Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN KELIMPAHAN KERANG (BIVALVIA) DI KABUPATEN BATU BARA Rumondang, Rumondang; Utami, Dewi; Riyadi, Dana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang merupakan hewan laut yang tak bertulang belakang dari kelompok hewan bertubuh lunak. Salah satu daerah yang berpotensi dalam penghasil kerang adalah Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Tingginya aktivitas masyarakat di perairan Kabupaten Batu Bara dan adanya penangkapan yang intensif diduga dapat memengaruhi pola pertumbuhan dan faktor kondisi yang akan memengaruhi pertumbuhan kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertumbuhan dan kelimpahan kerang (Bivalvia) di Kabupaten Batu Bara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang yang berasal dari lingkungan sekitar perairan yang tertangkap di Kabupaten Batu Bara sebanyak 200 ekor. Adapun kelompok kerang dalam penelitian ini kelompok I (50 ekor kerang Darah), Kelompok II (50 ekor kerang hijau), Kelompok III (50 ekor kerang bulu) dan Kelompok IV (50 ekor kerang kepah). Setelah itu dilakukan pemeliharaan. Peubah amatan meliputi kualitas air pemeliharaan, pertumbuhan mutlak (panjang kerang dan tebal kerang) dan indeks kelimpahan kerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan kerang di Kabupaten Batu Bara cukup cepat dengan pertumbuhan kerang bulu dan kerang kepah memiliki pertumbuhan mutlak paling tinggi yaitu masing-masing sebesar 4,5 mm, selanjutnya kerang darah dengan panjang 3,5 mm dan disusul kerang hijau dengan panjang 3,4 mm. Kerang paling tebal ditunjukkan oleh kerang bulu dengan tebal 2,8 mm, disusul dengan kerang hijau 2,5 mm, kerang darah 2,4 mm dan kerang kepah 1,8 mm. Kelimpahan kerang di perairan Kabupaten Batu Bara cukup tinggi dengan indeks kelimpahan 12,8 ind/m2 untuk kerang darah, 10 ind/m2 untuk kerang hijau, 30 ind/m2 untuk kerang bulu dan 38,4 ind/m2 untuk kerang kepah.
Community Empowerment through Participatory Training for Sustainable Nile Tilapia Farming in Tanjung Alam, Asahan Regency Rumondang, Rumondang; Suriono, Hadi; Ramadhan, Muhammad Sabir; Fransiska, Adelia; Fitri, Kurnia Aidila; Putri, Zeini Ardianti; Ningrum, Hesti Sulistia; Tambunan, Syafrida Br; Nurhadi, Nurhadi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.608

Abstract

The cultivation of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is a strategic initiative to promote aquaculture development in Indonesia and to enhance economic welfare by providing sustainable income opportunities. This community empowerment program was implemented with the Sudo Mina Jaya Fish Farmers Group in Tanjung Alam Village, Asahan Regency, aiming to strengthen farmers’ capacity and technical skills through a participatory approach. Key challenges identified included inadequate water quality management, limited knowledge of breeding techniques, and issues affecting fish health and productivity. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, comprising an initial survey, training on sustainable tilapia breeding, pond management, and probiotic production, as well as technical assistance and interactive guidance sessions. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments. Results showed a significant increase in participants’ knowledge scores from a mean pre-test score of 54 to a post-test mean of 92 (n = 13), confirmed by a Wilcoxon signed-rank test (Z = 3.209, p = 0.001). Continued technical assistance and regular monitoring further supported the practical application of the knowledge gained. This program successfully provided practical solutions to local challenges, enhanced participants’ aquaculture skills, and opened opportunities for sustainable fish farming businesses
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA KREATIF MELALUI PENDAMPINGAN IZIN USAHA NIB UNTUK MENDORONG PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA AIR JOMAN KECAMATAN AIR JOMAN Wahyuni, Dian; Suriono, Hadi; Rumondang, Rumondang; Harianja, Meyliyani Hissania Br; Satria, Muhammad; Lubis, Alweni Khoiriyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24307

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu penunjang perekonomian yang dimiliki di berbagai negara dan termasuk Indonesia. UMKM juga bisa di bilang sebagai tulang punggung perekonomian pada suatu negara. UMKM merupakan badan usaha yang diciptakan oleh masyarakat untuk pendapatan pribadi dan menjadi sumber pertumbuhan kesempatan kerja. Dengan menciptakan UMKM pada suatu daerah dapat meningkatkan nilai pertumbuhan perekonomian negara serta dapat mengurangi nilai kemiskinan dalam suatu negara. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian ini, antara lain : Observasi, Penyuluhan Tentang Pentingnya NIB, Pelaksanaan Kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Desa Air Joman. Sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) ini bertujuan untuk mendukung upaya tertib administrasi terhadap peraturan pemerintah. Para UMKM juga mendapatkan bantuan untuk membuatkan akun dan mendaftarkan usaha mereka melalui Online Single Submission (OSS). Maka dengan memiliki NIB para pelaku UMKM dapat menambah kepercayaan dari pelanggan karena dianggap sebagai usaha yang legal serta sebagai langkah dasar dalam mengurus perizinan-perizinan lainnya terkait kegiatan usahanya, seperti sertifikasi halal.
SOSIALISASI DAN EDUKASI GENERASI MUDA SADAR HUKUM TOLAK NARKOBA Suriani, Suriani; Rumondang, Rumondang; Siagian, Aldi Ardiansyah; Putri, Nadia Aulya; S, Arum Tsabitah; Wahdira, Dey; Luthfia, Annisa
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5389

Abstract

Abstract: Anti-drug education in educational institutions is an important step in preventing drug abuse among young people. This activity aims to increase students' understanding of the risks of drugs, foster an attitude of rejecting drugs, and hone social skills to deal with pressure from the environment. The evaluation results show significant progress in students' knowledge and attitude change towards drug use. Methods such as presentations, discussions, simulations, and role-playing have proven successful in conveying the anti-drug message. Strong support from schools and parents reinforces the impact of this education program. The development of supporting materials such as leaflets and posters also helps to expand access to information. The results of these activities emphasize the importance of continuing the education program and collaborating with various parties to shape a young generation that is free from drugs. Through a comprehensive approach, these activities contribute to creating a safe and healthy educational environment. Keyword: Education; Anti-Drug; School. Abstrak: Penyuluhan mengenai anti narkoba di institusi pendidikan adalah langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan obat terlarang di antara anak muda. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang risiko narkoba, menumbuhkan sikap menolak narkoba, dan mengasah kemampuan sosial guna menghadapi tekanan dari lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam pengetahuan serta perubahan sikap siswa terhadap pemakaian narkoba. Pelaksanaan metode seperti presentasi, diskusi, simulasi, dan bermain peran terbukti berhasil dalam menyampaikan pesan anti narkoba. Dukungan yang kuat dari sekolah dan orang tua memperkuat dampak program penyuluhan ini. Pengembangan materi pendukung seperti leaflet dan poster juga membantu memperluas akses informasi. Hasil dari aktivitas ini menegaskan pentingnya kesinambungan program penyuluhan dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk membentuk generasi muda yang terhindar dari narkoba. Melalui pendekatan yang menyeluruh, kegiatan ini turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Kata kunci: Penyuluhan hukum; Anti narkoba; Sekolah.
Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Maskulinisasi dan Kelulushidupan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Melati, Kesuma; Batubara, Juliwati Putri; Rumondang, Rumondang; Laila, Khairani; Panjaitan, Pohan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28214

Abstract

Ikan mas koki (Carassius auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar bernilai ekonomis tinggi di pasar perikanan. Budidaya sistem monoseks jantan menjadi alternatif yang banyak dipilih karena ikan jantan umumnya memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina. Namun,penggunaan hormon sintetis dalam maskulinisasi menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keamanan pangan. Penelitian ini menjawab keterbatasan studi bahan alami dalam maskulinisasi ikan mas koki sebagai alternatif pengganti hormon sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengevaluasi pengaruh perendaman embrio dalam air kelapa (Cocos nucifera) dengan berbagai konsentrasi terhadap maskulinisasi, tingkat penetasan telur, durasi penyerapan kuning telur, dan kelulushidupan benih ikan mas koki. Penelitian dilaksanakan selama 90 hari menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) dan lima ulangan masing-masing. Embrio direndam selama 8 jam pada tahap blastula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (konsentrasi 30%) menghasilkan nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 63%, waktu penyerapan kuning telur tercepat (70, 20 jam), dan kelulushidupan tertinggi (58%).Sementara itu, perlakuan kontrol (P0) menunjukkan daya tetas tertinggi sebesar 72%. Perlakuan P4 (konsentrasi 40%) menunjukkan hasil terendah pada hampir seluruh parameter. Dengan demikian, air kelapa konsentrasi 30% berpotensi sebagai agen maskulinisasi alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk diaplikasikan dalam skala budidaya ikan mas koki.