Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberian Ko-Kemoterapi Fraksi Etil Asetat Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) terhadap Ekspresi Protein NF-K? pada Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi DMBA Kony Putriani; Laela Hayu Nurani; Sitarina Widyarini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.49

Abstract

Kanker payudara terjadi karena adanya paparan dari senyawa 7,12-dimethylbenz (a) antrasene (DMBA) yang bersifat mutagenik dan karsinogenik. Drug of choice untuk kanker payudara adalah Doxorubicin, namun menimbulkan efek samping dan toksik pada sel normal maka diperlukan penelitian ko-kemoterapi dalam hal ini digunakan fraksi etil asetat akar pasak bumi yang dapat bersifat sebagai antiinflamasi dan apoptosis. Penelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme ko-kemoterapi akar pasak bumi dan Doxorubicin terhadap ekspresi protein NF-K? pada Tikus SD yang diinduksi DMBA. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi etil asetat akar pasak bumi diuji mekanisme molekulernya secara in vivo terhadap 5 Kelompok tikus galur Sprague Dawley terdiri atas Kelompok 1 hanya diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberikan DMBA dosis 20 mg/kgBB, Kelompok 3 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB, Kelompok 4 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB, Kelompok 5 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB kemudian dilakukan pembedahan dan uji imunohistokimia analisis data Kolmogorof Smirnof, uji Levene, uji ANOVA atau Kruskal Wallis. Hasil nilai rata-rata % ekspresi protein NF-K? adalah (6,64± 11,28)%, (39,53± 16,49)%, (18,10± 15,08%, (16,66± 12,51)% dan (15,39± 8,76)%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan Doxorubicin dapat menurunkan ekspresi protein NF-K? dan terhadap tikus galur Sprague Dawley yang diinduksi DMBA.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA BAKSO DAN MIE KUNING YANG BEREDAR DI JALAN SOEBRANTAS KOTA PEKANBARU SECARA KUALITATIF Kony Putriani; Denia Pratiwi; Nadya Putri Auliya Serawaidi; Novitalia Nur Abdiani
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.449

Abstract

Bakso adalah produk pangan yang terbuat dari bahan utama daging yang dilumatkan, baik daging ayam, babi ataupun sapi serta berbagai produk makanan laut seperti ikan, udang, dan kepiting, lalu dicampur dengan tepung kanji serta berbagai macam bumbu, lalu di bentuk bulatan-bulatan dan kemudian direbus. Mie adalah makanan yang lazim dan digemari oleh masyarakat, mulai dari usia muda sampai tua karena mie harganya yang ekonomis dan cara pengolahannya juga mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada bakso dan mie kuning yang diperjualbelikan di sekitar Jalan Soebrantas Panam Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode kualitatif yaitu pereaksi warna. Penelitian ini dilakukan di laboratorium analisa makanan dan minuman universitas abdurrab pada bulan januari 2022. Hasil pengujian dengan pereaksi Schiff diperoleh empat sampel bakso positif dan dua sampel mie kuning positif mengandung formalin, dengan pereaksi FeCl3 diperoleh empat sampel bakso positif dan dua sampel mie kuning positif mengandung formalin. Bakso dan mie kuning yang positif mengandung formalin tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam permenkes RI No. 033 tahun 2012, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.
Sosialisasi Inovasi Sediaan Gel dari Teh Fermentasi (Kombucha) Kombinasi Strawberry (Fragariavesca) dan Bunga Asoka (Ixora coccinea L.) yang Aktif terhadap Bakteri Kulit serta Literasi Kesehatan Pada Siswa SMA/SMK Plus Terpadu Pekanbaru Faroliu, Goldha; Putriani, Kony; Rahayu , Yessi; Anita , Fenny; Rahma Tri Cahyaningrum , Nanda; Sativa , Oriza; Jannah , Mardiatul
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja, kasus penyakit infeksi atau penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme umumnya merupakan penyakit yang terjadi di masyarakat. Salah satunya adalah jerawat, Bakteri yang dapat memicu terjadinya inflamasi pada jerawat adalah Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epiderimidis. Kombucha dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen gram positif dan gram negatif. Khasiat kombucha sebagai antibakteri, antikanker, dan antioksidan sangat membuka peluang untuk dikembangkan sebagai bahan aktif pada produk kesehatan. Dengan adanya penambahan Strawberry dan bunga asoka yang menggandung senyawa fenolik dan flavonoid pada stroberi dan bunga asoka mampu menghambat pertumbuhan bakteri akibat terganggunya proses DNA, rusaknya membran sel serta terjadinya denaturasi protein pada bakteri. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan Inovasi dan memicu kreatifitas Siswa dalam membuat sediaan berupa gel yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen kulit. Kegiatan ini dilakukan pada siswa di Siswa/i SMA dan SMK Plus Terpadu Pekanbaru dengan metode sosialisasi dan media audio visual. Evaluasi yang diberikan kepada peserta berupa pretest, posttest dan tanya jawab. Terlihat adanya terjadi peningkatan nilai dari Pretest dan Posttest. Dengan kegiatan ini siswa di SMA dan SMK Plus Terpadu Pekanbaru mendapat pengetahuan baru tentang pengembangan bahan alam dalam sediaan.
The Potential UV-B Filter of Gel Preparation Containing Ethanol Extract of Bidara Arab Leaf (Ziziphus spina-christi) Cultivated in Indonesia Mardhiyani, Dini; Aswatul Ulya; Eni Yanti Wulan Desri; Gendis Purno Yudanti; Muslim Suardi; Vonny Kurnia Utama; Kony Putriani; Isna Wardaniati
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v22i1.7487

Abstract

Bidara arab leaf (Ziziphus spina-christi) contains flavonoids, saponins, triterpenoids, alkaloids, steroids, and lipids that may act synergistically as natural UV filters. Flavonoids are highlighted for their ability to absorb UVA and UVB light, while other compounds may enhance photoprotection. Previous studies reported that its ethanol extract contains 1.53% flavonoids and exhibits strong antioxidant activity (LC₅₀ = 90.96 ppm). To formulate gel preparations containing Bidara Arab leaf ethanol extract and evaluate their physicochemical properties, sun protection factor (SPF), and photoprotective efficacy against UV-B–induced erythema. The extract was incorporated into gel at concentrations of 2.5% (F1), 5% (F2), and 10% (F3). Physicochemical tests included organoleptic assessment, pH, viscosity, and spreadability. In vitro SPF was determined using UV-Vis spectrophotometry. In vivo testing involved UV-B–irradiated mice, and erythema was scored to assess protection. All gels met standard parameters (pH 5.34–6.51; viscosity 10.352–15.459 cP; spreadability 5.2–5.8 cm). SPF values were 19.26 (F1), 20.22 (F2), and 20.50 (F3), indicating medium UV-B protection. Erythema scores in all extract-treated groups were 0, with erythema areas of 0.50 mm², 0.38 mm², and 0.19 mm², respectively—significantly lower than in the blank gel (3.96 mm²) and untreated control (7.51 mm²) (p<0.01). Bidara arab leaf extract gel (2.5–10%) shows medium SPF protection and effectively prevents UV-B–induced erythema in mice. These findings support its potential as a natural sunscreen agent.
The Effectiveness of Avocado Leaf Ethanol Extract Ointment (Persea americana Mill.) on Incision Wound Healing in White Mice Sidoretno, Wahyu Margi; Putriani, Kony; Haikal, Fikri
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 14 No 1 (2025): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v14i1.1048

Abstract

Avocado leaves (Persea americana Mill.) contain bioactive compounds that can aid in the wound healing process by reducing the number of neutrophils. This study aims to determine the effect of avocado leaf ethanol extract ointment on healing cuts on the back skin of white mice (Mus musculus ) strain Balbc. The study was based on a laboratory experimental design with a post-test control group. The research subjects included 5 male white mice for each treatment group. The treatment groups used extract concentrations in ointment preparations of K15%, K35%, and K45%, with a negative control (Vaseline) and a positive control (Gentamicin). The cuts were made by injuring the back skin along a length of 15 mm and a depth of 2 mm. Observations of wound length measurements were conducted from day 0 to day 14. The research data were analyzed statistically using One-Way ANOVA, followed by Duncan's Post Hoc test. The results showed that the most effective group was K45%, , which achieved complete wound healing within 12 days.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata J.R.Forst & G.Forst) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Dewi, Asiska Permata; Shufyani, Fahma; Putriani, Kony
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v4i2.2027

Abstract

The matoa plant (Pometia pinnata J.R.Forst & G.Forst) is an Indonesian plant that has many benefits, one of which is as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolite compounds found in matoa leaves and test their antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Staphlococcus epidermidis bacteria. The extraction method used in this study is the maceration method using ethanol as a solvent and antibacterial activity testing using the disc diffusion method. Secondary metabolites found in matoa leaves extract are flavonoids, saponins, tannins and steroids. The antibacterial activity of matoa leaf ethanol extract against Staphylococcus aureus bacteria at concentrations of 10%, 20%, 30% and 40% obtained an average diameter of the inhibition zone of 11.0 mm; 11.4 mm; 11.0 mm and 13.3 mm. Then the average diameter of the inhibition zone in Staphylococcus epidermidis bacteria was 13.2 mm; 14.0 mm; 13.9 mm and 14.1 mm This study proves that matoa leaves have a strong antibacterial effect against Staphylococcus aureus and Staphlococcus epidermidis bacteria.
Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan Tentang Gizi Seimbang Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Terapi Komplementer (Gizi Seimbang) Pada Remaja Puteri Di Pondok Pesantren Sungai Pinang Iballa, Brilian Dini Ma.; Ramadhan, Wahyu; Putriani, Kony
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.892

Abstract

Background: The reduction of stunting incidence starts with attention to health and balanced nutrition for prospective mothers beginning in their teenage years. Balanced nutrition refers to a daily food composition that contains nutrients in the right types and amounts according to the body's needs, considering the principle of food diversity. In Indonesia, knowledge and behavior regarding the consumption of balanced nutrition based on four pillars food diversity, clean living behaviors, and maintaining normal weight are still low. (2) The objective of this activity is to enhance the knowledge of female adolescents at the Tahfizul Qur’an pesantren regarding balanced nutrition. (3) Method: The methods used in this activity include socialization and education through health themed tumpeng and my plate concepts. (4) Results: From the socialization, education, and discussions about nutrition among female adolescents at the Tahfizul Qur’an pesantren in Sungai Pinang, the adolescents were very enthusiastic during the activities. (5) Conclusion: The conclusion of this activity is that female adolescents were able to understand the information presented well, as evidenced by their ability to repeat what had been conveyed.ABSTRAKLatar Belakang: Penurunan kejadian stunting dimulai dari perhatian terhadap kesehatan dan gizi yang seimbang bagi calon ibu yang dimulai sejak masa remaja. Gizi seimbang adalah dimana susunan makanan seharihari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan. Di Indonesia, pengetahuan dan perilaku untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang dengan berprinsip pada empat pilar yaitu keanekaragaman makanan, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal masih rendah. (2) Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri di pondok pesantren Tahfizul Qur’ an mengenai gizi seimbang. (3) Metode: yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan edukasi menggunakan tumpeng Kesehatan dan isi piringku (4) Hasil: dari sosialisasi dan edukasi serta diskusi mengenai gizi pada remaja puteri di pondok pesantren Tahfizul Qur’an Sungai Pinang, remaja sangat dan antusias selama kegiatan berlangsung. (5) Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah remaja puteri dapat memahami apa yang telah disampaikan dengan baik, terbukti dengan remaja dapat mengulang Kembali apa yang telah disampaikan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terhadap Staphylococcus Aureus Putriani, Kony; sari, Komala; Sugara, Bayu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon ketapang banyak tumbuh pada daerah tropis dan subtropis, termasuk indonesia dan dapat tumbuh pada daratan rendah maupun dataran tinggi, hutan pantai, hutan rawa, dan aliran sungai yang biasa digunakan sebagai peneduh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 40%, 20% dan 10%. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan beberapa konsentrasi pada ekstrak etanol dari tanaman ketapang yaitu 40%, 20%, dan 10% serta kontrol positif siprofloksasin, dan DMSO (Dimetil sulfoksida) sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat yang dihasilkan pada pengujian  pada ekstrak etanol dari tanaman ketapang terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 40% (11,35 mm), 20% (7,0 mm), 10% (7 mm), kontrol positif (32,5 mm) dan kontrol negatif (7,8 mm). Hasil penelitian menunjukkan pada ekstrak etanol daun ketapang memiliki aktivitas sedang sebagai antibakteri terhadap Staphylococus aureus.
Analisis Hidrokuinon dalam Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Kota Bangkinang dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis: Analysis of Hydroquinone in Facial Whitening Cream Circulating in Bangkinang City Using Thin Layer Chromatography Method Putriani, Kony; Anggraini, Lovera; Fricilia, Fitri Cindy
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2130

Abstract

Hydroquinone is an ingredient or preparation to overcome skin hyperpigmentation on the outside of the body. Hydroquinone is prohibited from use in cosmetics that can cause oochronosis, which is skin spots like sand and bluish brown in color, people with oochronosis will feel itchy and burning on the skin. The study aims to determine the presence or absence of Hydroquinone in face whitening creams that do not have BPOM permits circulating in Bangkinang City.  Hydroquinone examination was carried out by thin-a-layer chromatography (TLC) method using toluene mobile phase:  glacial acetic acid (80:20). Whitening cream samples were taken from as many as five different brands, and different sellers. After testing the five samples, two were positive, marked with the Rf value of the sample equal to the Rf of the control and comparison. Keywords:          Whitening Cream, Hydroquinone, KLT   Abstrak Hidrokuinon merupakan bahan atau sediaan untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit di bagian luar tubuh. Hidrokuinon dilarang penggunaannya pada kosmetik karena menyebabkan okronosis, yaitu kulit berbintik seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan, Pengidap okronosis akan merasa gatal dan rasa terbakar pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya hidrokuinon pada krim pemutih wajah yang tidak memiliki izin Badan Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) yang beredar di Kota Bangkinang. Pemeriksaan hidrokuinon dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan menggunakan fase gerak toluen : asam asetat glasial (80:20). Sampel krim pemutih diambil sebanyak lima merek yang berbeda dari penjual yang berbeda, Setelah dilakukan pengujian diperoleh hasil dua sampel D dan E positif mengandung hidrokuinon yang ditandai dengan nilai Rf yang sama dengan Rf kontrol dan pembanding. Kata Kunci:     Krim Pemutih, Hidrokuinon, KL
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI CINA (Laucaena leucocephala (Lam.) de Wit ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Salmonella typhi Putriani, Kony; Nur Aisyah, Dewi; Wardaniati, Isna
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.4917

Abstract

Di Indonesia penyakit infeksi masih menjadi masalah serius sampai saat ini dan pentingnya titingkatkan sumber obat antibakteri lain dari bahan alam, salah satunya yaitu Daun Petai Cina (Laucaena leucocephala (Lam.) de Wit ). Senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun petai cina diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun petai cina dan mengetahui diameter daya hambat ekstrak etanol daun petai cina terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental yang dilakukan dilaboratorium dengan metode ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut 96% dan uji antibakteri menggunakan metode cakram dengan variasi konsentrasi 100%, 50%, 25%, dan 10% serta antibiotik tetrasiklin sebagai kontrol positif dan larutan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun petai cina mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik, saponin, tannin dan steroid. Hasil dari pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun petai cina menunjukan adanya zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan rata-rata diameter zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% sebesar 10,21 mm dengan kategori kuat dan pada bakteri Salmonella typhi tidak adanya zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun petai cina memiliki kemampuan dalam menghambat pertumuhan bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% sebesar 10,21 mm, konsentrasi 50% sebesar 8,88 mm, konsentrasi 25% sebesar 7,26 mm, dan konsentrasi 10% sebesar 6,93 mm.