Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peran Guru Aqidah Akhlak Dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Kelas XI MAN 2 Bandar Lampung Wahyudi, Waluyo Erry; Aisyah, Nur; Romlah; Asyha, Agus Faisal; Arifin, Finaty; Warsiyah
Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Vol 2 No 2 (2024): MALEWA: Journal of Multidisciplinary Educational Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/jome.v2i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Aqidah Akhlak dalam membentuk karakter religius peserta didik kelas XI MAN 2 Bandar Lampung, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan karakter, serta mengevaluasi efektivitas strategi yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dengan analisis data model Miles dan Huberman. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian divalidasi menggunakan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Subjek penelitian terdiri dari satu guru Aqidah Akhlak, kepala madrasah, dan 15 siswa kelas XI yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Aqidah Akhlak menjalankan lima peran utama: pembimbing, teladan, motivator, evaluator, dan fasilitator. Peran sebagai teladan menunjukkan efektivitas tertinggi (90%) dalam membentuk karakter religius. Program pembentukan karakter yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kedisiplinan ibadah (35%), etika pergaulan (40%), kepedulian sosial (25%), dan kejujuran akademik (30%). Kesimpulannya, pembentukan karakter religius memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, didukung oleh konsistensi program pembiasaan dan sistem madrasah yang memadai.
Implementation Independent Curriculum on Competencies Professionalism of RA Teachers in Bandar Lampung Dona Dinda Pratiwi; Waluyo Erry Wahyudi; Kuswanto, Cahniyo Wijaya
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i2.183

Abstract

The Independent Curriculum has been officially designated as the national curriculum for the 2024/2025 academic year, as outlined in KMA No. 347 of 2022. However, early childhood Islamic institutions (RA) under the Ministry of Religious Affairs remain underserved in professional training, creating a gap in curriculum readiness. This study aimed to enhance RA teachers’ capacity to implement the Independent Curriculum through a structured mentoring program focusing on curriculum design and teaching module development. Using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, the program engaged 25 RA/PAUD teachers in Bandar Lampung through six online sessions and one offline workshop. The training covered differentiated learning, operational curriculum (KOM) development, and the integration of P5PPRA (Project Strengthening Profile of Pancasila Students and Rahmatan Lil Alamin). Results indicate significant improvement in teachers’ understanding of learner-centered pedagogy, assessment, and the alignment of vision-mission with instructional goals. Two institutions produced complete KOM documents, while others demonstrated partial progress. The program also fostered reflective teaching practices, collaborative planning, and integration of local culture and religious values into instructional design. In conclusion, sustained mentoring can bridge the gap in curriculum implementation at the early childhood level, promote teacher agency, and support systemic transformation aligned with the values of Islamic education. These findings underscore the importance of long-term, context-based professional development for successful curriculum reform.
PENERAPAN KURIKULUM ISMUBA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI SISWA SMP MUHAMMADIYAH BANGUNTAPAN Handayani, Astuti Budi; Widodo, Hendro; Wahyudi, Waluyo Erry
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v10i2.4558

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang penerapan kurikulum ismuba untuk pembentukan karakter islami pada siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan, dimana terjadinya degradasi moral pada siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa penerapan kurikulum ismuba dalam pembentukan karakter islami pada siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan. Sedangkan, metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu mengungkapkan berbagai kondisi yang ditemukan di lapangan yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum ismuba di SMP Muhammadiyah Banguntapan. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sekunder, yaitu kepala sekolah, pengembang kurikulum, dokumen kurikulum ismuba, dokumen kurikulum SMP Muhammadiyah Banguntapan, serta dokumen-dokumen yang terkait denga kurikulum sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum ismuba untuk membentuk karakter islami pada siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan sudah berjalan sesuai dengan rencana, dan menjadi pembiasaan di SMP Muhammadiyah Banguntapan, sehingga sedikit demi sedikit karakter islami pada siswa mulai terbentuk. Akan tetapi memang tidak dipungkiri ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya, di antaranya belum semua guru selain guru ismuba terlibat langsung dalam pembiasaan program-program ismuba.
Fostering Learner Autonomy: Evaluating the Effectiveness of the Problem-Based Learning Approach Sari, Sindi Kartika; Bahri, Saiful; Wahyudi, Waluyo Erry
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i3.1528

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in fostering learning autonomy among Grade X students in Islamic Religious Education at SMAN 15 Bandar Lampung. The research was motivated by the critical need to develop students' independent learning capabilities within educational contexts. A quantitative approach employing a quasi-experimental design with posttest-only control group framework was utilized. Participants were selected through simple random sampling, resulting in Class X.E 3 (n=31) as the experimental group receiving PBL instruction and Class X.E 1 (n=30) as the control group taught through direct instruction. Data collection employed a validated questionnaire measuring five dimensions of learning autonomy: learning motivation, self-regulation, independent decision-making, ability to overcome difficulties, and self-reflection capacity. The instrument comprised 12 validated items from an original 20-item questionnaire, demonstrating reliability coefficient of 0.603. Statistical analysis included normality testing using Liliefors test, homogeneity assessment through Bartlett's test, and hypothesis testing via independent samples t-test. Results revealed statistically significant differences between groups with t-value of 6.637 and significance level of 0.000 (p < 0.001). The experimental group achieved substantially higher learning autonomy scores with a mean difference of 8.318 points. These findings indicate that PBL implementation significantly enhances students' learning autonomy compared to traditional direct instruction methods. The study concludes that PBL serves as an effective pedagogical strategy for developing independent, engaged, and self-directed learning behaviors, recommending its broader adoption in Islamic Religious Education contexts.
Internalisasi dan Nilai-Nilai Moderasi Islam (Studi Pondok Pesantren di Provinsi Lampung) Bahri, Saiful Bahri; Wahyudi, Waluyo Erry; Sunarto, Sunarto
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2809

Abstract

Di tengah masyarakat, sebenarnya agama telah dipahami secara proporsional dan sesuai dengan nilai-nilai dasar tujuan syariat (maqashid al- syariah), penyebutan maqashid alsyariah tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai yang dibawa agama seperti keadilan (al‘adl), keseimbangan (tawazun), moderat (tawassuth), proporsional (i’tidal), dan toleransi (tasamuh). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendiskripsikan konsep Internalisasi Dan Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Islam di Pondok Pesantren Al-Hikmah Kota Bandar Lampung, Pondok Pesantren Nurul Huda Kabupaten Pringsewu dan Pondok Pesantren Ushuludin Kabupaten Lampung Selatan. Adapun jenis penelitian adalah diskriptif kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Lalu tehnik analisis terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian dalam konsep Internalisasi dan Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Islam bahwa penerapan nilai tawazun berbasis moderasi beragama di ketiga pondok pesantren tersebut semua menjalankan nilai-nilai moderasi. Nilai-nilai moderasi tidak hanya transformasi, transaksi, dantransinternalisasi, melainkan ada tindak lanjut setelah 3 tahap tersebut terlaksana yaitu tahap pertama terkait dengan tranformasi nilai, tahap yang kedua mengenai transaksi nilai, dan tahap ketiga berkaitan dengan transinternalisasi nilai Islam moderat di pondok pesantren dan selanjutnya terdapat tindak lanjut kegiatan semacam evaluasi untuk memantau santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderat.
PEMBELAJARAN SENI KALIGRAFI ISLAM (KHAT) UNTUK MENINGKATKAN MAHARAH AL-KITABAH (KETERAMPILAN MENULIS) WAHYUDI, WALUYO ERRY
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.3787

Abstract

Calligraphy is a lesson given by schools to students. By providing calligraphy lessons, it also trains them to be able to write Arabic letters well so that there are no misreadings, meanings and interpretations. It is hoped that calligraphy lessons can contribute to the lessons of the Qur'an and Hadith on students' writing skills. Therefore, research related to the importance of studying Islamic calligraphy art in the practice of students' Arabic writing skills was conducted. This study aims to 1) understand Maharah al-Kitabah in Islamic Calligraphy learning 2) how is the process of implementing Islamic calligraphy learning 3) are there any inhibiting and supporting factors in the implementation of Islamic Calligraphy Learning. Observation, interviews and documentation are the methods chosen in this study. Data obtained during the investigation were reviewed through data reduction, data percentages and summarizing conclusions. While the validity experiment of a number of data was collected and worked on by triangulation and observation. The results of this observation show several things, including: 1) in the process of implementing teaching and learning in calligraphy lessons, it is carried out in a stable and systematic manner in accordance with the beginning of the learning process from the beginning to the end, starting from the opening or introduction, the core learning process, and the closing section. 2) the calligraphy learning process is developed by educators, infrastructure is provided by the school because many students do not have materials and tools to make calligraphy, that is the main key to a good calligraphy learning process. ABSTRAKKaligrafi merupakan  pelajaran yang diberikan sekolah kepada peserta didik. Dengan memberikan pelajaran kaligrafi juga melatih supaya bisa writing huruf Arab dengan baik hingga tak menghadirkan salah membaca, makna dan interprestasi. Diharapkan Pelajaran kaligrafi dapat menghadirkan sumbangsih pada pelajaran Alqur`an hadits pada keterampilan writing peserta didik. Oleh karena itu penelitian yang berkaitan dengan pentingnya mempelajari seni kaligrafi Islam didalam praktik keterampilan writing Arab peserta didik dilakukan. Penelitian ini bertujuan 1) agar dapat mengerti  Maharah al-Kitabah  dalam pembelajaran Kaligrafi Islam 2) bagaimana dalam proses penerapan pembelajaran kaligrafi Islam 3)apakah ada faktor-faktor penghambat juga pendukung dalam penerapan Pembelajaran Kaligrafi Islam. Observasi, interview dan dokumentasi merupakan metode yang dipilih dalam penelitian ini. Data didapat selama investigasi ditelaah melalui pengecilan data, persentasi dalam data serta merangkum kesimpulan. Sedangkan percobaan validitas sejumlah data dikumpulkan dan dimkerjakan dengan cara triangulasi serta observasi. Hasil dari observasi ini menunjukkan beberapa hal diantara lain: 1) dalam proses implementasi belajar mengajar dalam pelajaran kaligrafi dilaksanakan dengan cara tetap stabil juga bersistem sesuai dengan pemulaan proses pembelajaran dari awal samapai akhir mulai dari pembukaan atau pendahuluan, proses inti pembelajaran, serta bagian penutup. 2) proses belajar kaligrafi dikembangkan oleh Pendidik, sapras di sediakan oleh pihak sekolah dikarenakan peserta didik banyak yang tidak memiliki bahan dan alat dalam membuat kaligrafi, itu adalah kunci utama proses pembelajaran kaligrafi yang baik.
Revitalisasi Nilai-Nilai Tasawuf sebagai Landasan Pendidikan Moral  di Era Disrupsi Waluyo Erry Wahyudi
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ydrg6z19

Abstract

The disruption era is marked by rapid social, cultural, and technological changes, often leading to a moral crisis across various levels of society. In this context, Sufi values such as sincerity, simplicity, self-reflection, and compassion are highly relevant as a foundation for moral education. This article aims to revitalize Sufi values within the educational system as a solution to contemporary moral challenges. Using a qualitative-descriptive approach and literature review, the study reveals that integrating Sufi values into education can shape individuals who are spiritual, ethical, and possess strong integrity. This revitalization serves as a crucial strategy to strengthen the moral character of the younger generation amidst modernization and globalization.  
The Relationship between Self-Confidence and Learning Independence with Student Learning Achievement in Islamic Religious Education and Character Education Subjects Wahyuning Puji Wulandari; Imam Syafe’i; Waluyo Erry Wahyudi
Inspiratif Pendidikan Vol 14 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keyakinan diri dan kemandirian belajar dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti pada peserta didik kelas VIII SMPN 31 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 290 peserta didik, dengan sampel sebanyak 74 peserta didik yang ditentukan melalui rumus Slovin. Instrumen ppenelitian yang digunakan berupa angket dan diuji menggunaka IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan keyakinan diri dengan hasil belajar memiliki koefisien korelasi sebesar -0,126 dengan nilai sig. = 0,286 (> 0,05). Artinya, tidak terdapat hubungan signifikan antara keyakinan diri dengan hasil belajar. Sedangkan hubungan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar memiliki koefisien korelasi sebesar -0,191 dengan nilai sig. = 0,103 (> 0,05). Artinya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar. Kedua variabel bebas tidak berhubungan dengan variabel terikat. Bahkan arah korelasi menunjukan hubungan negatif meskipun lemah, yang berarti semakin tinggi keyakinan diri atau kemandirian belajar justru cenderung diikuti penurunan hasil belajar.
Studi Tingkat Pemahaman Nilai-Nilai Agama Dalam Menghadapi Budaya Berpacaran Dikalangan Siswa Pratiwi, Retno Ayu; Zulaikha, Siti Zulaikha; Wahyudi, Waluyo Erry
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 5 No 2 (2025): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v5i2.10826

Abstract

This study fills a research gap by showing that a strong religious understanding does not always lead adolescents to act morally in the context of digital culture. To address this gap, we conducted a qualitative case study at Tunas Dharma Junior High School, engaging 12 key informants through in-depth interviews, observations, questionnaires, and documentation. We applied thematic analysis to interpret the data. The results show that 88.6%–95.5% of students demonstrate very high levels of moral knowing (C2–C4 of Bloom's Taxonomy). However, students still engage in dating practices through intensive communication on social media, the use of alternative accounts, and covert interactions. Weak moral sentiments, a cognitive-normative educational approach, the distortion of religious teachings online, and limited environmental support contribute to this gap. Theoretically, this study strengthens a model of religious value internalization that integrates moral knowledge, moral feelings, and moral actions. Practically, the findings propose integrating religious digital literacy, strengthening intrinsic motivation, and applying contextual educational strategies to bridge the gap between students' religious knowledge and moral behavior. These findings can guide school policies and support the development of sustainable local curricula.
The Effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) Cooperative Learning Model on Students' Interest in Islamic Religious and Character Education Selawati; Ahmad Fatoni; Waluyo Erry Wahyudi
DIDAKTIKA Vol 19 No 02 (2025): DIDAKTIKA : JURNAL KEPENDIDIKAN
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/didaktika.v19i02.10799

Abstract

Student learning interest is one of the key factors in the success of the learning process, especially in Islamic Religious Education (PAI) subjects that emphasize the formation of values ​​and character. Initial observations at SMP Negeri 1 Bandar Lampung showed low student involvement and interest in PAI learning due to the dominant use of conventional methods that are less interactive. This study aims to analyze the effect of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model on student learning interest in PAI subjects. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method through a post-test only control group design. The sample consisted of two classes, namely VII.9 as the experimental class that received the TSTS model treatment and VII.4 as the control class. Data were collected using a non-test questionnaire that measures two indicators of learning interest: involvement and interest. Data analysis included normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using t-tests. The results showed a significant effect of the TSTS model on student learning interest with a significance value of 0.001 (p <0.05). These findings confirm that the TSTS model is effective in creating a collaborative learning environment, increasing student participation, and encouraging interaction and information exchange between groups. Therefore, the TSTS cooperative learning model is worthy of recommendation as an alternative strategy to increase learning interest in Islamic Religious Education (PAI).