Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sistem Kontrol Alat Pendeteksi Polusi Udara Berbasis Sensor Gas MQ-135 Mulyadi; Asep Suryadi; Angelina Hadriani; Susi; Gilang Ramadhan; Perdi Hasan; Khoirun Nisa; Sela Handrian
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): SINTAK-MAS Sinergi Teknologi dan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sintak-mas.v1i2.55224

Abstract

Pencemaran udara menjadi salah satu masalah lingkungan paling serius di era modern akibat pertumbuhan industri, transportasi, serta urbanisasi yang semakin pesat. Polutan berbahaya seperti karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), dan benzena berdampak langsung terhadap kesehatan manusia, khususnya sistem pernapasan, dan dapat menimbulkan penyakit kronis hingga menurunkan kualitas hidup. Kondisi ini menuntut adanya alat pemantau kualitas udara yang sederhana, murah, dan praktis digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun perangkat pendeteksi polusi udara berbasis sensor gas MQ-135 dengan Arduino UNO sebagai pengendali utama. Sistem dirancang tanpa modul Wi-Fi maupun aplikasi pihak ketiga, melainkan menampilkan data langsung pada LCD dan menyimpannya ke microSD dalam format CSV untuk analisis lanjutan. Sebagai fitur tambahan, alat dilengkapi buzzer yang berbunyi ketika polutan melebihi ambang batas, sehingga pengguna dapat segera mengetahui kondisi udara yang buruk. Uji coba dilakukan di SMKN 1 Ciruas pada area parkir, lapangan, dan ruang kelas. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi rata-rata sebesar 87% dibandingkan instrumen laboratorium standar. Dengan biaya rendah dan kemudahan penggunaan, alat ini dapat dijadikan solusi praktis untuk membantu masyarakat, sekolah, maupun instansi lain dalam memantau kualitas udara di lingkungan sekitarnya.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Susi; Hasbiullah, Hasbiullah; Asrahmaulyana, Asrahmaulyana
Jurnal Ekonomi Sakti Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : LPPM - STIE SAKTI ALAM KERINCI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36272/jes.v15i1.494

Abstract

This study aims to analyze the effect of the number of business units, Provincial Minimum Wage (UMP), and technology on labor absorption with production value as an intervening variable in large and medium manufacturing industries in South Sulawesi Province. This research uses a quantitative approach with path analysis techniques assisted by SPSS software. The data used are secondary time series data obtained from official publications of the Central Bureau of Statistics (BPS) of South Sulawesi for the period 2017–2025. The variables analyzed include the number of business units, UMP, technology, production value, and labor absorption. The results show that the number of business units has a positive and significant effect on labor absorption. Conversely, the Provincial Minimum Wage has a negative and significant effect on labor absorption. Meanwhile, technology does not have a significant effect on labor absorption. In addition, production value is proven to have a positive and significant effect on labor absorption. As an intervening variable, production value is not able to mediate the effect of the number of business units and technology on labor absorption, but it is able to mediate the effect of the Provincial Minimum Wage on labor absorption. These findings indicate that increasing industrial production activities plays an important role in encouraging labor absorption in the manufacturing industry sector in South Sulawesi Province.