Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluation of The National Program of Independent Fish Feed Movement for Fish Farmers in Panakkukang District, Makassar City BJ, Masyita; Gosari, Benny Audy Jaya; Made, Sutinah; Baso, Aris; Cangara, Arie Syahruni
PONGGAWA : Journal of Fisheries Socio-Economic VOLUME 5, NOMOR 1, MAY 2025
Publisher : Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/ponggawa.v5i1.45487

Abstract

The Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF) launched the Gerakan Mandiri Pakan Ikan (GERPARI) program to help fish farmers reduce production costs due to high production costs or commercial feed in order to increase farmers ' income. This Program is a national program that aims to increase the profits obtained by aquaculture businesses because of the lower operational costs incurred. The purpose of this program is to help farmers overcome the problem of high feed prices, and with the overcoming of these problems, farmers ' income can also increase, it's just that there are still some aspects that still need to be addressed so that this program can be sustainable. Evaluation of the National feed Self-Movement Program for fishery farmers in Panakkukang District of Makassar City has been carried out. The results obtained in the field show that the feed Self-Movement program is quite in line with expectations, the delivery time is on time and the utilization is productive.
Dampak Pemanfaatan Maggot Sebagai Bahan Substitusi Protein Pakan Ikan Berbasis Zero Waste Melalui Akselerasi Pengolahan Sampah Organik di Kabupaten Soppeng Haryati, Haryati; Azis, Hasni Yulianti; Cangara, Arie Syahruni; Lando, Asiyanthi Tabran; Saputra, Anugerah
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 2, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v2i1.42537

Abstract

Permasalahan sampah dan keterbatasan pakan bagi pembudidaya ikan dapat diatasi dengan pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif. Maggot memiliki kandungan protein tinggi dan berperan sebagai agen biokonversi, mendukung konsep zero waste. Program kerjasama Link and Match Dana Padanan Diksi 2024 bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan memanfaatkan maggot dalam bentuk tepung sebagai substitusi protein pada pakan ikan. Kegiatan ini meliputi pengenalan program, demonstrasi plot (demplot), dan pendampingan di Kampus Vokasi Soppeng serta Malaka, Kecamatan Lalabata, melibatkan 35 peserta. Program ini memperkenalkan pilot project budidaya maggot hingga produksi pakan ikan mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai Sig. (2-tailed) 0.000 (<0.05). Temuan ini mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan maggot sebagai pakan ikan.
PENGEMBANGAN PERAHU UNTUK WISATA PEMANCINGAN GUNA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN DI KURI PATENNE KABUPATEN MAROS Tahang, Hamzah; Gosari, Benny Audy Jaya; Cangara, Arie Syahruni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2576

Abstract

Perkembangan wisata mancing sangat berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kuantitas dan kualitas terhadap pelayanan jasa perahu wisata mancing. Kelompok nelayan Rinta sebagai kelompok menyambut baik peluang yang ada namun dalam perjalanannya masih memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi kelompok nelayan ini. Seperti belum adanya fasilitas keselamatan, peralatan yang digunakan dalam wisata mancing sangat minim, desain perahu wisata tidak memperhatikan aspek kenyamanan, manajemen kelompok yang masih lemah, dan pemasaran jasa yang diterapkan masih bersifat konvensional. Tujuan dari pengabdian ini adalah menjadikan wisata pemancingan sebagai sumber pendapatan tambahan masyarakat Kuri Caddi dan strategi pengelolaan wisata agar wisatawan tertarik untuk berkunjung dan melakukan wisata pemancingan di Kuri Caddi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat di Kuri Caddi yaitu potensi wisata pemancingan di desa tersebut sangat besar yang sangat baik sebagai pendapatan tambahan nelayan di desa tersebut. Namun pengelolaan wisata pemancingan yang sudah ada selama ini masih sangat minim dan kurang menarik bagi wisatawan sehingga pengabdi menawarkan Solusi dengan melakukan sosialisasi terhadap standar keselamatan, kelengkapan peralatan utama dan pendukung dalam wisata mancing yang bisa dijadikan sebagai rujukan kepada kelompok nelayan penyedia jasa wisata; mendesain perahu wisata yang layak untuk perahu wisata mancing; melakukan workshop/pelatihan untuk penguatan kelembagaan berupa manajemen kelompok pada nelayan Rinta; pelatihan digital marketing dalam rangka penerapan iptek untuk meningkatkan daya tarik dan jumlah kelompok pemancing untuk menggunakan jasa perahu wisata nelayan
Social Capital Dynamics in Seaweed Cultivation in Bonto Jai Village, Bissappu District, Bantaeng Regency Asrina, Asrina; Amri, Andi; Wahid, Abdul; Cangara, Arie Syahruni; Mustafa, Muhammad Dalvi; Firman, Firman
PONGGAWA : Journal of Fisheries Socio-Economic VOLUME 5, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/ponggawa.v5i2.48324

Abstract

Social capital is a resource formed from interactions within a community, creating emotional bonds and cooperation that support the success of seaweed cultivation. This study aims to analyze the dynamics of social capital and its impact on the socio-economic aspects of coastal communities. This study was conducted in September 2024-October 2024. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation. Key informants consisted of the head of the Abbulo Sibatang cultivation group, village heads, collectors, and ordinary informants consisting of seaweed farmers. Informants directly involved in seaweed cultivation activities. In this study, 17 seaweed cultivators in Bonto Jai Village were used as regular informants. The results of the study show that social capital plays an important role in business sustainability. Trust strengthens cooperation and resource sharing, social norms such as mutual cooperation increase solidarity, while social networks facilitate market access and external support. The impact is seen in increased income, business stability, and closer social relationships in coastal communities. Conclusion The dynamics of social capital of seaweed farmers in Bonto Jai Village are influenced by strong trust, norms, and social networks. Social bonding, social bridging, and social linking strengthen cooperation, information exchange, and community economic stability. Seaweed cultivation has a positive impact on the community economy, increasing income, welfare, and access to education. However, land conflicts and profit distribution remain challenges. Strengthening social capital through training and community empowerment is needed to maintain socio-economic balance and business sustainability.