Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kestabilan Transien Dan Mekanisme Pelepasan Beban Di PT. Pusri Akibat Penambahan Generator Dan Penambahan Beban Baghazta Akbar Arzandhy; Margo Pujiantara; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.804 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21145

Abstract

PT. Pusri Palembang adalah perusahaan yang didirikan sebagai produsen pupuk nasional yang juga bertanggung jawab dalam melaksanakan distribusi dan pemasaran pupuk bersubsisdi untuk mendukung program pangan nasional. Untuk memenuhi kebutuhan produksi PT. Pusri Palembang melakukan penambahan pabrik baru. Maka untuk menjaga kontinuitas sistem kelistrikan yang ada diperlukan penambahan 1 unit pembangkit baru, pada mulanya ada 4 unit pembangkit yang beroperasi menjadi 5 unit pembangkit. Akibat penambahan pabrik baru ini, kestabilan transien pada plant belum dianalisis secara mendalam, sehingga perlu dilakukan studi stabilitas transien untuk mengetahui keandalan sistem saat terjadi gangguan transien. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis kestabilan transien akibat generator lepas, motor starting, dan hubung singkat kemudian akan dilakukan perancanggan mekanisme load shedding agar sistem mampu mempertahankan kestabilannya dan kontinuitas aliran daya tetap terjaga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa saat salah satu generator outage pada case A dan saat generator P1B atau STG outage pada case B memerlukan mekanisme load shedding. Mekanisme load shedding yang dilakukan menggunakan standar frekuensi. Saat kasus hubung singkat pada bus SG-3301, SG-SB, dan STG_1 memerlukan mekanisme load shedding. Selain itu, kasus motor starting masih diperbolehkan saat 5 generator ON karena tidak memberikan efek yang singnifikan pada respon tegangan, frekuensi, dan sudut rotor pada sistem.
Studi Skema Proteksi Adaptive Over Current Pada Jaringan Distribusi Dengan Pembangkit Tersebar Menggunakan Genetic Algorithm Mukhamad Subkhi; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.781 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21273

Abstract

Dengan berkembangnya renewable energy, seperti energi matahari , energi angin dan air untuk kedepannya akan menjadi sumber energi yang bersih yang mampu menambah daya listrik. Saat ini pembangkit tenaga listrik pada umumnya menggunakan sumber energi batu bara, gas dan minyak bumi sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan listrik. Pembangkit-pembangkit tersebut ditinjau dari segi lokasi mempunyai jarak yang sangat jauh dengan pusat beban sehingga biaya untuk membangun sistem distribusi memerlukan biaya yang cukup mahal. Oleh karena di perlukan suatu pembangkit yang tersebar yang lokasinya dekat dengan pusat beban yaitu dengan menambah pembangkit dari renewable energy. Penambahan pembangkit pada jaringan distribusi akan mempengaruhi koordinasi proteksi pada rele arus lebih sehingga diperlukan adanya suatu sistem yang adaptif untuk menangani permasalahn tersebut. Dengan adanya sistem yang adaptif tersebut diharapkan mampu mendeteksi keadaan pembangkit tersebar (distributed generator) apakah tersambung dengan jaringan ataupun tidak. Dengan terdeteksinya distributed generator ke sistem jaringan distribusi pengaturan koordinasi rele akan otomatis berubah sesuai dengan setting rele yang diharapkan.
Analisa Arc Flash Pada Sistem Kelistrikan Di PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik – Jawa Timur Aditya Aji Nugroho; Margo Pujiantara; Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.328 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22605

Abstract

Studi untuk mengetahui besar busur api yang dihasilkan pada masing-masing switchgear perlu dilakukan untuk mengklasifikasikan kategori energi busur api yang terjadi serta kaitannya dengan PPE (Personal Protective Equipment) yang harus dikenakan pekerja sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari jatuhnya korban jiwa. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan insiden energi arc flash sesuai standar IEEE 1584-2002 serta pengklasifikasian kategori dan alat perlindungan diri yang tepat agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja sehingga dapat bekerja secara optimal. Studi ini akan coba diterapkan pada sistem kelistrikan di PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik – Jawa Timur mengingat pentingnya perusahaan tersebut mengamankan peralatan serta pekerjanya dari insiden energy arc flash. Hasil yang didapat pada tugas akhir ini adalah pada tipikal 1 nilai insiden energinya mengalami peningkatan yaitu dari 1.988 cal/cm2 menjadi 8.66 cal/cm2, pada tipikal 2 nilai insiden energi tertinggi 19.596 cal/cm2 turun menjadi 6.00 cal/cm2, pada tipikal 3 nilai insiden energi nya mengalami peningkatan yaitu dari 19.596 cal/cm2 menjadi 36.52 cal/cm2 kenaikan ini disebabkan karena terjadi kesalahan koordinasi rele.
Evaluasi Kegagalan Koordinasi Proteksi akibat Hubung Singkat pada Kelistrikan PT Pertamina RU V Balikpapan Afif Al Asyad; Margo Pujiantara; Dimas Anton Asfani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52576

Abstract

PT. Pertamina RU 5 Balikpapan merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam industri pengolahan minyak, untuk menjaga kontinuitas sistem produksi dibutuhkan suatu sistem koordinasi proteksi yang cepat dan tepat. Pada tanggal 18 juli 2019, terjadi gangguan hubung singkat pada substation 73A di PT Pertamina RU 5 Balikpapan yang mengakibatkan 3 unit mengalami shutdown dikarenakan terjadi kesalahan koordinasi proteksi yang mengakibatkan penurunan tegangan dalam waktu yang singkat (voltage sag ) pada beberapa bus utama (main bus), sehingga motor-motor yang disuplai oleh bus utama tersebut mengalami trip secara tiba tiba dan akhirnya mengganggu proses produksi. Berdasarkan problematika yang disebutkan, maka dibutuhkanlah suatu evaluasi koordinasi proteksi pada sistem tersebut. Pada penelitian ini dilakukan analisa sistem koordinasi proteksi pada kelistrikan PT. Pertamina RU 5 Balikpapan di sisi beban, sisi ring bus, dan sisi hubung singkat pada kasus yang terjadi. Hasil koordinasi proteksi ini difokuskan pada gangguan arus lebih, gangguan tanah, dan juga proteksi pada sisi ring Bus yang menghubungkan Bus-Bus utama pada sistem.
Optimasi Total Operating Time Rele Arus Lebih dengan Pertimbangan Konfigurasi Mesh, Open-mesh, dan Radial Menggunakan Firefly Algorithm Fauzanul Abidin; Margo Pujiantara; Dimas Fajar Uman Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53424

Abstract

Dalam Sebuah sistem tenaga yang saling terinterkoneksi sering terjadi kondisi abnormal (seperti: overload, overvoltage,overcurrent, dsb). Karenanya, gangguan pada sumber dan peralatan yang terhubung sering terjadi kerusakan. Dalam hal ini, komponen yang terkena gangguan harus segera diidentifikasi dan diisolasi untuk menjamin supply terpenuhi dan menjaga stabilitas sistem, untuk itu dibutuhkanlah proteksi yang handal. Sistem jaringan distribusi mesh merupakan sistem jaringan dengan kontinuitas penyaluran daya sangat terjamin, mengingat sistem ini juga dilayani oleh dua atau lebih sumber tenaga listrik yang bekerja secara parallel. Plant IEEE dengan 4 bus, 6 bus, 9 bus, 12 bus merupakan bentuk jaringan distribusi mesh, dimana plant tersebut sangat sulit atau kompleks untuk menentukan sistem proteksinya dibandingkan dengan jaringan radial. Kondisi ketika salah satu feeder open atau terbuka menjadi masalah terutama dalam mengkoordinasikan rele arus lebih pada kondisi tersebut. Hasil dari studi ini adalah seting rele arus lebih dengan pertimbangan sistem konfigurasi mesh, open-mesh dan radial. Program metode perhitungan FA membutuhkan rata-rata 8 iterasi untuk mendapatkan TDS yang terkoordinasi dan total waktu operasi minimum.
Setting Differential Relay Transformer (87T) dengan Pertimbangan Vector Group pada PLTU Tenayan 2x110 MW Teuku Rizki Firdausi; Margo Pujiantara; Vita Lystianingrum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53479

Abstract

PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Bisnis Jasa Operasi dan Pemeliharaan (UBJOM) PLTU Tenayan memiliki peralatan proteksi yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan pembangkitan listrik. Salah satu proteksi utama yang digunakan pada PLTU Tenayan adalah differential relay transformer (87T). Differential relay ini berfungsi melindungi main transformator dari gangguan dan bekerja dengan cepat dan selektif dalam memutus gangguan. Pada sistem kelistrikan PLTU Tenayan, main transformator maupun transformator UAT memiliki konfigurasi vector group, sehingga menyebabkan arus yang mengalir pada kedua sisi transformator akan berbeda, dan arus yang dirasakan oleh CT pada kedua sisi transformator akan berbeda pula, sehingga relay beroperasi tanpa adanya gangguan. Pada tanggal 9 Desember 2018, terjadi trip pada generator unit 1 PLTU Tenayan, sehingga menyebabkan blackout. Kejadian ini diduga akibat sambaran petir di sisi transmisi 150 kV. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan analisis setting differential relay transformer (87T) dengan pertimbangan vector group pada PLTU Tenayan 2x110 MW. Metode penelitian pada Tugas Akhir ini menggunakan software ETAP 12.6.0. Hasil analisis dari simulasi tersebut akan digunakan sebagai referensi untuk menentukan setting differential relay transformer yang tepat, sehingga sistem proteksi differential relay (87T) dapat bekerja dengan cepat dan selektif dalam mengatasi gangguan.
Evaluasi Koordinasi Proteksi pada Sistem Kelistrikan PT. Pertamina RU II Dumai Akibat Integrasi dengan Jaringan PT. PLN Victor Bramson Pardede; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59784

Abstract

PT. Pertamina RU II Dumai adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak dan gas bumi. Dalam perjalanannya, PT. Pertamina RU II Dumai berencana untuk melakukan integrasi sistem kelistrikan terhadap jaringan PT. PLN untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Dengan adanya pengintegrasian ini, keamanan sistem kelistrikan juga harus diperhitungkan. Keamanan pada sistem kelistrikan industri bertujuan untuk mengurangi atau memperkecil kemungkinan kerusakan peralatan akibat adanya gangguan yang dapat terjadi. Proteksi pada sistem kelistrikan dapat diatur dengan menggunakan rele proteksi. Pada praktiknya, kinerja pengamanan juga harus berdasarkan koordinasi yang tepat. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai evaluasi koordinasi proteksi pada PT. Pertamina RU II Dumai akibat integrasi dengan jaringan PT. PLN. Koordinasi yang akan dievaluasi dalam tugas akhir ini adalah rele arus lebih gangguan fasa dan gangguan tanah. Setting yang diperoleh akan disimulasikan pada software ETAP 12.6.0.
Studi Koordinasi Proteksi Internal Steam Turbine Generator 2x11 MW pada PT. Linde Gresik Mohammad Arian Rahmatullah; Margo Pujiantara; Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65785

Abstract

PT. Linde Gresik sebagai perusahan yang bergerak dibidang pengelolahan gas industri mengalami permasalahan sistem kelistrikan yang cukup krusial. Salah satu permasalahan tersebut yaitu, adanya gangguan berupa arus hubung singkat pada panel voltage transformer, sehingga akibatnya rele yang merasakan ganggu tersebut bekerja membuka circuit breaker outgoing generator. Disisi lain akibat titik gangguan tetap dirasakan oleh internal generator mengakibatkan terjadinya kesalahan operasi dari automatic voltage regulator (AVR) yang bertindak sebagai pemain utama pada sistem eksitasi generator, sehingga arus eksitasi terus diberikan kepada generator dan terjadilah kegagalan pada generator. Adanya kasus yang terbilang unik tersebut mengakibatkan sistem proteksi internal generator tersebut perlu dievaluasi kembali. Pada paper ini, sistem proteksi internal generator yang akan dievaluasi meliputi yaitu rele diferensial generator, rele arus lebih dengan kontrol tegangan, rele eksitasi lebih, dan rele hilang medan. Pada studi ini juga akan dipaparkan perihal dampak yang terjadinya kepada internal generator berdasarkan gangguan tersebut dan sekaligus akan dipaparkan secara khusus tentang solusi berupa rekayasa intertrip dan interlock yang dapat diimplementasikan kepada sistem proteksi internal generator apabila gangguan serupa terjadi kembali. Hasil studi proteksi internal generator ini dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan pembangkit listrik pada umumnya dalam melindungi generator dari gangguan hubung singkat di voltage transformer.
Optimasi Koordinasi Sistem Proteksi Inverse-time Over Current Relay pada Sistem Distribusi Radial dengan Pertimbangan Distributed Generator untuk Studi Kasus Area Lahat, Sumatera Selatan Farrel Grady Savio; Margo Pujiantara; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67002

Abstract

PT. PLN merupakan perusahaan yang menyediakan jasa kelistrikan di Indonesia. Agar kontinuitas listrik tetap terjaga PT. PLN area Lahat menambahkan Distributed Generator pada jaringan listriknya. Dengan adanya penambahan Distributed Generator maka koordinasi proteksi pada PT. PLN area Lahat perlu dievaluasi kembali. Koordinasi proteksi yang tepat dibutuhkan agar kontinuitas sistem kelistrikan dapat terjaga dan gangguan yang terjadi dapat diamankan secara selektif dan akurat. Peralatan proteksi yang digunakan pada paper ini adalah Fuse Cut Out dan Overcurrent Relay atau rele arus lebih. Fuse merupakan peralatan proteksi yang digunakan pada transformator distribusi dan saluran cabang pada jaringan distribusi sedangkan rele arus lebih digunakan untuk merasakan gangguan hubung singkat yang terjadi dan mengirimkan sinyal pada Circuit Breaker / Pemutus Tenaga. Koordinasi antara rele primer dan rele backup perlu diperhatikan agar ketika rele primer gagal bekerja mengisolasi gangguan maka rele backup dapat mengisolasinya sesuai dengan CTI (Coordination Time Interval) yang dipilih. Pada umumnya perhitungan nilai TDS (Time Dial Setting) rele arus lebih inverse dilakukan dengan cara manual yang membutuhkan waktu cukup lama. Agar perhitungan nilai TDS dapat dicapai lebih cepat maka pada paper ini akan digunakan algoritma Adaptive Modified Firefly Algorithm untuk mendapatkan nilai TDS yang minimum dan terkoordinasi antar rele.
Studi Koordinasi Proteksi Pada Generator Turbin Gas 26 MW Sistem Kelistrikan PT. Petrokimia Gresik Dicky Putra Adhitya; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67022

Abstract

PT. Petrokimia Gresik memiliki sistem dengan komponen kelistrikan yang sangat kompleks dan memerlukan perhatian lebih pada segi koordinasi proteksi sistem kelistrikannya. Terjadinya gangguan pada pembangkit PLN menyebabkan generator pembangkit pada Gresik Gas Cogeneration Plant PT. Pupuk Indonesia Energi mengalami trip. Sehingga perlu dilakukan perubahan koordinasi proteksi generator pembangkit dan juga peningkatan kualitas setting dari rele pengaman tersebut. Oleh sebab itu diusulkan topik tugas akhir ini sebagai studi untuk membantu setting koordinasi proteksi rele pada generator turbin gas 26 MW Gresik Gas Cogeneration Plant. Kondisi operasi abnormal pada generator dapat menyebabkan kerusakan pada generator dan ketidak andalan pada sistem kelistrikan. Evaluasi rele-rele yang aktif meliputi rele eksitasi berlebih, rele frekuensi, rele daya balik, rele generator unbalance, dan rele loss of field pada topik ini dikhususkan untuk memperbaiki setting eksisting untuk disesuaikan dengan standar yang ada, sehingga generator akan terlindungi dengan baik saat terjadi gangguan eksternal generator.
Co-Authors Achmad Marzuki Adi Soeprijanto Aditya Aji Nugroho Afif Al Asyad Anam, Sjamsjul Anshori, Addarojatul Ula Syaharuddin Ardyono Priyadi Arif Rakhman Prayuga Ariq Arsya Nanda Atiqah Hilmy Raditya Baghazta Akbar Arzandhy Buchori, Arshad Tareeq Chandra Agung Ramadhan Daniar Fahmi, Daniar Dedet Candra Riawan Dewi Anugrah Rizqi Dicky Putra Adhitya Dimas Anton Asfani Dimas Fajar Uman Putra Dwiyan Anugrah Ernadi Edo Yanuwirawan Elza Dwi Rachmayanti Erhankana Ardiana Putra Fahmi Nurfaishal Farrel Grady Savio Fauzanul Abidin Firman Aji Prasongko Firmansyah, Mochamad Anggi Hafiz Ichwanto Hafiz Ichwanto Henry Haskarya Heri Suryoatmojo I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda Ichsan Nur Khoirudin Imam Robandi inas ratnaning zafirah Jumaras Situngkir Kiki Fajriati Moch. Irsad Taufiqi Mochammad Bagas Boma Bismantaka Mohammad Arian Rahmatullah Muhammad Nur Fattah Mukhamad Subkhi Musthofa, Arif Nazila Iyyaya Fariha Nazila Iyyaya Fariha Ngurah Adi Brahmantia Putra Ni Ketut Aryani Novie Elok Setiawati Nur Atiqah Rianty Sari Nurio Herlambang Ontoseno Penangsang Pande Aji Seta Kusalya Prasetyo, Dhenie Prakash Priyadi, Ardyono Rafin Aqsa Izza Mahendra Rafin Aqsa Izza Mahendra Rahman Efandi Rahmanditya Muhammad Rahmanditya R. Muhammad Rahmanditya R. Muhammad Rahmat Riyadi Reyna Safilla Yusnianti Risqiya Maulana Rizky Fadhli Hasben Robby, Barikly Rony Seto Wibowo Sjamsjul Anam Soedibyo Soedibyo Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Tegar Iman Ababil Tegar Iman Ababil Teuku Rizki Firdausi Teuku Rizki Firdausi Victor Bramson Pardede Vincentius Raki Mahindara Vincentius Raki Mahindhara Vita Lystianingrum Wahyudi Wahyudi Yoga Firdaus Yohanes Sabriant Widyo Utomo Yulia, Tiara Anindita