Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Inovasi Decoupage untuk Inovasi Pemberdayaan Perempuan Desa Tegaren, Trenggalek Suksmawati, Herlina; Setiyowati, Arin; Rikza, Ayu; Nuryananda, Praja
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v2i3.9976

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemberdayaan perempuan lokal Desa Tegaren, Kabupaten Trenggalek, dengan instrumen produk kerajinan besek bambu berteknik decoupage (pewarnaan) untuk meningkatkan kapasitas ekonomi desa sekaligus menaikkan kesejahteraan keluarga. Beberapa kelompok perempuan lokal telah menjadikan produk kerajinan bambu sebagai salah satu karya yang menghasilkan penghasilan tambahan untuk keluarga mereka. Namun demikian, para perempuan lokal tersebut terbukti masih belum mampu mengembangkan produk kerajinan bambu yang mereka tekuni. Oleh karenaitu, dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat observasi partisipatif, pengabdian masyarakat ini akan bertumpu pada peran perempuan lokal Tegaren untuk meningkatkan kapasitas ekonomi sosial mereka dan desa. Beberapa konsep teoretik yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan sosial, pendampingan, pelatihan, decoupage, peningkatan kapasitas ekonomi (economic leverage), metode asset-based community development (ABCD), dan pemberdayaan perempuan. Hasil utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini termanifestasikan menjadi dua, yakni (1) peningkatan kapasitas perempuan pengrajin besek bambu sehingga mereka dapat membuat besek dengan teknik decoupage dan (2) besek hasil karya mereka dapat dijadikan sebagai bingkisan wisata desa.Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Besek, Peningkatan Kapasitas Ekonomi, Desa
Kolaborasi Sosial Kemasyarakatan Triple Helix Untuk Peningkatan Literasi Digital di Desa Wisata Tegaren Nuryananda, Praja Firdaus; Suksmawati, Herlina; Mubah, Ahmad Safril; Wahyuningtyas, Dwi; Zein, Isynariyah; Handayani, Ruci; Rusmiati, Siti Binik
Bakti Cendana Vol 8 No 2 (2025): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/bc.8.2.2025.206-218

Abstract

Desa Tegaren, Kab. Trenggalek, merupakan desa wisata yang menyuguhkan keindahan alam, budaya, suasana desa yang asri serta penuh dengan prestasi. Masyarakat Tegaren memang sudah menggunakan aplikasi digital ketika berinteraksi, membagikan momen lewat sosial media Instagram, serta kondisi internet di Tegaren sudah cukup mumpuni. Namun, masyarakat Tegaren masih kurang memahami bagaimana memilah dan memilih informasi yang tersedia di internet. Oleh sebabnya, tim pelaksana program merasa pengembangan literasi digital yang dilakukan dengan cara yang benar akan memberikan dampak yang baik juga untuk masyarakat di desa wisata, khususnya Tegaren. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam bentuk mini-series seminar ini menggunakan empat metode, yakni participatory rural appraisal observasi partisipatif, vestibule training, dan impact measurement. Mini-series seminar diadakan dua sesi, dengan sesi pertama membahas literasi digital untuk pemuda Desa Tegaren dan sesi kedua yang berisi materi good governance untuk pengelolaan desa wisata. Diharapkan dengan adanya kegiatan mini-series seminar literasi digital yang diadakan di Desa Tegaren dapat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang ada di kawasan pedesaan, khususnya di Desa Tegaren.
Tren “marriage is scary” di tiktok: Analisis resepsi perempuan generasi Z Nuraleina Putri Asyari; Suksmawati, Herlina
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42714

Abstract

Abstract A phenomenon that is currently emerging from negative narratives about marriage circulating on social media, particularly TikTok. Such as cases of infidelity, domestic violence, and emotional pressure. The purpose of this study is to understand and describe how Gen Z women interpret and respond to this trend. In this study, Stuart Hall's reception theory (encoding-decoding) is used to analyze how content creators and Gen Z female viewers decode the message “Marriage is Scary.” The research method used is descriptive qualitative, with data collection through in-depth interviews with six Gen Z women aged between twenty-three and twenty-six who are active on TikTok and reside in Jakarta and Surabaya. The research shows that four informants are in a position of negotiation, accepting the narrative message as an important lesson in preparing financially and psychologically and becoming more critical in choosing a partner. Gen Z women view this trend as validation of their concerns and motivation to prevent potential issues in marriage. Two informants were in a position of opposition, rejecting the frightening narrative due to strong religious beliefs or personal experiences that support a positive perception of marriage. The influence of this trend prompts Gen Z women to reconsider traditional norms, demand equality, and commit to building healthy relationships. Keywords: Reception; gen Z women; marriage is scary; tiktok; marriage.    Abstrak  Fenomena yang sedang marak muncul dari narasi negatif tentang pernikahan yang beredar di sosial media, khususnya TikTok. Seperti kasus perselingkuhan, KDRT, dan tekanan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana perempuan Gen Z memaknai dan menanggapi tren ini. Dalam penelitian ini, teori resepsi Stuart Hall (encoding-decoding), digunakan untuk menganalisis bagaimana pembuat konten dan penonton perempuan Gen Z mendekodekan pesan “Marriage is Scary”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan perempuan Gen Z yang berusia antara dua puluh tiga dan dua puluh enam yang aktif di TikTok, berdomisili Jakarta dan Surabaya. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat informan yang berada pada posisi negosiasi, menerima pesan narasi sebagai pelajaran penting dalam mempersiapkan diri secara finansial dan psikologis serta menjadi lebih kritis untuk memilih pasangan. Perempuan Gen Z menilai tren ini sebagai validasi terhadap kekhawatiran dan dorongan dalam mencengah masalah yang mungkin muncul dalam pernikahan. Dua informan berada dalam posisi oposisi, menolak narasi menakutkan karena keyakian agama yang kuat atau pengalaman pribadi yang mendukung persepsi positif mengenai pernikahan. Pengaruh tren ini memicu perempuan Gen Z untuk mempertimbangkan kembali norma tradisional, menuntut kesetaraan, dan berkomitmen dalam membangun hubungan yang sehat. Kata-kata kunci: Resepsi; perempuan gen Z; marriage is scary; tiktok; pernikahan.  
PERAN KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA SURABAYA Al Hakim, Fuad; Suksmawati, Herlina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.629-640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi keluarga terhadap konsep diri remaja Surabaya. Masa remaja merupakan masa ketika seseorang mengalami transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa tersebut, seseorang mulai mencari jati dirinya. Dalam proses pencarian jati diri, masa remaja dapat menjadi masa yang rentan bagi pembentukan konsep diri seseorang. Pada masa remaja muncul berbagai masalah dan pengaruh dari lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi pembentukan konsep diri seorang remaja. Konsep diri dapat tumbuh ke arah yang positif atau negatif bergantung pengaruh yang didapatkan oleh seseorang. Pada masa remaja yang rentang bagi pertumbuhan seseorang, kenyataannya orang tua justru mulai lengah dalam menjaga komunikasi dengan anaknya. Seorang remaja dianggap dapat tumbuh mandiri dengan sendirinya meskipun tanpa arahan dari orang tua. Padahal dukungan serta perhatian dari orang tua sangatlah penting bagi pembentukan konsep diri seorang remaja. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang ada pada sebuah permasalahan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu Teknik yang menggambarkan serta menginterpretasikan makna dari data yang telah didapat dengan memperhatikan dan merekam aspek situasi yang diteliti, sehingga didapatkan gambaran menyeluruh mengenai keadaan yang sebenarnya.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA SURABAYA TERHADAP FILM “LIKE AND SHARE” Vania Mileniardine Laksitadewi, Veronica; Suksmawati, Herlina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.4899-4907

Abstract

Kekerasan seksual di Kota Surabaya masih menunjukkan kondisi darurat edukasi dan darurat penanganan untuk pelaku dan korban. Dalam hal ini, film “Like and Share” berkaitan dengan kasus kekerasan seksual yang masih banyak tersebar di lingkup pendidikan seperti perguruan tinggi yang ada di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Kota Surabaya terhadap film “Like and Share”. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi pustaka. Temuan penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat 3 (tiga) persepsi negatif dalam film “Like Share”, yaitu perempuan adalah suatu objek seksual dalam perspektif male gaze, adanya pola pengasuhan orang tua terhadap anak remaja yang bersifat permisif, dan perempuan sangat rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender online. Terlepas dari berbagai sudut pandang negatif, terdapat sisi pesan moral yakni berusaha menyampaikan pesan agar lebih aware atau peduli terhadap korban pelecehan seksual dan selalu menetapkan batasan diri saat memasuki masa remaja yang dipenuhi rasa penasaran akan sesuatu hal baru, termasuk perihal seksualitas. Hal ini dikarenakan perempuan seringkali tidak mendapatkan kesetaraan terkait seksualitas di lingkungan masyarakat.
ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONTEN YOUTUBE COKROTV SEGMEN LOGIKA ADE ARMANDO HENTIKAN PAMERAN KEMEWAHAN Dinda Pramesta Arvi Putri, Dea; Suksmawati, Herlina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1630-1638

Abstract

Teknologi yang kini tengah memunculkan fenomena new media salah satunya Yotube, menjadikan media sosial Yotube menjadi sebuah fenomena baru dalam masyarakat, dimana fenomena ini membuat masyarakat saling berlomba untuk membuat konten yang menghasilkan uang, dan orang-orang tersebut disebut sebagai Youtuber. Status sosial menjadi hal yang perlu dipertahankan untuk menjadi terkenal dan populer di kalangan masyarakat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mempertahankan status sosial mereka seperti, pamer kekayaan, pamer kemesraan dengan pasangan, hingga membuat konten bagi-bagi uang. Hal ini biasanya banyak dilakukan oleh para selebriti. Adapun Channel Youtube CokroTV segmen Logika Ade Armando: Hentikan Pamer Kemewahan hadir untuk mengkritisi hal-hal tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan penonton Youtube CokroTV dalam menilai argumentasi Ade Armando mengenai pamer kemewahan pada segmen 199 dan 201. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknin Analisa data analisis resepsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua narasumber yang berada pada posisi negotiated code, dua narasumber pada posisi opposite code, dan tidak ada narasumber yang dominan hegemonic posisinya terhadap konten Youtube CokroTV Logika Ade Armando segmen 199 dan 201.
ANALISIS RESEPSI KHALAYAK TERHADAP KONTEN INSTAGRAM @ASLISUROBOYO MENGENAI INFORMASI PENCURIAN MOTOR DI SURABAYA Thierry Maulana Ilham Ramadhan, Kevin; Suksmawati, Herlina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1685-1695

Abstract

Tingginya tingkat kriminal pencurian sepeda motor di Surabaya membuat sebagian besar khalayak menjadi khawatir khususnya para pekerja malam. Fenomena tersebut terlebih juga banyak diberitakan pada portal media seperti instagram. Tidak hanya sebagai media hiburan, instagram juga memuat banyak informasi terkait peristwa lokal seperti akun @aslisuroboyo yang memberitakan fenomena atau peristiwa-peristiwa di Surabaya.Banyaknya pemberitaan kasus kriminal pencurian motor di Surabaya tidak hanya digunakan sebagai untuk mengawasi area yang rentan terjadi pencurian namun juga sebagai tips agar khalayak menjadi lebih peduli akan kendaraan pribadinya. Di sisi lain, beragamnya infomasi juga mempengaruhi bagaimana khalayak memproses atau menerima pesan dari informasi tersebut yang akan berujung pada posisi dalam resepsi Stuart Hall.