Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN DIET DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN STROKE BERULANG PADA PASIEN POST STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ACEH UTARA Sari, Maulida; Ahmady, Dedy
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.92

Abstract

Stroke terjadi akibat ganggual sirkulasi darah di otak yang terhambat yang dimanifestasikan dengan adanya deficit neurologis seperti kelumpuhan otot ekstremitas, kelemahan otot menelan, kelemahan dalam melakukan komunikasi verbal, gangguan pengelihatan, gangguan kesadaran hingga menyebabkan kematian. Terdapat 6,5 juta orang meninggal karena stroke setiap tahunnya dan lebih dari 143 juta orang kehilangan kesehatannya setiap tahun karena kematian dan kecacatan terkait stroke. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan obesitas dengan kejadian stroke berulang pada pasien post stroke. Penelitian ini adalah penelitian korelatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini berjumlah 894 pasien. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu sebanyak 154 pasien. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik demografi pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas tidak berisiko terhadap kejadian stroke berulang namun tetap harus diwaspadai dan makanan yang berlemak sangat berpengaruh terhadap terjadiya stroke berulang hal ini dapat dilihat dari data yaitu ada hubungan diet (p<0,05) dengan kejadian stroke berulang dan tidak ada hubungan obesitas (p>0,05)  dengan kejadian stroke berulang. Tindakan pencegahan terjadinya stroke berulang salah satunya adalah dengan memberikan edukasi tentang pencegahan stroke berulang berkaitan dengan diet dan obesitas, salah satunya dengan menjalankan pola hidup yang sehat dan melakukan olahraga serta tetap melakukan kontrol kesehatan pada pelayanan kesehatan terdekat.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP TINGKAT SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA LHOKSEUMAWE Sari, Maulida; Dian Vita Sari
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.102

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit tidak menular yang serius, dimana pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara optimal, sehingga insulin tidak dapat bekerja dengan baik yang menyebabkan gula darah meningkat Diabetes Mellitus juga erat kaitannya dengan gaya hidup, sehingga berhasil tidaknya pengelolaan. Diabetes Melitus tergantung pada pola hidup pasien untuk merubah perilaku. Jenis penelitian ini deskriptif dengan design studi kasus, yang bertujuan untuk melihat efektivitas senam kaki diabetic terhadap tingkat sensitivitas kaki pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Lhokseumawe .  Pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 10 orang responden semuanya menunjukkan terjadinya peningkatan sensitivitas kaki . Dapat disimpulkan bahwa senam kaki diabetik efektif mengatasi masalah sensitivitas kaki pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe. Diharapkan responden tetap menerapkan senam kaki diabetik untuk membantu melancarkan peredaran darah pada kaki untuk meningkatkan sensitivitas kaki dan kepada perawat sebagai salah satu tim kesehatan dapat memberikan edukasi kesehatan serta berperan dalam membimbing penderita Diabetes Mellitus Tipe II untuk melakukan senam kaki sampai dengan penderita dapat melakukan senam kaki secara mandiri.  
Developing Mothers' Knowledge about Weaning Food in Infants Aged 6-24 Months through Video Sari, Dian Vita; Khalsiah, Khalsiah; Fatmawati, Fatmawati; Ahmady, Dedy; Sari, Maulida; Ardilla, Arista; Zulkarnaini
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 3 (2024): July
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.53383

Abstract

Background: During this period, infants and children receive food and drink with an appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Media such as audiovisual videos make it easier to increase maternal knowledge. This study was conducted to determine the effect of video on rising mothers' knowledge about weaning food in infants 6-24 months at Posyandu (Integrated Service Center). Methods: The type of research was quantitative, which is experimental with a one-group pre-post-test design approach. This study's population was mothers with children aged 6-24 months, using the total sampling method. Data collection used a questionnaire as an instrument that contained information on complementary foods. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test. Results: the results showed a significant influence between weaning food education through video about maternal knowledge obtained with p-value=0.001 <a=0.05. Conclusion: There was a significant difference in maternal knowledge before and after being given an educational video intervention on complementary foods, which means that educational video affects increasing maternal knowledge about complementary foods in infants aged 6-26 months in the village.
Pemberdayaan Peternak Bebek Melalui Pelatihan Pembuatan Pakan Alternatif Berbasis Limbah Organik di Desa Buket Pulo: Empowerment of Duck Farmers Through Training in Producing Alternative Feed from Organic Waste in Buket Pulo Village Sari, Maulida; Nucifera, Prima; Astari, Weni; Ramadhani, Wahyu
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.886

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas peternak bebek melalui pendampingan pembuatan pakan alternative berbasis limbah organic. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis praktik yang meliputi wawancara awal untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, pelatihan, praktik langsung pembuatan pakan fermentasi, diskusi, dan evaluasi hasil kegiatan. Mitra sasaran merupakan peternak bebek yang ada di Desa Buket Pule, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa peternak mampu memahami dan mempraktikkan pembuatan pakan alternative seara mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dan menekan biaya produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengolah pakan secara mandiri, yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada pakan komersial dan menekan biaya produksi. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk memperluas pemanfaatan teknologi pakan alternative. Sekaligus membentuk kelompok peternak sebagai wadah berbagi pengetahuan dan penguatan kelembagaan.
Pemerolehan Bahasa Indonesia Pada Anak Usia Dini : Studi Kasus di TK Siwi Kencana Kota Langsa Siregar, Prima Nucifera; Sari, Maulida; Novita, Anggria
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10530712

Abstract

Language development in children begins when the child is born until the child in 5 years old. At this age, children can acquire a large vocabulary. This is what children get from their parents or from people around their environment, with different social backgrounds, so children can use appropriate language. Based on this statement, this study aims to analyze the acquisition of Indonesian in early childhood at Siwi Kencana Kindergarten, Langsa Baro District, Langsa City in the categories of phonology, morphology, syntax and semantics. This study uses a qualitative descriptive method because research want to describe the results of research that occurs want to describe the results of research that occurs in every day life which are fact in the acquisition of Indonesian in early childhood. Meanwhile this data was obtained through observation. The data contained in this study are utterances in the form of words, phrases, clauses or sentences produced by early childhood. The data sources is early childhood and the research location is Siwi Kencana Kindergarten, Langsa Baro District, Langsa City. The results of this study indicate that there is a change in the phoneme /r/ to /l/ at the age of 5 years. Meanwhile, the there are some children who clearly pronounce vowels and consonants. At the age of 4-5 years, children are able to pronounce vowel letters such as /a/,/i/,/u/,/e/,/o/, and other consonant letters.
Rewards in Early Childhood Classroom: Short-Term Gains, Long-Term Costs? Sari, Maulida; Amalia, Rizka
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 6 No. 2 (2025): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/seulanga.v6i2.6362

Abstract

The use of rewards as a motivational strategy has long been applied in education, but its effectiveness and impact on children's intrinsic motivation are still crucial debates. Therefore, this study aims to analyze the meaning of rewards in increasing early childhood learning motivation in Islamic Kindergartens, and to understand its implications for educational practices Initial observations at TK Anak Islam indicate the existence of diverse reward-giving practices, but an in-depth understanding of children's perceptions and the effectiveness of rewards in triggering sustainable motivation is still limited. The method used in this study was qualitative-descriptive, with the aim of understanding how rewards are interpreted and how they influence learning motivation in early childhood. The study was conducted at TK Anak Islam, which implements a reward-based learning system to increase learning motivation in early childhood. The results of the study identified four main types of rewards: material (stickers, stationery), social (verbal praise, applause), activity/privilege (opportunity to choose, additional playtime), and symbolic (achievement cards, star boards). Verbal praise is the form most often used and considered effective by teachers.Research recommendations emphasize the importance of reward variation, consistency, timely delivery, and a focus on the child's effort process in reward-giving strategies.
PENERAPAN SENAM DIABETES DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA BLANG CIRIH KABUPATEN BIREUEN Dedy Ahmady; Sari, Maulida
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.176

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan glukosa darah dan menurunnya kemampuan tubuh menggunakan energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Senam diabetes merupakan gerakan olahraga yang dirancang menurut usia dan fisik sebagai bagian dari pengobatan diabetes. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di Desa Blang Cirih Kabupaten Bireuen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes mellitus tipe II di Desa Blang Cirih Kabupaten Bireuen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh dari 3 orang responden setelahh melakukan senam diabetes sebanyak 5 kali dalam seminggu dengan periode 30 menit per sesi didapatkan semua responden mengalami penurunan kadar gula darah dengan rerata 15,3 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah. Diharapkan penderita diabetes mellitus dapat menerapkan senam diabetes untuk menurunkan kadar gula dalam darah.