Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Hidrokuinon dalam Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Kota Bangkinang dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis: Analysis of Hydroquinone in Facial Whitening Cream Circulating in Bangkinang City Using Thin Layer Chromatography Method Putriani, Kony; Anggraini, Lovera; Fricilia, Fitri Cindy
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2130

Abstract

Hydroquinone is an ingredient or preparation to overcome skin hyperpigmentation on the outside of the body. Hydroquinone is prohibited from use in cosmetics that can cause oochronosis, which is skin spots like sand and bluish brown in color, people with oochronosis will feel itchy and burning on the skin. The study aims to determine the presence or absence of Hydroquinone in face whitening creams that do not have BPOM permits circulating in Bangkinang City.  Hydroquinone examination was carried out by thin-a-layer chromatography (TLC) method using toluene mobile phase:  glacial acetic acid (80:20). Whitening cream samples were taken from as many as five different brands, and different sellers. After testing the five samples, two were positive, marked with the Rf value of the sample equal to the Rf of the control and comparison. Keywords:          Whitening Cream, Hydroquinone, KLT   Abstrak Hidrokuinon merupakan bahan atau sediaan untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit di bagian luar tubuh. Hidrokuinon dilarang penggunaannya pada kosmetik karena menyebabkan okronosis, yaitu kulit berbintik seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan, Pengidap okronosis akan merasa gatal dan rasa terbakar pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya hidrokuinon pada krim pemutih wajah yang tidak memiliki izin Badan Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) yang beredar di Kota Bangkinang. Pemeriksaan hidrokuinon dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan menggunakan fase gerak toluen : asam asetat glasial (80:20). Sampel krim pemutih diambil sebanyak lima merek yang berbeda dari penjual yang berbeda, Setelah dilakukan pengujian diperoleh hasil dua sampel D dan E positif mengandung hidrokuinon yang ditandai dengan nilai Rf yang sama dengan Rf kontrol dan pembanding. Kata Kunci:     Krim Pemutih, Hidrokuinon, KL
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI CINA (Laucaena leucocephala (Lam.) de Wit ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Salmonella typhi Putriani, Kony; Nur Aisyah, Dewi; Wardaniati, Isna
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.4917

Abstract

Di Indonesia penyakit infeksi masih menjadi masalah serius sampai saat ini dan pentingnya titingkatkan sumber obat antibakteri lain dari bahan alam, salah satunya yaitu Daun Petai Cina (Laucaena leucocephala (Lam.) de Wit ). Senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun petai cina diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun petai cina dan mengetahui diameter daya hambat ekstrak etanol daun petai cina terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental yang dilakukan dilaboratorium dengan metode ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut 96% dan uji antibakteri menggunakan metode cakram dengan variasi konsentrasi 100%, 50%, 25%, dan 10% serta antibiotik tetrasiklin sebagai kontrol positif dan larutan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun petai cina mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik, saponin, tannin dan steroid. Hasil dari pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun petai cina menunjukan adanya zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan rata-rata diameter zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% sebesar 10,21 mm dengan kategori kuat dan pada bakteri Salmonella typhi tidak adanya zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun petai cina memiliki kemampuan dalam menghambat pertumuhan bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% sebesar 10,21 mm, konsentrasi 50% sebesar 8,88 mm, konsentrasi 25% sebesar 7,26 mm, dan konsentrasi 10% sebesar 6,93 mm.