Claim Missing Document
Check
Articles

Permainan Board Games ‘Si Kemal Jago Finansial’ dalam Mengembangkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Risma Rustianingrum; Yulianti Fitriani; Pepi Nuroniah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8452

Abstract

Sikap tanggung jawab sebagai bagian dari perkembangan sosial emosional merupakan hal krusial yang perlu distimulasi sejak dini sebagai bekal hidup anak di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sikap tanggung jawab anak usia 5–6 tahun melalui permainan board game ‘Si Kemal Jago Finansial’. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 5 anak di kelas B TK Segar Amanah. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, dan instrumen penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten dari pra-siklus hingga siklus II. Rata-rata klasikal pra-siklus hanya mencapai 35%, meningkat menjadi 65% pada siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa board game berbasis konteks finansial sederhana efektif membentuk sikap tanggung jawab anak usia dini dan dapat dijadikan strategi pembelajaran yang replikatif oleh pendidik PAUD.
Strategi Pengasuhan Ayah Tunggal dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Anak Usia 5–6 Tahun Nurhelina Risma Sari; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8453

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak usia dini pada fase perkembangan usia 5–6 tahun. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif melalui rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini melibatkan tiga ayah tunggal yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dan disusun melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penelitian mengungkapkan bahwa ayah tunggal menjalankan peran ganda secara bersamaan, yakni sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama. Selain menjalankan peran ganda tersebut, ayah tunggal juga berfungsi sebagai motivator, fasilitator, serta pembimbing dalam proses pembentukan kemandirian anak secara aktif. Pola asuh yang paling banyak diterapkan yaitu pola asuh demokratis. Kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan, pemberian kesempatan untuk berlatih secara mandiri, serta keteladanan dalam aktivitas sehari-hari. Faktor pendukung dalam proses pengasuhan berasal dari dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, dan tuntutan peran ganda yang diemban ayah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi aktif ayah berperan signifikan dalam membentuk kemandirian anak usia dini.
Efektivitas Penggunaan Media Flashcard Puzzle dalam Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Huruf Alfabet pada Anak Usia Dini Madiyana Madiyana; Pepi Nuroniah; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2412

Abstract

Kemampuan mengenal huruf merupakan dasar penting dalam perkembangan literasi awal anak usia dini yang mendukung kemampuan membaca dan menulis pada jenjang pendidikan selanjutnya. Berdasarkan hasil observasi di PAUD Harapan Bunda, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan mengenali dan membedakan huruf. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang variatif serta penggunaan media pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media Flashcard Puzzle dalam meningkatkan kemampuan pengenalan huruf anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest terhadap 18 anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes unjuk kerja, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengenalan huruf dengan rata-rata skor yang meningkat dari 9,94 menjadi 15,22. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, media Flashcard Puzzle efektif meningkatkan kemampuan pengenalan huruf pada anak usia dini.
Implementasi Teknik Read Aloud untuk Mengembangkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 4-6 Tahun Annisa Nur Fa'izah; Pepi Nuroniah; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2418

Abstract

Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter yang perlu dikembangkan secara terencana pada anak usia 4–6 tahun salah satunya dengan menggunakan teknik read aloud. Kegiatan bercerita menggunakan teknik read aloud telah diterapkan dalam pembelajaran anak usia 4–6 tahun di PAUD Pelangi. Namun, guru belum sepenuhnya menerapkan teknik read aloud untuk menanamkan nilai tanggung jawab kepada anak. Tujuan penelitian ini ialah guna mendeskripsikan implementasi teknik read aloud untuk mengembangkan tanggung jawab anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan memanfaatkan wawancara kepada guru, observasi kepada anak, serta dokumentasi kegiatan. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan anak usia 4–6 tahun yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Temuan observasi mengindikasikan bahwa mayoritas sikap tanggung jawab anak berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi pada aspek tanggung jawab pribadi, sosial, dan kontekstual. Hasil wawancara juga memperlihatkan bahwa anak menjadi lebih konsentrasi, antusias, dan aktif selama kegiatan pembelajaran menggunakan teknik read aloud berlangsung di kelas.
Program Piring Sharing Sebagai Upaya Stimulasi Perilaku Prososial pada Anak Usia Dini Rika Luthfia Pratiwi; Yulianti Fitriani; Pepi Nuroniah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2419

Abstract

Perilaku prososial merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial emosional anak yang perlu distimulasi sejak dini melalui berbagai kegiatan pembiasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Piring Sharing serta perilaku prososial yang muncul melalui program tersebut  di TK Al-Azhar Syifa Budi Talaga Bestari. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui teknik observasi, dan wawancara terhadap 18 anak kelompok B, 2 guru kelas, dan kepala TK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Piring Sharing dilaksanakan secara rutin setiap hari pada waktu istirahat makan melalui tahapan pesiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program tersebut mampu menstimulasi perilaku prososial anak yang ditunjukkan melalui perilaku berbagi makanan, membantu teman yang mengalami kesulitan, menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan teman, serta membiasakan anak memperhatikan kondisi orang lain baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dengan demikian, Program Piring Sharing dapat menjadi salah satu bentuk pembiasaan yang efektif dalam menstimulasi perilaku prososial pada anak usia dini.
Pengembangan Buku Panduan Balon Twist sebagai Media Stimulasi Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Salwa Tsabitha Saputra; Deri Hendriawan; Pepi Nuroniah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1637

Abstract

Pemanfaatan balon twist di lembaga PAUD masih hanya sebatas dekorasi dan hiburan karena belum tersedia panduan yang terstruktur dan tervalidasi untuk mendukung stimulasi motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan balon twist sebagai media stimulasi motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design & Development Research (D&D) dengan empat tahapan yaitu Analysis, Design, Development, & Evaluation. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli media, lembar keterbacaan, lembar respon pengguna, dan lembar observasi uji coba terbatas pada tiga orang guru dan delapan belas anak. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan presentase. Hasil penilaian ahli media menunjukkan validitas sebesar 96,87%, uji keterbacaan 94,44%, uji respons pengguna sebesar 85,3%, dan uji kepraktisan pada uji coba terbatas sebesar 83,3%. Temuan ini menunjukan bahwa buku panduan balon twist layak digunakan sebagai media untuk membantu guru menstimulasi motoric halus anak usia 5-6 tahun.
TRENDS IN THE USE OF RESEARCH METHODS TO UNCOVER THE PHENOMENON OF BULLYING IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION IN INDONESIA Pepi Nuroniah; Ratna Anjani; Esya Anesty Mashudi; Fatihaturosyidah Fatihaturosyidah; Yulianti Fitriani
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v6i2.877

Abstract

This study aims to explore trends in research methods used in the study of bullying in early childhood education settings. Using content analysis of 40 articles published between 2014-2024. The findings show there is an increasing trend of research on the theme of bullying in early childhood education settings. Descriptive qualitative research is the most widely used method. The results revealed that bullying is influenced by individual factors such as aggressiveness and lack of empathy, families with authoritarian parenting and domestic violence, and schools that lack supervision and have a permissive culture. The impact includes physical, mental, social, and emotional disorders, including depression, low self-esteem, and difficulty interacting. Lack of intervention in schools, as well as the normalization of violence in mass media and digital content, further exacerbates bullying behavior by increasing children's aggressiveness. Therefore, the role of teachers, parents, and communities is crucial in creating a safe environment through anti-bullying policies, social emotional skills training, and interventions for victims and perpetrators.
Keterlibatan Ayah dalam Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini: Sebuah Studi Korelasional Alifia Nabila Sausan; Esya Anesty Mashudi; Pepi Nuroniah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7506

Abstract

Keterlibatan ayah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini, namun masih sering terabaikan dalam praktik pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keterlibatan ayah dan perkembangan kognitif anak usia 4–6 tahun di Kecamatan Pacet dengan menggunakan desain kuantitatif korelasional . Sampel terdiri atas 76 pasangan ayah–anak yang dipilih melalui simple random sampling . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner keterlibatan ayah dan lembar observasi perkembangan kognitif berdasarkan Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022. Hasil analisis Spearman's ? = 0,455, p < 0,01 , menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan customized R² = 0,188 , berarti kontribusi keterlibatan ayah sebesar 18,8% terhadap variasi perkembangan kognitif anak. Temuan ini pentingnya peran ayah dalam stimulasi kognitif melalui aktivitas sederhana di rumah seperti membacakan cerita, bermain konstruktif, dan berpikir dengan anak.
Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Paper Quilling Fany Depita Maharani; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8117

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan fondasi kritis kesiapan belajar anak usia dini yang memerlukan stimulasi melalui aktivitas manipulatif kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media paper quilling dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Islam Nizhamiyah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi selama empat pertemuan pembelajaran pada 13 anak kelompok B. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator koordinasi mata-tangan (84,6% kategori Berkembang Sesuai Harapan/Berkembang Sangat Baik), kontrol tekanan jari (92,3% BSH/BSB), dan kerapian karya (46,2% BSB). Mayoritas anak (84,6%) mencapai kategori BSH atau BSB pada keseluruhan indikator. Temuan ini mengimplikasikan bahwa paper quilling merupakan media pembelajaran alternatif yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus sekaligus meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui integrasi seni dan aktivitas manipulatif presisi.
Kemampuan Regulasi Emosi Anak dengan Latar Belakang Yatim Piatu Elok Lisdania; Pepi Nuroniah; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8308

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan regulasi emosi anak yatim piatu yang mengalami kehilangan kedua orang tua serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak, dengan informan pendukung yaitu guru kelas dan wali anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu mengenali dan mengekspresikan emosi secara tepat, khususnya dalam situasi bermain. Namun, kemampuan memahami penyebab munculnya emosi masih terbatas. Anak cenderung menggunakan strategi regulasi emosi berupa menarik diri dan menenangkan diri yang menunjukkan bentuk koping adaptif. Dukungan guru dan wali berperan penting dalam membantu anak mengelola emosi dan beradaptasi dengan pengalaman kehilangan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan pendidikan yang responsif dalam memperkuat kemampuan regulasi emosi anak yatim piatu pada pendidikan anak usia dini.