Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Pencegahan Covid-19 Di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung Biney, Irianti Diana; Wowor, Ribka E.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus COVID-19 masih terus mengalami peningkatan. Upaya pencegahan pun terus dilakukan demi memutus rantai penularan COVID-19. Perilaku merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tindakan pencegahan COVID-19. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan COVID-19 di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2021. Hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan COVID-19 menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,002) dan sikap ( p = 0,015) dengan tindakan pencegahan COVID-19 di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung. Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan tindakan pencegahan COVID-19 di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung.  Kata Kunci: Pencegahan COVID-19, Pengetahuan, Sikap ABSTRACTThe number of COVID-19 cases continues to increase. Prevention efforts continue to be carried out to break the chain of transmission of COVID-19. Behavior is one of the factors that affect COVID-19 prevention measures. The purpose of this study is to find out the relationship between knowledge and attitude with COVID-19 prevention measures in Sagerat Village of Matuari District of Bitung City. This research is quantitative research is an analytic survey with a cross sectional study approach. The study was conducted from April to June 2021. Knowledge and attitude relationship with COVID-19 prevention measures using chi square test. The results of the analysis showed that there is a relationship between knowledge (p = 0.002) and attitude (p = 0.015) with COVID-19 prevention measures in Sagerat Village of Matuari District of Bitung City. Based on the results of the statistical test, it can be concluded that knowledge and attitudes have a relationship with COVID-19 prevention measures in Sagerat Village of Matuari District of Bitung City.  Keywords: COVID-19 Prevention, Knowledge, Attitude 
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM POSBINDU PTM DALAM MENCEGAH KASUS HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKALA BARU KOTA MANADO Aling, Yismaya; Wowor, Ribka E.; Rumayar, Adisti A.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43565

Abstract

Hipertensi merupakan permasalahan yang signifikan dalam kesehatan masyarakat hingga saat ini. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (2023) diperkirakan 46% orang dewasa penderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran program posbindu PTM  dalam mencegah kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado dari bulan Oktober-Desember 2024. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 (enam) orang terdiri dari Tenaga Kesehatan, Pemegang Program Posbindu PTM, Tokoh Masyarakat, Tenaga Pelaksana Posbindu PTM, Pasien penderita hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber daya manusia yang terlibat yakni tenaga kesehatan dan kader kesehatan. Sarana prasarana yang digunakan adalah timbangan, alat ukur tinggi, tensi digital serta tempat kegiatan posbindu berlangsung. Pelaksanaan program melalui 5 meja pendaftaran, penimbangan, pengukuran tinggi, lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pencatatan KMS, konsultasi/edukasi lanjut. Output kegiatan belum terlaksana dengan baik karena kunjungan masyarakat masih sedikit. Saran perlu ditingkatkan cakupan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan agar masyarakat tertarik untuk memeriksakan kesehatannya.
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 BITUNG sihombing, Michelles F.; Wowor, Ribka E.; Rahman, Asep
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43663

Abstract

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. Provinsi Sulawesi Utara merupakan provinsi kedua tertinggi konsumsi alkohol pada remaja, dikarenakan sangat mudah dijumpai, membuat peredaran minuman beralkohol di Sulawesi Utara semakin marak dan tidak terkontrol sehingga menimbulkan dampak negatif dan meningkatkan terjadinya kriminalitas akibat dari mengonsumsi minuman beralkohol, termasuk Kota Bitung yang merupakan kota dengan angka kriminalitas yang tinggi salah satunya diakibatkan oleh konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana perilaku para remaja terhadap minuman beralkohol. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Bitung dengan jenis penelitian deskriptif analisis univariat, menggunakan teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini sebanyak 451 peserta didik dan sampel sebanyak 140 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, aplikasi Microsoft Excel dan Statistical Programme for Social Science (SPSS). Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan tentang minuman beralkohol sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dikarenakan pemahaman yang dasar tentang minuman beralkohol, sehingga masih banyak yang belum mereka pahami. Sebagian besar responden juga memiliki sikap yang baik terhadap minuman beralkohol yang dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman pribadi, media informasi terkait minuman beralkohol, dan lingkungan sosial yang memperkuat sikap tersebut.  Sementara itu, peserta didik yang mengonsumsi minuman beralkohol sebagian besar dipengaruhi karena faktor teman sebaya yang sering mengonsumsi minuman beralkohol. Penelitian ini menggambarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan peserta didik kelas 12 SMA Negeri 2 Bitung terkait minuman beralkohol.
EVALUASI CAKUPAN DAN KENDALA PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) PADA BALITA DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Ardhana, Reynandi Rifky; Mandagi, Chreisye K. F.; Wowor, Ribka E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43968

Abstract

Permasalahan kesehatan terkait program imunisasi dasar lengkap masih cukup banyak ditemukan di Indonesia. Beberapa penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi salah satunya yaitu akses dari pelayanan imunisasi tersebut dalam hal ini yaitu puskesmas. Pada observasi awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Bahu, diketahui untuk cakupannya pada tahun 2024 sebanyak 438 balita dan capaiannya sebesar 95,4% atau sebanyak 418 balita, serta ditemukan bahwa masih terdapat beberapa balita yang tidak melakukan imunisasi sesuai dengan jadwalnya. Stok vaksin di Puskesmas Bahu juga diketahui pada beberapa bulan pernah terjadi kekosongan sehingga membuat jumlah vaksin tidak sesuai dengan jumlah balita yang membutuhkan vaksin tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian untuk mengevaluasi hasil dari pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap kepada balita di Puskesmas Bahu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk melihat dan menilai hasil dari pelaksanaan program ini yang diberikan di Puskesmas Bahu Kota Manado pada tahun 2024. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bahu Kota Manado pada bulan Januari 2025 - Maret 2025. Puskesmas Bahu terbukti sudah menjalankan tugasnya ke dalam bentuk yang nyata. Hal ini disimpulkan berdasarkan pernyataan para informan penelitian yang mana menyatakan bahwa sejauh ini Program Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Bahu berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan pedoman imunisasi dari Kementerian Kesehatan. Walaupun masih terdapat kendala yang ditemukan seperti kekurangan vaksin.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MANEMBO-NEMBO BITUNG Kambey, Miracle Abygail Yolwan; Wowor, Ribka E.; Tucunan, Ardiansa A. T.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44079

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat bergantung pada kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat. Karena menjadi seorang tenaga kesehatan yang langsung berinteraksi terhadap pasien, mempunyai fungsi krusial untuk memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan pasien mendapatkan pelayanan sesuai dengan kondisinya. Pada observasi awal yang dilangsungkan peneliti dengan melakukan pengamatan di RS Manembo-Nembo Bitung menunjukkan bahwa adanya masalah yang berkaitan dengan motivasi kerja perawat seperti kurangnya hubungan antara rekan kerja, Selain itu, terdapat juga masalah yang berkenaan terhadap gaya kepemimpinan transformasional dimana pemimpin kurang mengembangkan kepercayaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo Bitung. Jenis studi ini ialah studi kuantitatif melalui desain survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi pada studi ini ialah perawat yang beroperasi diruangan rawat inap dengan total populasi 137 perawat. Pada studi ini, sampel diambil melalui penerapan metode non-probability sampling, dengan Teknik Quota Sampling, dan jumlah sampel yang didapat sebanyak 60 perawat. Studi ini menerapkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan metode analisis univariat dan analisis bivariat dalam pengolahan data. Berdasarkan analisis bivariat pada variabel motivasi kerja dengan kinerja diperoleh skor p-value = 0,039, dan pada variabel gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja diperoleh nilai p-value = 0,011. Ada hubungan antara motivasi kerja dan gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo Bitung.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MANEMBO-NEMBO BITUNG wowor, syalomita Tesalonika; Wowor, Ribka E.; Mandagi, Chreisye K. F.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44128

Abstract

Pelayanan kesehatan yang baik memiliki keterkaitan erat dengan sumber daya manusia kesehatan, ada beberapa kategori SDMK di rumah sakit salah satunya yaitu perawat. Dalam melakukan pelayanan kesehatan, perawat harus melakukan tugas yang berat sehingga diperlukan kinerja yang optimal. Dari hasil observasi awal di Rumah Sakit Menembo-Nembo Bitung menunjukkan adanya masalah yang menyangkut aspek budaya organisasi yakni hubungan interpersonal yang kurang baik, dikarenakan komunikasi kurang efektif antara beberapa perawat dan terdapat pula masalah menyangkut aspek kepuasan kerja, yakni kurangnya pengakuan atas prestasi kerja dari perawat. Studi ini bertujuan guna mengetahui bagaimana kepuasan kerja serta budaya organisasi berhubungan dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo di Bitung. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik memakai metode studi potong lintang. Adapun jumlah populasi pada studi ini terdiri atas 137 perawat yang bekerja di unit rawat inap, sementara jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 60 responden. Metode penelitian yaitu non-probality sampling, dengan teknik quota sampling. Penelitian ini memakai dua jenis analisis univariat dan analisis bivariat. Pengujian chi square mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dan kinerja perawat, dengan skor p-value = 0,044 serta adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung dengan skor p-value= 0,025. Terdapat hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo Bitung.
DETERMINAN PEMANFAATAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI DESA MAKASILI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMELEMBUAI MINAHASA SELATAN saludung, ananda fiorelsa; Wowor, Ribka E.; Maramis, Franckie R. R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48614

Abstract

Pendahuluan:i Penyakiti tidaki menulari (PTM)i ataui disebuti jugai penyakiti Noni Communicablei Diseasesi (NCDs)i merupakani penyakiti dengani durasii panjangi yangi umumnyai berkembangi secarai lambati dani menghilangkani nyawai 38i jutai orangi diseluruhi duniai setiapi tahunnya,i menjadii permasalahani globali yangi membutuhkani perhatiani serius.i Menuruti datai Kementriani Kesehatani RI,i PTMi merupakani penyakiti palingi tinggii angkai kematiannyai dii Indonesiai terutamai penyakiti diabetesi melitusi i dani hipertensi.i Programi Pengelolaani Penyakiti Kronisi (Prolanis)i merupakani salahi satui programi darii BPJSi Kesehatani yangi bertujuani meningkatkani kualitasi hidupi penderitai penyakiti kronisi seperti diabetes melitus dan hipertensi. Berdasarkan penelitian Noar (2023), tingkat pemanfaatan Prolanis masih rendah. Capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) mencapai 100% dan RPPT sebanyak 4% ≥ 5 % Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan determinan pemanfaatan Prolanis di Desa Makasili wilayah kerja Puskesmas Kumelembuai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Variabel meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, persepsi sakit, dan persepsi kebutuhan menggunakan kuesioner. Hasil: Sebagian besar responden dikategorikan baik dalam pemanfaatan Prolanis meskipun terdapat keterbatasan dalam beberapa faktor seperti pendidikan yang cenderung rendah dan pengetahuan responden mengenai Prolanis dalam kategori baik sebanyak 29 (50%). Sebagian besar responden dalam kategori tidak bekerja/IRT sebanyak 31 ( 53,4%). Namun demikian, petugas kesehatan dalam kategori tinggi sebanyak 39 orang (67,2%), dukungan keluarga tinggi sebanyak 40 orang (60%) dan persepsi sakit baik 35 orang (60,3%) serta persepsi kebutuhan juga baik sebanyak 41 orang (70,7%). Simpulan: Pemanfaatan Prolanis tinggi berdasarkan kehadiran peserta yang berkaitan dengan faktor individual dan sosial yang mendorong partisipasi aktif dalam program Prolanis.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS WALANTAKAN LANGOWAN Irot, Rahel Falentcia Serafim; Tucunan, Ardiansa A. T.; Wowor, Ribka E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47950

Abstract

Laporan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) oleh Kemenkes RI pada tahun 2023, nilai rata-rata kepuasan terhadap pelayanan fasilitas kesehatan berada pada angka 78,23 dari skala 100. Nilai ini masih tergolong cukup baik dan belum mencapai kategori sangat baik. Peningkatan mutu jasa pelayanan akan berkontribusi untuk meningkatkan kepuasan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Walantakan Langowan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive sampling, yang dilakukan pada Januari hingga Maret 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Penelitian melibatkan variabel kepuasan pasien dan mutu jasa pelayanan kesehatan yang dikenal dengan istilah SERVQUAL yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, serta bukti fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 sehingga p < 0,05. Penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Walantakan Langowan.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI RSUD BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mokalu, Gloria; Wowor, Ribka E.; Mandagi, Chreisye K. F.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48536

Abstract

Tenaga Kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembagunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi serta sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Tenaga kesehatan menjadi bagian tidak terpisahkan dari rumah sakit, karena mereka yang merawat pasien tidak hanya bantuan fisik tetapi aspek psikologis juga diberikan. Para tenaga kesehatan jika berkinerja buruk maka yang terjadi adalah menurunnya kualitas yang diberikan oleh para tenaga kesehatan yang akan berakibat pada citra rumah sakit dan puskesmas menjadi buruk, dan kinerja menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan kesehatan yang menunjukkan akuntabilitas lembaga pelayanan dalam kerangka tata pemerintahan yang baik. Oleh karena itu kinerja tenaga kesehatan menjadi perhatian serius dan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dan pemberian insentif terhadap kinerja tenaga kesehatan di RSUD Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan sepanjang bulan Maret – April 2025. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja dengan p value sebesar 0,013 (<0,05). Penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara pemberian insentif dengan kinerja tenaga medis dengan p value sebesar 0,023 (<0,05). Dimana semakin baik gaya kepemimpinan serta pemberian insentif dari rumah sakit maka kinerja tenaga kesehatan akan semakin baik.
GAMBARAN PENERAPAN (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA TOLOK KECAMATAN TOMPASO Onibala, Nathalia; Adam, Hilman; Wowor, Ribka E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48637

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kebiasaan sehat. Di tingkat rumah tangga, PHBS menjadi indikator penting dalam menilai kesadaran dan tindakan kesehatan individu dan keluarga. Desa Tolok, yang terletak di Kecamatan Tompaso, menunjukkan tantangan dalam penerapan PHBS meskipun memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan PHBS pada tatanan rumah tangga di Desa Tolok. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 205 rumah tangga dan jumlah responden sebanyak 186 rumah tangga. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah menerapkan PHBS dengan cukup baik. Indikator seperti penggunaan air bersih, cuci tangan pakai sabun, dan pemanfaatan jamban sehat berada di atas 99%, sedangkan indikator yang masih memerlukan perhatian adalah kebiasaan merokok di dalam rumah (masih dilakukan oleh 52,2% responden). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan PHBS di Desa Tolok tergolong tinggi pada sebagian besar indikator, namun edukasi dan pendampingan lebih lanjut tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas perilaku hidup sehat, khususnya dalam aspek merokok dan aktivitas fisik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program intervensi kesehatan berbasis masyarakat.