Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effect of Using The Picture and Picture Learning Model Assisted by The Pancasila Board On The Learning Outcomes of Pancasila Education In Grade 4 Elementary School Putri Kinanti, Septiani; Zulfadewina, Zulfadewina
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 5 No. 6 (2024): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Augus
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v5i6.3017

Abstract

Pancasila Education is still perceived as tedious and challenging. Based on the findings of these observations, it is evident that students' level of interest in Pancasila Education subjects remains relatively low. The teaching and learning process of Pancasila material sometimes relies solely on textbooks and the lecture approach, resulting in suboptimal classroom outcomes. This study employs quantitative methodologies. The objective of this study is to investigate if the utilization of Pancasila Board media in Pancasila Education has an impact on the learning outcomes of fourth-grade students. This study used a quasi-experimental research method known as the Quasi Experimental Design, specifically utilizing the "Post test Only Control Design". After analyzing the research data, it was found that the control class meeting achieved an average score of 69.417. This demonstrates that pupils' comprehension of the assessed topic is significantly deficient due to the continued inadequacy of media or instructional techniques. The outcomes of the experimental class, which received treatment in the form of learning via the Pancasila Board media, differ significantly when compared to other classes. The experimental group achieved an average score of 78.568 after receiving treatment.
PERAN IDENTIFIKASI DINI DAN KOLABORASI DALAM MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN IKNLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI TENGAH 03 PAGI Julyani, Tri Nadia; Putri, Diaz Andini; Harizah, Febby Nur; Zulfadewina, Zulfadewina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2837

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan ramah bagi semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Artikel ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif dengan fokus pada identifikasi dini ABK di sekolah dasar. Identifikasi dini membantu sekolah memahami kebutuhan spesifik anak serta mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif. Studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru, psikolog, dan orang tua berperan penting dalam memberikan dukungan yang tepat bagi ABK. Selain itu, pelatihan berkelanjutan untuk guru, dukungan kebijakan kepala sekolah, dan penyediaan infrastruktur inklusif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi pendidikan inklusif. Meskipun ada kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan pendekatan yang belum optimal. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat mendorong pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi pendidikan inklusif demi menciptakan sistem pendidikan yang adil, setara, dan toleran.
PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR: TANTANGAN, IDENTIFIKASI, DAN DUKUNGAN FASILITAS UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Rizqi, Sendy Annafi; Indra, Ghaida; Abdisetyorini , Ambar; Zulfadewina, Zulfadewina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana sekolah dasar dapat memenuhi kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam pendidikan inklusif, serta tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengelola ABK di kelas heterogen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar guru mengenali keberadaan ABK di kelas, identifikasi yang tidak lengkap dan kurangnya fasilitas khusus menghambat pengelolaan pendidikan inklusif. Guru juga menghadapi kesulitan dalam memberikan perhatian yang cukup kepada ABK karena keterbatasan pengetahuan dan pelatihan. Beberapa pendekatan yang digunakan oleh guru termasuk komunikasi intensif dengan orang tua dan pendekatan personal terhadap ABK. Namun, terbatasnya fasilitas sekolah dan kurangnya program khusus untuk ABK memperburuk tantangan ini. Kesimpulannya, pendidikan inklusif yang efektif memerlukan peningkatan fasilitas, pelatihan guru, dan perbaikan dalam proses identifikasi ABK. Untuk itu, perlu adanya dukungan lebih besar dari pemerintah dan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan ramah bagi ABK.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DAN STRATEGI PENANGANANNYA DI SEKOLAH DASAR Refah, Asiyah Amira; Hanan, Nabilla; Fadhilah, Rizal; Zulfadewina, Zulfadewina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.2848

Abstract

Tujuan penerapan pendidikan inklusi adalah memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk menggunakan haknya sebagai anak penyandang disabilitas agar dapat belajar bersama dengan siswa lain di lingkungan sekolah. Sekolah inklusi perlu menciptakan budaya dan lingkungan yang ramah terhadap anak penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam permasalahan dalam implementasi serta strategi yang digunakan dalam pendidikan inklusi di Sekolah Dasar. Melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, ditemukan beberapa permasalahan dalam menjalankan pendidikan inklusi disekolah tersebut diantaranya kurangnya kompetensi guru dalam mengadaptasi pembelajaran, keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung, serta kurangnya dukungan dari lingkungan rumah menjadi kendala utama. Namun, sekolah ini telah melakukan upaya-upaya inovatif, seperti penggunaan teknologi assistive, kolaborasi dengan komunitas, dan pengembangan kurikulum yang fleksibel. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, pendidikan inklusi dapat berhasil jika didukung oleh komitmen semua pihak yang terlibat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, dan guru. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis, data disajikan dengan menarik kesimpulan mengenai pemaknaan data yang terkumpul.
Implementasi Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Negeri Ciracas Daerah Jakarta Timur Andarawan, Najla Delfina; Oktaviani, Vivi; Zulfadewina, Zulfadewina
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 9 No. 3: Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v9i3.64505

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa karakteristik peserta didik di SDN Ciracas. Pendidikan inklusi mulai diterapkan di kurikulum Merdeka saat ini dikarenakan kita harus menyelaraskan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal. Namun, ada beberapa anak yang mendiskriminasi anak berkebutuhan khusus sehingga anak tersebut menjadi kurang minat untuk menuntut Pendidikan. Sehingga guru harus berpikir kreatif untuk menyelaraskan kedua anak dalam satu kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan Teknik samping jenis purposive sampling. Subjek pada penelitian ini yaitu kepala sekolah dan objek pada penelitian ini yaitu siswa berkebutuhan khusus di kelas1-6 di SDN Ciracas. Terdapat 16 peserta didik yang berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Walaupun pihak sekolah belum dapat menyediakan fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah, mereka tetap melayani anak- anak tersebut dengan baik dan memberikan pelayanan yang khusus. Para guru sudah mulai menjalani pelatihan khusus Pendidikan inklusi. Sehingga anak berkebutuhan yang ada di sekolah tersebut dapat melakukan pembelajaran dengan aman dan nyaman.
Development of Tecton Edu Web-Based Learning Media on Ipas Earth Plate Material for Grade V at SDN Rambutan 03 Pagi Putri, Soya Amelia; Zulfadewina, Zulfadewina
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.3293-3307

Abstract

Education is essential for a country's progress, including Indonesia. To support the growth of essential student competencies, the Independent Curriculum integrates science and social studies into a unified subject called IPAS. However, observations at SDN Rambutan 03 Pagi revealed that IPAS learning particularly the topic of Earth Plates remains difficult for students to grasp due to conventional and less interactive teaching methods. To tackle this problem, the study seeks to create a website-based learning tool named Tecton Edu, which is developed following the TPACK framework and incorporates the 4C approach (Critical Thinking, Communication, Collaboration, and Creativity). The study employs a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, consisting of five phases: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, then analyzed using both qualitative and quantitative techniques. The validation results indicated that the media was rated as highly feasible by media experts (87%), material experts (86%), and IT experts (95%). Educators gave a 100% "very feasible" rating, while student responses from small group trials reached 85%, and large group trials 94%, both in the “very feasible” category. Therefore, Tecton Edu is considered highly suitable for use in fifth-grade science learning.
Analisis Penerapan Literasi Sains dalam Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar Yasmidah, Siti; Zulfadewina, Zulfadewina
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.76926

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji bagaimana penerapan literasi sains diterapkan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV A SDN Pinang Ranti 05 Pagi, serta mengidentifikasi kendala, faktor pendukung, dan upaya guru dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa kelas IV yang dipilih untuk menggambarkan kondisi nyata penerapan literasi sains di sekolah dasar. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi sains dalam pembelajaran IPAS di sekolah berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini tercermin dari indikator kemampuan siswa dalam memecahkan masalah menggunakan konsep-konsep sains (79%), memahami produk teknologi dan merawatnya (75–81%), serta menunjukkan kreativitas dalam menciptakan produk berbasis teknologi (83–96%). Selain itu, peran guru sangat signifikan dalam mendukung penerapan literasi sains melalui strategi pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan inovatif. Dengan demikian, penerapan literasi sains terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep IPAS, keterampilan berpikir kritis, dan sikap ilmiah siswa sekolah dasar.