Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENANGANAN JEMBATAN PELAT GIRDER YANG MENGALAMI DEFLEKSI YANG BESAR DAN TEGANGAN BERLEBIH SETELAH PENGECORAN PELAT LANTAI Hasan, Muttaqin; Mahlil, Mahlil; Jamil, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i2.17348

Abstract

Jembatan Gigieng Kabupaten Pidie dengan panjang bentang 35,76 m dan lebar 6,5 m dibangun dari struktur baja pelat girder dengan lantai dari beton bertulang. Sesaat setelah dilakukan pengecoran pelat lantai, struktur pelat girder mengalami defleksi sampai 30 cm di tengah bentangnya dan kelihatan bagian bawah pelat girder mengalami tarik yang besar, sehingga jembatan tersebut tidak bisa digunakan. Untuk mengetahui penyebabnya, maka dilakukan asesmen lapangan meliputi pengukuran penampang pelat girder, jarak sokongan lateral, sistem sambungan dan jumlah baut yang digunakan pada sambungan, kekencangan baut dan pemasangan pengaku pada pelat girder. Disamping itu juga dilakukan asesmen pada dokumen perencanaan. Selanjutnya dilakukan analisis struktur dan diperoleh penyebab pelat girder mengalami defleksi yang besar dan tegangan berlebih (over stress) adalah karena kurangnya tinggi total penampang pelat girder. Rendahnya tinggi total penampang pelat girder disebabkan kesalahan asumsi dalam desain, dimana perencana mengasumsikan penampang pelat girder sebagai penampang komposit baja beton dalam menahan beban mati dari pelat lantai dan berat girder sendiri. Upaya penanganan jembatan yang diusulkan dalam studi ini adalah dengan cara menghilangkan tegangan pada pelat girder dengan cara membongkar lantai jembatan sehingga kondisi pelat girder kembali ke keadaan semula, melakukan perkuatan struktur pelat girder dengan menambah profil I pada bagian bawah pelat sayap bawah girder dengan ukuran pelat badan 12,65 mm x 800 mm dan pelat sayap 260 mm x 20 mm di sepanjang 30 m panjang jembatan di bagian tengahnya dari baja mutu SM490 (Fy = 363 MPa), mengencangkan kembali baut-bautnya dan melakukan pengecoran kembali pelat lantainya.
DESAIN PERKUATAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI DAN UMUR BANGUNAN MENGGUNAKAN CFRP SHEET Hasan, Muttaqin; Mahlil, Mahlil; Mubarak, Azzaki
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i1.15945

Abstract

: Gedung Kantor Ikatan Guru Aceh pada Kantor Badan Kepegawaian Aceh ingin dirubah fungsinya menjadi Ge-dung Arsip, sehingga beban hidup yang akan bekerja menjadi lebih besar dari beban hidup desain. Disamping itu, gedung tersebut telah berumur 30 tahun, sehingga sudah terjadi degradasi kekuatan sebagian material pemben-tuk strukturnya. Berubahnya standar perencanaan struktur bangunan tahan gempa dari SNI 03-1726-1989 (standar pada saat desain) menjadi SNI 1726:2012 menyebabkan beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan tersebut menjadi lebih besar. Oleh karena itu, struktur gedung tersebut perlu diperkuat sehingga mam-pu melayani beban yang bekerja pada saat ini. Untuk maksud ini, maka telah dilakukan pengukuran dimensi ele-men struktur dan pengujian kuat tekan beton pada elemen struktur kolom lantai satu, kolom lantai dua, balok lan-tai, pelat lantai dan ring balok menggunakan hammer test. Jumlah tulangan, arrangement tulangan serta diameter tulangan pada elemen struktur tersebut diukur menggunakan alat profometer. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengujian tersebut dilakukan analisis untuk mendapatkan kekuatan tersedia dari balok lantai, pelat lantai, ring balok dan kolom. Berdasarkan beban yang bekerja pada saat ini, juga dilakukan analisis struktur untuk mendapatkan kekuatan perlu dari elemen struktur tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur bangunan tersebut tidak mampu melayani beban yang bekerja saat ini, sehingga dilakukan perkuatan struktur. Perkuatan struktur didesain dengan cara menggunakan externally wrapping system menggunakan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sheet setebal 1,2 mm sebanyak satu lapis. Setelah dilakukan perkuatan struktur, ele-men struktur tersebut sudah cukup kuat melayani beban yang bekerja.
ANALISIS DINAMIS RIWAYAT WAKTU JEMBATAN GANTUNG AKIBAT PEJALAN KAKI DAN KENDARAAN RODA DUA Edhi, Sarwo; Hasan, Muttaqin; Husaini, Husaini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10046

Abstract

Abstract : Suspended footbridges has a lot of constructed in Indonesia to access manyespecially rural-regions. Due to its flexiblity, understanding and design of the suspension bridge is not enough to rely on static analysis. This paper deal with the dynamic behaviour of simply unstiffening suspended bridges subjected to pedestrian load and motor-cycles moving load.As the SNI 03-3428-1994 codeof the technical planning for pedestrian suspension bridge is not set in consideration of dynamic analysis and design,pedestrian-load model is based on British Standard BS 5400-4: 1990 and Eurocode EN1991-2:2003. Modeling pedestrian load is done in three conditions; single pedestrian, group, and crowd. The motor-cycles moving load is modeled as a moving force model, accurate for low speed. Variations in the speed used was 10 km / h, 20 km / h, 30 km / h are considered representative. Dynamic analysis done by the time history Newmark direct integration method with the help of finite element analysis program SAP2000 v.15. Span 60 m, 80 m and 100 m was studied. As these results, dynamic interaction between the bridges and pedestrian load is not significant.The analyses have shown that the responses greatly differ between the British Standard and Eurocode.However, motor-cycle load has same results but higher with the largest DAF value 7.27% for speeds of 30 km / h interval of 2 seconds on a span of 100 m.Abstrak: Jembatan gantung pejalan kaki telah banyak sekali dibangun di Indonesia, sebagai pemecah masalah akses antar wilayah. Dikarenakan strukturnya yang fleksible, pemahaman dan desain jembatan gantung tidak cukup sekedar mengandalkan analisis statis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperlihatkan respons dinamis jembatan gantung pejalan kaki sederhana tanpa pengaku. Hal yang akan dipelajari adalah simpangan vertikal dan percepatan ditinjau dari sisi kenyamanan. Beban yang dikenakan adalah beban pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Dikarenakan SNI 03-3428-1994 Tata cara perencanaan teknik jembatan gantung untuk pejalan kaki tidak mengatur analisis dinamis dalam pertimbangan analisis dan desain, pemodelan beban pejalan kaki didasarkan pada British Standard BS 5400-4:1990 dan Eurocode EN1990. Pemodelan beban pejalan kaki dilakukan dalam tiga kondisi; pejalan tunggal, pejalan kelompok, dan arus keramaian. Untuk beban kendaraan dimodelkan sebagai beban berjalan yang cukup akurat untuk kecepatan rendah. Variasi kecepatan yang digunakan adalah 10 km/jam, 20 km/jam, 30 km/jam dianggap cukup representatif. Analisis dinamis dilakukan secara riwayat waktu dengan metode integrasi langsung Newmark dengan bantuan program analisa elemen hingga SAP2000 v.15. Bentang yang diteliti adalah 60 m, 80 m dan 100 m. Dari hasil tersebut didapati bahwa percepatan akibat beban pejalan kaki masih kecil sehingga tak berpengaruh secara signfikan. Sedangkan beban sepeda motor juga demikian, dengan nilai DAF terbesar 7,27 % untuk kecepatan 30 km/jam selang 2 detik pada bentang 100 m.
TEGANGAN DAN REGANGAN DINAMIS PERKERASAN SEMI FLEKSIBEL DENGAN MODIFIKASI REOLOGI ASPAL DAN SUBSTITUSI ZIOLIT PADA SEMEN MORTAR Hamzani, Hamzani; Munirwansyah, Munirwansyah; Sugiarto, Sugiarto; Hasan, Muttaqin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.405

Abstract

Abstrak Ketahanan struktur perkerasan akibat timbulnya tegangan dan regangan menyebabkan retak awal saat terjadinya deformasi permanent sehingga kegagalan perkerasan akibat kelelahan umur tidak dihindarkan. Fenomena tersebut dapat dikurangi dengan perkerasan yang memiliki cukup kekakuan, kelenturan. Modifikasi material dilakukan untuk meningkatkan nilai kekakuan dan kelenturan campuran dengan menggunakan jenis campuran,gradasi, dan modifikasi aspal yang tepat sebagai usaha pengembangan campuran perkerasan beraspal. Tujuan dari penelitian ini  mempelajari tegangan dan regangan tarik campuran PSF  terhadap beban berulang dengan tambahan WTR dan menggunakan ziolit alam sebagai pengganti sebagian semen untuk mortar yang dinjeksi ke dalam rongga aspal porous. Desain campuran aspal berpori dimulai dengan penentuan proporsi aspal optimal dengan agregat bergradasi terbuka sebagaimana ditentukan dalam sepesifikasi (AAPA) 2004. Uji Marshall dilakukan untuk mengetahui spesifikasi yang disyaratkan dan dilanjutkan dengan uji specimen yang telah diinjeksi mortar semen dengan pengujian lentur metode pembebanan empat titik untuk evaluasi tegangan dan regangan tarik. Nilai tegangan dan regangan dinamis dianalisis pada setiap variasi ziolit dalam mortar semen. Substitusi ziolit alam pada semen mortar dapat mempengaruhi tegangan dan regangan dinamis campuran PSF, di mana semakin besar komposisi ziolit dalam semen mortar nilai tegangan dan regangan yang dihasilkan semakin tinggi. Kata kunci: perkerasan semi-fleksibel, ziolit alam, reologi aspal, tegangan dan regangan, beban dinamis  Abstract The resistance of the pavement structure due to the consequence of stress and strain causes the initial reset when the occurrence of permanent deformation so that pavement failure due to age is avoided. This phenomenon can be reduced by a pavement that has sufficient stiffness and flexibility. Material modification is carried out to increase the value of the stiffness and flexibility of the mixture by using the right type of mixture, gradation, and asphalt modification as an effort to develop an asphalt pavement mixture. The purpose of this study was to study the stress and tensile strain of the semi-flexible pavement (SFP) mixture against repeated loads with the addition of rubber tire waste (WTR) and to use natural zeolite as a part of cement for mortar injected into the porous asphalt cavity. The design of a porous asphalt mixture begins with the determination of the optimal proportion of asphalt with an open grade aggregate specified in the Asphalt Pavement Association Australia (AAPA) 2004.Marshall test is carried out to see the required specifications and test specimens that have been injected with cement with a four-point loading bending method test for stress evaluation and tensile strain. The values of dynamic stress and strain were analyzed for each variation of ziolite in cement mortar. Substitution of natural ziolite in cement mortar can affect the dynamic stress and strain of the PSF mixture, where the greater the ziolite composition in cement mortar, the higher the resulting stress and strain. Keywords: Pavement semi-flexible, natural zeolite, asphalt rheology, dynamic stress and strain  
Perkuatan Seismik Struktur Gedung Berlantai Tujuh Menggunakan Sistem Bresing Baja Setiawan, Alhadi; Hasan, Muttaqin; Saidi, Taufiq
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.857

Abstract

Abstrak Struktur Gedung BSI Cut Mutia Banda Aceh mengalami beberapa retakan pada balok dan kolom akibat gempa sehingga memerlukan suatu perkuatan dengan menganalisis struktur menggunakan metode pushover untuk mengetahui gaya geser dan displacement maksimum yang mampu ditahan oleh struktur pada kondisi eksisting maupun setelah diperkuat menggunakan bresing dan level kinerja serta mekanisme sendi plastis maupun simpangan antar lantai. Untuk pengembangan kurva kerapuhan digunakan metode Incremental Dynamic Analysis (IDA) untuk melihat tingkat probabilitas kerusakan struktur dari 10 rekaman gempa. Data yang diperlukan yaitu gambar perencanaan awal, mutu baja, mutu beton dan dimodelkan menggunakan software SAP2000, dilakukan analisis statis beban mati dan beban hidup serta analisis dinamis. Hasil penelitian menunjukkan profil bresing baja IWF 150x150x10x7 memenuhi keamanan untuk sistem perkuatan. Simpangan antar lantai menggunakan bresing lebih kecil dari pada kondisi eksisting serta evaluasi displacement dan drift ratio dari data riwayat gempa lebih rentan terhadap beban gempa Simeulue 1 dengan nilai PGA 1,281 g. Kata kunci: Perkuatan Seismik, Pushover, Time History, IDA, Kurva Kerapuhan  Abstract The structure of the BSI Cut Mutia Banda Aceh Building has several cracks in the beams and columns due to the earthquake, so it requires strengthening by analyzing the structure using the pushover method to determine the maximum shear and displacement forces that the structure can withstand in the existing conditions and after being strengthened using braces and performance levels as well as the mechanism of plastic hinges and drift between floors. The development of the fragility curve uses the Incremental Dynamic Analysis (IDA) method to show the probability level of structural damage from 10 recorded earthquakes. The data needed are initial planning drawings, steel quality, concrete quality and modeled using SAP2000 software, static analysis of dead and live loads and dynamic analysis is carried out. The results showed that the steel bracing profile IWF 150x150x10x7 met safety for reinforcement systems. The deviation between floors using braces is smaller than the existing conditions and the displacement and drift ratio evaluation from historical earthquake data is more susceptible to the Simeulue 1 earthquake load with a PGA value of 1.281 g. Keywords: Seismic Strengthening, Pushover, Time History, IDA, Fragility Curve.
Konsep Desain Struktur Gedung Konser Setya Primaulia, R. Adhi; Hasan, Muttaqin; Abdullah, Abdullah
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 3 No. 2 (2021): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v3i2.43

Abstract

Konsep desain struktur Gedung Konser di Aceh yang merupakan struktur pelengkung dengan bentang 100meter akan dipelajari dalam thesis ini. Direncanakan jenis material untuk struktur pelengkung ini, yaitu beton bertulang dan baja. Analisis gaya gempa yang digunakan adalah gempa dinamis dengan menggunakan respon spektrum gempa berdasarkan SNI 1726: 2019. Adapun beban lain yang ditinjau berupa beban mati, beban hidup dan beban tambahan. Faktor lain yang ditinjau adalah perpindahan dan gaya terhadap gedung konser pada struktur pelengkung gedung. Struktur utama gedung dimodelkan menggunakan sistem struktur Pelengkung (arch). Perhitungan pembebanan menggunakan peraturan SNI 1727-2013 tentang Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Analisa struktur menggunakan program ETABS berlisensi. Perencanaan struktur baja ini berdasarkan peraturan SNI 1729-2015 tentang Spesifikasi untuk  bangunan  gedung  baja  struktural dan SNI 2847-2019 tentang Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Hasil yang diperoleh adalah gaya yang bekerja pada beton bertulang lebih besar dibandingkan material baja, hal ini dipengaruhi akibat besarnya kubikasi beton bertulang sebesar 2046,049ton lebih besar dibandingkan dengan material baja dengan kubikasi sebesar 66,595 ton dan material baja dengan penampang maksimum sebesar 143,674 ton. Sedangkan deformasi pada baja lebih besar dibandingkan dengan material beton bertulang.
Comprehensive Characterization of Fly Ash as a Sustainable Supplementary Cementitious Material Syahyadi, Rizal; Saidi, Taufiq; Hasan, Muttaqin; Akhyar; Fauzi, Amir; Rachman, Aulia
Civil Engineering Journal Vol. 12 No. 2 (2026): February
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2026-012-02-015

Abstract

Sustainable development seeks to meet present needs without harming future generations. Rising energy demand from coal-fired power plants increases CO₂ emissions and produces fly ash (FA). The cement industry, responsible for about 7% of global CO₂ emissions, also consumes large amounts of energy. Incorporating FA as a partial or complete substitute for cement in concrete provided both environmental and performance advantages. Hence, this study focused on exploring the potential of FA from Nagan Raya (FANR) as a cementitious material for cement replacement. FANR was analyzed using XRF, XRD, FTIR, SEM, and EDS. It mainly contained SiO₂ (48.04%), Al₂O₃ (27.62%), and Fe₂O₃ (11.78%), meeting ASTM Class F fly ash standards. XRD analysis confirmed the presence of amorphous phases along with quartz and mullite crystals. FTIR showed silicate hydration products (C–S–H and C–A–H gels) at different water–cement ratios. SEM showed spherical particles with rough surfaces, which enhance reactivity but also increase water absorption and reduce workability. EDS confirmed silicate and aluminosilicate compositions. These results highlight FANR’s potential as a sustainable cement replacement, despite workability issues.