Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tectonic Structure of Northern Sumatra Region Based on Seismic Tomography of P and S Wave Velocity Silitonga, Beatrix Elisabet; Suardi, Imam; Firmansyah, Akmal; Hanif, Muhammad; Ramdhan, Mohamad; Sembiring, Andry Syaly
EKSPLORIUM Vol. 44 No. 1 (2023): MAY 2023
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2023.6784

Abstract

The tectonic setting of Sumatra Island is strongly influenced by the oblique subduction of the Indo-Australian Plate, which subducts the Eurasian Plate at a speed of 52–60 mm/year. The movement of these plates resulted in the Northern Sumatra region having seismic sources from tectonic and volcanic activity. The data used in this study is in the form of seismic wave travel-time recorded by numerous seismic stations in the research area from January 2012 to December 2020. The data comes from 5,003 earthquakes recorded by the BMKG seismic network. The inversion is a simultaneous inversion between seismic velocity models (Vp and Vs) and hypocenter parameters by applying a double-difference seismic tomography algorithm. Tomogram results in parts of Aceh (Singkil and Subulussalam) and North Sumatra (Pakpak Bharat and Dairi) at a depth of 0 km show negative perturbations in Vp and Vs values and high Vp/Vs values. The anomaly is most likely related to cracks in fluid-saturated rocks. The tomograms in the south of Lake Toba at depths of 30 km and 40 km have high Vp and Vs perturbation values and low Vp/Vs values. This anomaly indicates a magma supply line that is no longer active or has cooled for a long time. Based on the seismic tomography modeling results, the subducted Indo-Australian Plate to the Eurasian Plate is visible in the study area.
KAJIAN FILOSOFI DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MENURUT PEMIKIRAN JÜRGEN HABERMAS Firmansyah, Akmal; Samsuri
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v10i2.27636

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis relevansi pemikiran Jürgen Habermas dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang demokratis dan partisipatif. Permasalahan utama terletak pada dominasi pendekatan normatif-prosedural dalam pendidikan kewarganegaraan yang cenderung minim ruang bagi dialog kritis dan partisipasi deliberatif. Dengan menggunakan metode kajian pustaka filosofis dan analisis reflektif. Penelitian ini mengeksplorasi tiga konsep utama pemikiran Habermas, yaitu tindakan komunikatif, demokrasi deliberatif, dan ruang publik, sebagai kerangka teoritik untuk mereformulasi paradigma pendidikan kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip Habermasian ke dalam kurikulum dan praktik pedagogis dapat memperkuat kapasitas warga negara untuk berdialog secara rasional, menyelesaikan konflik nilai, dan berpartisipasi dalam ruang publik secara setara. Namun demikian, terdapat tantangan dalam implementasi seperti resistensi budaya sekolah yang hierarkis, keterbatasan kompetensi guru, dan fragmentasi ruang digital. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan berbasis diskursus memiliki potensi untuk membentuk warga negara yang reflektif, kritis, dan bertanggung jawab secara sosial, serta menawarkan arah baru bagi kebijakan dan praktik pendidikan demokratis abad ke-21.