Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA SMP Moma, La; Tamalene, Hanisa; Rumalean, Samad
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v4.i1.p16-24

Abstract

The current characteristics of learning mathematics are more focused on procedural abilities, one-way communication, monotonous class settings, low-order thinking skills, depending on textbooks, more dominant routine questions, and low-level questions. Teachers rarely give high-order thinking skills to students in learning mathematics, so students are given non-routine questions, and questions that require critical and creative solutions, students have difficulty solving them. To overcome this, this study used a generative learning model. Learning with this model has succeeded in increasing student mathematics learning outcomes. The specific objective of this research is to develop generative learning tools to improve the high-level mathematical thinking skills of junior high school students. This research is product development research in the form of generative learning tools to improve higher-level mathematical thinking skills to be used in junior high schools. There are three learning tools developed, namely teaching materials, student worksheets, and learning implementation plans, which will be used in the teaching and learning process. The development of this learning device refers to the general teaching material development model of Tjeerd Plomp (1997) which consists of several phases, namely: (1) initial investigation phase; (2) design phase; (3) realization; and (4) test, evaluation, and revision phases. From the research conducted, it was found that the creative learning model developed in this study met the criteria of validity, practicality, and effectiveness
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII SMP KRISTEN 1 LEIHITU BARAT Sohilait, Marles; Laurens, Theresia; Tamalene, Hanisa
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v4.i2.p103-110

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan suatu kecakapan atau potensi siswa dalam proses menyelesaikan masalah yang diberikan dengan menggunakan pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dan Think Pair Share (TPS) pada teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Kristen 1 Leihitu Barat. Tipe penelitian yang di gunakan adalah tipe penelitian eksperimen dan menggunakan desain penelitian Postest-only Grup Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Leihitu Barat. Sampel dalam penelitian ini di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni kelas VIII-A untuk kelas eksperimen I yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dan kelas VIII-B untuk kelas eksperimen II yang dijarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis dengan menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelas eksperimen I yaitu 31,6482 dan kelas eksperimen II yaitu 42,4474. Berdasarkanhasil pengujian hipotesis di ketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,060 > 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji-t dapat di simpulkan bahwa H0 di diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dan Think Pair Share (TPS) pada materi Teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Kristen 1 Leihitu Barat.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) PADA MATERI PERBANDINGAN Sapya, Wisye; Mataheru, Wilmintjie; Tamalene, Hanisa
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v5.i1.p42-49

Abstract

Tujuan dari pada penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write pada materi perbandingan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes akhir siklus. Subjek dalam penelitian, yaitu 20 peserta didik. Hasil penelitian menujukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write terdapat peningkatan hasil belajar dimana hasil tes siklus I yang mencapai KKM lebih dari atau sama dengan 65 (≥65) adalah 11 peserta didik dengan persentase 55%. Pada siklus II yang mencapai KKM lebih dari atau sama dengan 65 (≥65) adalah 16 peserta didik dengan persentase 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP pada materi perbandingan.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DI KECAMATAN KAIRATU Tamalene, Hanisa
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.5.2.157-163

Abstract

Community service activities carried out in Kairatu District, West Seram Regency, aim to improve elementary school students' mathematical concept understanding skills by using the Project Based Learning (PjBL) model. Besides helping to improve students' understanding of mathematical concepts, this model also helps teachers in teaching other materials. The students involved in this activity came from 3 schools, namely SD Negeri 3 Kairatu, SD Inpres Kairatu, and SD Inpres Siompo. The community service method used is preparation by providing a pre-test, implementing PjBL in learning, providing projects for students to work on, and providing evaluations. The results obtained after implementing the PjBL model can be seen from the pre-test and post-test scores obtained by students in the three schools. Namely, SD Inpres Kairatu has an average pre-test score of 42.93 and a post-test of 74.26; for SD Inpres Siompo, the average pre-test score is 51.13 and the post-test is 76.65; while for SD Negeri 3 Kairatu, the average pre-test is 46.65 and the post-test is 74.07. According to these results, teachers can use the PjBL model in the learning process for other materials
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajarkan Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together Dan Model Pembelajaran Konvensional Lumamuly, Fralon; Laamena, Christina; Tamalene, Hanisa
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.2.1.10-15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SMP Negeri 2 Taniwel kelas IX pada materi peluang yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif tipe number head together. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (Experimental Research), dengan desain penelitiannya Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 2 Taniwel, Jl. KH. Dewantara, kecamatan Taniwel Timur, kabupaten Seram Bagian Barat yang berjumlah 40 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX1 dan siswa kelas IX2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes akhir. Soal tes hasil belajara yang diberikan terdiri atas 5 soal dalambentuk uraian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statitistik deskritif dan analisis statistik inferensial (uji-t) atau uji beda rata-rata. Hasil analisis deskritif menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 74,71 dan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol sebesar 56,91. Sedangkan hasil uji prasarat menunjukan bahwa data pada kedua sampel berdistribusi normal memiliki varians yang homogen, selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji beda rata-rata atau uji-t dan diperoleh nilai sig (2-tailed) lebih kecil dari ∝ = 0,05 yakni 0,000 sehingga menyebabkan H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe number head together dan model pembelajaran konvensioanal pada materi peluang di kelas IX SMP Negeri 2 Taniwel, ini ditinjau dari hasil belajar siswa dalam bentuk uraian pada materi peluang
IMPLEMENTASI MODEL BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PADA GURU-GURU SEKOLAH DASAR DI DESA WAIMITAL Tamalene, Hanisa; Ratumanan, Tanwey Gerson
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.262 KB) | DOI: 10.30598/pakem.1.1.29-33

Abstract

This community service activity aims to (1) improve the understanding of teachers of SD Negeri 1 and SD Negeri 3 Waimital about learning models Blended Learning, (2) produce lesson plans by using the learning model Blended Learning. The achievement of these goals is carried out through the provision of materials and training with lecture methods, questions and answers, demonstrations, and exercises (tutorials), when the activity takes place, monitoring is carried out by resource persons to see and assist teachers in making based lesson plans Blended Learning. The results show that the service program is going well and smoothly. This program is able to improve the understanding ability of teachers about models and teachers are able to make lesson plans based Blended Learning. The target of this activity is elementary school teachers in Waimital Village
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE BAGI GURU SMP DAN SMA DI KECAMATAN TEHORU Tamalene, Hanisa; Laamena, Christina M; Rumalean, M Samad; Talib, Taufan
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.2.2.96-102

Abstract

Apart from teaching and research in tertiary institutions, Community Service (PKM) is also an essential element in the tri dharma of higher education that every lecturer must carry out. Teaching is a complex process; teaching is not just about conveying information to students but includes many actions that must be taken. In the community service activity that will be carried out with the title Improving Pedagogical Content Knowledge (PCK) for middle and high school teachers, it aims to provide information to teachers about the use of Pedagogical Content Knowledge (PCK) competencies in learning to improve teachers' understanding of these competencies further. This activity also helps improve the quality of teaching and student learning that supports in-depth discussions with colleagues, builds camaraderie, creates a reflective and sustainable learning culture, and provides opportunities for teachers to learn curriculum, management, content, and pedagogy. The method used in this service activity is to provide information, materials, and examples about the competence of Pedagogical Content Knowledge (PCK) and Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK). To increase the knowledge and skills of the relevant participating teachers (PCK) and Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and further explore the unique mix of content and pedagogy from the teacher, which will ultimately form a professional understanding of the teacher himself
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL DISISWA KELAS VII-B SMP NEGERI 85 MALUKU TENGAH Tamalene, Hanisa; Moma, La
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.4.1.94-99

Abstract

Salah satu unsur penting dalam tri darma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen selain aspek Pendidikan, Pengajaran dan Penelitian adalah aspek Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, mengajar tidak hanya sekedar menyampaikan informasi kepada siswa melainkan meliputi banyak kegiatan dan tindakan yang harus dilakukan. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Materi Aritmetika Sosial di Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 85 Maluku Tengah ini bertujuan untuk memberikan informasi siswa tentang materi Aritmetika Sosial dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siwa di kelas tersebut. Kegiatan ini selain membantu meningkatkan hasil belajar para siswa juga membantu para guru dalam mererapkan model pembelajaran inkuiri untuk materi-materi yang lain dalam proses pembelajaran.