Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Penanganan Stunting di Desa Sumberkalong, Wonosari, Bondowoso Susanti, Laily Yunita; Khirzin, Muhammad Habbib; Laksanawati, Trias Ayu; Wicaksono, Dani Agung
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7150

Abstract

Desa Sumberkalong merupakan salah satu desa di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi. Berbagai Upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka prevalensi tunting, namun belum dilakukan upaya pemanfaatan potensi desa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tanaman obat keluarga (TOGA) memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu mengandung zat gizi dan senyawa yang dapat meningkatkan asupan nutrisi bagi anak-anak. Konsumsi olahan TOGA pada anak dengan resiko stunting dapat memperbaiki gizi pada anak. Masyarakat Desa Sumberkalong yang mayoritas bertani telah menanam TOGA pada lahan rumah, namun sebagian besar belum memahami pentingnya pemanfaatan dan pengolahan TOGA untuk mengatasi stunting sehingga perlu dilakukan pendampingan khususnya pada ibu yang memiliki anak beresiko stunting. Pendampingan masyarakat dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR) yang meliputi lima tahapan yaitu tahap to know, to understand, to plan, to act dan to change. Subjek pengabdian merupakan ibu rumah tangga yang berasal dari 5 dusun di Desa Sumberkalong. Data pengabdian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil pendampingan masyarakat berupa meningkatnya kemampuan warga untuk mengolah TOGA menjadi pangan alternatif dan terbentuknya kelompok-kelompok penggerak TOGA di beberapa dusun di Desa Sumberkalong.
Ekstraksi dan Purifikasi Protease Sulfhidril Batang Kamboja (Plumeria obtusa) Sebagai Rennet Keju Lunak Laksanawati, Trias Ayu; Khirzin, Muhammad Habbib; Shinta, Kiky Mey
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 15, No 2 (2023): Vol. (15) No. 2, Oktober 2023
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v15i2.26934

Abstract

This study aims to determine the optimal pH and temperature values for the sulfhydryl protease enzyme from Cambodian stems Plumeria obtusa, obtain pure protease enzymes through the purification process and determine the yield of curd obtained from the use of sulfhydryl protease enzymes in the cheese-making process. The variables used are the independent variables pH (7, 7.5, 8, 8.5 and 9), and temperature (50, 55, 60, 65, 70 and 75) oC. The research began with the extraction of the crude extract of the sulfhydryl protease enzyme from the Plumeria obtusa frangipani stems, characterization of the optimal pH and temperature of the crude extract of the enzyme. Data were statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA) and then continued with Duncan`s New Multiple Range Test (DNMRT). Analysis of the data used to compare the yield of cheese curd using T test data analysis. The best temperature for the activity of the sulfhydryl protease enzyme from Plumeria obtusa frangipani stems was 55oC and pH was 7.5. The results of the final purification of dialysis using ammonium sulfate gradually. The result showed that the sulfhydryl protease enzyme from the cambodia stem Plumeria obtusa had a specific activity of 1.7765 10-3 mol/ml, which was 1.0730 times purer than the initial extract. The use of the sulfhydryl protease enzyme from the stems of frangipani Plumeria obtusa as a coagulant in cheese making produced 19.880% curd, greater than the use of animal rennet.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAK KAMBING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN STOK PAKAN DAN PENGOLAHAN KOTORAN DI DESA LABANASEM, BANYUWANGI Khirzin, Muhammad Habbib; Sanjaya, Aditya Wiralatief; Laksanawati, Trias Ayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19588

Abstract

ABSTRAKPenduduk Desa Labanasem secara umum bekerja sebagai petani, peternak, dan pedagang. Sistem pemeliharaan ternak di desa ini masih bersifat tradisional. Setiap hari para peternak mencari pakan dengan cara merumput ke desa-desa sekitar. Hal ini dinilai kurang efektif karena peternak tidak memiliki stok pakan harian. Selain itu, kotoran ternak dari kandang hanya dibuang begitu saja ke sungai. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pngabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tujuan meningkatkan ketrampilan peternak kambing melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan stok pakan serta pengolahan limbah kotoran ternak dengan bantuan mesin coper. Mitra dari kegiatan PKM adalah kelompok ternak Azka Farm dengan jumlah anggota sebanyak 12 orang. Mitra beralamat di Dusun Sukadi, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Prosedur pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukan bahwa peternak mulai memahami cara mengelola pakan dengan metode pembuatan stok dan membuat pupuk dari kotoran kambing. Pemahaman peternak mengenai penggunaan alat meningkat dari 25% menjadi 83%. Peternak tidak perlu setiap hari mencari pakan karena stok pakan telah tersedia untuk beberapa hari. Peternak juga dapat memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk dan disebar ke tanaman. Kata kunci: desa labanasem; pembuatan stok pakan; pengelolaan limbah kotoran; peternak kambing ABSTRACTLabanasem village residents generally work as farmers, livestock breeders and traders. The livestock rearing system in this village is still traditional. The breeders look for food by grazing in the surrounding villages everyday. This is considered less effective because farmers do not have daily feed stocks. Apart from that, livestock waste from the cages is simply thrown into the river. This causes environmental pollution. Based on this background, it is necessary to carry out community service activities (CSA) with the aim of improving the skills of goat breeders through training and assistance in making feed stocks and processing livestock waste using a coper machine. The partner for CSA activities is the Azka Farm livestock group with 12 members. Partner's address is Sukadi Hamlet, Labanasem Village, Kabat District, Banyuwangi Regency. Procedures for implementing activities include problem identification, socialization, training, and final evaluation of activities. The results of the training activities show that farmers are starting to understand how to manage feed using the method of making stock and making fertilizer from goat manure. Farmers' understanding of machine use increased from 25% to 83%. Farmers do not need to look for feed every day because feed stocks are available for several days. Farmers can also use livestock manure to make fertilizer and spread it on plants. Keywords: Labanasem village, making feed stocks, managing manure waste, goat breeders
PENGEMBANGAN LEXICON DALAM MENENTUKAN BAHASA SENSORI PADA PRODUK GREEK YOGHURT LIDAH BUAYA (Aloe vera) Khirzin, Muhammad Habbib
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.14987

Abstract

Greek yoghurt merupakan yoghurt yang telah disaring untuk menghilangkan whey sehingga menghasilkan yoghurt bertekstur semi padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode Quatitative Descriptive Analysis (QDA) dengan mengidentifikasi dan Focus Group Discussion (FGD) lexicon pada greek yoghurt lidah buaya (Aloe vera) dengan kosentrasi 0%, 5%, 10% dan 15% sari lidah buaya. Penambahan lidah buaya dapat dapat memberikan pengaruh terhadap greek yoghurt. Penerapan metode Quatitative Descriptive Analysis (QDA) dimulai dengan mendeskripsikan hingga pengujian produk. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan RAK non faktorial dan Principal Component Analysis (PCA). Data hasil uji deskriptif menunjukan produk sampel greek yoghurt lidah buaya konsentrasi 0% memiliki rasa manis, asam, aftertaste sepet, aroma strawberry yogurt, lactid acid, cottage cheese, milky orange, strawberry candy, strawberry milky, warna broken white, tekstur smooth dan thick. Sampel greek yoghurt lidah buaya konsentrasi 5% memiliki rasa manis, asam, aftertaste sepet, aloe vera, aroma strawberry yogurt, cheesy, cottage cheese, lactid acid, aloe vera broken white, tekstur thick dan grainy. Sampel greek yoghurt lidah buaya konsentrasi 10% memiliki rasa asam, aftertaste sepet, rasa aloe vera, aroma cheesy, lactid acid, cottage cheese, aloe vera, warna broken white, tekstur thick dan grainy. Sampel greek yoghurt lidah buaya konsentrasi 15% memiliki rasa asam, asin, aftertaste sepet, aloe vera, cheesy, lactid acid, cottage cheese, aloe vera, warna broken white, tekstur thick dan grainy.