Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Salawangi, Glady Endayani; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Kinerja yang baik dapat dicapai dengan meningkatkan motivasi kerja. Semakin tinggi motivasi kerja seseorang maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan Juni-Oktober 2018. Penelitian ini mengambil total populasi perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kengahe Tahuna Kabupaten Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 64 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner Misener Nurse Practitioner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) untuk mengukur motivasi kerja dan lembar penilaian kinerja untuk mengukur kinerja perawat. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji statistik Fisher’s Exact antara variabel motivasi kerja dengan kinerja didapatkan nilai p=0,076 sehingga p>α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe, diharapakan dapat terus menjaga dan meningkatkan kinerja dalam lingkungan organisasi dan memberikan perhatian lebih kepada perawat yang ada sehingga perawat lebih termotivasi untuk menampilkan kinerja yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi kerja, kinerja perawat ABSTRACTPerformance is the result of work achieved by a person or group in an organization according to their authority and responsibility. Good performance can be achieved by increasing work motivation. The higher the motivation of one’s work, the higher the performance produced. The study aims to determine the correlation between work motivation and the performance of nurses in the Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.The research design is analytic obseravational with cross-sectional approach. The research was conducted in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District from June until October 2018. The study look the total elderly population in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District. The samples obtained were 64 nurse who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The research instrument was the Misener Nurse Practitiner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) questionnaire for measure work motivation and performance assessment sheets to measure the performance of nurse. The analysis used is univariate and bivariate analysis using Chi Square test.         The result of this study shows that the Fisher’s Exact Test between variables of work motivation and the nurse performance obtained p value =0,076 (p>0,05). Based on the result of the study, there is no correlation between work motivation and the nurse performance in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.   Suggestions that can be given to hospitals are expected to continue to maintain and improve performance in the organizational environment an give more attention to existing nurses so that nurses are more motivated to display better performance. Keywords:  Work motivation, nurses performance
ANALISIS PENCAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KOMITMEN (KBK) TERHADAP PEMBAYARAN DANA KAPITASI DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO Maramis, Julio Victor Fredrik; Mandagi, Chreisye K.F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi didalam terselenggaranya Jaminan Kesehatan Nasional adalah pembiayaan. Dalam pemenuhan pembayaran kapitasi yang maksimal, yakni 100% Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama harus memenuhi indikator yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan tentang Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen (KBK). Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado pada bulan Mei-Juni 2018. Informan penelitian didapatkan dengan teknik non-probabilitas dengan prinsip kesesuaian berdasarkan pengetahuan atau pengalaman informan terkait objek yang ingin diteliti. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Instumen penelitian digunakan yaitu berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, kamera digital alat tulis-menulis. Hasil Penelitian: indikator mempengaruhi pencairan dana kapitasi di puskesmas yaitu kapitasis berbasis pemenuhan komitmen, yang terbagi dari angka kontak, rasio rujukan non spesialistik, serta rasio peserta prolanis rutin berkunjung. Kesimpulan: Capaian angka kontak belum tercapai sesuai target dan masih berada dalam batasan zona tidak aman, untuk rasio rujukan kasus non spesialistik berada dalam batasan zona aman, serta untuk indikator peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP berada dalam batasan zona amanKata Kunci: Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen, Dana KapitasiABSTRACT Background : One of the factors that influence the implementation of national health insurance is the financing. In fulfillment of the capitation payments to the maximum is 100 %, first level health facilities should meet the indicators issued by the health BPJS about capitation-based actor commitment (CBC). The research was conducted in the health center at Wawonasa the city of Manado Methods: This is a qualitative research. This research was conducted at the Puskesmas Wawonasa Manado city in may – june of 2018. The research informants obtained with non-probability technique with the principle of suitability based on knowledge or experience of the informants related the object to be observed. The information in this study consist of 6 people. The research instrument used in the form of interview guidelines, voice recorder, digital camera, and stationery.Results: Indicators affect the disbursement of funds kapitasis in puskesmas, namely the capitation-based fulfillment of commitments, which divided from the contact numbers, the ratio of reference non-specialist, as well as rasido participants prolanis routine visit. Conclusion : The achievements of the contact numbers has not been achieved on target and still within the boundaries of the zone is not safe, for rasido the referral of cases of non specialist is in a reply to a safe zone, as well as for indicators of a participants prolanis routine visit to the FKTP be in a reply to a safe.Keywords : Indicators of capitation-based commitment, the fund capitation
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI DOKTER PASIEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK. II ROBERT WOLTER MONGISIDI Mukuan, Hizkia; Tucunan, Ardiansa A.T.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam komunikasi dokter dan pasien terdapat berbagai masalah yang disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari segi pelayanan kesehatan sampai kepada tingkat efektifitas komunikasi dokter dan pasien yang menjadi hal penting yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien, hal tersebut yang menjadi salah satu tolak ukur dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara komunikasi dokter-pasien dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi, waktu penelitian dilaksanakan bulan Agustus-November 2019. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat inap yang dirawat selama 3 bulan terakhir (Agustus-Oktober 2019) yaitu sebanyak 6.143 pasien. Sampel yang digunakan yaitu 100 responden. Hasil analisis dengan menggunakan uji Chi-square dengan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukan, ada hubungan antara komunikasi verbal dan nonverbal dokter pasien dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi, dengan nilai p<0,003.*Kata Kunci : Komunikasi, kepuasan pasienABSTRACTIn the communication of doctors and patients there are various problems caused by several factors, starting in terms of service to the level of effectiveness of communication between doctors and patients which is an important thing that can affect the level of patient satisfaction, this is one of the benchmarks in improving hospital service. The purpose of this study was to determine the relationship between the communication of the patient’s doctor with the level of the severity of the inpatient in the TK. II Robert Wolter Mongisidi Hospital. Type of research used is quantitative research with design cross sectional study. This research was carried out in a TK. II Robert Wolter Mongisidi Hospital, the time of the study was carried out in August to November 2019. The population in this study were inpatients treated for the last 3 months, as many as 6.143 patients. The sample used is 100 respondents. The results of the analysis using the chi square test with p values = o,o5. The results showed there was a relationship between verbal communication and nonverbal communication of the patient’s doctors with the level of satisfaction of inpatients in the TK.II Robert Wolter Mongisdi hospital with p values=0,003.*Keywords : Communication, patient satisfactiom
Perbandingan Kadar Besi dalam Darah antara Subyek Obesitas Prehipertensi dengan Subyek Obesitas Normotensi pada Mahasiswa FK UNSRAT Wowor, Ribka; Wantania, Frans; Warouw, Finny
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBackground : A growing number of young adult having a slight higher blood pressure were recently found, especially with obesity. Individual with prehypertension is profound to develop hypertension and in increased risk of having cardiovascular event compared to individual with normotension. Past studies showed that inflammation process was played a major role in individual with obesity. Pathogenesis of the inflammation in obesity was not clearly understood, but new studies shows indication of oxidative stress, which one of the source was iron.  Method: This was a cross sectional study that include 38 medical faculty of samratulangi university student. Which 19 subjects had central obesity with normotension and 19 subjects had prehypertension (19 subject). Exclusion criteria were Anemia, Hypotension,Hypertension stage II, and acute infection. T test was done in measuring the ferittin levels between normotension and prehypertension in central obesity subject. Result:From 38 central obesity medical student that is included in this study. 19 were prehypertension and the rest was normotension. With mean iron levels in central obesity normotension subject was 141,15+ 66,994; and the mean iron level in prehypertension  was 345,74+ 172.82 with P <0,001 Conclusion:There is a significance difference in mean iron level between obesity prehypertension subject and normotension obesity subject in medical faculty of samratulangi student.Keyword: Iron level, Obesity, PrehypertensionAbstrakLatarBelakang: Peningkatan ringan tekanan  darah semakin sering ditemukan pada usia muda, terutama mereka dengan obesitas.  Individu dengan Prehipertensi beresiko menjadi hipertensi  dan lebih beresiko mengalami kejadian kardiovaskular dibandingkan dengan individu dengan normotensi.  Penelitian terdahulu membuktikan bahwa terjadi proses inflamasi pada individu dengan obesitas.  Patogenesis dari inflamasi yang terjadi pada  obesitas belum sepenuhnya dimengerti, tetapi studi terbaru mengindikasikan adanya stres oksidatif, dimana salah satu sumbernya adalah zat besi. Metodologi : Penelitan ini merupakanpenelitianpotonglintangpada 38 mahasiswa FK UNSRAT yang mengalami obesitas sentral dengan normotensi (19 subyek) dan prehipertensi (19 subyek).  Kriteria Eksklusi meliputi Anemia, Hipotensi, Hipertensi Stage II, dan infeksi akut. Dilakukan uji Beda Rerata antara kadar Feritin antara Normotensi dengan PreHipertensi pada Subyek Obesitas Sentral. Hasil: Dari 38 mahasiswa obesitas sentral yang ikut serta dalam penelitian ini, 19 diantaranya prehipertensi, dan sisanya normotensi.  Rerata kadar zat besi pada kelompok obesitas sentral normotensi adalah 141,15 + 66,994; sedangkan rerata kadar zat 345,74 + 172,82 dengannilai p<0,001  Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata kadar zat besi dalam darah antara Subyek Obesitas Prehipertensi dengan Subyek Obesitas Normotensi pada Mahasiswa FK UNSRAT.Kata Kunci: ZatBesi, Obesitas, Prehipertensi
HUBUNGAN MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BUDI MULIA KOTA BITUNG Muntiaha, Christania R.; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mutu pelayanan kesehatan adalah derajat dipenuhinya asuhan kesehatan. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah indikator pertama dari rumah sakit dan ukuran mutu pelayanan. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Juli 2018 di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dari bulan Januari-Maret sejumlah 1.922, sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap pada kelas I, II, dan III 95 pasien. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil Penelitian : Menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung dengan nilai p= 0,002 (Pvalue < 0,05), dan nilai koefesien korelasi didapatkan 0,315**. Mutu Jasa Pelayanan kesehatan 52,6% memilih baik dan tingkat kepuasan pasien 60% yang merasa puas. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Budi Mulia. Pasien rawat inap merasa puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan karena mutu jasa pelayanan kesehatan sudah baik di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung.Kata Kunci : Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dan Tingkat Kepuasan PasienABSTRACTBackground : The quality of health services is the degree of fulfillment of health care. Hospitals are health care institutions that provide health services such as inpatient, outpatient and emergency services. Patient satisfaction is the first indicator of a hospital and a measure of service quality.Method : This was a descriptive analytic quantitative research with cross sectional study design. This research was conducted in April-July 2018 at Budi Mulia Hospital, Bitung City. The population in this study were all inpatients from January to March totaling 1,922 patients, and the samples in this study were inpatients in class I, II, and III which was 95 patients. The instrument used was a questionnaire. Data analysis was univariate analysis and bivariate analysis using Spearman correlation test. Results : This study showed the correlation between the quality of health care services and the level of inpatients satisfaction at Budi Mulia Hospital in Bitung City, with p value = 0.002 (p value <0.05), and correlation coefficient value was 0.315 **. There was 52.6% respondents chose good for health service quality and 60% patients who felt satisfied for satisfactory level.Conclusion : There was a significantly correlation between the quality of health care services and the level of inpatients satisfaction at Budi Mulia Hospital. If the quality of health services improved patient satisfaction rate will increase.Keywords: quality of health care Services and the level of inpatients satisfaction
HUBUNGAN ANTARA SUHU LINGKUNGAN KERJA DAN JAM KERJA DENGAN STRES KERJA di PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK UNIT MANADO PROYEK UNIVERSITAS SAM RATULANGI Lukas, Ligriani; Suoth, Lery F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan respon psikologis negatif dari pekerja, yang mengalami stres kerja 35% diantaranya mengalami stres kerja berakibat fatal dan diperkirakan hari kerja yang hilang sebesar 43%. Suhu lingkungan kerja merupakan faktor fisik lingkungan kerja, terdapat suhu lingkungan diatas nilai ambang batas dan dibawah nilai ambang batas. Jam kerja/hari seorang pekerja dapat bekerja dengan normal yaitu 8 jam/hari. tekanan yang berlebihan dari pekerjaan, hal ini dapat memicu stres akibat kerja. Jenis penelitian ini yaitu survei analitik yang bersifat observasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara suhu lingkungan kerja dan jam kerja dengan stres kerja di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Unit Manado Proyek Universitas Sam Ratulangi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 88 responden. Alat pengukuran untuk stres kerja menggunakan heat stress monitor, dan pengukuran stres kerja menggunakan kuesioner, serta di dalam kuesioner terdapat keterangan untuk jam masuk kerja dan pulang kerja untuk mengukur jam kerja/hari. Data diolah secara statistik menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian terdapat 71 (80,7%) responden berada pada suhu lingkungan kerja diatas nilai ambang batas dan 17 (19,3%) responden berada pada suhu lingkungan dibawah nilai ambang batas. Tingakat stres kerja paling banyak responden berada pada tingkat stres kerja tinggi yaitu 60 (72,3%). Dengan P-value 0,000 artinya <0,05 dan r 0,666. Hasil pengukuran jam kerja dimana pekerja paling banyak bekerja >8jam/hari yaitu 83(94,3%), dan paling sedikit =/<8jam/hari 5 (5,7%). Dengan p-value 0,037 dan r 0,223. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara suhu lingkungan kerja dengan stres kerja dan kekuatan hubungan kuat dengan arah hubungan positif, dan terdapat hubungan antara jam kerja dengan stres kerja dengan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan positif. Perlu adanya program perbaikan pengaturan jam kerja untuk mengurangi waktu paparan dengan suhu lingkungan kerja diatas nilai ambang batas.Kata kunci: Stres kerja, suhu lingkungan kerja dan jam kerjaABSTRACTJob stress is a negative psychological response from workers, who experience work stress 35% of them experience work stress which is fatal and estimated work days are lost by 43%. Work environment temperature is working environment factors there are environmental temperature threshold values above and below the threshold value. Working hours / days a worker can work normally which is 8 hours / day. excessive pressure from work, this can trigger stress due to work. This type of research is an observational analytical survey. The purpose of this study is to determine the relationship between the temperature of the work environment and working hours with work stress at PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Unit Manado Proyek Universita Sam Ratulangi. The sample in this study is 88 respondents. Measuring tools for work stress using heat stress monitors, and work stress measurements using questionnaires, as well as in the questionnaire there are information for working hours and returning to work to measure working hours / day. Data is processed statistically using SPSS. From the results of the study there were 71 (80.7%) respondents at the work environment temperature above the threshold value and 17 (19.3%) respondents were at ambient temperature below the threshold value. Job stress levels at most respondents are at high job stress levels of 60 (72.3%). With P-value 0,000 it means <0.05 and r 0.666. The results of the measurement of working hours where the worker works the most> 8 hours / day is 83 (94.3%), and at least = / <8 hours / day 5 (5.7%). With p-value 0.037 and r 0.223. Based on these results it can be concluded that there is a relationship between the temperature of the work environment with work stress and the strength of a strong relationship with the direction of a positive relationship, and there is a relationship between working hours and work stress with the strength of weak relationships and the direction of positive relationships. There is a need to improve work hours regulation to reduce exposure time with work environment temperature above the threshold value.Keywords: Job stress, work environment temperature and working hours
Masalah Kesehatan pada Lansia: Sindroma Frailty Wowor, Ribka; Wantania, Frans
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29162

Abstract

Abstract: Frailty Syndrome is a geriatric syndrome with characteristics of reduced functional ability and adaptation functions that caused by the decline in various body systems and also increased susceptibility to various stress, which decreases a person’s functional performance. The prevalence of frailty syndrome ranges from 7% at the age above 65 years and 30% at ages above 80 years. Research on Caucasian races, women suffer more frailty than men (7:5), while in the African American group found twice that of Caucasians (14:7). Generally, to determine a frailty syndrome we used the Fried’s clinical criteria when there are three or more of the weaknesses such as, reduced road speed, complaints of fatigue, decreased activity, and weight loss. The clinical picture of frailty syndrome is based on weakness, reduced walking speed, fatigue, low physical activity, and weight loss. The diagnosis is based on clinical signs and symptoms and their comorbidities.Keywords: frailty syndrome, weakness Abstrak: Sindroma frailty adalah suatu sindroma geriatri dengan karakteristik berkurangnya kemampuan fungsional dan gangguan fungsi adaptasi yang diakibatkan oleh merosotnya berbagai sistem tubuh, serta meningkatnya kerentanan terhadap berbagai macam stressor, yang menurunkan performa fungsional seseorang. Prevalensi sindroma frailty berkisar 7% pada usia diatas 65 tahun dan 30% pada usia diatas 80 tahun. Penelitian terhadap ras Kaukasia, perempuan lebih banyak menderita frailty dibandingkan laki-laki (7:5), sedangkan pada kelompok Afrika-Amerika didapatkan dua kali lipat dibandingkan ras Kaukasia (14:7). Umumnya, untuk menentukan suatu sindroma frailty dipergunakan kriteria klinis dari Fried yaitu bila terdapat tiga atau lebih dari kelemahan, berkurangnya kecepatan jalan, keluhan cepat lelah, menurunnya aktivitas, dan berkurangnya berat badan. Gambaran klinis sindroma frailty berdasarkan adanya kelemahan, berkurangnya kecepatan jalan, rasa cepat lelah, aktivitas fisik yang rendah, dan hilangnya berat badan. Diagnosis didasarkan atas tanda dan gejala klinis serta penyakit komorbidnya.Kata kunci: sindrom frailty, kelemahan
Perbedaan Rerata Feritin Serum antara Pria Obesitas Sentral dengan Non Obesitas Sentral Wowor, Ribka
e-CliniC Vol 8, No 2 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.2.2020.29627

Abstract

Abstract: Inflammation process that occurs in obese people plays a crucial role for cardiovascular events in the future. Animal studies found an association between macrophage and ferritin as a proinflammatory marker. This study was aimed to determine the difference in serum ferritin level between central obese and non central obese individuals. This was a cross sectional study using consecutive sampling mnethod. Subjects were residents of Medical Faculty, Sam Ratulangi University, consisted of 41 young males divided into two groups: 25 subjects with central obesity and 16 subjects without central obesity. Blood pressure, peripheral blood, serum ferritin, creatinine, and fasting blood sugar tests were performed on all subjects. The results showed that of 25 subjects with central obesity, there were 15 subjects with hyperferritinemia, meanwhile only 3 subjects with hyperferritinemia in non central obesity group. There was a significant difference of mean serum ferritin levels between central obesity and non central obesity groups (303.03±171.53 mcg/dL vs 128.24±66.79 mcg/dL; p=0.000). In conclusion, serum ferritin level in male subjects with central obesity was higher than those without central obesity.Keywords: serum ferritin, central obesity Abstrak: Inflamasi yang terjadi pada obesitas berperan penting terhadap kelainan metabolisme yang menjadi dasar terjadinya kelainan kardiovaskular. Pada hewan coba didapatkan adanya hubungan antara makrofag dengan feritin yang merupakan salah satu protein penanda inflamasi akut dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan rerata ferritin serum pada individu dengan dan tanpa obesitas sentral. Desain penelitian ialah potong lintang dengan menggunakan konsekutif sampling. Subyek penelitian ialah mahasiswa PPDS Sp1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado terdiri dari 41 pria usia dewasa muda berusia kurang dari 40 tahun yang dibagi atas dua kelompok: 25 subyek dengan obesitas sentral dan 16 subyek non obesitas sentral sebagai kontrol. Pemeriksaan tekanan darah, darah perifer lengkap, dan kadar feritin serum dilakukan pada semua subyek. Uji statistik menggunakan uji beda rerata antara kadar feritin pada kedua kelompok. Hasil penelitian mendapatkan pada kelompok obesitas sentral, 15 dari 25 subyek mengalami peningkatan kadar feritin serum, sedangkan pada kelompok non obesitas sentral hanya 3 dari 16 subyek yang mengalami peningkatan kadar feritin serum. Rerata feritin serum pada kelompok obesitas sentral ialah 303,03±171,53 mcg/dL; sedangkan pada kelompok non obesitas sentral ialah 128,24±66,79 mcg/dL (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan rerata feritin serum antara subyek dengan obesitas sentral dibandingkan subyek non obesitas sentral pada pria dewasa muda.Kata kunci: feritin serum, obesitas sentral, dewasa muda
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN MENGENAI KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KAWANGKOAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Lumanaw, Harianto K.J; Mandagi, Chreisye K. F; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang melaksanakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Pelayanan keperawatan sangat dibutuhkan di Puskesmas dalam hal perawatan bagi para penderita penyakit yang datang berkunjung di pelayanan kesehatan. Kinerja perawat adalah hasil kerja perawat dalam bentuk tindakan atau praktek yang dapat diamati dan dinilai. Kinerja keperawatan mencerminkan kemampuan perawat untuk menggambarkan proses keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan persepsi pasien mengenai kinerja Perawat Terhadap Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan utara Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuisoner. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 53.2% responden menyatkan kinerja perawat baik dan 63,6% menyatakan puas dengan kinerja yang diberikan perawat. Data analisis menggunakan uji chi square dengan signifikasi 95% dengan p-value sebesar 0.002 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi pasien mengenai kinerja Perawat Terhadap Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan utara Kabupaten Minahasa. Kata Kunci: Kinerja Perawat, Kepuasan, Puskesmas ABSTRACTPuskesmas is a first-level health care facility that carries out public health efforts and individual health efforts. Nursing services are needed in puskesmas in terms of care for people with diseases who come to visit the health service. The performance of nurses is the result of the work of nurses in the form of actions or practices that can be observed and assessed. Nursing performance reflects the ability of nurses to describe the nursing process. The purpose of this study was to find out the relationship of patient perception regarding the performance of Nurses to Outpatients in Kawangkoan Health Center north of Minahasa Regency. This type of research is quantitative with a cross sectional study approach with a sample of 77 respondents. Data collection techniques using questionnaire method. The results were obtained as many as 53.2% of respondents encouraged the performance of good nurses and 63.6% expressed satisfaction with the performance provided by nurses. The analysis data using chi square test with 95% signification with p-value of 0.002 so that it can be concluded that there is a relationship between patient perception regarding nurse performance towards outpatients in Kawangkoan Health Center north of Minahasa Regency. Keywords: Nurse performance, satisfaction, health care
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DIKELURAHAN MALALAYANG 1 TIMUR KOTA MANADO Lupa, Putra E. R.; Wowor, Ribka; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 19 (COVID-19) adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Meningkatnya kasus COVID-19 tentu tidak lepas dari perilaku kesehatan dari masyarakat itu sendiri. Perilaku adalah respon individu terhadap suatu masalah yang dalam hal ini  berkaitan dengan kesehatan. Perilaku diukur melalui pengetahuan, sikap, dan tindakan atau praktek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui gambaran perilaku masyarakat tentang pencegahan COVID-19 di Kelurahan Malalayang 1 Timur Kecamatan Malalayang  Kota Manado. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2020. Sampel dalam penelitian ini sebesar 100 sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner tentang gambaran perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 yang telah diuji validasi dan reabilitas. Kuesioner yang digunakan dibagi 3 bagian yaitu pengetahuan, sikap, tindakan yang masingmasing bagian terdiri dari 17 pernyataan yang berkaitan dengan pencegahan COVID-19. Hasil penelitian menunjukan perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 berada pada kategori cukup baik. Hasil ini disebabkan dimana pada pengetahuan dan sikap kategori responden sudah baik akan tetapi pada tindakan responden dalam pencegahan dikategorikan cukup. dapat dilihat dari survey deskriptif mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan dimana pada tingkat pengetahuan responden mempunyai kategori baik sebesar 93%, sikap mempunyai kategori baik sebesar 94%, dan pada tindakan mempunyai kategori cukup sebesar 89%. Berdasarkan hasil ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Malalayang I Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado memiliki pengetahuan, sikap, dan tindakan yang cukup baik. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa perilakau pencegahan COVID-19 di Kelurahan Malalayang I Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado dapat dikategorikan cukup baik.  Kata Kunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT Corona Virus Disease 19 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The increase in the number of cases infected with COVID-19 is certainly influenced by public health behavior in the prevention of COVID-19. Behaviors measured through knowledge, attitudes, and actions or practices. The purpose of this research is to describe the descriptions of knowledge, attitudes, and action of the community towards the prevention of COVID-19 in the Village of North Malat Gemeh District Talaud Islands Regency. This research uses a type of descriptive quantitative research with cross sectional study approach. This research was conducted in September-October 2020. The sample amount in this study was 79 samples. Sampling techniques in this study use accidental sampling by paying attention to inclusion and exclusion criteria. The measuring instrument used in this study is using a questionnaire about the description of people's behavior towards COVID-19 prevention that has been tested for validation and reliability. The results of this study show that people's behavior towards COVID-19 prevention is in a good category. These results can be seen based on the results of a descriptive survey on public knowledge, attitudes, and actions towards COVID19 prevention where the percentage of respondents with a good level of knowledge towards COVID-19 prevention is 96.2%, the percentage of respondents who expressed a positive and good response to COVID-19 prevention is 97.5%, and the percentage of respondents who take COVID-19 precautions is 73.4%. Based on the results of this study shows that the people of North Malat Village, Gemeh District, Talaud Islands Regency have good knowledge, attitude, and action. Therefore, it can be concluded that the behavior of the community towards the prevention of COVID-19 in north Malat Village, Gemeh District, Talaud Islands Regency is in a good category.  Keyword: Behavior, Knowledge, Attitudes, Actions, Prevention of COVID-19