Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BUDI MULIA KOTA BITUNG Muntiaha, Christania R.; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mutu pelayanan kesehatan adalah derajat dipenuhinya asuhan kesehatan. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah indikator pertama dari rumah sakit dan ukuran mutu pelayanan. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Juli 2018 di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dari bulan Januari-Maret sejumlah 1.922, sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap pada kelas I, II, dan III 95 pasien. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil Penelitian : Menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung dengan nilai p= 0,002 (Pvalue < 0,05), dan nilai koefesien korelasi didapatkan 0,315**. Mutu Jasa Pelayanan kesehatan 52,6% memilih baik dan tingkat kepuasan pasien 60% yang merasa puas. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Budi Mulia. Pasien rawat inap merasa puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan karena mutu jasa pelayanan kesehatan sudah baik di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung.Kata Kunci : Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dan Tingkat Kepuasan PasienABSTRACTBackground : The quality of health services is the degree of fulfillment of health care. Hospitals are health care institutions that provide health services such as inpatient, outpatient and emergency services. Patient satisfaction is the first indicator of a hospital and a measure of service quality.Method : This was a descriptive analytic quantitative research with cross sectional study design. This research was conducted in April-July 2018 at Budi Mulia Hospital, Bitung City. The population in this study were all inpatients from January to March totaling 1,922 patients, and the samples in this study were inpatients in class I, II, and III which was 95 patients. The instrument used was a questionnaire. Data analysis was univariate analysis and bivariate analysis using Spearman correlation test. Results : This study showed the correlation between the quality of health care services and the level of inpatients satisfaction at Budi Mulia Hospital in Bitung City, with p value = 0.002 (p value <0.05), and correlation coefficient value was 0.315 **. There was 52.6% respondents chose good for health service quality and 60% patients who felt satisfied for satisfactory level.Conclusion : There was a significantly correlation between the quality of health care services and the level of inpatients satisfaction at Budi Mulia Hospital. If the quality of health services improved patient satisfaction rate will increase.Keywords: quality of health care Services and the level of inpatients satisfaction
HUBUNGAN ANTARA SUHU LINGKUNGAN KERJA DAN JAM KERJA DENGAN STRES KERJA di PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK UNIT MANADO PROYEK UNIVERSITAS SAM RATULANGI Lukas, Ligriani; Suoth, Lery F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan respon psikologis negatif dari pekerja, yang mengalami stres kerja 35% diantaranya mengalami stres kerja berakibat fatal dan diperkirakan hari kerja yang hilang sebesar 43%. Suhu lingkungan kerja merupakan faktor fisik lingkungan kerja, terdapat suhu lingkungan diatas nilai ambang batas dan dibawah nilai ambang batas. Jam kerja/hari seorang pekerja dapat bekerja dengan normal yaitu 8 jam/hari. tekanan yang berlebihan dari pekerjaan, hal ini dapat memicu stres akibat kerja. Jenis penelitian ini yaitu survei analitik yang bersifat observasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara suhu lingkungan kerja dan jam kerja dengan stres kerja di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Unit Manado Proyek Universitas Sam Ratulangi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 88 responden. Alat pengukuran untuk stres kerja menggunakan heat stress monitor, dan pengukuran stres kerja menggunakan kuesioner, serta di dalam kuesioner terdapat keterangan untuk jam masuk kerja dan pulang kerja untuk mengukur jam kerja/hari. Data diolah secara statistik menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian terdapat 71 (80,7%) responden berada pada suhu lingkungan kerja diatas nilai ambang batas dan 17 (19,3%) responden berada pada suhu lingkungan dibawah nilai ambang batas. Tingakat stres kerja paling banyak responden berada pada tingkat stres kerja tinggi yaitu 60 (72,3%). Dengan P-value 0,000 artinya <0,05 dan r 0,666. Hasil pengukuran jam kerja dimana pekerja paling banyak bekerja >8jam/hari yaitu 83(94,3%), dan paling sedikit =/<8jam/hari 5 (5,7%). Dengan p-value 0,037 dan r 0,223. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara suhu lingkungan kerja dengan stres kerja dan kekuatan hubungan kuat dengan arah hubungan positif, dan terdapat hubungan antara jam kerja dengan stres kerja dengan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan positif. Perlu adanya program perbaikan pengaturan jam kerja untuk mengurangi waktu paparan dengan suhu lingkungan kerja diatas nilai ambang batas.Kata kunci: Stres kerja, suhu lingkungan kerja dan jam kerjaABSTRACTJob stress is a negative psychological response from workers, who experience work stress 35% of them experience work stress which is fatal and estimated work days are lost by 43%. Work environment temperature is working environment factors there are environmental temperature threshold values above and below the threshold value. Working hours / days a worker can work normally which is 8 hours / day. excessive pressure from work, this can trigger stress due to work. This type of research is an observational analytical survey. The purpose of this study is to determine the relationship between the temperature of the work environment and working hours with work stress at PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Unit Manado Proyek Universita Sam Ratulangi. The sample in this study is 88 respondents. Measuring tools for work stress using heat stress monitors, and work stress measurements using questionnaires, as well as in the questionnaire there are information for working hours and returning to work to measure working hours / day. Data is processed statistically using SPSS. From the results of the study there were 71 (80.7%) respondents at the work environment temperature above the threshold value and 17 (19.3%) respondents were at ambient temperature below the threshold value. Job stress levels at most respondents are at high job stress levels of 60 (72.3%). With P-value 0,000 it means <0.05 and r 0.666. The results of the measurement of working hours where the worker works the most> 8 hours / day is 83 (94.3%), and at least = / <8 hours / day 5 (5.7%). With p-value 0.037 and r 0.223. Based on these results it can be concluded that there is a relationship between the temperature of the work environment with work stress and the strength of a strong relationship with the direction of a positive relationship, and there is a relationship between working hours and work stress with the strength of weak relationships and the direction of positive relationships. There is a need to improve work hours regulation to reduce exposure time with work environment temperature above the threshold value.Keywords: Job stress, work environment temperature and working hours
Masalah Kesehatan pada Lansia: Sindroma Frailty Wowor, Ribka; Wantania, Frans
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29162

Abstract

Abstract: Frailty Syndrome is a geriatric syndrome with characteristics of reduced functional ability and adaptation functions that caused by the decline in various body systems and also increased susceptibility to various stress, which decreases a person’s functional performance. The prevalence of frailty syndrome ranges from 7% at the age above 65 years and 30% at ages above 80 years. Research on Caucasian races, women suffer more frailty than men (7:5), while in the African American group found twice that of Caucasians (14:7). Generally, to determine a frailty syndrome we used the Fried’s clinical criteria when there are three or more of the weaknesses such as, reduced road speed, complaints of fatigue, decreased activity, and weight loss. The clinical picture of frailty syndrome is based on weakness, reduced walking speed, fatigue, low physical activity, and weight loss. The diagnosis is based on clinical signs and symptoms and their comorbidities.Keywords: frailty syndrome, weakness Abstrak: Sindroma frailty adalah suatu sindroma geriatri dengan karakteristik berkurangnya kemampuan fungsional dan gangguan fungsi adaptasi yang diakibatkan oleh merosotnya berbagai sistem tubuh, serta meningkatnya kerentanan terhadap berbagai macam stressor, yang menurunkan performa fungsional seseorang. Prevalensi sindroma frailty berkisar 7% pada usia diatas 65 tahun dan 30% pada usia diatas 80 tahun. Penelitian terhadap ras Kaukasia, perempuan lebih banyak menderita frailty dibandingkan laki-laki (7:5), sedangkan pada kelompok Afrika-Amerika didapatkan dua kali lipat dibandingkan ras Kaukasia (14:7). Umumnya, untuk menentukan suatu sindroma frailty dipergunakan kriteria klinis dari Fried yaitu bila terdapat tiga atau lebih dari kelemahan, berkurangnya kecepatan jalan, keluhan cepat lelah, menurunnya aktivitas, dan berkurangnya berat badan. Gambaran klinis sindroma frailty berdasarkan adanya kelemahan, berkurangnya kecepatan jalan, rasa cepat lelah, aktivitas fisik yang rendah, dan hilangnya berat badan. Diagnosis didasarkan atas tanda dan gejala klinis serta penyakit komorbidnya.Kata kunci: sindrom frailty, kelemahan
Perbedaan Rerata Feritin Serum antara Pria Obesitas Sentral dengan Non Obesitas Sentral Wowor, Ribka
e-CliniC Vol 8, No 2 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.2.2020.29627

Abstract

Abstract: Inflammation process that occurs in obese people plays a crucial role for cardiovascular events in the future. Animal studies found an association between macrophage and ferritin as a proinflammatory marker. This study was aimed to determine the difference in serum ferritin level between central obese and non central obese individuals. This was a cross sectional study using consecutive sampling mnethod. Subjects were residents of Medical Faculty, Sam Ratulangi University, consisted of 41 young males divided into two groups: 25 subjects with central obesity and 16 subjects without central obesity. Blood pressure, peripheral blood, serum ferritin, creatinine, and fasting blood sugar tests were performed on all subjects. The results showed that of 25 subjects with central obesity, there were 15 subjects with hyperferritinemia, meanwhile only 3 subjects with hyperferritinemia in non central obesity group. There was a significant difference of mean serum ferritin levels between central obesity and non central obesity groups (303.03±171.53 mcg/dL vs 128.24±66.79 mcg/dL; p=0.000). In conclusion, serum ferritin level in male subjects with central obesity was higher than those without central obesity.Keywords: serum ferritin, central obesity Abstrak: Inflamasi yang terjadi pada obesitas berperan penting terhadap kelainan metabolisme yang menjadi dasar terjadinya kelainan kardiovaskular. Pada hewan coba didapatkan adanya hubungan antara makrofag dengan feritin yang merupakan salah satu protein penanda inflamasi akut dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan rerata ferritin serum pada individu dengan dan tanpa obesitas sentral. Desain penelitian ialah potong lintang dengan menggunakan konsekutif sampling. Subyek penelitian ialah mahasiswa PPDS Sp1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado terdiri dari 41 pria usia dewasa muda berusia kurang dari 40 tahun yang dibagi atas dua kelompok: 25 subyek dengan obesitas sentral dan 16 subyek non obesitas sentral sebagai kontrol. Pemeriksaan tekanan darah, darah perifer lengkap, dan kadar feritin serum dilakukan pada semua subyek. Uji statistik menggunakan uji beda rerata antara kadar feritin pada kedua kelompok. Hasil penelitian mendapatkan pada kelompok obesitas sentral, 15 dari 25 subyek mengalami peningkatan kadar feritin serum, sedangkan pada kelompok non obesitas sentral hanya 3 dari 16 subyek yang mengalami peningkatan kadar feritin serum. Rerata feritin serum pada kelompok obesitas sentral ialah 303,03±171,53 mcg/dL; sedangkan pada kelompok non obesitas sentral ialah 128,24±66,79 mcg/dL (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan rerata feritin serum antara subyek dengan obesitas sentral dibandingkan subyek non obesitas sentral pada pria dewasa muda.Kata kunci: feritin serum, obesitas sentral, dewasa muda
ANALISIS PROSEDUR PENGAJUAN KLAIM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI RAWAT INAP RSUD LAPANGAN SAWANG KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO Adam, Cicilia Miranda; Maramis, Franckie R.R; Wowor, Ribka E.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKlaim merupakan suatu permintaan salah satu atau dua pihak yang mempunyai ikatan,agar haknya terpenuhi,satu dari dua pihak yang melakukan ikatan tersebut akan mengajukan klaimnya kepada pihak lainnya sesuai dengan perjanjian atau polis yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak. BPJS kesehatan menerapkan sistem pembayaran prospektif, yaitu metode pembayaran dilakukan atas dasar layanan kesehatan yang besarnya telah diketahui sebelum pelayanan kesehatan diberikan dengan melakukan pembayaran kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) dengan sistem Indonesian Case Base Group’s (INA-CBG’s). Prosedur pengajuan klaim bpjs kesehatan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan mencakup pembuatan surat eligibilitas peserta,koding dan entry data,scan berkas dan verifikasi berkas klaim. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis prosedur pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lapangan sawang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang sesuai dengan  prosedur.     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan eksloratif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terlibat langsung dalam prosedur pengajuan klaim. Instrumen penelitian yang digunakan adalah  pedoman wawancara, alat perekam suara, dan alat tulis menulis. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian dan data primer yang didapatkan dari wawancara mendalam dengan informan dan data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian.     Prosedur pengajuan klaim yang meliputi pembuatan surat eligibilitas peserta (SEP) dilakukan dengan mengunakan e-klaim,proses entry dan koding dilakukan mengunakan aplikasi INA-CBG’s dengan memasukan data berdasarkan resume medis pasien sesuai aturan pengkodean berdasarkan  ICD 10 untuk kode diagnosa dan kode prosedur ICD 9,scan berkas tidak dilakukan dikarenakan keterbatasan alat scan serta koneksi jaringan yang kurang memadai dan dalam proses verifikasi klaim dilakukan dengan memeriksa dan menguji kelayakan berkas-berkas klaim yang dimasukan dengan berkas klaim yang telah dikirim. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pelaksanaan  prosedur pengajuan klaim di RSUD Lapangan Sawang sudah sesuai dengan ketentuan yang ada ,namun masih terdapat kendala-kendala yang menghambat proses pengajuan klaim.Kata Kunci: Pengajuan klaim, rumah sakitABSTRACT The claim is a request of one or two parties have ties, so that their rights are met, one of the two parties to the bond will submit its claim to the other party in accordance with the agreements or policies agreed upon by both parties. BPJS implement health prospective payment system, the method of payment shall be based on the amount of health care have been known before the health care given to make payments to advanced level referral health facilities (FKRTL) with the Indonesian system Case Base Group's (INA-CBG's). Procedures for filing claims BPJS referral health facility advanced level participants include the manufacture of the eligibility letter, coding and data entry, scanning files and verification of the claim file.The method used in this study is a qualitative approach eksloratif. The informant in this research were 5 people who were directly involved in the procedure of filing a claim. The research instrument used is interview, sound recording equipment, and stationery.The data collected is secondary data obtained through documents related to the investigation danPrimary data were obtained from in-depth interviews with informants and secondary data obtained through documents related to the study. Procedures for filing claims covering the making of the eligibility of participants (SEP) is done by using e-claims, the process of entry and coding is done using the INA-CBG's application by entering data based on the patient's resume appropriate ICD 10 coding rules based on diagnosis codes and ICD 9 procedure codes, scanned beam is not done due to limitations of the scanning device and the network connection is inadequate and in the claims verification process carried out by inspect and test the feasibility of the files included with the claim that the claim file has been sent. The results showed that in the implementation of procedures for filing a claim at Field Hospital Sawang is in conformity with the existing regulations, but there are still obstacles that hinder the process of filing a claim.Keywords: Claims, Hospital 
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN MENGENAI KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KAWANGKOAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Lumanaw, Harianto K.J; Mandagi, Chreisye K. F; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang melaksanakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Pelayanan keperawatan sangat dibutuhkan di Puskesmas dalam hal perawatan bagi para penderita penyakit yang datang berkunjung di pelayanan kesehatan. Kinerja perawat adalah hasil kerja perawat dalam bentuk tindakan atau praktek yang dapat diamati dan dinilai. Kinerja keperawatan mencerminkan kemampuan perawat untuk menggambarkan proses keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan persepsi pasien mengenai kinerja Perawat Terhadap Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan utara Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuisoner. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 53.2% responden menyatkan kinerja perawat baik dan 63,6% menyatakan puas dengan kinerja yang diberikan perawat. Data analisis menggunakan uji chi square dengan signifikasi 95% dengan p-value sebesar 0.002 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi pasien mengenai kinerja Perawat Terhadap Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan utara Kabupaten Minahasa. Kata Kunci: Kinerja Perawat, Kepuasan, Puskesmas ABSTRACTPuskesmas is a first-level health care facility that carries out public health efforts and individual health efforts. Nursing services are needed in puskesmas in terms of care for people with diseases who come to visit the health service. The performance of nurses is the result of the work of nurses in the form of actions or practices that can be observed and assessed. Nursing performance reflects the ability of nurses to describe the nursing process. The purpose of this study was to find out the relationship of patient perception regarding the performance of Nurses to Outpatients in Kawangkoan Health Center north of Minahasa Regency. This type of research is quantitative with a cross sectional study approach with a sample of 77 respondents. Data collection techniques using questionnaire method. The results were obtained as many as 53.2% of respondents encouraged the performance of good nurses and 63.6% expressed satisfaction with the performance provided by nurses. The analysis data using chi square test with 95% signification with p-value of 0.002 so that it can be concluded that there is a relationship between patient perception regarding nurse performance towards outpatients in Kawangkoan Health Center north of Minahasa Regency. Keywords: Nurse performance, satisfaction, health care
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DIKELURAHAN MALALAYANG 1 TIMUR KOTA MANADO Lupa, Putra E. R.; Wowor, Ribka; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 19 (COVID-19) adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Meningkatnya kasus COVID-19 tentu tidak lepas dari perilaku kesehatan dari masyarakat itu sendiri. Perilaku adalah respon individu terhadap suatu masalah yang dalam hal ini  berkaitan dengan kesehatan. Perilaku diukur melalui pengetahuan, sikap, dan tindakan atau praktek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui gambaran perilaku masyarakat tentang pencegahan COVID-19 di Kelurahan Malalayang 1 Timur Kecamatan Malalayang  Kota Manado. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2020. Sampel dalam penelitian ini sebesar 100 sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner tentang gambaran perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 yang telah diuji validasi dan reabilitas. Kuesioner yang digunakan dibagi 3 bagian yaitu pengetahuan, sikap, tindakan yang masingmasing bagian terdiri dari 17 pernyataan yang berkaitan dengan pencegahan COVID-19. Hasil penelitian menunjukan perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 berada pada kategori cukup baik. Hasil ini disebabkan dimana pada pengetahuan dan sikap kategori responden sudah baik akan tetapi pada tindakan responden dalam pencegahan dikategorikan cukup. dapat dilihat dari survey deskriptif mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan dimana pada tingkat pengetahuan responden mempunyai kategori baik sebesar 93%, sikap mempunyai kategori baik sebesar 94%, dan pada tindakan mempunyai kategori cukup sebesar 89%. Berdasarkan hasil ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Malalayang I Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado memiliki pengetahuan, sikap, dan tindakan yang cukup baik. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa perilakau pencegahan COVID-19 di Kelurahan Malalayang I Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado dapat dikategorikan cukup baik.  Kata Kunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT Corona Virus Disease 19 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The increase in the number of cases infected with COVID-19 is certainly influenced by public health behavior in the prevention of COVID-19. Behaviors measured through knowledge, attitudes, and actions or practices. The purpose of this research is to describe the descriptions of knowledge, attitudes, and action of the community towards the prevention of COVID-19 in the Village of North Malat Gemeh District Talaud Islands Regency. This research uses a type of descriptive quantitative research with cross sectional study approach. This research was conducted in September-October 2020. The sample amount in this study was 79 samples. Sampling techniques in this study use accidental sampling by paying attention to inclusion and exclusion criteria. The measuring instrument used in this study is using a questionnaire about the description of people's behavior towards COVID-19 prevention that has been tested for validation and reliability. The results of this study show that people's behavior towards COVID-19 prevention is in a good category. These results can be seen based on the results of a descriptive survey on public knowledge, attitudes, and actions towards COVID19 prevention where the percentage of respondents with a good level of knowledge towards COVID-19 prevention is 96.2%, the percentage of respondents who expressed a positive and good response to COVID-19 prevention is 97.5%, and the percentage of respondents who take COVID-19 precautions is 73.4%. Based on the results of this study shows that the people of North Malat Village, Gemeh District, Talaud Islands Regency have good knowledge, attitude, and action. Therefore, it can be concluded that the behavior of the community towards the prevention of COVID-19 in north Malat Village, Gemeh District, Talaud Islands Regency is in a good category.  Keyword: Behavior, Knowledge, Attitudes, Actions, Prevention of COVID-19
HUBUNGAN ANTARA MEMBERI DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBOS KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO Saleh, Nadiah; Wowor, Ribka; Adam, Hilman
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan merupakan dimana penderita melakukan cara pengobatan yang benar dan perbuatan baik yang dianjurkan oleh petugas kesehatan dan orang terdekatnya. Dukungan keluarga tidak bisa dihiraukan begitu saja, karena dukungan keluarga salah satu unsur kekuatan yang menguasai ketaatan dan mempunyai tanggung jawab yang sangat berarti dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara memberi dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas kombos kecamatan singkil kota manado. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional (potong lintang). Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kombos dan pengumpulan data secara via telepon online pada bulan September 2020. Populasi dan sampel berjumlah 50 responden berdasarkan data atau nomor telepon pasien yang di dapati pada apotik (kimia farma) tempat pengambilan obat pasien hipertensi. Alat ukur adalah kuesioner online. Analisis data yang digunakan menggunakan Uji Statistik Spearman Rho dengan nilai signifikansi < 0,005. Hasil penelitian menunujukkan dukungan keluarga baik sebesar 30 responden (60,0%), dukungan keluarga cukup sebesar 8 responden (16,0%) dan dukungan keluarga kurang sebesar 12 responden (24,0%). Untuk hasil kepatuhan memperlihatkan kategori patuh minum obat sebesar 34 responden (68,0%) dan kategori tidak patuh sebesar 16 responden (32,0%). Hasil uji statistik menunujukkan nilai signifikansi (p) 0,001 yang berarti adanya hubungan antara memberi dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Saran untuk penderita agar bisa menambahkan kepedulian kepada ketaatan konsumsi obat hipertensi, walaupun adanya dorongan keluarga yang kurang, padahal sangatlah penting dorongan keluarga dalam meninggikan ketaatan penderita dalam konsumsi obat. Dan saran untuk puskesmas agar mendukung dan memberi motivasi penderita hipertensi untuk menaikkan ketaatan dalam konsumsi obat. Kata Kunci : Memberi Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Pasien Hipertensi ABSTRACTCompliance is where the patient performs the right way of treatment and good deeds recommended by health workers and those closest to him. Family support cannot be ignored, because family support is one of the elements of the power that controls obedience and has a very meaningful responsibility in life. The purpose of this study was to determine the relationship between providing family support with adherence to taking medication in hypertensive patients in the working area of the Kombos Community Health Center, Singkil District, Manado City. This research uses quantitative research with correlational descriptive design through cross sectional approach (cross-sectional). The research site is in the working area of the Kombos Health Center and data collection via telephone online in September 2020. The population and sample amounted to 50 respondents based on patient data or telephone numbers found at pharmacies (pharmacy chemistry) where hypertension patient drugs were taken. The measuring tool is an online questionnaire. The data analysis used was the Spearman Rho statistical test with a significance value <0.005. The results showed good family support by 30 respondents (60.0%), adequate family support by 8 respondents (16.0%) and less family support by 12 respondents (24.0%). For the results of adherence, there were 34 respondents (68.0%) who complied with taking medication and 16 respondents (32.0%) did not comply. The results of statistical tests showed a significance value (p) of 0.001, which means there is a relationship between providing family support with adherence to taking medication in hypertensive patients. Suggestions for sufferers to be able to add concern for compliance with hypertension drug consumption, even though there is a lack of family encouragement, even though it is very important for family encouragement to increase patient compliance in drug consumption. And suggestions for health centers to support and motivate hypertension sufferers to increase adherence to drug consumption. Keywords : Providing Family Support, Compliance, Hypertension Patients
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS TIKALA BARU Komaling, Pryschilya Puteri Mega; Wowor, Ribka E.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi ialah pengalaman objektif tentang suatu peristiwa, objek atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi atau menafsirkan pesan. Mutu jasa pelayanan kesehatan adalah kesesuaian pelayanan kesehatan dengan standar profesi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara baik, sehingga semua kebutuhan pelanggan dan tujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dapat tercapai. Kepuasan pasien adalah hasil dari layanan kesehatan yang digunakan sebagai dasar untuk mendukung perubahan sistem layanan kesehatan dan merupakan salah satu tujuan dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Tikala Baru, Jenis penelitian ini penelitian survei analitik, dengan rancangan Cross Sectional Study, Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tikala Baru pada bulan Desember 2019 - Februari 2020. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, besar korelasi antara variabel persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien ialah sebesar 0,657 didasarkan pada kriteria yang ada hubungan kedua variabel signifikan karena angka signifikan sebesar 0,000. Terdapat hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Tikala Baru. Bagi Puskesmas Tikala Baru, diharapkan untuk lebih meningkatkan serta memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada pasien yaitu pelayanan perawat, kecepatan dan ketelitian dalam pemberian pelayanan kesehatan serta yang harus lebih diperhatikan yaitu peningkatan waktu tunggu dalam pelayanan di bagian apotek dan ketersediaan obat. Agar pasien bisa merasa puas dan nyaman dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Tikala Baru untuk menjadi lebih baik kedepannya.  Kata kunci : Persepsi, Mutu jasa pelayanan kesehatan, Kepuasan pasien  ABSTRACT Perception is an objective experience about an event, object or relationships that is obtained by concluding information or interpreting messages. The quality of health services is the compatibility of health services with professional standards by utilizing available resources properly, so that all customer needs and goals to achieve optimal health degrees can be achieved. Patient satisfaction is the result of health services used as a basis for supporting changes in the health care system and is one of the goals of improving the quality of health services. The purpose of this study was to determine the relationship between service quality perceptions with the level of patient satisfaction in the Tikala Baru Health Center. This type of research is analytic survey research, with a cross sectional study design, this research was conducted at the Tikala Baru Health Center in December 2019 - February 2020. Based on research conducted, the correlation between the variable perception of the quality of health care services with the level of patient satisfaction is 0.657 based on the criteria that there is a significant relationship between the two variables because a significant number of 0,000. There is a relationship between the perception of the quality of health services with the level of patient satisfaction at the Tikala Baru Health Center. For the Tikala Baru Health Center, it is expected to further improve and pay attention to the services provided to patients namely nurse services, speed and accuracy in the provision of health services as well as to be more attentive to the increase in waiting time in services at the pharmacy and drug availability. So that patients can feel satisfied and comfortable with the health services provided by the Tikala Baru Health Center to be better in the future.  Keywords: Perception, Quality of health services, Patient satisfaction
HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMURANG Tambuwun, Prisilia Zefanya; Wowor, Ribka E.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit menjadi satu hal yang ditekankan bahkan diwajibkan untuk menjadi satu tolak ukur hasil pencapaian kerja, oleh karena itu diperlukan adanya mutu yang baik untuk dapat menciptakan kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan hasil evaluasi setelah membandingkan apa yang dirasakan dengan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2019 sampai Agustus 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang dengan 100 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Analisis data dilakukan uji univariat dan bivariat, kemudian dilakukan uji statistik Chi-Square dan dilanjutkan dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara nilai p-value dimensi bukti fisik (0,000), kehandalan (0,000), daya tanggap (0,000), jaminan (0,012) dan empati (0,023) dengan kepuasan pasien. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang. Kata Kunci : Mutu Jasa Pelayanan, Kepuasan Pasien, Rumah Sakit ABSTRACTThe quality of health services in the hospital is one thing that is emphasized and even required to be a benchmark for work achievement, therefore good quality is needed to be able to create patient satisfaction. Patient satisfaction is the result of evaluation after comparing what is felt with expectations. The purpose of this research is to know the relation between quality of health service and patients satisfaction in Amurang Distric General Hospital outpatient. The type of this research is quantitative research with observational analytic with a cross sectional approach. This research was conducted October 2019 to August 2020. The samples in this research were outpatients of Amurang Distric General Hospital with 100 respondents. This research use a questionnaires as the instrumet. The data analysis used  univariate and bivariate test, than using the Chi-Square statistical test and followed by the Fisher Exact Test. The results showed that there is a relationship between the value of p-value dimension of tangible (0,000), reliability (0,000), responsiviness (0,000), assurance (0,012) and empathy (0,023) with patient satisfaction. Thus, it can be concluded that there is a relationship between quality of health service and patients satisfaction in Amurang Distric General Hospital outpatient. Keywords : Quality Health Service, Patients Satisfaction, Hospital.
Co-Authors A. J. M. Rattu Adam, Cicilia Miranda Adam, Hilman Adisti A Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adisti Aldegonda Rumayar Aling, Yismaya Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asep Rahman Aurelia C. Wulandari Bawang, Jeferson Biney, Irianti Diana Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Dolongpaha, Winly Vaskiano Gusti Entaren, Hardina Debora Fachreza Pakaya Febi Kornela Kolibu Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf Raymond Maramis Frans E. N. Wantania, Frans E. N. Frans Wantania Grace E.C. Korompis Grace Korompis Graciella Moses Henry Simarmata Humokor, Ardia Cahyani I Dewa Rai Sintiadewi Iin Deliana Ishak Injilin Sarah Eudia Meruntu Irot, Rahel Falentcia Serafim Kambey, Miracle Abygail Yolwan Kenang, Maissy C. Komaling, Pryschilya Puteri Mega Langkai, Regina Tesalonika Lebe, Klerin A. Ledy Chintia Lahaji Linoe, Ribka Gloria Lintje Kalangi Lukas, Ligriani Lumanaw, Harianto K.J Lupa, Putra E. R. M. Khalil Syawie Mahdi Mampa Maramis, F , R. R. Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Marsella D. Amisi Masloman, Sumarty Amalia Mokalu, Gloria Mokobimbing, Meysi Karla Mukuan, Hizkia Mundung, Rulandi Muntiaha, Christania R. Onibala, Nathalia Pamolango, Fendy Pangkey, Claudia I. F. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Rianna J Sumampouw Ribka Gloria Linoe Rondonuwu, Mutiara L.M. Rudy Pusung Sajow, Estefan Imanuel Salawangi, Glady Endayani Saleh, Nadiah saludung, ananda fiorelsa sihombing, Michelles F. Sondakh, Yunissia Jibriel Sulaemana Engkeng Suoth, Lery F. Suwuh, Melky Kindly Tambuwun, Prisilia Zefanya Tarina Zahratun Nisa Tessa A. D. Pinontoan Tindatu, Harrol Filipus Tiwa, Linovia L. Warouw, Finny Wonok, Melvin Josua wowor, syalomita Tesalonika Wurangian, Prisilia K. Yulianty Sanggelorang Yulnisye Wansaga