Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Development of Mathematics Learning Tools Using Peer Instruction with Structured Inquiry Method Based on Local Culture Oriented on Mathematical Problem-Solving Ability Ruswana, Angra Meta; Zamnah, Lala Nailah; Shahid , Mursaleen; Umar, Nasir
International Journal of Mathematics and Mathematics Education (IJMME) Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/ijmme.v1i3.739

Abstract

This research aims to describe the characteristics of mathematics learning tools and produce valid, practical and effective mathematics learning tools using the Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) method based on local culture which is oriented towards mathematical problem solving abilities. This research is development research using the ADDIE development model. Data analysis was carried out in this research to determine the feasibility of the development product in terms of the validity, practicality and effectiveness of the learning tools being developed. The research results show that 1. mathematics learning tools using the PISI method based on local culture oriented towards mathematical problem solving abilities have several characteristics, namely: a) Learning activities carried out using the PISI method stage consist of 2 parts, namely Peer Instruction which indirectly leads to the Structured Inquiry stage; b) The problem investigated in learning is a problem with the local cultural context of Ciamis; c) The use of local cultural context makes the mathematical knowledge concepts obtained by students become more meaningful and students become aware of the importance of mathematics because mathematical concepts are also found in students' daily activities; d) The instrument used in assessing learning outcomes is in the form of mathematical problem solving ability test questions. 2. Mathematics learning tools using the PISI method based on local culture are oriented towards mathematical problem solving abilities that meet the criteria of being valid, practical and effective.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Oktavia, Rina; Ruswana, Angra Meta; Zamnah, Lala Nailah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.8809

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi atas dasar rendahnya kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh setiap siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (kuasi eksperimen) dengan menggunakan desain The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Grup Design. Teknik analisis data menggunakan uji non-parametrik Mann Whitney-U. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas VII MTs Negeri 15 Ciamis yang terdiri dari enam kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 28 siswa (kelas eksperimen) dan 31 siswa (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes, yaitu tes kemampuan komunikasi matematis yang terdiri dari tiga soal. Pokok bahasan yang disajikan sebagai bahan materi, yaitu Garis dan Sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung.Kata Kunci: Model Pembelajaran The Power of Two, Kemampuan Komunikasi Matematis
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA SOAL CERITA MATERI BANGUN DATAR Saputri, Dian; Zamnah, Lala Nailah; Ruswana, Angra Meta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i3.16155

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis adalah keterampilan menyampaikan dan menjelaskan ide matematika kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan, menggunakan simbol, grafik, diagram, notasi, dan lambang matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita, yang ditentukan oleh indikator yang dimiliki siswa dan megetahui apa faktor yang bisa mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrument yang digunakan meliputi tes tertulis dan wawancara sesuai indikator kemampuan komunikasi matematis, selain itu juga dengan observasi dan dokumentasi.  Adapun hasil analisis bahwa subjek dengan tingkat kemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan komunikasi matematis, subjek dengan tingkat kemampuan sedang hanya mencapai indikator drawing dan written text, sedangkan pada tingkat kemampuan rendah belum mampu memenuhi seluruh indikator. Faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi berdasarkan tingkat kemampuannya terlihat dari metode yang guru berikan untuk menyelesaikan soal cerita, pengalaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita, pemahaman rumus yang tepat sesuai dengan soal, pemahaman apa yang ditanyakan pada soal, serta karakter siswa pada saat kegiatan pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK PADA MATERI PELUANG MAJEMUK BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS Rukmana, Dwi Alyani; Zamnah, Lala Nailah; Zakiah, Nur Eva
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i3.16193

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh penggunaan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) di sekolah yang tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta belum mampu memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif matematis mereka. LKPD yang ada saat ini hanya menggunakan LKPD dari penerbit yang kurang memperhatikan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan LKPD pada materi peluang majemuk berbasis Discovery Learning yang dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektifan dan kualitas peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis, melalui produk pengembangan LKPD pada materi peluang majemuk berbasis Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir Kreatif matematis. Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model 4-D rancangan Sivasailam Thiagarajan yaitu dengan tahapan define (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di kabupaten Ciamis. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi LKPD untuk melihat kevalidan LKPD berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, lembar tes kemampuan berpikir kreatif matematis (pre-test & post-test) dan angket respon peserta didik. Analisis kevalidan LKPD mengacu pada hasil penilaian validator ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan aspek kevalidan ditinjau dari analisis penilaian angket validasi ahli media termasuk kategori “sangat valid”, dan analisis hasil penilaian validator ahli materi dari analisis penilaian angket validasi ahli materi termasuk kategori “sangat valid”. Selanjutnya, aspek kepraktisan yang ditinjau dari analisis angket peserta didik memperoleh kategori sangat praktis, sedangkan aspek keefektifan yang ditinjau dari hasil post-test peserta didik memperoleh kategori sangat efektif. Selain itu, kualitas peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik SMAN 1 Cihaurbeuti perolehan nilai N-Gain termasuk kategori tinggi.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN SELF CONCEPT SISWA Oktaviani, Arsita Aulia; Nuraida, Ida; Zamnah, Lala Nailah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i3.16150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe StudentTeam Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan koneksi matematis dan konsep diri (selfconcept) siswa. Koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaranmatematika yang membantu siswa mengaitkan berbagai konsep dan menerapkannya dalamkehidupan sehari-hari. Di sisi lain, konsep diri (self-concept) siswa yang positif dapat memengaruhimotivasi dan kinerja belajar, khususnya dalam mata pelajaran yang menantang seperti matematika.Model STAD, yang mengutamakan kerja sama tim dan tanggung jawab individu dalam kelompok,diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi matematika serta memperkuatkonsep diri (self-concept) mereka. Melalui desain eksperimen, penelitian ini melibatkan duakelompok siswa, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model STAD dan kelompok kontroldengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar denganmodel STAD memiliki peningkatan yang signifikan dalam kemampuan koneksi matematis dankonsep diri (self-concept) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, modelpembelajaran kooperatif STAD terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran matematika yanglebih bermakna dan meningkatkan keterlibatan serta kepercayaan diri siswa dalam proses belajar.
Korelasi antara Self-Regulated Learning dengan Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa Ruswana, Angra Meta; Zamnah, Lala Nailah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 3 (2018): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.520

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang masih belum maksimal dan juga mahasiswa belum bisa mengatur diri dalam belajar terutama ketika menghadapi tugas sehingga berpengaruh terhadap self-regulated learning mahasiswa. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menelaah dan mendeskripsikan korelasi antara self-regulated learning dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh pada mahasiswa tingkat I Tahun Akademik 2017/2018. Data hasil penelitian diperoleh dari instrumen tes kemampuan pemahaman matematis dan angket skala self-regulated learning. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dengan menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi antara self-regulated learning dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. This research was conducted based on the consideration of low mathematical understanding ability and their awareness in accomplishing their assignments. These obstacles influence their self-regulated learning. This study aimed to investigate and to describe the correlation between self-regulated learning with mathematical understanding ability. This study was conducted in the mathematics education program at Galuh University. The population is the first year of students in the academic year 2017/2018. The data was obtained from tests and questionnaires dealing with self-regulated learning. The research design was used in correlation with the Pearson’s product moment analysis. The result showed that there is a positive correlation between self-regulated and mathematical understanding ability.