Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Isi Kualitatif Budaya Kuliner Rijjstafel dalam Tayangan YouTube Kisarasa Hariyanti, Nunik; Prihatika, Yusrina Dinar; Safitri, Hesti Ningrum; Khotimah, Husnul; Sinthuphan, Jirayudh; Salim, Mufid
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.282

Abstract

Penelitian ini membahas program documenter kuliner di YouTube,  Kisarasa yang dipandu oleh Chef Juna dan Chef Renata. Dalam teori representasi milik Stuart Hall dijelaskan keterlibatan antara penggunaan gambar, bahasa, tanda maupun simbol-simbol untuk mengekspresikan makna. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi isi konten dalam mendeskripsikan budaya kuliner YouTube di Kisarasa dengan judul “Rijsttafel, Sisa Jejak Kolonialisme di Tanah Batavia”.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi kualitatif. Pada bidang komunikasi, metode penelitian isi kualitatif berfokus pada analisis konten teks atau pesan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah tayangan program YouTube Kirarasa dengan sample penelitian berjudul “Rijjstafel, Sisa Jejak Kolonialisme di Tanah Batavia” sebagai medium representasi budaya kuliner rijjstafel.Hasil penelitian ini menunjukkan isi konten YouTube Kisarasa  merepresentasikan bagaimana budaya kuliner rijjstafel di masa lampau. Bentuk yang muncul terlihat dari konsep budaya kuliner yang terdiri dari apa dan bagaimana makanan yang baik untuk dimakan, kombinasi makanan yang pantas, cara penyajian yang pantas, waktu yang pantas untuk makanan, peralatan yang tepat digunakan untuk makan dan etiket dalam penyajian makan yang baik. Sajian gambar yang tersaji dalam video ini memiliki kecenderungan serupa atau merepresentasikan dengan bentuk rijjstafel di masa lampau.
Penggunaan Dompet Digital dalam Transaksi Daring bagi Millennial Moms selama Pandemi Covid-19 Wenerda, Indah; Hariyanti, Nunik
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.5572

Abstract

Millennial moms adalah kelompok ibu-ibu yang tumbuh dikelilingi oleh teknologi, internet, dan media sosial. Selama pandemi COVID-19 millennial moms melakukan alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara daring. Pilihan ini dilakukan karena lebih cepat, praktis, dan harga lebih murah. Metode pembayaran pun juga dilakukan non tunai/cashless karena sejalan dengan protokol kesehatan. Fenomena ini digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini untuk mengetahui praktik transaksi daring yang dilakukan oleh millennial moms. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada millennial moms di Yogyakarta. Pemilihan pada millennial moms dipilih secara purposive sampling yakni perempuan yang lahir antara akhir 80-an dan 90-an, sudah menikah, memiliki anak, aktif menggunakan internet, dan aktif melakukan transaksi daring selama pandemi COVID-19. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam namun tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa millennial moms melakukan pembelian barang secara daring untuk barang-barang tertentu yang tidak ada di swalayan. Metode pembayaran yang digunakan tidak semua millennial moms menggunakan aplikasi dompet digital melainkan ada yang menggunakan metode COD. Kesenjangan digital menjadi penyebab pada praktik ini yakni poin kecakapan digital/digital skills yang harus dimiliki pengguna agar transaksi daring terjadi. Dengan demikian seluruh pengguna dompet digital khususnya millennial moms dapat mengasah kecakapan digitalnya agar praktik transaksi daring dapat dilakukan dengan baik, bijak, dan aman.
Peningkatan Literasi PKK Argosari, Sedayu, Bantul melalui Membacakan Nyaring Hariyanti, Nunik; Mahanani, Wahidah; Nabilah, Rifdah Zulfah Ghina; Salim, Mufid; Nur, Fitrinanda An
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i1.17648

Abstract

Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul is strategically located because it connects three regencies, namely, Bantul, Kulon Progo, and Sleman. This strategic location needs to be balanced with sufficient knowledge and literacy for the community. This literacy ability is how an individual can process information and knowledge for life skills. Currently, the people in Argosari Village, Sedayu, Bantul are still faced with literacy and low interest in reading. Therefore, this community service program aims to improve the community's ability in the field of literacy and help reduce household waste through processing and reading aloud. The method used in training to read aloud is the stages of preparation, implementation, and after reading. The partners involved in this activity are the PKK group from Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul, DIY. The result of the activity is that increasing literacy can be started from the family consistently at home for 15 minutes every day by reading aloud. The impact of this activity is that the people who previously already had the provision of information became increasingly knowledgeable so that they had great potential to be applied in their respective homes.
Optimizing Communication and Edukreatif Marketing Management of MelonMu Jama'ah Tani Gondosuli, Muntilan Hariyanti, Nunik; Dora Wijayati, Rifky; Rahmayanti, Ifada; Deyaka, Intan Rahma
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 3, November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i3.14156

Abstract

Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Gondosuli, a farmer located in the foothills of Mount Merapi, Indonesia, faces challenges in expanding market reach and professionalizing agricultural marketing. Despite fertile conditions and melons as a primary commodity, traditional marketing methods, limited organizational documentation, and low digital literacy constrain growth. This study aims to optimize JATAM’s communication and marketing strategies by integrating principles of Integrated Marketing Communication (IMC), enhancing English language proficiency, and leveraging digital platforms. A mixed-method approach was employed, including training interventions, pre- and post-assessments of marketing and management competencies,  as well as monitoring of digital engagement metrics. 30 participants from JATAM members involved in MelonMu Edukreatif activities, with data collected through structured assessments, interviews, and digital analytics. Results indicate significant improvements: post-training assessments showed increased knowledge and skills in marketing communication and institutional management, while digital engagement metrics demonstrated wider audience reach and higher brand visibilit. Integrating IMC principles enabled consistent messaging across traditional and digital channels, enhancing consumer trust and professional identity. English-language content facilitated access to broader national and international markets, supporting strategic partnerships and export opportunities. Thes study concludes that combining traditional and digital strategies, supported by capacity building and and systematic, monitoring, effectively strengthens local agricultural marketing. Recommendations include continued English and digital literacy training, expansion of digital marketing initiatives, and ongoing evaluation of Return on Investment (ROI) to ensure sustainable growth and economic resilience for farmer groups. These findings highlight the critical role of structured communication, language proficiency, and digital integration in enhancing community-based agricultural programs.
Peningkatan Employability Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Service Excellence dan Personal Branding Berbasis Strength-Based Model Hamdi, Muhammad; Rini, Poppy Laksita; Hariyanti, Nunik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7697

Abstract

Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini Adalah merespons rendahnya partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja di Yogyakarta. Meskipun dikenal sebagai daerah inklusif, data menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja penyandang disabilitas hanya mencapai 35 persen dari hampir 3.000 penyandang disabilitas usia produktif. Program bermitra dengan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah Yogyakarta yang baru terbentuk akhir 2023 dengan 10 anggota dan 20 disabilitas binaan. Dua permasalahan prioritas diidentifikasi: kurangnya kompetensi kerja di sektor hospitality dan rendahnya kemampuan personal branding yang terhambat stigma sosial. Tujuan program adalah meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas sesuai kebutuhan industri jasa, membangun personal branding profesional, dan memfasilitasi link and match dengan industri hospitality. Metode pelaksanaan mengadopsi Social Cognitive Career Theory dan Strength Based Model yang dirancang dalam 10 tahapan selama 8 bulan, dimulai dari sosialisasi, asesmen kesiapan menggunakan StrengthsFinder, pelatihan personal branding dan service excellence inklusif. Inovasi teknologi berupa platform website portofolio dikembangkan untuk mendokumentasikan kompetensi peserta, didukung video pembelajaran ramah disabilitas dan peralatan profesional. Hasil pelatihan menunjukkan 90 persen peserta meningkat pemahaman standar layanan, 85 persen berhasil menyusun profil profesional, dan beberapa peserta diterima magang dengan peluang rekrutmen permanen. Program menghasilkan luaran artikel ilmiah, publikasi media massa, poster, video kegiatan, website portofolio, dan rekognisi mahasiswa dalam mata kuliah. Program ini membuktikan bahwa pendekatan terintegrasi dapat mengatasi hambatan kompetensi dan personal branding penyandang disabilitas, membuka ekosistem kerja inklusif di Yogyakarta