Darnius, Said
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Elementary Education Research

STRATEGI GURU DALAM MENGATASI GAYA BELAJAR SISWA DI KELAS III SD NEGERI 46 BANDA ACEH Seha, Syarifah; Darnius, Said; Bukhari., Bukhari
Elementary Education Research Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i4.21333

Abstract

Sistem guru dalam mengelola gaya belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, dimana di SD Negeri 46 Banda Aceh guru merencanakan metode pembelajaran yang dapat mengatasi gaya belajar siswa yang berbeda. Rencana masalah dalam ujian ini adalah bagaimana sistem instruktur dalam mengelola gaya belajar siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem instruktur dalam mengelola gaya belajar siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode subjektif. Jenis ujian yang digunakan adalah penelitian murni. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri 46 Banda Aceh. Materi yang diambil adalah 5 siswa dan 1 guru. Metode pengumpulan informasi yang digunakan dalam pengujian ini adalah pertemuan dan pertemuan dimana ilmuwan berbicara dengan pendidik kelas 1, khususnya guru kelas 3, dan memperhatikan siklus belajar guru dengan menggunakan teknik pembelajaran dan sistem pembelajaran gaya belajar siswa.Hasil jajak pendapat gaya belajar siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh menunjukkan bahwa 40% siswa menggunakan gaya belajar visual, 40% siswa menggunakan gaya belajar sensasi, dan 20% siswa menggunakan gaya belajar mendengar. Investigasi informasi tentang metodologi instruktur dalam menaklukkan gaya belajar siswa adalah: (a) membuat kelompok belajar bergantung pada (jenis kelamin), (b) memutuskan perkenalan di depan kelas dan melihat gaya belajar siswa, (c) pendidik mengadakan tanya jawab dengan siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN SISWA DI KELAS III SD NEGERI 6 SAMUDERA ACEH UTARA Yusra, Rizki Yatul; Fauzi., Fauzi; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i4.21332

Abstract

Perkalian merupakan suatu materi yang paling dasar dipelajari oleh siswa yang sangat menentukan kemampuan pada materi selanjutnya. Mengingat konsekuensi dari persepsi yang dibuat di kelas III SD Negeri 6 Samudera Aceh Utara masih ada siswa yang kurang mampu melakukan operasi hitung perkalian. Ini disebabkan oleh beberapa komponen termasuk model dan metode dimanfaatkan guru tidak bervariasi sehingga pembelajaran menjadi jenuh dan aktivitas siswa pasif. Penerapan teknik make a match akan memberikan lingkungan belajar yang layak untuk siswa dalam mempelajari perkalian. Sehubungan dengan masalah pada pemeriksaan ini yaitu (1) bagaimanakah gerakan siswa selama belajar operasi hitung perkalian dengan penerapan Jadikan model pembelajaran yang cocok untuk teknik make a match di kelas III SDN 6 Samudera Aceh Utara, (2) dapatkah penggunaan model pembelajaran yang bermanfaat semacam make a match meningkat kemampuan berhitung perkalian siiswa di kelas III SDN 6 Samudera Aceh Utara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitati dan desain PTK, teknik pengumpul data dilakukan secara pengamatan dan tes hasil belajar. Tehnik analisis data hasil observasi aktivitas siswa adalah interval skor dan data kemampuan berhitung siswa secara individual.Hasil riset pemeriksaan pada siklus I, siklus II dan siklus III informasi yang menyertainya diperoleh: (1) observasi hasil pada gerakan siswa selama belajar disetiap aspek yang diamati selama tiga siklus, mengalami peningkatan disetiap siklusnya yaitu: (a) aktivitas fisik siswa pada siklus I mencapai 89,4% katagori sangat baik, siclus II mengcapai 90% katagori sangat baik, dan siclus III mencapai 93,3 % katagori sangat baik, (b) gerakan mental siswa di siklus I mencapai 71,2% katagori baik, siklus II mencapai 72,2% katagori baik, dan siklus III mencapai 75,6% katagori baik, dan (c) aktivitas emosional siswa pada siklus I mencapai 82,4% katagori baik, siklus II mencapai 83,3% katagori baik, dan siklus III mencapai 90,6% kategori sangat baik. (2) hasil belajar siswa dalam materi perkalian mengalami peningkatan siklus I ketuntasan kelas menjadi 65% (11 tuntas) terdapat nilai rata-rata 74, selanjutnya siklus II ketuntasan kelas 56% (10 siswa tuntas) terdapat nilai rata-rata 71, serta siklus III ketuntasan kelas menjadi 89% (16 siswa tuntas) tercapai nilai rata-rata 82.
KESULITAN GURU DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN UNTUK SISWA KELAS V DI SD NEGERI 71 BANDA ACEH Nabawi, Shafna; Ely, Rosma; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i4.21321

Abstract

Proses pembelajaran tidak akan selalu berjalan dengan lancar pasti terdapat kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru, khususnya pada materi batik jumputan di kelas V SD Negeri 71 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah satu orang guru kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul diolah melalui tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yang telah dilakukan tentang kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan yang dialami oleh guru pada saat melaksanakan kegiatan membatik jumputan, kesulitan-kesulitan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Keterbatasan waktu yang terlalu singkat, (2) Guru mengalami kesulitan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (3) Guru mengalami kesulitan ketika siswa tidak membawa alat dan bahan untuk kegiatan membatik jumputan di karenakan dapat menyebabkan terhalangnya keberlangsungan kegiatan membatik jumputan, (4) Guru mengalami kesulitan ketika mengkondisikan kelas di karenakan siswa tidak tertib dan kurang disiplin, dan (5) Guru merasa sulit ketika mengajarkan materi batik jumputan di karenakan rendahnya kapasitas intelektual siswa pada proses pembuatan motif dan pencelupan batik jumputan.
PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT KABUPATEN ACEH BESAR Astafarina, Suci; Darnius, Said; Mislinawati, Mislinawati
Elementary Education Research Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v4i3.13354

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SDN Unggul Lampeuneurut diikuti oleh 40 siswa dari kelas tinggi. Dilihat dari jumlah keseluruhan siswa kelas tinggi, hanya sedikit siswa yang berminat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. Kemudian siswa sering terlambat dalam mengikuti kegiatan, juga terdapat siswa yang kurang memperhatikan serta tidak berinisiatif untuk bertanya apabila kurang mengerti. Tujuan penelitian untuk menguraikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Kabupaten Aceh Besar.Dari hasil analisis data, peneliti mendapat informasi bahwa pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SDN Unggul Lampeuneurut sebagai berikut: pengelolaan kegiatan dilaksanakan berdasarkan tujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, membentuk sikap disiplin, berfungsi sebagai tempat meluangkan waktu untuk hal bermanfaat. Pembinaan melalui penyediaan materi, bimbingan dan melatih siswa melalui kegiatan yang dilaksanakan. Tersedianya prasarana berupa alat-alat dan tempat pelaksanaan kegiatan. Mengadakan sosialisasi, perlombaan, Persami serta kegiatan menarik lainnya untuk meningkatkan minat siswa mengikuti kegiatan kepramukaan.Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar sebagian besar telah terlaksana dengan baik yang ditunjukkan dengan melaksanakan beberapa tujuan, fungsi, partisispasi siswa dalam mengikuti kegiatan serta adanya pembinaan melalui pemberian materi, bimbingan, latihan, evaluasi sertatersedianya prasarana untuk kegiatan, sehingga siswa tertarik dan terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan yang dilaksanakan.
Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Dasar Negeri 8 Kota Sabang Iqbal, M; Darnius, Said; Mahmud, Mahmud
Elementary Education Research Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v4i3.13343

Abstract

Penerapan program usaha kesehatan sekolah mempunyai 3 komponen, yaitu pendidikan, pelayanan, dan lingkungan yang bersih. masalah yang ada di penelitian ini yaitu pelaksanaan program (UKS) di Sekolah Dasar Negeri 8 Kota Sabang, Faktor apa saja yang mendukung pelaksanaan program (UKS) Apa saja kendala pelaksanaan program (UKS). Maksud dari adanya adalah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program UKS, faktor yang mendukung pelaksanaan program UKS, kendala yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan program (UKS) di Sekolah Dasar Negeri 8 Kota Sabang. Pendekatan yang digunakai adalah kualitatif dan jenis penelitiannya adalah metode deskriptif. Data yamg diperoleh dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya semua data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Penerapan program usaha kesehatan sekolah di SD Negeri 8 Kota Sabang dilaksanakan oleh pihak Sekolah Dasar Negeri 8 Kota Sabang. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan UKS di sekolah ini sudah dilaksanakan sebaik mungkin, baik dari kepala sekolah, pelaksana UKS dan beserta para pendidik. Faktor yang mendukung pelaksanaan program (UKS) adalah puskesmas, sekolah beserta wali murid. kendala yang terjadi dilapangan adalah terkandalanya jarak yang yang telalu jauh sehingga peserta didik yang sakit dan memerlukan penanganan lebih serius tidak tertangani dengan cepat. Jadwal yang tidak menentu dari pihak puskesmas terhadap penyuluhan disekolah. Tidak terstrukturnya jadwal penyuluhan dari puskesmas dengan sekolah. Kendala bisa di atasi karena adanya hubungan yang baik dari pendidik, wali murid, serta pihak puskesmas.
PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI 29 BANDA ACEH Sastriani., Sastriani; Darnius, Said; Vitoria, Linda
Elementary Education Research Vol 3, No 4 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i4.9989

Abstract

Dalam proses pembeelajaran, Program remedial memiliki peranan penting untuk peserta didik yang sulit pada bidang study math. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program remedial pada bidang study math di Sekolah Dasar Negri 29 Banda Atjeh. Menggunakan Pendekatann kualitatif serta bentuk penelitian deskriptiif. Sumbeer pengambilan data didapat dengan observasi dan wawancara Subjeek dalam peneliitian ini adalah guru kelas IVa, IVb, Va, serta Vb SD Negeri 29 Banda Aceh yang berjumlah 4 orang guru. Selanjutnya data observasi dan wawancara diolah secara deskriptif. Hasil peneliitian ini menuunjukkan bahwa dari data observasi dan wawancara dari perencanaan, guru mengidentifikasi peserta didik yang mengalami kendala belajar berdasarkan nilai ulangan math saja. Pelaksanaan program remedial dilakukan saat jam pelajaran biasa dan dilakukan dengan peserta didik yang memiliki skor evaluasi math di bawah KKM. Faktor pendukung meliputi keinginan peserta didik mengikuti remedial untuk membantu menuntaskan remedial yang belum mencapai KKM. Faktor penghambat meliputi terbatasnya waktu yang dimiliki untuk melaksanakan remedial. Hasil dari pelaksanaan program remedial pada bidang study math ialah hasil belajar peserta didik meningkat, walaupun tidak semua nilai peserta didik meningkat. Hal tersebut tidak dapat dijadikan tolak ukur meningkatnya hasil belajar peserta didik setelah mengikuti remedial.
PERBEDAAN ANTARA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN SISWI DI KELAS III SDN UNGGUL LAMPEUNEURUT Rafizah., Rafizah; Monawati., Monawati; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i3.8666

Abstract

Perbedaan jenis kelamin dalam kemampuan antara laki-laki dan perempuan antara hal motivasi, hasil dan prestasi belajar terutama di bidang matematika, cara berpikir laki-laki lebih terdepan dalam berpikir logikasedangkan perempuan dengan cara pikir yang lebih melibatkan perasaan. Permasalah pada penelitian tersebutapakahadaketidaksamaanantarhasil belajarmatematikamuriddengan anak perempuanpada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut. Penelitian bermaksud untuk melihat hasil belajar matematika siswadengan anak perempuan pada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut, hipotesis penelitian adalah terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa dengan siswi di kelas III SDN Unggul Lampeuneurut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jelas penelitian komparatif. Penelitian dilaksanakan pada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut dengan sample penyelidikan bertotal 60 anak didik yang terdiri dari 30 pria dan30 wanita. pencarian data yang digunakan adalah dokumentasi hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dari dokumentasi hasil belajar matematika kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, dalampengolahan hasildicari memakai cara t-test.dari perolehan pengolahan data dapatdigambarkan golongan amat baik dengan rerata 81 dan perolehan belajar matematika siswi pada kelompok sungguh-sungguh bagus dengan pukul rata 82. Dari rakitan analisis uji-t di peroleh sebesar 0,5dan sebesar 2,0. Dengan demikian, t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dinyatakan ditolak dan dinyatakan diterima kebenarannya, artinya tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa dengan siswidi kelas III SDN Unggul Lampeuneurut berada pada kategori sangat baik.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA / SISWI KELAS V SD NEGERI 5 BANDA ACEH Asri, Ekha Nova; Darnius, Said; Hajidin., Hajidin
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i3.8654

Abstract

Kegiatan pembelajaran adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Interaksi dapat terjadi secara searah atau timbal balik, dari guru ke siswa atau sebaliknya. Kegiatan belajar siswa baik di luar kelas maupun di kelas akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Prestasi belajar yang baik didapat karena kegiatan belajar yang baik juga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan prestasi belajar siswa / siswi kelas V SDN 5 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa / siswi kelas V SDN 5 Banda Aceh yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas 5a dan kelas 5b dengan jumlah siswa 64 orang pada tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi. Pengumpulan data dari kegiatan belajar siswa dengan kuesioner berupa pernyataan negatif dan positif tentang kegiatan belajar, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dengan mengambil rata-rata nilai ujian semester siswa pada semester ganjil tahun akademik 2017 / 2018. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hubungan antara aktivitas belajar dengan prestasi belajar siswa rxy = 0,75. Pada n = 30 dengan tingkat signifikan 5%, dapat disimpulkan bahwa rtabel = 0,361 (rhitung rtabel) yang berarti menerima Ha dan menolak Ho atau ada hubungan antara aktivitas belajar dengan kelas prestasi belajar siswa V SDN 5 Banda Aceh
KESIAPAN GURU KELAS TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SDN 14 BANDA ACEH KECAMATAN ULEE KARENG BANDA ACEH Nazirah, Suci; Mislinawati., Mislinawati; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i1.8642

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan atas kurikulum KTSP yang mempunyai ciri khastersendiri yaitu menggunakan pendekatan saintifik juga penilaian autentik. Perubahan kurikulum ini menuntut kesiapan guru yaitu kesiapan dalam mempraktekkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik pada proses pembelajaran. Dalam penelitian ini yaang menjadi rumusan masalahnya adalah bagaimana kesiapan dan kendala guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SDN 14 Banda Aceh yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan kendala guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek berjumlah 6 orang guru SDN 14 Banda Aceh. Data yang dikumpul menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis dengan dirangkum, penyajian dalam bentuk uraian baru kemudian di simpulkan.Hasil penilitian menyatakan bahwa kesiapan guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SDN 14 Banda Aceh pada aspek pendekatan saintifik dan penilaian autentik masih berada di kategori kurang siap, hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar guru mengalami kendala dalam implementasi kurikulum 2013 pada saat menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik karena belum memahaminya secara mendalam. Simpulannya adalah kesiapan guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SDN 14 Banda Aceh dilihat dari aspek pendekatan saintifik dan penilaian autentik masih berada di kategori kurang siap dalam artian guru belum sepenuhnya mengenal dan memahami tentang langkah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Sedangkan pada penilaian autentik guru juga masih keterbatasan waktu dalam mengevaluasi seluruh aspek penilaian siswa. Disarankan kepada guru untuk banyak mengikuti pengembangan yang berbasis kurikulum 2013 melalui KKG yang di adakan oleh gugus di SDN 14 Banda Aceh.
KEMAMPUAN MENULIS NARASI BERDASARKAN MEDIA KARIKATUR SISWA KELAS IV SDN NEUSOK TEUBALUI ACEH BESAR Tumanggor, M. Iqbal D.; Adnan., Adnan; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i2.8568

Abstract

Tidak semua siswa mampu menulis karangan narasi dengan baik dan benar. Sebab itu, wajib tersedianya usaha guna meningkatkan keterampilan menulis anak didik. Usaha yang sanggup menolong anak didik dalam menggores sebuah karya cerita adalah menggunakan media karikatur. Ringkasan kasus waktu pengkajian ialah macam manakah fase keahlian menggores karya cerita berdasarkan sarana parodi anak didik tingkat IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar. Pengkajian ini bermaksud memaparkan tingkat kemampuan menggores sebuah karya cerita berdasarkan sarana parodi anak didik kelas IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar.Pengkajian ini menggunakan ancangan kualitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Pengkajian ini dilakukan di tingkat IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar dengan pokok pengkajian berjumlah 20 anak didik yang terdiri dari 12 pria dan 8 wanita. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis narasi dari sebuah gambar karikatur. Bahan yang terkumpul dari perolehan uji ditelaah melalui bagan kelompok keahlian anak didik, akhirnya menentukan persentase dihitung dengan cara memakai formula persentase.Landasan produk penelitian yang terdapat dari 20 anak didik yang menjejaki uji sebanyak 6 anak didik dengan persentase 30% tergolong ke dalam kategori baik sekali, sebanyak 7 siswa masing-masing tergolong ke dalam kategori baik dan cukup sebesar 35%. Maka secara keseluruhan, diperoleh nilai sebesar 1290 dengan nilai rata-rata kemampuan siswa menulis narasi adalah 65% berlandaskan keahlian evaluasi diterima ke dalam kelompok bagus, maka dapat dijalinkan kemampuan menulis narasi berdasarkan media karikatur siswa kelas IV SDN Neusok Teubalui berada pada kategori baik.