Exact test. The results showed based on statistical test then obtained the value of P value for the relationship dimension of tangible with patient satisfaction is 0.001, p value reliability with patient satisfaction 0.192, value P value for relationship dimension responsiveness with Patient satisfaction 0.002, the value of P value for the relationship of the assurance dimension with the satisfaction of the patient is 0.731, and the value of P value for the relationship dimension of empathy with patient satisfaction is 0.004. So, there is a relationship between the quality dimension of tangible, responsiveness and empaty and no link between the dimensions of reliability services and assurance in inpatient Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. Keywords : Service Quality, Satisfaction, Patient
Co-Authors A. J. M. Rattu Adam, Cicilia Miranda Adam, Hilman Adisti A Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adisti Aldegonda Rumayar Aling, Yismaya Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asep Rahman Aurelia C. Wulandari Bawang, Jeferson Biney, Irianti Diana Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Dolongpaha, Winly Vaskiano Gusti Entaren, Hardina Debora Fachreza Pakaya Febi Kornela Kolibu Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf Raymond Maramis Frans E. N. Wantania, Frans E. N. Frans Wantania Grace E.C. Korompis Grace Korompis Graciella Moses Henry Simarmata Humokor, Ardia Cahyani I Dewa Rai Sintiadewi Iin Deliana Ishak Injilin Sarah Eudia Meruntu Irot, Rahel Falentcia Serafim Kambey, Miracle Abygail Yolwan Kenang, Maissy C. Komaling, Pryschilya Puteri Mega Langkai, Regina Tesalonika Lebe, Klerin A. Ledy Chintia Lahaji Linoe, Ribka Gloria Lintje Kalangi Lukas, Ligriani Lumanaw, Harianto K.J Lupa, Putra E. R. M. Khalil Syawie Mahdi Mampa Maramis, F , R. R. Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Marsella D. Amisi Masloman, Sumarty Amalia Mokalu, Gloria Mokobimbing, Meysi Karla Mukuan, Hizkia Mundung, Rulandi Muntiaha, Christania R. Onibala, Nathalia Pamolango, Fendy Pangkey, Claudia I. F. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Rianna J Sumampouw Ribka Gloria Linoe Rondonuwu, Mutiara L.M. Rudy Pusung Sajow, Estefan Imanuel Salawangi, Glady Endayani Saleh, Nadiah saludung, ananda fiorelsa sihombing, Michelles F. Sondakh, Yunissia Jibriel Sulaemana Engkeng Suoth, Lery F. Suwuh, Melky Kindly Tambuwun, Prisilia Zefanya Tarina Zahratun Nisa Tessa A. D. Pinontoan Tindatu, Harrol Filipus Tiwa, Linovia L. Warouw, Finny Wonok, Melvin Josua wowor, syalomita Tesalonika Wurangian, Prisilia K. Yulianty Sanggelorang Yulnisye Wansaga