Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Faktor Pengalaman, Pemasaran, dan FOMO dalam Membentuk Keputusan Kunjungan Ulang Turis Domestik ke Jatiluwih, Tabanan Susanti, Gusti Ayu Komang Viona Ary; Sari, Putu Ratna Juwita; Martini, Ida Ayu Oka; Parasari, Nyoman Sri Manik
Economic Reviews Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v4i4.991

Abstract

This study aims to determine the influence of tourist experience, promotion, fear of missing out partially and simultaneously on revisit intention. The sample in this study were domestic tourists, had visited Jatiluwih Tabanan, aged at least 17 years, had understood in using social media as many as 152 people. Data analysis techniques used Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test, Multiple Linear Regression Analysis, Determination Coefficient Test, F Test and t Test. From the results of the study, the results of tourist experience had a positive and significant effect on revisit intention, promotion had a positive and significant effect on revisit intention, fear of missing out had a positive and significant effect on revisit intention and tourist experience, promotion and fear of missing out had a significant effect on revisit intention. The magnitude of the influence of independent variables on revisit intention was 55.6%. The researcher's suggestion is that the management of the Jatiluwih Tabanan tourist attraction should introduce local culture to tourists through Jatiluwih's specialties and traditional Jatiluwih agriculture. In conducting promotions, they should always provide interesting and complete information so that more people will be interested in visiting the Jatiluwih Tabanan tourist attraction. They should promote the events they hold more so that more people will be interested in visiting. They should also provide attractive destinations and adequate facilities so that many individuals will make the Jatiluwih tourist destination their main destination when planning their future travels.
Pendekatan Komunikasi Interpersonal Guru dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Pusat Pelayanan Disabilitas Denpasar Rendra, Kadek Elsa Masari Devi; Sari, Putu Ratna Juwita; Arniti, Ni Ketut; Srikandi, Melati Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh tenaga pendidik dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Pusat Pelayanan Disabilitas (PLD) Kota Denpasar. Dalam pendidikan inklusif, komunikasi interpersonal menjadi elemen kunci yang berfungsi membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik, terutama bagi anak yang mengalami hambatan dalam berinteraksi, memahami bahasa, atau mengekspresikan diri. Melalui komunikasi yang tepat, guru mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan kognitif maupun sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk menggali pengalaman autentik para pendidik. Data dikumpulkan melalui observasi langsung aktivitas pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru serta tenaga pendukung, dan analisis dokumentasi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama komunikasi interpersonal yang diterapkan guru, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Keterbukaan terlihat dari kesediaan guru menerima informasi dan respons anak secara jujur; empati tampak melalui kemampuan memahami kondisi emosional anak; dukungan diberikan melalui penguatan verbal maupun nonverbal; sikap positif tercermin pada penggunaan bahasa yang lembut dan ekspresif; sementara kesetaraan diwujudkan melalui perlakuan yang menghargai martabat anak. Penerapan strategi tersebut terbukti meningkatkan rasa percaya diri siswa, memotivasi mereka untuk lebih aktif belajar, serta mendorong perkembangan kemampuan interaksi sosial. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya pelatihan komunikasi interpersonal bagi pendidik agar pembelajaran yang inklusif, efektif, dan berorientasi pada kemanusiaan dapat terwujud secara berkelanjutan.