Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN KELIMPAHAN KERANG (BIVALVIA) DI KABUPATEN BATU BARA Rumondang, Rumondang; Utami, Dewi; Riyadi, Dana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang merupakan hewan laut yang tak bertulang belakang dari kelompok hewan bertubuh lunak. Salah satu daerah yang berpotensi dalam penghasil kerang adalah Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Tingginya aktivitas masyarakat di perairan Kabupaten Batu Bara dan adanya penangkapan yang intensif diduga dapat memengaruhi pola pertumbuhan dan faktor kondisi yang akan memengaruhi pertumbuhan kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertumbuhan dan kelimpahan kerang (Bivalvia) di Kabupaten Batu Bara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang yang berasal dari lingkungan sekitar perairan yang tertangkap di Kabupaten Batu Bara sebanyak 200 ekor. Adapun kelompok kerang dalam penelitian ini kelompok I (50 ekor kerang Darah), Kelompok II (50 ekor kerang hijau), Kelompok III (50 ekor kerang bulu) dan Kelompok IV (50 ekor kerang kepah). Setelah itu dilakukan pemeliharaan. Peubah amatan meliputi kualitas air pemeliharaan, pertumbuhan mutlak (panjang kerang dan tebal kerang) dan indeks kelimpahan kerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan kerang di Kabupaten Batu Bara cukup cepat dengan pertumbuhan kerang bulu dan kerang kepah memiliki pertumbuhan mutlak paling tinggi yaitu masing-masing sebesar 4,5 mm, selanjutnya kerang darah dengan panjang 3,5 mm dan disusul kerang hijau dengan panjang 3,4 mm. Kerang paling tebal ditunjukkan oleh kerang bulu dengan tebal 2,8 mm, disusul dengan kerang hijau 2,5 mm, kerang darah 2,4 mm dan kerang kepah 1,8 mm. Kelimpahan kerang di perairan Kabupaten Batu Bara cukup tinggi dengan indeks kelimpahan 12,8 ind/m2 untuk kerang darah, 10 ind/m2 untuk kerang hijau, 30 ind/m2 untuk kerang bulu dan 38,4 ind/m2 untuk kerang kepah.
Community Empowerment through Participatory Training for Sustainable Nile Tilapia Farming in Tanjung Alam, Asahan Regency Rumondang, Rumondang; Suriono, Hadi; Ramadhan, Muhammad Sabir; Fransiska, Adelia; Fitri, Kurnia Aidila; Putri, Zeini Ardianti; Ningrum, Hesti Sulistia; Tambunan, Syafrida Br; Nurhadi, Nurhadi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.608

Abstract

The cultivation of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is a strategic initiative to promote aquaculture development in Indonesia and to enhance economic welfare by providing sustainable income opportunities. This community empowerment program was implemented with the Sudo Mina Jaya Fish Farmers Group in Tanjung Alam Village, Asahan Regency, aiming to strengthen farmers’ capacity and technical skills through a participatory approach. Key challenges identified included inadequate water quality management, limited knowledge of breeding techniques, and issues affecting fish health and productivity. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, comprising an initial survey, training on sustainable tilapia breeding, pond management, and probiotic production, as well as technical assistance and interactive guidance sessions. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments. Results showed a significant increase in participants’ knowledge scores from a mean pre-test score of 54 to a post-test mean of 92 (n = 13), confirmed by a Wilcoxon signed-rank test (Z = 3.209, p = 0.001). Continued technical assistance and regular monitoring further supported the practical application of the knowledge gained. This program successfully provided practical solutions to local challenges, enhanced participants’ aquaculture skills, and opened opportunities for sustainable fish farming businesses
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA KREATIF MELALUI PENDAMPINGAN IZIN USAHA NIB UNTUK MENDORONG PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA AIR JOMAN KECAMATAN AIR JOMAN Wahyuni, Dian; Suriono, Hadi; Rumondang, Rumondang; Harianja, Meyliyani Hissania Br; Satria, Muhammad; Lubis, Alweni Khoiriyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24307

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu penunjang perekonomian yang dimiliki di berbagai negara dan termasuk Indonesia. UMKM juga bisa di bilang sebagai tulang punggung perekonomian pada suatu negara. UMKM merupakan badan usaha yang diciptakan oleh masyarakat untuk pendapatan pribadi dan menjadi sumber pertumbuhan kesempatan kerja. Dengan menciptakan UMKM pada suatu daerah dapat meningkatkan nilai pertumbuhan perekonomian negara serta dapat mengurangi nilai kemiskinan dalam suatu negara. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian ini, antara lain : Observasi, Penyuluhan Tentang Pentingnya NIB, Pelaksanaan Kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Desa Air Joman. Sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) ini bertujuan untuk mendukung upaya tertib administrasi terhadap peraturan pemerintah. Para UMKM juga mendapatkan bantuan untuk membuatkan akun dan mendaftarkan usaha mereka melalui Online Single Submission (OSS). Maka dengan memiliki NIB para pelaku UMKM dapat menambah kepercayaan dari pelanggan karena dianggap sebagai usaha yang legal serta sebagai langkah dasar dalam mengurus perizinan-perizinan lainnya terkait kegiatan usahanya, seperti sertifikasi halal.