Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Google Classroom Dan Kahoot Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Digital Japar, Muhammad; Fadhillah, Dini Nur; Syarifa, Syifa
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.703 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9811

Abstract

Untuk menciptakan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang interaktif, diperlukan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Akan tetapi, guru pendidikan kewarganegaraan seringkali kesulitan dalam mengoperasikannya. Solusi yang dapat digunakan adalah dengan mengadakan pelatihan yang melibatkan guru-guru pendidikan kewarganegaraan SMP di Jakarta Pusat. Adapun metode yang ditempuh dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, yaitu : 1) menemui pengurus MGMP PPKn SMP se-Jakarta Pusat untuk mendiskusikan permasalahan mereka dalam menggunakan media pembelajaran 2) merumuskan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut 3) melaksanakan kegiatan pelatihan yang melibatkan guru-guru PPKn SMP se-Jakarta Pusat yang tergabung dalam MGMP, 4) menyebarkan angket untuk diisi oleh peserta, dan mengumpulkannya, 5) melakukan evaluasi terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan Google Classroom dan Kahoot sebagai e-learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil pelatihan ini dapat dilihat dari pembicara dan peserta yang sama-sama memainkan peran aktif selama kegiatan berlangsung dan ada tanggapan positif dari para peserta.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PPKn SMP Japar, Muhammad; Irawaty, Irawaty; Syarifa, Syifa; Fadhillah, Dini Nur
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.528 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i2.10534

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) telah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang bertujuan untuk menunjang pembelajaran yang interaktif, efektif dan efisien. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT sangat penting bagi pembelajaran PPKn di jenjang SMP yang selama ini terkesan tekstual dan membosankan. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya kemampuan guru PPKn SMP dalam memanfaatkan dan membuat media pembelajaran berbasis ICT. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis ICT untuk meningkatkan kompetensi guru PPKn SMP. Metode pelaksanaan ditempuh melalui beberapa tahapan, yaitu : 1) mengidentifikasi dan menganalisis pemahaman guru mengenai ICT melalui artikel-artikel dan pengamatan secara langsung; 2) merumuskan strategi pelaksanaan pelatihan yang tepat; 3) melaksanakan pelatihan dengan melibatkan guru-guru PPKn SMP melalui aplikasi Zoom; 4) Presentasi, diskusi dan praktik pembuatan media pembelajaran berbasis ICT; 5) menyebarkan kuesioner evaluasi kegiatan; dan 6) mengevaluasi kegiatan. Pelatihan ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respon yang baik dari peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru PPKn SMP khususnya dalam membuat media pembelajaran berbasis ICT.
Membangun Kesadaran Berkonstitusi melalui Pelatihan Digital Citizenship Japar, Muhammad; Utami, Ade Dwi; Casmana, Asep Rudi; Djunaidi, Djunaidi; Fadhillah, Dini Nur
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.035 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v6i1.19371

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan dampak terhadap siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kondisi ini menjadi tantangan bagi guru untuk dapat melakukan edukasi kepada siswa terkait penggunaan teknologi yang bijak dan beretika. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang memiliki kredibilitas dan peranan strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai norma dan etika menggunakan teknologi. Dalam mendukung misi mata pelajaran PPKn ditengah aktivitas penggunaan teknologi yang meningkat, intenalisasi nilai-nilai norma tersebut dapat dilakukan dengan membangun kesadaran berkonsitusi siswa sebagai warga digital. Pengabdian ini bertujuan untuk membangun kesadaran berkonstitusi melalui pelatihan digital citizenship. Pelatihan ini bekerjasama dengan 50 guru PPKn di Sekolah Menengah Pertama di DKI Jakarta. Sebelum melakukan pelatihan, 71% guru PPKn belum memahami sembilan elemen digital citizenship. Setelah mengikuti pelatihan digital citizenship, 100% guru memahami kesembilan elemen tersebut. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa guru dapat membangun kesadaran berkonstitusi menggunakan elemen digital citizenship yang mengarahkan siswa terhadap pelanggaran di era digital. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa pelatihan digital citizenship menjadi alternatif strategi meningkatkan kompetensi guru dalam memperkuat pofil pelajar Pancasila sebagai warga digital yang memiliki kesadaran berkonstitusi. Implikasi dari pengabdian ini adalah diharapkan guru dapat melakukan edukasi kepada siswa terkait pentingnya mematuhi norma dan aturan dalam menggunakan media digital. Sehingga, siswa memiliki kesadaran berkonstitusi, etika digital serta menghindari hoaxs dan melanggar peraturan dalam berinteraksi di dunia digital.
The implementation of multiculturalism learning model based on local wisdom in civic education Japar, Muhammad; Fadhillah, Dini Nur; Komin, Wichaya; Kardiman, Yuyus; Triyanto, Triyanto; Sarkadi, Sarkadi
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v19i2.53547

Abstract

Implementing civic education learning in senior high schools has not improved students' quality as good citizens with the right civic skills. Therefore, the purpose of this study is to analyze the implementation of the multiculturalism learning model based on local wisdom in the subject of civic education. The learning model is used to instill the values of cultural diversity in students in responding to demographic changes. This is a qualitative study with data collected through interviews involving ten students and four civic education teachers in a high school in Manado, North Sulawesi. The collected data were analyzed using thematic analysis. The results indicate the values of local wisdom used as a model for multiculturalism learning. This research has implications for the culture of cooperation among students in conducting Civics learning activities in the classroom. It can act as an alternative for Civics teachers to develop the values of diligence, cooperation, and high school students' responsibility.
Pelatihan Strategi Komunikasi dalam Pengamalan Nilai-Nilai Kebangsaan melalui Komunikasi Keluarga Dini Nur Fadhillah; Suhaeri; Fadli Tri Hartono; Diny Fitriawati; Cevi Mochamad Taufik; Didin Sabarudin; Ira Lusiawati; Gita Eka Sila; Rizqi Ghassani; Krisna Aditya
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2458

Abstract

The ever-evolving digital media has had an impact on the dynamics of national awareness among the younger generation today, such as a weakening understanding and practice of Pancasila and low community resilience to the influence of globalisation. Therefore, a strategy is needed to practise national values. This community service activity aims to conduct family communication training as a strategy to practise national values. This activity employs a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. The results of this community service activity indicate that family communication in promoting national values can be developed through a combination of conformity orientation and conversation orientation. Thus, the family communication skills developed can be balanced with actions that foster mutual benefit among families and the community.
IMPLEMENTASI REGEX PADA PEMBERIAN KOMENTAR KODE PROGRAM HTML Fadhillah, Dini Nur; Rachman, Andy
Journal of Advanced Research in Informatics Vol 2 No 1 (2023): JARS : Journal of Advanced Research in Informatics
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jars.v2i1.3078

Abstract

Perkembangan teknologi dan dunia digital di masa sekarang menjadi semakin pesat. Salah satu contoh penggunaan teknologi yang sering dijumpai adalah program berbasis website. Website dibagi menjadi beberapa jenis yaitu website statis, dinamis dan interaktif. Pada bahasa pemrograman apapun, struktur program yang teratur atau terstruktur menjadi salah satu hal yang penting dalam pembuatan program. Selain struktur program, pemberian komentar pada program merupakan hal yang wajib bagi programmer untuk memudahkan fungsi-fungsi yang digunakan dalam pembuatan program. Komentar yang diletakan atau disimpan pada program berguna untuk melacak alur pada program jika terdapat kesalahan atau error saat dijalankan. Regular expression (regex) adalah notasi yang digunakan untuk mendeskripsikan pola dari kata yang ingin dicari. Kemampuan regex untuk mengenali pola tersebut akan diaplikasikan untuk mengenali pola bahasa pemrograman dalam tujuan memberi komentar pada kode sumber. Peneliti menerapkan regex kedalam HTML yang digunakan untuk memisahkan antara komentar dengan bukan komentar, serta menambahkan komentar baru. Dari hasil skala likert total skor yaitu 70% termasuk kategori setuju, baik atau suka. Maka dapat disimpulkan bahwa responde setuju menerapkan regex kedalam HTML.
Fostering Law-Abiding Citizenship through Web-Based Civic Education during Online Learning: A Qualitative Study in Indonesian High Schools Japar, Muhammad; Fadhillah, Dini Nur; Maiwan, Mohammad; Timoera, Dwi Affrimetty
International Journal of Education and Learning Studies Vol. 2 No. 1 (2026): International Journal of Education and Learning Studies (IJELS)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijels.v2i1.32

Abstract

This study investigates how web-based civic education shapes students’ law-abiding attitudes in senior high school online learning. Although prior studies highlight the use of digital platforms in civic instruction, little is known about the mechanisms through which online civic learning influences students’ legal awareness and civic dispositions. To address this gap, a qualitative approach was employed to explore students’ experiences in web-based civic education. Data were collected through focus group discussions with 100 students and in-depth interviews with ten civic education teachers. The data were analyzed using thematic coding with cross-case comparison and triangulation to ensure analytical rigor and saturation. The findings reveal three key mechanisms: (1) contextual digital content enhances students’ legal awareness, (2) interactive discussion and case-based learning facilitate the internalization of law-abiding values, and (3) online collaborative activities strengthen civic responsibility. These results demonstrate that web-based civic education functions not only as a technological medium but also as a transformative learning environment. This study contributes by clarifying the pathways linking digital civic instruction to students’ law-abiding behavior and offers practical insights for designing meaningful online civic education.
Implementation of augmented reality-based digital citizenship learning to improve students' civic communication competence in higher education Fadhillah, Dini Nur; Taufik, Cevi Mochamad; Febrianti, Nurul; Suhaeri, Suhaeri; Nur, Syurya Muhammad
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90017

Abstract

Civic education is not limited to contemporary learning through traditional methods. Students are encouraged to actively participate through dialogue, collaboration, contribution, and discussion. Thus, the resulting discussions can stimulate their critical thinking regarding social issues. This study aims to analyse the implementation of augmented reality-based digital citizenship learning to improve the civic communication competence of higher education students. This study uses a qualitative case study approach. The participants in this study were 15 students from communication studies who took civic education courses. In-depth interviews were conducted using semi-structured techniques to collect data. The results of this study indicate that the use of augmented reality in civic education courses can help students identify forms of digital citizenship. Students can practise their civic communication competence through the DC-AR application. In addition, students can use the DC-AR application independently through their smartphones. Thus, the DC-AR application can be an alternative digital citizenship learning technology that can minimise the spread of hoaxes. Students are also encouraged to practise their social and cultural literacy skills through civic communication practices. This study concludes that civic education is not limited to theoretical elements. In higher education, civic education can be integrated with technology and communication science. Students not only understand digital citizenship but are also able to implement it through the DC-AR application by practising communication. The DC-AR application can also instil citizenship communication competencies in students as a strategy to improve the quality of human resources through education.