Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN SERAI SEBAGAI OBAT PENGUSIR NYAMUK UNTUK PENCEGAHAN DBD MANDIRI DI DESA TEGALREJO Ashiyam, Inayatul Nur; Safitri, Ika; Sholikhah, Nur Lailatus; Nugraheni, Nita Murti; Hidayanti, Latifah; Alifah, Fatih; Khusnurrijal, Khusnurrijal; Triastati, Triastati; Udiyono, Udiyono; Widodo, Lukman Bastiyar; Khafiyurrohman, Muhamad; Lutfi, Muhamad; Arrosyid, Khabib Huda; Lestarini, Wiji
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i2.6596

Abstract

Nyamuk adalah salah satu jenis insektan yang merugikan manusia terlebih nyamuk betina yang dapat menyebabkan penyakit debab berdarah dengue (DBD) dan malaria. Nyamuk berkembang biak di genangan air sehingga pada musim hujan penyakit DBD akan lebih meningkat. Sebenarnya penyebaran nyamuk dapat di lakukan pencegahan melalui langkah 3 (menguras,menutup,mengubur). Hal ini di lakukan untuk memotong siklus hidup nyamuk pada fase telur . sedangkan pada fase dewasa dapat di lakukan dengan menyemprot dengan cairan kimia yang di jual di pasaran dan juga dengan lotion anti nyamuk. Penyemportan penggunaan insektisida sintesis juga membutuhkan biaya. obat anti nyamuk sintesis tentunya menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat menganggu Kesehatan. Untuk menekan dampak negatifa zat kimia, alangkah baiknya kita menggunakan bahan alami yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu perlunya adanya tani pekarangan dengan pengadaan tanaman toga salah satunya serai. Serai mengandung sitronella yang dapat membunuh nyamuk.penggunaan bahan alami ini tentunya lebih aman untuk di gunakan.
Comparative Analysis of the Financial Performance of Islamic Banking in Indonesia and Malaysia During the Covid-19 Pandemic Safitri, Ika; Pramono, Sigid Eko; Zaenal, Muhammad Hasbi
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 3 No. 1 (2024): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v3i1.900

Abstract

Financial performance as a measuring tool to determine the process of implementing financial resources owned by the company. The Covid-19 pandemic has had a significant impact on Islamic banking. where Malaysia and Indonesia are the leading countries in the development of the Sharia economy, of course they are affected by the Covid 19 Pandemic. The purpose of this study is to compare the financial performance of Islamic banking in Indonesia and Malaysia before and during the Covid 19 pandemic. The data analysis technique used is the independent sample t test. The variables being compared are NPF, FDR, ROA, ROE, CAR, and BOPO. The sample used in this study is in the form of sharia banking performance reports issued by financial services authorities from each country before and during the Covid-19 pandemic, namely from 2018-2021. The results show that in Islamic banking in Indonesia there are significant differences only in the CAR variable, while for NPF, FDR, ROA, ROE, and BOPO there are no significant differences between before and during COVID-19. Meanwhile, in Islamic banking in Malaysia, there are significant differences only in the BOPO variable, while for NPF, FDR, ROA, ROE, and CAR there are no significant differences between before and during COVID-19. And for the comparison of performance between Indonesian and Malaysian Islamic Banking, there is a significant difference in the performance of the two countries except for the NPF variable, there is no significant difference between the NPF of Indonesian Islamic Banks and Malaysian Islamic Banks during the 2018-2021 period