Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ProNers

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI VASEKTOMI DI DESA PAHAUMAN KABUPATEN LANDAK Pratama, Natalia Mela; Fitriangga, Agus; Fradianto, Ikbal
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.212 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42517

Abstract

Latar belakang : Vasektomi merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang dilakukan pada pria. Saat ini partisipasi pria dalam menyukseskan program KB masih sangat kurang, hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Keikutsertaan pria dalam ber-KB di Kabupaten Landak sendiri sangat rendah, sehingga diperlukan upaya penanganan agar dapat menyadarkan masyarakat bahwa pria juga ikut bertanggung jawab dalam menyukseskan program KB. Tujuan : mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi di Desa Pahauman Kabupaten Landak. Metode : desain penelitian ini menggunakan penelitian analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Pahauman, Kabupaten Landak pada tanggal 27 Juni-5 juli 2019. Populasi pada penelitian ini adalah laki-laki yang sudah menikah di Desa Pahauman yang berjumlah 3085 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode Consecutive sampling dan sampel sebanyak 97 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur variabel pemilihan metode kontrasepsi vasektomi, pengetahuan, agama, tingkat ekonomi, peran petugas kesehatan dan sosial budaya. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Berdasarkan analisa data univariat diketahui distribusi data karakteristik responden diperoleh (54,6%) responden berusia 36-45 tahun, (60,8%) beragama Khatolik, (81,4%) bersuku Dayak, (41,2%) memiliki anak 2 orang, (44,3%) menggunakan kontrasepsi pil, (57,7%) berpendidikan terakhir SMA dan sebagian besar responden tidak mendukung vasektomi (73,2%). Hasil analisa data bivariat diketahui nilai (p = 0,043) untuk variabel pengetahuan, (p = 0,591) untuk variabel agama, (p =0,853) untuk tingkat ekonomi, (p = 0,558) untuk peran petugas kesehatan dan (p = 0,313) pada variabel sosial budaya. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi, sedangkan variabel agama, tingkat ekonomi, peran petugas kesehatan dan sosial budaya tidak berpengaruh. Kata Kunci : vasektomi, pengetahuan, agama, tingkat ekonomi, desa pahauman.
TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW Winda, Stella Agrifa; Fauzan, Suhaimi; Fitriangga, Agus
ProNers Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v8i1.47571

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi karena kondisi tumbuh dan kembang. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah tinggi badan ibu. Tinggi badan ibu berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Ibu yang pendek merupakan salah satu satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan : mengidentifikasi hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Literature review dilakukan dengan cara pengidentifikasian dari narasumber dan sumber daya terakreditasi yang relevan dengan tema pembahasan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka SPIDER. Pemilihan narasumber dan sumber dilakukan dengan menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi. Sumber yang terpilih kemudian dilakukan review. Hasil : Tinggi badan ibu mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Genetik pendek pada ibu, akan mempengaruhi tinggi badan balita. Karakteristik ibu yang memiliki tinggi badan pendek membawa faktor genetika yang menyebabkan stunted, karena gen pembawa kromosom pendek kemungkinan besar akan menurunkan sifat pendek tersebut terhadap anaknya. Tinggi badan merupakan salah satu bentuk dari ekspresi genetik, dan merupakan faktor yang diturunkan kepada anak serta berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Secara genetik orang tua memiliki gen pewaris dalam kromosom dengan tinggi badan pendek akan menurunkan sifat pendek kepada anaknya, karena genetik seseorang diwariskan dari orang tua melalui gen.  Kata Kunci : tinggi badan ibu, stunting, balita
The Relationship Between Maternal Knowledge of Exclusive Breastfeeding and Stunting Incidence Among Children Aged 12-59 Months Alfajri, Ridho Fadila; Fitriangga, Agus; Rachmadi, Fidi

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/.v10i2.101732

Abstract

Background: Stunting remains a major public health challenge, influenced by multiple factors including maternal knowledge about exclusive breastfeeding. Understanding this relationship is essential for improving child nutritional outcomes. Objective: To determine the association between maternal knowledge of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting among children aged 12-59 months in the working area of Saigon Community Health Center, Pontianak. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 48 children aged 12-59 months. Maternal knowledge was assessed using a structured questionnaire and categorized into low, moderate, and high levels. Child height was measured using standardized anthropometric procedures, and height-for-age z-scores (HAZ) were calculated using WHO Growth Standards. Stunting was defined as HAZ < -2 SD. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. Results: Of the 48 children, 46 were classified as stunted. The Chi-square test indicated no statistically significant association between maternal knowledge of exclusive breastfeeding and stunting incidence (p = 0.203). Conclusion: Maternal knowledge regarding exclusive breastfeeding was not significantly associated with stunting in this study population. Further research with larger sample sizes and multivariate analysis is recommended to explore additional contributing factors.