Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual dengan Konsep Healing Environment Eva Mei Wulandari; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57200

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu fenomena yang marak terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Tindakan kekerasan seksual kebanyakan terjadi kepada perempuan, kejadian kekerasan seksual kepada perempuan mengakibatkan gangguan pada kondisi psikologisnya atau yang sering disebut dengan Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD. Hal tersebut harus mendapatkan penanganan secara khusus, salah satunya yaitu dengan rehabilitasi khusus untuk korban kekerasan seksual. Agar penanganan dilakukan secara maksimal maka dibutuhkannya lokasi khusus untuk tempat rehabilitasinya agar mempercepat proses penyembuhan, yaitu respon dari lingkungannya. Healing environment menjadi salah satu konsep respon lingkungan dalam perancangan pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Dalam proses penyembuhan korban kekerasan seksual, perancang berusaha menghadirkan pengalaman antar ruang interior dan eksterior dengan metode Evidence Based Design sebagai salah satu proses mendesain yang dapat mendukung konsep healing environment, yang berfokus pada penghadiran ruang-ruang yang terhubung visual akses dengan lingkungan alam. Dengan penghadiran hal tersebut akan timbul sebuah interaksi, pola perilaku atau aktivitas pengguna yang dapat menunjang proses penyembuhan korban, agar korban dapat bersersosialisi kembali dengan masyarakat sekitar dan sembuh dari yang dialaminya.
Hot Spring Resort Hotel sebagai Sarana Relaksasi di Kawasan Kota Wisata Batu Krisna Tata Maharani; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58071

Abstract

Pariwisata adalah kegaiatan yang biasa dilakukan pada waktu luang. Perjalanan wisata umumnya dilakukan pada saat seseorang bebas dari pekerjaan yang rutin dilakukan atau pada saat libur. Akibat rutinitas yang dilakukan sehari-hari seringkali membuat jenuh dan stress. Kurangnya waktu bersama keluarga juga menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya stress sehingga perlu adanya tempat yang menyediakan fasilitas untuk relaksasi yang jauh dari area perkotaan, sekaligus dapat sebagai tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Fasilitas yang dimaksud yaitu resort hotel dengan pendekatan Arsitektur organik yang memiliki fasilitas tambahan berupa hot spring yang cocok dijadikan sebagai destinasi untuk relaksasi. Konsep Arsitektur organik berakar pada bentuk-bentuk atau prinsip-prinsip alam.
Pendekatan Healing Environment pada Fasilitas Pemulihan Anak Korban Kekerasan Felia Hutari Dwi Putri; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.69219

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia perlu penanganan lebih untuk anak korban kekerasan. Pendekatan desain yang digunakan yaitu healing environment dengan tujuan untuk membantu dalam pemulihan anak korban kekerasan yang mengalami gangguan kesehatan mental dan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kekerasan pada anak. Metode yang dilakukan dengan menganalisis kawasan yang telah dipilih untuk mengetahui yang dapat mempengaruhi healing environment, mengetahui elemen-elemen yang perlu diterapkan dalam healing environment seperti pencahayaan, warna, pemandangan, suara, aroma, seni tekstur, dan keamanan, dan juga mempelajari studi preseden dengan bangunan fasilitas kesehatan mental untuk anak untuk diterapkan dalam objek yang akan dirancang. Sehingga dapat menhasilkan suatu objek arsitektur dengan pendekatan healing environment. Dalam objek arsitektur ini taman memiliki perang yang sangat penting untuk pengguna, terutama pasien.
The Adaptation Characteristics of Traditional Dwelling in Bawean to The Environmental Condition at Indonesian Archipelago FX Teddy Badai Samodra; Andy Mappajaya; Rabbani Kharismawan
Tesa Arsitektur Vol 17, No 1: Juni 2019
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v17i1.1185

Abstract

The Indonesian archipelago has typical traditional dwelling richness on every island. In island city, Bawean, the wind effect becomes very critical to the identification of environmental adaptation of its dwelling. The aim of this study was to identify the adaptation characteristics of traditional dwelling to the environmental archipelago condition of Bawean island. In this study, two main dwellings as references are the traditional houses, Bangsal or Limas and Barn, Durung. Generally, this research involves two major steps as follows: (1) Identification and specification phase (field observations, measurements) of the characteristics of building performance, (2) Simulation phase of the thermal performance of traditional house (using Ecotect Analysis and CFD Programs). This results highlighted that the houses performance is not optimum, both in spreads and compact orders. Meanwhile, Durung has better performance, only 17% of the samples are in discomfort condition (spread or compact). The optimum condition is achieved when the settlement spread out, otherwise uncomfortable when it is in the dense environment. The houses in daytime conditions are in the discomfort conditions and lower cooling load, while the night-time conditions are in the quadrant of optimum conditions, comfort, and low cooling load.
Pemanfaatan Google-Street-View untuk Observasi Kota di Tengah Pandemi Covid-19 Setyo Nugroho; Fardilla Rizqiyah; Kirami Bararatin; Angger Sukma Mahendra; Rabbani Kharismawan; Bambang Soemardiono
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2021): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/atrium.v7i1.111

Abstract

Title: Making Use of Google-Street-View for Urban Observation During Covid-19 Pandemic   Data collection in the field of architecture and urban design has been conducted mostly onsite through field survey. Yet, covid-19 pandemic made this activity impossible due to the avoiding physical activities in public area. Field survey in the covid-19 pandemic can be conducted through the make use of Google-Street-View (GSV). However, previous articles did not explain sisytematically the topic in the scope of architecture and urban design which were possible to discuss by using GSV. The article aims to review the implementation of observation technique using GSV to support data collection in the field of architecture and urban design. The research method employs the literature review, and case studies from Indonesian cities and abroad by the narrative method. The result showed that 3 topics of discussions were possible to use the GSV as a tool: streetscape evaluation; reading visual characteristics of the city and town; and architectural conservation. Even though some weaknesses were noticed, this technique of data collection give a flexibility for the user especially the lecturers, researchers, as well as students to complete their data collection. 
Konsep Multifungsi dan Multikultur pada Perancangan Kembali Alun-Alun Kota Gresik melalui Participatory Design Graciani Cahyadresta Dewanda; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.95801

Abstract

Alun-Alun Gresik semula merupakan tanah lapang yang biasa digunakan berbagai kegiatan oleh warga sekitar. Namun pada 2017, Alun-Alun Gresik diubah menjadi sebuah Islamic Center. Banyak pro dan kontra di masyarakat hingga muncul banyak penolakan pula. Penolakan ini didasari oleh posisi Alun-Alun Gresik sebagai cagar budaya dan kondisi sekitar Alun-Alun tidak hanya dari budaya Islam saja. Hal ini ditandai dengan adanya Gereja Pantekosta dan Klenteng Kim Hin Kiong di dekat Alun-Alun. Dimana fenomena ini secara tidak sengaja mengalami fenomena placelessness yang disampaikan oleh Edward Relph (1976) dalam Seamon, David dan Sowers, Jacob (2008). Placelessness menjelaskan terjadinya penghapusan tempat-tempat khusus dan pembuatan lanskap standar yang dihasilkan dari ketidakpekaan terhadap pentingnya suatu tempat. Keberadaan Alun-Alun Gresik yang sebagai Islamic Center, perlahan dapat menghapus tempat-tempat khusus, seperti Gereja Pantekosta dan Klenteng Kim Hin Kiong yang juga kental akan tradisi budayanya. Berdasarkan permasalahan ini, kondisi Kota Lama Gresik yang multikultur menjadi dasar untuk mengembalikan Alun-Alun Gresik dengan menghormati kultur-kultur lainnya. Dengan memperhatikan komunitas sekitar, harapannya Alun-Alun Gresik dapat memberikan meaning of place bagi komunitas sekitar dan mengembalikan signifikansi Kota Lama Gresik. Menggunakan pendekatan participatory design, proyek ini berusaha melibatkan kontribusi partisipan dalam melihat isu ini dan bersama-sama memberikan aspirasi terkait rancangan Alun-Alun Gresik yang lebih multikultur secara kolaboratif. Pelaksanaan jaring pendapat dan pekerjaan kolaboratif ini dilakukan dengan media workshop/interview dan juga pemanfaatan teknologi untuk respon batasan jarak yang ada di era pandemi COVID-19. Konsep multifungsi diaplikasikan sebagai konsekuensi dari aktivitas yang ingin diwadahi dalam rancangan dan sebagaimana keberadaan ruang publik di tengah kota. Konsep ini diaplikasikan pada aktivitas dan ruangnya, aplikasi tangga dan ramp, serta street furniture. Selain itu, rancangan ini juga banyak memberikan familiaritas bagi masyarakat sekitar melalui penggunaan elemen yang identik dengan kultur sebagai penggambaran konsep multikultur. Kemudian konsep ini diaplikasikan pada penggunaan shelter, warna, street furniture dan vegetasi.
Ruang Bermain Anak dalam Kegiatan Komersial sebagai Wujud Kota Ramah Anak di Surabaya Dahniar Achlis; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i4.96212

Abstract

Kepadatan perkotaan menyebabkan semakin terbatasnya ruang kota. Ruang kota merupakan ruang hidup bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya, tak terkecuali anak-anak. Keterbatasan ruang kota berdampak pada berkurangnya ruang bermain bagi anak di perkotaan. Seiring dengan perkembangan zaman, ruang-ruang kota lebih banyak difungsikan sebagai area komersial maupun permukiman yang dinilai lebih menguntungkan dari segi ekonomi. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang sebagian besar lahan terbangun difungsikan sebagai area komersial. Akibat dari terbatasnya ruang tersebut, tak jarang anak-anak menempati ruang-ruang sisa maupun ruang yang berbahaya untuk bermain seperti jalan raya. Hal tersebut bertolak belakang dengan apa yang telah tercantum di undang-undang, di mana ruang bermain merupakan kebutuhan dan hak bagi setiap anak sehingga anak dapat bermain dengan aman dan nyaman. Sebagai salah satu upaya untuk mendukung Kota Ramah Anak, objek ruang bermain anak dihadirkan untuk mewadahi ruang bermain, edukasi, serta sosialisasi. Pelaku utama adalah anak usia sekolah dasar yang memiliki karakteristik senang bermain, senang bergerak, dan menyukai bekerja dalam kelompok. Lokasi rancangan berada di komplek ruko sebagai bentuk aktivitas komersial di perkotaan. Gagasan dari rancangan yakni menggabungkan antara fungsi komersial yang memiliki sifat dan konfigurasi spasial yang berbeda dengan sifat dan konfigurasi spasial dari ruang bermain anak dengan menggunakan metode transprogramming.
Pendampingan Perancangan Eksterior Menara Masjid Baiturrohiem di Perum Wisma Kedung Asem Indah Kharismawan, Rabbani; Soemardiono, Bambang; Mahendra, Angger Sukma; Nugroho, Setyo; Septanti, Dewi; Sumartinah, Happy Ratna; Sudarma, Erwin; Krisdianto, Johanes; Muchlis, Nurfahmi; Defiana, Ima
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.818

Abstract

Menara masjid telah lama digunakan sebagai tanda dan alat untuk menunjukkan keberadaan masjid dalam suatu lingkungan. Selain membantu menyuarakan adzan, menara juga berfungsi sebagai elemen yang meningkatkan keindahan visual sebuah masjid. Walaupun Masjid Baiturrohiem telah mengalami pengembangan besar sejak tahun 2010, namun masih belum memiliki menara yang mencerminkan dengan baik keagungan masjid saat ini. Oleh karena itu, pada tahun 2020, dimulai upaya untuk memulai pembangunan menara yang lebih representatif. Sayangnya, hingga saat ini, tim Takmir dan panitia pembangunan masih belum memiliki dokumen arsitektural yang diperlukan untuk mendukung penyelesaian proyek pembangunan menara ini. Proses ini dimulai dengan melakukan survei lokasi, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan dan akhirnya disusul dengan pembuatan gambar kerja yang dibutuhkan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan perancangan dalam eksterior Menara Masjid Baiturrohiem hingga menghasilkan dokumen rancang yang akan diserahkan ke panitia Pembangunan Menara masjid untuk dijadikan acuan dalam desain eksterior Menara. Dengan demikian, perancangan eksterior menara masjid ini diharapkan akan memberikan kebanggaan warga Perum Wisma Kedung Asem Indah di masa depan.
Peningkatan Kualitas Walking Tour Kampung Sejarah Peneleh sebagai bagian Pariwisata Berkelanjutan Nugroho, Setyo; Rizqiyah, Fardilla; Sulistyandari, Utari; Soemardiono, Bambang; Kharismawan, Rabbani; Mahendra, Angger Sukma; Ramadhani, Izzah Desta Bastian; Audina, Shafira Zulfa
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2427

Abstract

Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) kampung sejarah Peneleh dibentuk pada tahun 2023 dan memiliki kegiatan utama yakni walking tour. Namun, dalam penerapannya, Pokdarwis belum memiliki media informasi berupa pamflet untuk peserta walking tour. Ditambah lagi, informasi sejarah arsitektur untuk peserta walking tour dirasa masih sangat kurang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Pokdarwis Peneleh Heritage dalam meningkatkan kualitas kegiatan walking tour kampung sejarah Peneleh melalui tiga metode kegiatan. Pertama, melakukan pemetaan rute dan mengkaji arsitektur bangunan lama sepanjang rute. Kedua, mengadakan kuliah tamu sebagai sharing session. Ketiga, merancang pamflet walking tour. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kampung Peneleh memiliki kekayaan gaya arsitektur yang beragam, sehingga bisa disusun sebuah walking tour tematik. Sedangkan rancangan pamflet walking tour memetakan fasilitas, obyek yang menarik di sekitar objek amatan utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kualitas walking tour Pokdarwis Peneleh, dan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan nilai pariwisata kampung sejarah Peneleh.