Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Arsitekno

KAJIAN MAKNA ORNAMEN DAN MAKNA WARNA ORNAMEN UMAH PITU RUANG (STUDI KASUS UMAH PITU RUANG DI DESA KEMILI, ACEH TENGAH) Dafrina, Armelia; Fidyati, Fidyati; Abadi, Firda; Lisa, Nova Purnama
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.6262

Abstract

Arsitektur tradisional Aceh merupakan bentuk arsitektur yang berkembang dari satu generasi ke generasi seterusnya. Mempelajari bangunan tradisional kemudian berarti juga mempelajari juga tradisi masyarakat yang lebih dari sekadar tradisi membangun secara hunian fisik. Rumah panggung, rumah peninggalan para penguasa yang memimpin daerah Gayo disebut Umah Pitu Ruang. Penelitian kajian makna warna ornamen ini bertujuan untuk mengkaji makna ornamen dan makna warna ornamen umah pitu ruang. Penelitian umah pitu ruang ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil dari data sekunder dan tersier. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa umah pitu ruang memiliki berbagai macam jenis ornamen dan beberapa warna merah, warna putih, warna kuning, warna hijau, dan warna hitam yang memiliki makna tersirat di dalam ornamennya, seperti “emun beriring”(tidak lupa jati dirinya sebagai orang Gayo), “emun mutumpuk”(musyawarah), “emun berkune”(berdiri sendiri), “emun mupesir”(memisahkan), “emun berangkat” (persatuan), “puter tali”(bersatu), motif pucuk rebung(membangun), “sarak opat”(mengatur), “cucuk penggong”(seia, sekata), “ lelayang”(dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak). Penempatan warna pada ornamen umah pitu ruang merupakan gambaran dari prinsip hidup masyarakat Gayo secara umum serta menjadi lambang identitas kepemilikan ornamen itu sendiri.
KAJIAN PENERAPAN TEORI PRINSIP PENATAAN DAN POLA TATA RUANG DALAM PADA ISTANA MAIMOON KOTA MEDAN Hidayah, Irna Nurul; Dafrina, Armelia; Saputra, Eri; Fidyati, Fidyati; Sofyan, Diana Khairani
Arsitekno Vol. 11 No. 1 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i1.15711

Abstract

Istana Maimoon adalah salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota medan yang merupakan peninggalan Kerajaan melayu yang harus dijaga kelestariannya, istana ini didirikan pada tahun 1873 dan selesai dibangun pada tahun 1924, terdapat begitu banyak ruang yang ada di dalamnya dengan tiga elemen pembentuk ruang yaitu bidang alas, dinding dan langit-langit yang membantu dalam menciptakan ruang-ruang tersebut sesuai dengan fungsi dan gayanya masing-masing. dalam tatanan pola ruangnya istana Maimoon memiliki suatu prinsip-prinsip penataan ruang dalam setiap susunan dan penempatannya, melalui analisis terhadap pola ruang istana Maimoon akan mengetahui prinsip-prinsip apa saja yang ada dalam penyusunan pola tata ruangnya, apakah ada keterkaitan yang sama antara arsitektur Van Erp sebagai arsitektur Istana sekaligus perancang peletakan ruang dengan teori yang dipakai yaitu prinsip tata ruang Francis DK Ching.
KAJIAN PENGARUH LANGGAM ARSITEKTUR ISLAM PADA MASJID AGUNG KOTA BINJAI Dafrina, Armelia; Fidyati, Fidyati; Amalia, Ulfa Dwi
Arsitekno Vol. 10 No. 2 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i2.9522

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang mempunyai mayoritas penduduk penganut agama Islam. Kedatangan dan perkembangan Islam di Indonesia telah membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas. Langgam Arsitektur mempunyai ciri khas tersendiri pada setiap masjid. Masjid Agung Kota Binjai adalah salah satu bangunan tertua dan terbesar di Kota Binjai, yang telah mengalami perubahan atau perenovasian terhadap bangunannya. Pada Masjid Agung Kota Binjai juga menggunakan konsep kombinasi berlanggam arsitektur Islam lebih dominan dan Arsitektur Melayu terlihat pada fasad bangunan, kolom, gapura, pewarnaan bangunan, juga pintu bukaan yang luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara juga kepustakaan. Kemudian nantinya dapat mengkaji  karakteristik langgam yang meliputi massa bangunan, elemen pembentukan arsitektur Islam dan ragam hias.  Berdasarkan  hasil observasi yang didapat, terdapat banyak ragam hias berbentuk geometri, kaligrafi, motif floral (arabesque) yang menerapkan sifat-sifat garis, bidang, dan dapat menambah kesan estetika khas arsitektur Islam. Secara fungsi, Masjid Agung sebagai tempat beribadah dan persinggahan para musafir. Kini Masjid Agung dapat menampung lebih banyak lagi pengunjung dan jamaah yang ingin beribadah didalamnya.