Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemanfaatan Urin dan Rumen Kambing sebagai Bahan Pupuk Organik Cair (POC) Plus untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman dan Kesuburan Tanah Saptorini, Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni; Arissaryadin, Arissaryadin; Supramono, Agus
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.7078

Abstract

Agricultural productivity in rural areas has declined due to farmers’ dependency on synthetic fertilizers and pesticides. The use of liquid organic fertilizer (POC) provides a sustainable alternative to improve soil fertility and reduce production costs. This community service aimed to utilize goat urine and rumen waste as raw materials for POC Plus, enhancing crop productivity and soil fertility. The POC Plus production was carried out in Besowo Village, Kepung District, Kediri Regency, through a 21-day fermentation process involving goat rumen, urine, molasses, coconut water, rice-wash water, bioactivators, Trichoderma, Aspergillus niger, and other natural ingredients. Laboratory analysis revealed an organic carbon content of 15.26%, nitrogen of 2.60%, a C/N ratio of 5.87%, organic matter of 26.24%, phosphate of 1.92%, and potassium of 1.35%. Demonstration plots on chili plants showed yield increases of up to 16.4 tons/ha and improved growth compared to control plots, while reducing chemical fertilizer usage by up to 30%. The program had positive impacts on improving agricultural productivity and promoting sustainable soil management. Usahatani di wilayah perdesaan saat ini menghadapi permasalahan menurunnya produktivitas dan pendapatan akibat ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia sintetis. Aplikasi pupuk organik cair (POC) sebagai usaha memperbaiki kesuburan tanah dan menekan biaya produksi dala budidaya tanaman yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah urine dan rumen kambing sebagai bahan baku POC plus guna meningkatkan produktivitas tanaman dan kesuburan lahan. Pelatihan pembuatan POC plus dan demplot dilakukan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi dengan kelompok tani tentang teknologi pengolahan limbah ternah menjadi pupuk organik, perencanaan sosialisasi, pelatihan pembuatan POC plus, dan bersama dengan petani dari kelompok tani melakukan demplot pada tanaman hortikultura. Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan C-organik sebesar 15,26%, nitrogen 2,60%, rasio C/N 5,87%, bahan organik 26,24%, fosfat 1,92%, dan kalium 1,35%. Demplot aplikasi POC plus pada tanaman cabai menunjukkan peningkatan hasil panen masing-masing sebesar 16,4 ton/ha dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kontrol, serta penurunan penggunaan pupuk kimia hingga 30%. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem tanah.
Penguatan Mitigasi Banjir Berbasis Pengetahuan Lokal Petani Melalui Participatory Rural Appraisal di Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima Arissaryadin, Arissaryadin; Lisanty, Nina; Salahuddin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.1012

Abstract

Banjir merupakan permasalahan berulang yang berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Desa Campa sebagai wilayah hulu sungai memiliki peran strategis dalam pengendalian aliran permukaan, namun upaya mitigasi banjir yang diterapkan selama ini belum mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memperkuat pengetahuan lokal petani sebagai dasar perumusan strategi mitigasi banjir berbasis partisipasi masyarakat di wilayah hulu sungai. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, transek desa, pohon masalah, dan diagram venn. Pengabdian dilaksanakan pada 1 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan melibatkan petani dan tokoh desa sebagai informan kunci. Hasil kegiatan menunjukkan teridentifikasinya pola pengetahuan lokal terkait tanda alam, pengelolaan lahan, dan titik rawan banjir yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis. Integrasi pengetahuan lokal dan pendekatan partisipatif terbukti meningkatkan kesadaran kolektif dan kapasitas mitigasi masyarakat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya PRA sebagai strategi penguatan mitigasi banjir yang kontekstual dan berkelanjutan di wilayah hulu sungai.
Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Sale Pisang Kembang Wijaya Rahayu, Septi Ari Putri; Fahrul, Mochammad; Arissaryadin, Arissaryadin
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7225

Abstract

The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector in agricultural product processing, such as banana sale (traditional smoked/fried bananas), possesses significant market potential but is often hindered by strategic gaps between internal operational capacities and external opportunities. This study aims to quantitatively measure the strategic position of the "Kembang Wijaya" Banana Sale MSME in Kediri City and formulate an optimal development strategy by integrating operational and marketing aspects. The research method employed is a descriptive-analytical approach with a single case study. Primary data were collected through in-depth interviews with the business owner and production staff to validate triangulation. Data analysis was conducted using the Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix and the External Factor Evaluation (EFE) Matrix. The results showed a total IFE score of 2.35, indicating an internal position below the average (moderate to weak) due to reliance on manual production processes and short product shelf life. Meanwhile, the total EFE score of 2.85 indicates a good response to conducive external opportunities. Based on these coordinate positions, the recommended strategy is selective growth. This strategy focuses on leveraging business legalities (P-IRT and SIUP) to expand into digital markets (online marketplaces), while balancing investment in appropriate technology, such as spinner machines, to increase production efficiency and extend product shelf life to support wide-range distribution. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan produk pertanian seperti sale pisang memiliki potensi pasar yang besar, namun sering kali terhambat oleh kesenjangan antara kapasitas operasional internal dan peluang eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur posisi strategis UMKM Kripik Sale Pisang "Kembang Wijaya" di Kota Kediri secara kuantitatif dan merumuskan strategi pengembangan yang optimal melalui integrasi aspek operasional dan pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan karyawan produksi untuk validasi triangulasi. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE). Hasil penelitian menunjukkan total skor IFE sebesar 2,35, yang mengindikasikan posisi internal berada di bawah rata-rata (sedang menuju lemah) akibat ketergantungan pada proses produksi manual dan masa simpan produk yang singkat. Sementara itu, total skor EFE sebesar 2,85 menunjukkan respons yang baik terhadap peluang eksternal yang kondusif. Berdasarkan posisi koordinat tersebut, strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan selektif. Strategi ini difokuskan pada pemanfaatan legalitas usaha (P-IRT dan SIUP) untuk ekspansi ke pasar digital (online marketplace), yang wajib diimbangi dengan investasi teknologi tepat guna seperti mesin spinner untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperpanjang masa simpan produk guna mendukung distribusi jangkauan luas.